Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Pemberdayaan Pasien Dengan Pendekatan Self Help Group Terhadap Perubahan Mekanisme Koping Pada Pasien Gangguan Jiwa Skizoprenia Di RSJD Dr Arif Z Surakarta Endang Caturini Sulistyowati; Dwi Sulistyowati
Interest : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 8 No 1 (2019): INTEREST : JURNAL ILMU KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37341/interest.v8i1.123

Abstract

Background: Schizophrenia is one of the most common forms of mental disorders in Indonesia. Effective treatments for mental disorders are coming from themselves (WHO, 2018), for some mental disorders require empowerment, one of which is Self Help Group therapy. Self Help Group aims to develop empathy among fellow group members where fellow group members provide mutual support to form adaptive coping. This study aims to determine the effect of empowering patients with the Self Help Group approach to coping mechanisms in patients with schizophrenic mental disorders. Method: The research is quasi-experiment with a pre-post test design with a control group design. Data were taken before and after the administration of self-help intervention groups in schizophrenia in the intervention group. The number of samples is 66 clients divided by 2, namely 33 respondents for the intervention group and 33 respondents for the control group. This study measured coping mechanisms. The research instrument used a coping mechanism questionnaire. Data were analyzed using a dependent t-test, independent multiple linear regression t-test. Results: The study proved that there are significant differences in the coping mechanism before and after giving the Self Help Group (p-value, 0.000). Self Help Group if implemented by the patient has the opportunity to improve coping mechanisms by 20.1% and is expected to improve the coping mechanism by 4.909 points. Conclusion: The Self Help Group used for interventions is considered effective to increase coping skills.
Pengaruh ROM Pasif Terhadap Laju Pernapasan Dan SpO2 Pada Pasien Post Craniotomy Di ICU RSUD Dr. Moewardi Surakarta Tahun 2015 Nopitasari Nopitasari; Endang Caturini Sulistyowati
(JKG) Jurnal Keperawatan Global Vol 2 No 2 (2017): JURNAL KEPERAWATAN GLOBAL
Publisher : Poltekkes Kemenkes Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37341/jkg.v2i2.40

Abstract

Abstract : Passive ROM, Respiration Rate, Oxygen Saturation, Post Craniotomy Patient, ICU. Patient with bedrest condition will have inteference of muscle streght, its needed implementation to reduce. One of them is medic rehabilitation ROM (Range of Motion) by active and passive movement. One of purpose of ROM Passive on critical patient in ICU is to stable cardiovascular function, respiration and oxygen saturation. To know the effect of passive ROM to respiration rate and oxygen saturation on post craniotomy patient in ICU RSUD Dr. Moewardi. The research using pre eksperimental design. Desain using One Group pre-post test design. Sample on the research using purposive sampling and 30 respondences. Result research of passive ROM to respiration rate have been gotten data there are changes respiration rate before and after, have enhancement 3,967. Data oxygen saturation before and after 1,333. There are effect passive ROM to respiration rate and oxygen saturation.
Predicting Quality of life of Schizophrenia Patients Insiyah, Insiyah; Rohimah, Yeni Tutu; Astuti, Sri Lestari Dwi; Lestari, Siti; Suyanto, Suyanto; Sulistyowati, Endang Caturini
JKG (JURNAL KEPERAWATAN GLOBAL) (JKG) Jurnal Keperawatan Global Volume 8 Nomor 1 Tahun 2023
Publisher : Poltekkes Kemenkes Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37341/jkg.v8i1.777

