Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Peran Budaya Kerja dan Kompensasi Pada Kinerja Aparatur Sipil Negara (Asn) Di Kantor Kementerian Agama Kota Baubau Samsul Bahari
Sang Pencerah: Jurnal Ilmiah Universitas Muhammadiyah Buton Vol 7 No 3 (2021): Sang Pencerah: Jurnal Ilmiah Universitas Muhammadiyah Buton
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Buton

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (361.022 KB) | DOI: 10.35326/pencerah.v7i3.1354

Abstract

Sebagai organisasi publik, kinerja di lingkungan Pemerintahan tengah menjadi perhatian sebab hal ini berkaitan dengan layanan publik. Diantara faktor lain yang berkontribusi dalam peningkatan kinerja adalah budaya kerja dan pemberian kompensasi. Penelitian ini bertujuan melakukan analisis; 1) Pengaruh budaya kerja terhadap kinerja ASN pada Kantor Kementerian Agama Kota Baubau; 2) Pengaruh kompensasi terhadap kinerja ASN di Kantor Kementerian Agama Kota Baubau; dan 3) Pengaruh budaya kerja dan kompensasi terhadap kinerja ASN serta Kantor Kementerian Agama Kota Baubau. Sampel penelitian ini adalah ASN pada Kantor Kementerian Agama Kota Baubau sebanyak 100 orang. Teknik analisis data dilakukan secara kuantitatif dengan regresi linear berganda. Skala pengukuran dengan skala likert. Hasil penelitian disimpulkan bahwa secara parsial budaya kerja dan kompensasi masing-masing memiliki pengaruh signifikan dan positif terhadap kinerja ASN pada Kantor Kementerian Agama Kota Baubau. Secara simultan budaya kerja dan kompensasi memberikan pengaruh langsung dan positif terhadap kinerja ASN pada Kantor Kementerian Agama Kota Baubau.
EDUKASI PENGHIJAUAN MENUJU DESA ASRI PADA MASYARAKAT DESA WAESUHAN Samsia Umasugi; Samsul Bahari; Muh. Iksan; Azaluddin Azaluddin; Eriyawan Buton; Susiati Susiati
Jurnal Warta Desa (JWD) Vol. 3 No. 2 (2021): Jurnal Warta Desa (JWD)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (284.137 KB) | DOI: 10.29303/jwd.v3i2.146

Abstract

Tujuan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini adalah untuk memberikan edukasi penghijauan menuju Desa ASRI (Aman, Sehat, Rindang, Indah) kepada masyarakat Dusun Waesuhan. Masalah yang dihadapi oleh mitra, yakni terdapat banyak lahan tandus yang tidak ditanami pepohonan, kurangnya pengetahuan masyarakat terhadap pentingnya penghijauan dan pengelolaan lingkungan. Untuk itu, pengusul bersama mitra sasaran PKM akan menawarkan solusi, yakni menggiatkan edukasi penghijauan menuju Desa ASRI (Aman, Sehat, Rindang, Indah) kepada masyarakat Dusun Waesuhan, Desa Wanakarta, Kecamatan Lolongguba, Kabupaten Buru. Solusi ini dianggap penting untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan sekitar mereka. Pendekatan yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini adalah pendekatan PAR (Participatory Action Research), yakni berupa edukasi berbasis teori dan praktik. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa Edukasi berbasis teori menekankan kepada dua materi inti, yaitu materi Pengelolaan Lingkungan Hidup dan materi Penghijauan. Sementara, edukasi berbasis praktik, yakni melakukan penanaman pohon sebanyak 100 bibit pohon. Hasil dari penerapan edukasi tersebut kepedulian masyarakat pada lingkungan semakin tinggi, hal tersebut ditandai dengan antusiasnya masyarakat Dusun Waesuhan mengikuti jalannya PKM ini.
Pelatihan Pencatatan dan Pelaporan Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak di Wilayah Hukum Kabupaten Buton Samsul Samsul; La Gurusi; Waode Novita Ayu Muthmainna; Eko Satria; L.M Ricard Zeldi Putra; Al Hiday Nur; La Asiri
Journal of Community Development Vol. 5 No. 3 (2025): April
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/comdev.v5i3.290

Abstract

The numerous legal instruments and various agencies involved in the protection of women and children have not led to a reduction in violence against women and children; rather, the incidence has been increasing annually. The primary reasons for the rise in violence against women and children are the lack of education and awareness regarding human rights, gender equality, and gender-based violence, as well as the insufficient support from communities or social networks closest to the victims. This can result in victims feeling isolated and without a place to report or seek help. The method used in this community service program was training on case recording and reporting of violence against women and children. The result of the training was an increase in participants' knowledge regarding the forms of violence against women and children, the roles and duties of the Village Task Force for the Protection of Women and Children (PPA), as well as the procedure for handling cases of violence against women and children. The success of this program was measured using questionnaires administered before and after the training to assess the participants' knowledge and understanding of case recording and reporting of violence against women and children.