Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

SOSIALISASI DAMPAK KERUSAKAN HUTAN BAGI ANAK-ANAK SEKOLAH DASAR NEGERI 9 KABUPATEN SORONG Maya Pattiwael; Lanny Wattimena; Charliany Hetharia; Amatus Turot; Yerrynaldo Loppies; Yetty Sisca Serkadifat; Denny .
J-DEPACE (Journal of Dedication to Papua Community) Vol 5, No 2 (2022): Desember
Publisher : Universitas Victory Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34124/jpkm.v5i2.121

Abstract

Masih rendahnya kesadaran masyarakat dalam perlindungan hutan menyebabkan kerugian yang besar karena ketersediaan sumber daya alam yang semakin terbatas. Peningkatan kesadaran masyarakat ini dapat dimulai dari anak-anak. Mereka perlu diberi edukasi sejak dini untuk memahami dampak dari kerusakan hutan, sehingga diharapkan karakter yang sudah dibina ini nantinya dapat menjadikan mereka lebih mencintai hutan dan ikut berperan sebagai rimbawan dalam menjaga kelestarian hutan pada masa mendatang. Metode yang digunakan adalah Pendidikan Masyarakat berupa sosialisasi dalam bentuk ceramah tentang dampak kerusakan hutan bagi anak-anak SD Negeri 9 Kabupaten Sorong. Dalam ceramah ditampilkan gambar-gambar yang berhubungan dengan materi yang diawali dengan menyajikan film pendek dalam bentuk animasi tentang penyebab dan dampak kerusakan hutan. Untuk menguji pengetahuan para peserta, maka setelah selesai ceramah kemudian dilanjutkan dengan pemberian pertanyaan. Kegiatan sosialisasi dilanjutkan dengan penanaman bibit pohon di sekitar area sekolah. Sosialisasi tentang dampak kerusakan hutan bagi anak-anak SD Negeri 9 Kabupaten Sorong berjalan dengan baik dan mendapat sambutan serta dukungan sepenuhnya dari Kepala Sekolah, para guru dan peserta kegiatan. Materi yang disajikan bisa diterima oleh peserta kegiatan. Hal ini dibuktikan dari pertanyaan-pertanyaan yang dapat dijawab oleh peserta sesuai dengan materi yang disampaikan. Dengan kata lain melalui sosialisasi ini diperoleh peningkatan pemahaman dan pengetahuan siswa tentang dampak kerusakan hutan.
PEMANFAATAN POHON PULAI (ALSTONIA SCHOLARIS) OLEH MASYARAKAT KAMPUNG PUPER DISTRIK WAIGEO TIMUR KABUPATEN RAJA AMPAT jhony Mayor; Lanny Wattimena
J-mace : Jurnal Penelitian Vol 2, No 1 (2022): JANUARI
Publisher : Universitas Victory Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34124/jmace.v2i1.18

Abstract

Penelitian dengan judul “Pemanfaatan Pohon Pulai (Alstonia scholaris) oleh Masyarakat Kampung Puper Distrik Waigeo Timur Kabupaten Raja Ampat”, dilaksanakan pada bulan Agustus 2021, berlokasi di Kampung Puper Distrik Waigeo Timur Kabupaten Raja Ampat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagian-bagian pohon pulai yang dapat dimanfaatkan serta cara pengolahannya oleh masyarakat Kampung Puper Distrik Waigeo Timur Kabupaten Raja Ampat. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa bagian pohon pulai yang dimanfaatkan oleh masyarakat Kampung Puper adalah berupa kulit dan batang dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Kulit digunakan untuk pembuatan obat tradisional dalam menyembuhkan sakit gigi dan kolesterol, sedangkan batang pohon pulai diolah menjadi alat musik tradisional Ukulele.
IDENTIFIKASI JENIS-JENIS KAYU PADA RUMAH ADAT EMA OWAA SUKU MEE DI KAMPUNG DAMABAGATAN KECAMATAN TIGI TIMUR KABUPATEN DEIYAI PROVINSI PAPUA Lanny Wattimena; Yetti S Serkadifat; Selpianus Doo
J-mace : Jurnal Penelitian Vol 1, No 1 (2021): JULI
Publisher : Universitas Victory Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34124/jmace.v1i1.4

Abstract

Penelitian dengan judul “Identifikasi Jenis-jenis Kayu Pada Rumah Adat EmaOwaa Suku Mee di Kampung Damabagatan Kecamatan Tigi Timur Kabupaten Deiyai Provinsi Papua”, dilaksanakan selama 1 (satu) bulan yaitu pada bulan Juli sampai dengan Agustus 2019, berlokasi di Kampung Damabagata Distrik Tigi Timur Kabupaten Deiyai. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis-jenis kayu apa saja yang digunakan dalam pembuatan rumah adat Ema Owaa oleh masyarakat Suku Mee. Hasil Penelitian menunjukkan bahwajenis-jenis kayu dan non kayu yang dimanfaatkan sebagai bahan baku komponen rumah adat sebanyak 20 jenis  yang terdiri dari 18 jenis kayu, yaitu:  Samurai (Papuana kobuski),  Petanan (Oblongifolia dyer), Magis Fagrae (Canarium decumanium), Kopal (Papuana dryer), Tawan (Laphopetalium forsteniana mia), Kenawan (Dillenia papuana martenlli), Campiana Castanopsis (argentea A. DC), Bintania (Litsea ampare  marr), Emeron  (Kalohyllum congestiforium  a.c.sm.), Homelama (Hopea similis sloot), Melinan (Syzygium papuasica, MP), Tatania (Adimandra forbesii baker .f), Ladus (Hopea papuana dels), Manalia(Scihizomelia serrata hochr), Gradium (Homalium tomentosum, Roxb.), Tagal (Syzgium buettrianium), Sendania (Calophetalium fsteniana mia), Giatana (Homolantus tonsum, Roxb). Serta2 jenis non kayu yaitu:  Pandanus(P. Amaryllifolius, sp), Alonialan (Bambusa, sp).