Abstract

Background: Previous studies on sociodemographic characteristics connected to quality of life in schizophrenia discovered inconsistent results. This study aims to analyze predicting factors of quality of life (QoL) of schizophrenia patients.  Methods: A quantitative study included 153 respondents who were selected using random sampling at the State Psychiatric Hospital Surakarta. The research instruments were a questionnaire containing questions about demographics consisting of age, age at first experiencing schizophrenia, gender, education level, work status, marital status, frequency of treatment, duration of suffering from schizophrenia, insight, physical health problems and quality of life by using WHOQOL-BREF. The analyses used were Spearmen's rank (rho) and the Pearson Chi-Square    to analyze factors connected to QoL of schizophrenia patients and multiple logistic regression tests to analyze predictors of QoL of schizophrenia patients. This study was conducted in the State Psychiatric Hospital of Surakarta from September 2020 to March 2021.  Results: There were 4 characteristics of sociodemographic that have a positive significant relationship with the overall quality of life of schizophrenia patient, namely work status (p = 0.000), marital status with p = 0.000, gender (p=0.032), and adherence to take medicine with p=0.015 (p <0.05). marital status and work status that influence the quality of life (p=0.000 and p=0.001).  Marital status and work status influence the quality of life (p=0.000 and p=0.001), the largest OR value obtained is 25.499.  It means that married patients have a 25.499 times chance of having a better quality of life controlled by work status.  Conclusion: Marital status and work status are predictors of QoL of schizophrenia. In providing services to schizophrenic patients, health professional need to pay attention in assessing social demographics such as work status and marital status so that appropriate action can be taken with an approach to these aspects.
PREDIKTOR STRES, KECEMASAN, DAN KELELAHAN PSIKOLOGI PADA MAHASISWA KEPERAWATAN DI ERA PANDEMI COVID-19 Insiyah; Sulistyowati, Endang Caturini; Ghoniy, Zakky Abdul
Intan Husada : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol. 11 No. 01 (2023): Vol. 11 No. 1, Januari 2023
Publisher : Politeknik Insan Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52236/ih.v11i1.261

Abstract

Perkuliahan dalam jaringan (daring) merupakan solusi yang terbaik yang diambil saat pandemi COVID-19, namun disisi lain bisa menimbulkan konsekuensi baru. Mahasiswa yang dalam rentang usia dewasa muda rentan mengalami masalah psikologis seperti stres, kecemasan, dan depresi. Hal ini dikarenakan kekhawatiran tertular COVID-19, kesulitan memahami materi perkuliahan secara daring, keterbatasan aktifitas, dan kebosanan selama masa stay at home. Durasi pandemi yang lama menyebabkan kelelahan psikologis yang berakibat pada peningkatan ketidakpatuhan protokol kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prediktor stres, kecemasan, dan kelelahan psikologi pada mahasiswa keperawatan di era pandemi COVID-19. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif korelasional, pemilihan sampel menggunakan quota random sampling dan didapatkan sejumlah 410 responden. Instrumen dalam penelitian ini adalah Perceived Stress Scale (PSS 10), Zung Self-Rating Anxiety Scale (SAS/SRAS), dan Fatigue Assesment Scale (FAS). Hasil Uji Spearman Rank menunjukkan dukungan sosial memiliki hubungan signifikan dengan stres (p value=0,000), kecemasan (p value=0,011), dan kelelahan psikologi (p value=0,004). Sedangkan hasil Uji Regresi Logistik Berganda bahwa dukungan sosial merupakan prediktor stres (p value=0,000), kecemasan (p value=0,000), dan dukungan sosial (p value=0,000). Dukungan sosial merupakan prediktor paling dominan pada stres, kecemasan, dan kelelahan psikologi pada mahasiswa keperawatan di era pandemi COVID-19, hasil ini dapat digunakan sebagai dasar pengembangan intervensi keperawatan berbasis dukungan sosial untuk mengatasi masalah stres, kecemasan, dan kelelahan psikologi pada mahasiswa.
THE RELATIONSHIP BETWEEN PARENTING STYLE IN PARENTS OF CHILDREN WITH AUTISM AND ANXIETY LEVELS IN KLATEN REGENCY Siti Nafisah; Endang Caturini Sulistyowati
International Journal of Social Science Vol. 5 No. 3 (2025): October 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/ijss.v5i3.11383

