Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : METABASA

ANALISIS GAYA BAHASA SARKASME DALAM BAHASA SUNDA WARGANET PADA MEDIA SOSIAL FACEBOOK Rani Sri Wahyuni
Metabasa: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajaran Vol 3, No 2 (2021)
Publisher : METABASA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini membahas tentang gaya bahasa sarkasme dalam bahasa Sunda yang sering kitadijumpai di media sosial terutama di Facebook. Penelitian ini dilakukan karena melihat kurangnyakesadaran masyarakat khususnya anak remaja mengenai kesantunan berbahasa antar penutur satudengan penutur lainnya. Penggunaan bahasa sarkasme di media Facebbok yang menyebabkanadanya pelanggaran prinsip kesantunan berbahasa. Tujuan penelitian ini diantaranya;mendeskrisikan bentuk penggunaan bahasa sarkasme dalam bahasa sunda; faktor-faktor apa sajayang memengaruhi penggunaan bahasa sarkasme dalam media sosial facebook; dan damak aa sajayang terjadi karena enggunaan bahasa sarkasme dalam media facebook. Metode yang dilakukandalam enelitian ini adalah metode kualitatif dengan endekatan deskritif. Sumber data atau objekpenelitian ini adalah komentar-komentar warganet yang ada dalam media sosial facebook. Teknikpengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik menyimak dan mencatat setiapkomentar warganet di media sosial Facebook yang menggunaan bahasa Sunda sarkasme/kasar,dan komentar yang dinilai melanggar norma kesantunan bahasa. Kata kunci: gaya bahasa sarkasme, bahasa Sunda, media sosial (facebook)ABSTRACT T his research discusses the style of sarcasm in Sundanese language which we often find on socialmedia, especially on Facebook. This research was conducted because seeing the lack of publicawareness, especially adolescents regarding the politicality of speaking one speaker with otherspeakers. The use of sarcasm language in the facebbok media which causes violations of theprinciple of politeness. The purpose of this study includes; Describe the use of sarcasm languageuse in Sundanese; What factors influence the use of sarcasm language in Facebook's social media;And Damak AA is happening because of the use of sarcasm language in Facebook media. Themethod carried out in this review is a qualitative method with descriptive attachment. The datasource or object of this research is Warganet comments in Facebook's social media. Datacollection techniques are carried out using the listening technique and records every Warganetcomment on Facebook's social media which uses Sundanese / rough Sundanese language, andcomments that are considered to violate the norms of language. Keyword; Sarcasm style, Sundanese, social media
PENGARUH PENGGUNAAN BAHASA KOMUNIKASI INTERPERSONAL PEDAGANG BERBAHASA SUNDA TERHADAP TINGKAT PENJUALAN DI WILAYAH KABUPATEN PURWAKARTA Rani Sri Wahyuni
Metabasa: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajaran Vol 2, No 2 (2020)
Publisher : METABASA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenelitian ini membahas pengaruh penggunaan bahasa komunikasi interpersonal yang dilakukan oleh para pedagang berbahasa Sunda terhadap tingkat penjulannya di kabupaten Purwakarta. Purwakarta merupakan wilayah yang terus berkembang dan tidak menutup diri terhadap pengaruh luar. Banyak pendatang yang tinggal di Purwakarta diantaranya pendatang dari China, Arab, dan India yang sudah menjadi penduduk Purwakarta. Pada umumnya pendatang tersebut berprofesi sebagai pedagang yang tersebar dibeberapa wilayah Purwakarta. Walau demikian penggunaan bahasa yang mereka gunakan rata-rata bahasa Sunda. Pada saat berdagang penggunaan bahasa Sunda lebih mendominasi ketika melakukan transaksi dengan para konsumen, hasilnya komunikasi tersebut sangat berpengaruh terhadap tingkat penjualan dan minat beli masyarakat.Yang ingin diketahui dari penelitian ini adalah; bagaimana situasi penggunaan bahasa ketika transaksi jual beli dengan para pembeli yang berasal dari suku/daerah lain. Bahasa apa yang digunakan pada saat para pedagang berinteraksi di ruang public dengan pedagang lain. Dan apakah komunikasi interpersonal berpengaruh terhadap tingkat penjualan. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan perspektif penyesuaian identitas dan jenis studi etnografi komunikasi. Subjek penelitian adalah para pedagang berbahasa Sunda yang tinggal di wilayah Purwakarta, baik pedagang di pasar tradisional maupun pedagang di pasar modern yang dipilihsecarapurposif. Pengumpulan data diperolehmelaluiobservasi lapangan, wawancara secara mendalam, rekaman, partisipasi pasif, dana analisis dokumen. Aktivitas komunikasi interpersonal para pedagang berbahasa Sunda sangat berpengaruh terhadap tingkat penjualan, pengaruh tersebut dapat terlihat dari seberapa besar minat beli konsumen yang berbelanja. Berdasarkan hasil observasi di lapangan menunjukan bahwa pedagang yang komunikatif dan menggunakan Sunda terbukti tingkat penjualannya lebih tinggi dan selalu mengalami peningkatan, dibandingkan dengan pedagang yang hanya aktif menggunakan bahasa Indonesia /kaku dan tidak komunikatif dengan pembeli yang berbeda bahasa, baik di pasar tradisional maupun di pasar modern wilayah Purwakarta.Kata Kunci:Pengaruh bahasa, komunikasi interpersonal, dan tingkat penjualan
PERBANDINGAN PELESAPAN SEGMEN BUNYI KOSA KATA BAHASA SUNDA DENGAN BAHASA INDONESIA DI KABUPATEN PURWAKARTA Rani Sri Wahyuni
Metabasa: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajaran Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : METABASA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (153.251 KB)

Abstract

AbstrakPenelitian ini membahas tentang perbandingan pelesapan atau penghilangan segmen bunyi atau fonem /b/, /d/, /g/ dalam bahasa Sunda yang akan dibandingkan dengan bahasa Indonesia yang terjadi di wilayah kabupaten Purwakarta. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena yang terjadi dan banyaknya penutur suku Sunda khususnya di Purwakarta, apabila mengucapkan kata yang di tengahnya terdapat bunyi huruf /b/, /d/, dan /g/ maka pengucapannya mengalami pelesapan atau penghilangan bunyi. Hal demikian terjadi juga dalam penggunaan bahasa Indonesia, pelafalan pada beberapa bunyi huruf yang dilesapkan atau dihilangkan  sehingga kata tersebut tidak diucapkan jelas sesuai ejaan yang benarnya, salah satu contohnya terjadi pada huruf /sy/ atau /kh/. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Pengambilan data dilakukan dengan observasi lapangan, menggunakan teknik wawancara, sadap rekam/rekaman. Berdasarkan pengamatan di lapangan peneliti dapat mengambil simpulan bahwa masyarakat Sunda yang berada di wilayah kabupaten Purwakarta Jawa Barat hampir sebagian besar penduduknya ketika berbicara melakukan pelesapan atau penghilangan beberapa fonem-fonem tertentu, misalnya dalam kosakata bahasa Sunda, ketika melafalkan kata /tunduh = tunuh/, /embung = emung/, /saukur = sakur/. Begitupun ketika dalam penggunaan bahasa Indonesia, terjadi juga pelesapan pada fonem-fonem tertentu, misalnya pada kata /karena = karna/, /bagaimana = gimana/, /memang = emang/. Fenomena unik yang terjadi di wilayah Purwakarta inilah  menjadi salah satu alasan yang membuat penulis tertarik untuk menelitinya.