Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

KEPEDULIAN TERHADAP LINGKUNGAN : PENANAMAN BIBIT POHON DI TAMAN WISATA ALAM (TWA) KOTA SORONG PROVINSI PAPUA BARAT Lanny Wattimena; Amatus Turot; Maya Pattiwael; Charliany Hetharia; Yerrynaldo Loppies
J-DEPACE (Journal of Dedication to Papua Community) Vol 2, No 1 (2019): Juni
Publisher : Universitas Victory Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34124/jpkm.v2i1.30

Abstract

ABSTRAKSalah satu langkahyang dilakukan untuk meningkatkan rasa kepedulian terhadap lingkungan adalah dengan melakukan penanamanbibit pohon. Penanaman dilakukan di Taman Wisata Alam (TWA) Sorong.Pemilihan lokasi didasarkan pada kondisi kawasan tersebut yang mengalami kerusakan akibat ulah manusiadiantaranya yaitu alih fungsi lahan menjadi perkebunan bahkan pemukiman masyarakat.Aktivitas tersebut tentu saja memberikan dampak negatif bagi lingkungan sekitar.Kegiatan yang dilaksanakan padatanggal 26 Mei 2018ini melibatkan Civitas Akademika UNVIC Sorong dan pihak Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Papua Baratdengan menanam jenis pohon Agathis, Durian, Rambutan dan Mahoni yang secara keseluruhan berjumlah 200 bibit pohon.Tanggung jawab pemeliharaan dari tanaman ini merupakan tanggung jawab bersama antara Fakultas Ilmu Pertanian dan lingkungan UNVIC Sorong dengan pihak Balai Besar KSDA Papua Barat. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat Kota Sorong akan pentingnya menjaga dan melestarikan hutan khususnya di kawasan Taman Wisata Alam. ABSTRACTOne of the steps taken to increase awareness of the environment is by planting tree seeds. Planting is carried out in the Sorong Nature Tourism Park (TWA). The choice of location based on the condition of the area which has been damaged by human activities, including the conversion of land into plantations and even community settlements. These activities certainly harm the surrounding environment. The event which held on May 26, 2018, involved the UNVIC Academic Community of Sorong and the West Papua Center for Natural Resources Conservation (KSDA) by planting Agathis, Durian, Rambutan and Mahogany trees, totalling 200 tree seedlings. The maintenance responsibility of this plant is a shared responsibility between the Faculty of Agriculture and the environment of UNVIC Sorong with the West Papua Regional Office of the KSDA. This activity is expected to increase the awareness of the people of Sorong City on the importance of maintaining and preserving forests, especially in the Nature Tourism Park area.
SOSIALISASI DAMPAK KERUSAKAN HUTAN BAGI ANAK-ANAK SEKOLAH DASAR NEGERI 9 KABUPATEN SORONG Maya Pattiwael; Lanny Wattimena; Charliany Hetharia; Amatus Turot; Yerrynaldo Loppies; Yetty Sisca Serkadifat; Denny .
J-DEPACE (Journal of Dedication to Papua Community) Vol 5, No 2 (2022): Desember
Publisher : Universitas Victory Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34124/jpkm.v5i2.121

Abstract

Masih rendahnya kesadaran masyarakat dalam perlindungan hutan menyebabkan kerugian yang besar karena ketersediaan sumber daya alam yang semakin terbatas. Peningkatan kesadaran masyarakat ini dapat dimulai dari anak-anak. Mereka perlu diberi edukasi sejak dini untuk memahami dampak dari kerusakan hutan, sehingga diharapkan karakter yang sudah dibina ini nantinya dapat menjadikan mereka lebih mencintai hutan dan ikut berperan sebagai rimbawan dalam menjaga kelestarian hutan pada masa mendatang. Metode yang digunakan adalah Pendidikan Masyarakat berupa sosialisasi dalam bentuk ceramah tentang dampak kerusakan hutan bagi anak-anak SD Negeri 9 Kabupaten Sorong. Dalam ceramah ditampilkan gambar-gambar yang berhubungan dengan materi yang diawali dengan menyajikan film pendek dalam bentuk animasi tentang penyebab dan dampak kerusakan hutan. Untuk menguji pengetahuan para peserta, maka setelah selesai ceramah kemudian dilanjutkan dengan pemberian pertanyaan. Kegiatan sosialisasi dilanjutkan dengan penanaman bibit pohon di sekitar area sekolah. Sosialisasi tentang dampak kerusakan hutan bagi anak-anak SD Negeri 9 Kabupaten Sorong berjalan dengan baik dan mendapat sambutan serta dukungan sepenuhnya dari Kepala Sekolah, para guru dan peserta kegiatan. Materi yang disajikan bisa diterima oleh peserta kegiatan. Hal ini dibuktikan dari pertanyaan-pertanyaan yang dapat dijawab oleh peserta sesuai dengan materi yang disampaikan. Dengan kata lain melalui sosialisasi ini diperoleh peningkatan pemahaman dan pengetahuan siswa tentang dampak kerusakan hutan.
KONSEP PENGEMBANGAN EKOWISATA BERBASIS KONSERVASI DI KAMPUNG MALAGUFUK KABUPATEN SORONG Maya Pattiwael
J-DEPACE (Journal of Dedication to Papua Community) Vol 1, No 1 (2018): Desember
Publisher : Universitas Victory Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34124/jpkm.v1i1.7

