Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Peran Budaya Kerja dan Kompensasi Pada Kinerja Aparatur Sipil Negara (Asn) Di Kantor Kementerian Agama Kota Baubau Samsul Bahari
Sang Pencerah: Jurnal Ilmiah Universitas Muhammadiyah Buton Vol 7 No 3 (2021): Sang Pencerah: Jurnal Ilmiah Universitas Muhammadiyah Buton
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Buton

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (361.022 KB) | DOI: 10.35326/pencerah.v7i3.1354

Abstract

Sebagai organisasi publik, kinerja di lingkungan Pemerintahan tengah menjadi perhatian sebab hal ini berkaitan dengan layanan publik. Diantara faktor lain yang berkontribusi dalam peningkatan kinerja adalah budaya kerja dan pemberian kompensasi. Penelitian ini bertujuan melakukan analisis; 1) Pengaruh budaya kerja terhadap kinerja ASN pada Kantor Kementerian Agama Kota Baubau; 2) Pengaruh kompensasi terhadap kinerja ASN di Kantor Kementerian Agama Kota Baubau; dan 3) Pengaruh budaya kerja dan kompensasi terhadap kinerja ASN serta Kantor Kementerian Agama Kota Baubau. Sampel penelitian ini adalah ASN pada Kantor Kementerian Agama Kota Baubau sebanyak 100 orang. Teknik analisis data dilakukan secara kuantitatif dengan regresi linear berganda. Skala pengukuran dengan skala likert. Hasil penelitian disimpulkan bahwa secara parsial budaya kerja dan kompensasi masing-masing memiliki pengaruh signifikan dan positif terhadap kinerja ASN pada Kantor Kementerian Agama Kota Baubau. Secara simultan budaya kerja dan kompensasi memberikan pengaruh langsung dan positif terhadap kinerja ASN pada Kantor Kementerian Agama Kota Baubau.
EDUKASI PENGHIJAUAN MENUJU DESA ASRI PADA MASYARAKAT DESA WAESUHAN Samsia Umasugi; Samsul Bahari; Muh. Iksan; Azaluddin Azaluddin; Eriyawan Buton; Susiati Susiati
Jurnal Warta Desa (JWD) Vol. 3 No. 2 (2021): Jurnal Warta Desa (JWD)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (284.137 KB) | DOI: 10.29303/jwd.v3i2.146

Abstract

Tujuan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini adalah untuk memberikan edukasi penghijauan menuju Desa ASRI (Aman, Sehat, Rindang, Indah) kepada masyarakat Dusun Waesuhan. Masalah yang dihadapi oleh mitra, yakni terdapat banyak lahan tandus yang tidak ditanami pepohonan, kurangnya pengetahuan masyarakat terhadap pentingnya penghijauan dan pengelolaan lingkungan. Untuk itu, pengusul bersama mitra sasaran PKM akan menawarkan solusi, yakni menggiatkan edukasi penghijauan menuju Desa ASRI (Aman, Sehat, Rindang, Indah) kepada masyarakat Dusun Waesuhan, Desa Wanakarta, Kecamatan Lolongguba, Kabupaten Buru. Solusi ini dianggap penting untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan sekitar mereka. Pendekatan yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini adalah pendekatan PAR (Participatory Action Research), yakni berupa edukasi berbasis teori dan praktik. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa Edukasi berbasis teori menekankan kepada dua materi inti, yaitu materi Pengelolaan Lingkungan Hidup dan materi Penghijauan. Sementara, edukasi berbasis praktik, yakni melakukan penanaman pohon sebanyak 100 bibit pohon. Hasil dari penerapan edukasi tersebut kepedulian masyarakat pada lingkungan semakin tinggi, hal tersebut ditandai dengan antusiasnya masyarakat Dusun Waesuhan mengikuti jalannya PKM ini.
The Supervisory Function of the Harbormaster’s Office at Port Terminal Facilities Based on Law No. 17 of 2008 on Shipping. Yusdin; L.M. Ricard Zeldi Putra; Samsul
AIQU: Journal Multidiscipliner of Science Vol. 3 No. 4 (2025): DECEMBER, AIQU: Journal Multidiscipliner of Science
Publisher : Institute Journal and Publication Muhammadiyah University of Buton