Abstract

Latar Belakang: . Pola asuh mencakup pendekatan yang digunakan orang tua untuk mendidik, melindungi, dan memberikan kenyamanan emosional kepada anak-anak mereka. Mengasuh anak autis menghadirkan tantangan tersendiri karena variabilitas karakteristik autisme. Gaya pengasuhan yang diadopsi dapat memengaruhi tingkat kecemasan yang dialami oleh orang tua. Metode: Penelitian potong lintang dilakukan dengan menggunakan metode total sampling yang melibatkan 36 orang tua anak autis dari sembilan Sekolah Luar Biasa (SLB) di Kabupaten Klaten, Indonesia. Gaya pengasuhan dinilai menggunakan Kuesioner Gaya dan Dimensi Pengasuhan, dan tingkat kecemasan orang tua diukur menggunakan Skala Penilaian Kecemasan Hamilton. Normalitas data diperiksa menggunakan uji Shapiro–Wilk, dan karena data berdistribusi tidak normal, uji korelasi peringkat Spearman diterapkan. Hasil: Sebagian besar responden berjenis kelamin perempuan (83,3%) dengan pendidikan sekolah menengah atas (50%), mengadopsi gaya pengasuhan demokratis (66,7%), dan melaporkan tidak ada kecemasan (47,2%). Korelasi negatif yang signifikan secara statistik ditemukan antara gaya pengasuhan demokratis dan tingkat kecemasan orang tua (p = 0,036, r = -0,350), yang menunjukkan bahwa gaya pengasuhan demokratis berhubungan dengan tingkat kecemasan orang tua yang lebih rendah. Kesimpulan: Gaya pengasuhan secara signifikan berhubungan dengan kecemasan orang tua pada anak autis, dengan pendekatan demokratis berhubungan dengan tingkat kecemasan yang lebih rendah.
PENGARUH SENAM HIPERTENSI PADA LANSIA DAN KADER DI POSYANDU LANSIA UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS TIDUR DI POSYANDI LANSIA RW IX, MOJOSONGO, JEBRES, SURAKARTA Dwi Ariani Sulistyowati; Endang Caturini Sulistyowati; Siti khadijah
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 3 No. 9: Februari 2024
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jabdi.v3i9.7387

Abstract

Lansia adalah kelompok rentan /beresiko terhadap penyakit infeksi maupun penyakit tidak menular (PTM) disebabkan oleh penurunan fungsi organ secara fisiologis dan penurunan immunitas. Berbagai keluhan muncul terutama yang bekaitan dengan sistemkardiovaskuler dan syndrmmetabolisme seperti meningkatnyaTekanan Darah (Hypertensi) . Pemantauan Kesehatan lansia seyogyanya dilakukan secara teratur supaya permasalahan Kesehatan Lansia cepat teratasi. Posyandu Lansia adalah Lembaga swadaya masyarakat yang mendapat support dari Pemerintah dan tersebar hampir disetiap desa. Layanan Kesehatan rutin berupa : penimbangan BB, pengkuran Tinggi Badan dan pengukuran Tekanan darah dilakukan oleh Kader terlatih. Pemeriksan Laboratorium sederhana seperti Gula darah, asam urat dan kolesterol tidak termasuk program posyandu dikarenakan tidak ada alokasi dana, sehingga gejala awal PTM tidak terdeteksi. Berdasarkan uraian tersebut , kami dosen Poltekkes akan melakukan Pengabmas dengan melakukan Pemeriksaan dasar meliputi pemeriksaan Tekanan Darah pada lansia sebagai upaya deteksi dini PTM dan memberikan senam hipertensi sebagai relaksasi. Tujuan : Mewujudkan kehidupan yang sehat bagi lansia melalui pemberian terapi senam Hipertensi di Posyandu Lansia. Metode : Dengan melakukan Pelatihan Senam Hipertensi dan PengukuranTD. Manfaat : Sebagai upaya deteksi dini Penyakit Tidak Menular dan meningkatkan kunjungan posyandu lansia.