Abstract

Dampak negatif dari kegiatan ekowisata terhadap hutan alam dapat diatasi dengan pemberdayaan masyarakat lokal dalam kegiatan ekowisata yang berbasis konservasi agar kelestarian sumberdaya alam yang ada pada daerah tersebut dapat terus dijaga. Pengabdian masyarakat yang dilakukan di Kampung Malagufuk berupa sosialisasi tentang pengembangan ekowisata berbasis konservasi bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat Kampung Malagufuk tentang pentingnya menjaga kekayaan sumberdaya alam yang ada pada hutan alam Klasow agar tidak disalahgunakan atau dirusak oleh para pengunjung. Penerapan prinsip dan konsep pengembangan ekowisata berbasis konservasi berupa kelestarian fungsi ekosistem, kelestarian obyek daya tarik wisata alam, kelestarian sosial budaya, kepuasan, keselamatan, dan kenyamanan pengunjung, sertaprinsip manfaat ekonomi. Hasil akhir dari kegiatan pengabdian ini berupa penanaman bibit pohon sebagai bukti kepedulian terhadap konservasi  dan mendapat dukungan yang baik dari masyarakat setempat.
PERAN PEMERINTAH DAERAH DALAM UPAYA PENGEMBANGAN KAWASAN OBJEK WISATA HUTAN MANGROVE KELURAHAN KLAWALU KOTA SORONG Junita Erni A. C Krisifu; Maya Pattiwael
Jurnal AGRIBIS Vol. 17 No. 1 (2024): Jurnal Agribis
Publisher : Program Studi Agribisnis Faperta Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/agribis.v17i1.5938

Abstract

Kawasan mangrove yang berada di Kelurahan Klawalu Kota Sorong, dikelola atas kerjasama dari Dinas Pariwisata Kota Sorong dan Dinas Lingkungan Hidup Kota Sorong, dalam hal pengembangan objek wisata dan juga perlindungan ekosistem mangrove di lokasi tersebut secara keseluruhan.Oleh karena itu, peran dari pemerintah sangat diperlukan dalam menjaga potensi ekowisata dengan tetap memperhatikan aspek ekologinya. Penelitian dilaksanakan pada kawasan Objek Wisata Hutan Mangrove Kelurahan Klawalu Kota Sorong pada bulan Mei sampai Agustus 2021. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan wawancara. Analisis data dilakukan secara kualitatif deskriptif dengan menjelaskan peran Pemerintah Daerah serta faktor pendukung dan penghambat pengembangan objek wisata di lokasi penelitian.Hasil penelitian menunjukan bahwa pemerintah berperan dalam pengembangan objek wisata mangrove di Klawalu dilakukan melalui perencanaan pariwisata, pembangunan pariwisata, peraturan pariwisata dan Pemerintah juga bertindak sebagai fasilitator. Ada 4 faktor yang menjadi pendukung pengembangan objek wisata mangrove Klamalu berupa adanya kerja sama dan upaya promosi, daya tarik wisata, sumber daya manusia, tersedianya fasilitas dan aksesibilitas. Sementara itu, faktor-faktor yang menjadi penghambat berupa keterbatasan anggaran, perilaku masyarakat yang masih merusak lingkungan dan belum adanya penerapan sanksi.
Analisis Persepsi dan Perilaku Ramah Lingkungan Mahasiswa dalam Upaya Pelestarian Lingkungan di Universitas Victory Sorong Maya Pattiwael; Amatus Turot; Melda A Manuhutu; Yusuf Laimasian; Laurensius Yohando; Agustinus Jefrianto Bagia
Jurnal Pembelajaran dan Riset Pendidikan Vol. 6 No. 3 (2026): Volume 6, Nomor 3, Juli 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya mengetahui persepsi dan perilaku ramah lingkungan mahasiswa sebagai upaya mendukung pelestarian lingkungan di Universitas Victory Sorong. Penelitian bertujuan menganalisis tingkat persepsi dan perilaku mahasiswa menggunakan pendekatan kuantitatif melalui survei dengan kuesioner. Solusi yang ditawarkan berupa penguatan edukasi lingkungan, penyediaan fasilitas pendukung, serta pembiasaan budaya kampus hijau.Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi mahasiswa berada pada kategori tinggi (78,88%) dan perilaku ramah lingkungan juga tergolong tinggi (75,79%), meskipun implementasinya belum sepenuhnya konsisten sehingga diperlukan peningkatan program dan partisipasi sivitas akademika.
Persepsi Stakeholder Terhadap Upaya Pencegahan Perdagangan Satwa Liar Di Kota Sorong Maya Pattiwael; Amatus Turot; Cindy Rismawati Iman
Median : Jurnal Ilmu Ilmu Eksakta Vol. 17 No. 3 (2025): Jurnal Median
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33506/md.v17i3.5400

Abstract

Abstract Wildlife trade and smuggling require attention from various parties. In West Papua, wildlife smuggling is common and is usually thwarted in Sorong City, the main gateway for various wildlife transactions. This study aims to determine stakeholder perceptions, prevention efforts, inhibiting factors, and contributing factors to wildlife trafficking. The study was conducted from June to August 2023. Sampling was conducted using purposive sampling, while data collection was conducted through interviews with five respondents from the West Papua Natural Resources Conservation Center (BKSDA), the Sorong Class 1 Agricultural Quarantine Station, and the West Papua Regional Police's Water and Air Police Directorate. The data obtained were analyzed using descriptive qualitative methods. The results indicate that efforts to prevent wildlife trafficking in Sorong City have been implemented using preventive, preemptive, and repressive approaches. However, obstacles remain, such as low public awareness, increasingly diverse smuggling methods, and limited staff. Wildlife trafficking is largely driven by economic factors, social motives, and a lack of education and supervision. Community involvement is also an important factor in providing information and making it easier for officers to thwart animal smuggling attempts.