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The sea is the boundary of a country with another country with a boundary point determined through bilateral or multilateral extradition which means it is also the limit of a country's power, as far as the outer line of its territory. The purpose of this study was to determine how the role of supervision of the Port Authority in the safety of shipping security and to determine the constraints of the role of the Port Authority in law enforcement and supervision of shipping security safety in the Office of the Port Authority and Class II Baubau. Port supervision is very important because the security and safety of shipping is already his job. The actions taken are in order to increase security and safety supervision on matters related to shipping. The supervisory duties carried out by the Syahbandar in the framework of regulating the facilities and infrastructure for the implementation of sea transportation operations are very important.  Syahbandar in his duty must also ensure the awareness of the government of sea transportation services such as companies, ship owners, ship crews to obey the laws and regulations in force in the field of shipping safety which is generally still low. Kesyahbandaran office and Port Authority Class II Babubau is a state of fulfillment peryatan security and safety related to transport in the waters, ports and Maritime Environment (Law of the Republic of Indonesia No. 17 of 2008 on shipping Article (1) paragraph (32). Security and safety is the main thing in transportation, not only national scope, also including international. According to the law of the Republic of Indonesia No. 17 of 2008 on shipping Article (17), the safety and security of new water transportation can occur when the requirements of ship's seaworthiness and navigation are met.
Peningkatan Kesadaran Masyarakat Terkait Pemanfaatan Hasil Hutan Kawasan Pertambangan di Desa Mantowu Kabupaten Buton La Ode Muhammad Ricard Zeldi Putra; Samsul; Hadi Supriyanto; La Gurusi; Wa Ode Novita Ayu Muthmainna; Sapril
Permadani: Jurnal Pengabdian Riset Masyarakat Madani Vol. 3 No. 1 (2025): APRIL, Permadani: Jurnal Pengabdian Riset Masyarakat Madani
Publisher : Lambaga Jurnal dan Publikasi Universitas Muhammadiyah Buton

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35326/permadani.v3i1.7684

Abstract

Desa Mantowu, Kabupaten Buton, merupakan salah satu wilayah yang berada di sekitar kawasan pertambangan aspal terbesar di Indonesia. Aktivitas pertambangan yang intensif berdampak pada keberlanjutan hutan di sekitarnya dan mengancam keseimbangan ekosistem serta sumber penghidupan masyarakat lokal. Kurangnya pemahaman mengenai pentingnya pelestarian hutan menjadi salah satu tantangan utama. Program pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam memanfaatkan hasil hutan secara lestari dengan pendekatan edukatif, partisipatif, dan berbasis kearifan lokal. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, pelatihan, diskusi kelompok, praktik lapangan, serta fasilitasi kesepakatan komunitas mengenai pemanfaatan hutan. Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan masyarakat tentang fungsi ekologis, ekonomi, dan hukum dari hutan. Selain itu, terjadi aktivasi peran tokoh adat, pemuda, dan kelompok perempuan dalam kampanye konservasi, serta muncul inisiatif pengembangan ekonomi alternatif berbasis hasil hutan non-kayu seperti madu, rotan, dan tanaman obat. Masyarakat juga terlibat aktif dalam upaya reboisasi dan menyusun kesepakatan informal terkait tata cara pemanfaatan hutan. Pengabdian ini membuktikan bahwa pendekatan berbasis nilai lokal dapat mendorong transformasi pemikiran dari eksploitasi menuju konservasi yang berkelanjutan.
Strengthening Community Legal Literacy on Land Boundaries and Land Rights in Saragi Village L.M. Ricard Zeldi Putra; Samsul; Wa Ode Novita Ayu Muthmainna; Jufri; Alimato
Permadani: Jurnal Pengabdian Riset Masyarakat Madani Vol. 3 No. 2 (2025): OKTOBER, Permadani: Jurnal Pengabdian Riset Masyarakat Madani
Publisher : Lambaga Jurnal dan Publikasi Universitas Muhammadiyah Buton

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This community service article reports the implementation and outcomes of a program entitled “Strengthening Community Legal Literacy on Land Boundaries and Land Rights in Saragi Subdistrict.” The program was developed in response to recurring community challenges related to unclear land boundaries, weak documentation, and limited understanding of land rights and administrative procedures, which may escalate into prolonged disputes and social tension. The main objective was to improve residents’ legal literacy and practical capacity to prevent and manage land boundary issues in an orderly and peaceful manner. The program employed a participatory educational approach consisting of three phases: preparation, core implementation, and evaluation with follow-up. During the preparation phase, coordination with the subdistrict office, neighborhood leaders (RT/RW), and community figures was conducted to map common problems and tailor the content to local needs. The core implementation involved three main activities: (1) legal socialization and education on land boundaries, land rights, ownership evidence, and precautionary principles in transactions and inheritance; (2) practical boundary clarification training, including simulations of boundary marker placement, simple boundary sketch mapping, photo documentation, and drafting written boundary agreements (minutes) acknowledged by local authorities; and (3) a consultation clinic with light mediation support to guide residents in resolving boundary issues through structured deliberation before resorting to formal legal channels. Evaluation results indicated increased participant understanding of key land-law concepts, improved awareness of the importance of documentation and witnesses, and stronger readiness to apply preventive practices. The program also produced practical outputs, including document templates (boundary minutes and land-document checklists) and a recommended local contact point for ongoing guidance. Overall, the program demonstrates that integrating education, hands-on practice, and consultative support can strengthen community legal literacy, reduce dispute risks, and promote social harmony in land-related matters.
Penyuluhan Isbat Nikah bagi Pasangan Tidak Tercatat di Desa Labuandiri, Kecamatan Siotapina, Kabupaten Buton Samsul; La Gurusi; La Asiri; Herianto; Nurdin; L.M. Ricard Zeldi Putra; La Ode Darmin; Agusraman
Termasyhur: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 4 (2024): TERMASYHUR: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Lambaga Jurnal dan Publikasi Universitas Muhammadiyah Buton

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pernikahan yang tidak tercatat secara resmi dikemudian hari akan menimbulkan permasalahan hukum dan dalam administrasi kependudukan. Salah satu dampak paling signifikan adalah ketidakjelasan hak bagi istri dan status hukum atas anak-anak yang lahir dari pernikahan tersebut. Penyuluhan ini juga bertujuan untuk membangun kesadaran kolektif dalam masyarakat tentang pentingnya pencatatan pernikahan sebagai bagian dari upaya perlindungan hak-hak perempuan dan anak. Dengan meningkatnya kesadaran hukum, diharapkan masyarakat akan lebih proaktif dalam memastikan bahwa setiap pernikahan yang terjadi telah memenuhi persyaratan hukum yang berlaku. Adapun tujuan dari kegiatan ini yaitu untuk memberikan penyuluhan isbat nikah bagi pasangan tidak tercatat di Desa Labuandiri, Kecamatan Siotapina, Kabupaten Buton. Pengabdian masyarakat ini, dilakukan dengan metode penyuluhan yaitu memberikan penyuluhan pada masyarakat Desa Labuandiri terkait isbat nikah bagi pasangan tidak tercatat. Waktu pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat pada tanggal 28 Juli 2024 yang bertempat di Aula Pertemuan Desa Mantowu. Hasil kegiatan ini memberikan solusi kepada masyarakat mengenai prosedur pengajuan isbat nikah, termasuk dokumen yang diperlukan dan pihak yang dapat dihubungi, seperti kepala desa dan petugas Pengadilan Agama, untuk mendapatkan bantuan dalam proses legalisasi pernikahan.