Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

EFEKTIFITAS ATRAKTAN TELUR AYAM YANG MENGALAMI PEMBUSUKAN ALAMI, METIL EUGENOL DAN KOMBINASI KEDUANYA DALAM FLY TRAP DI TPS PASAR FLAMBOYAN KOTA PONTIANAK Afifathur Rachmathiya; Susilawati; Yulia
Journal of Environmental Health and Sanitation Technology Vol 5 No 01 (2026): Jurnal of Environmental Health and Sanitation Technology
Publisher : Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/jehast.v5i01.476

Abstract

Pasar tradisional merupakan lingkungan dengan akumulasi sampah organik yang tinggi, sehingga menjadi tempat perkembangbiakan lalat yang berperan dalam penularan penyakit seperti kolera, tifoid, disentri, kecacingan, dan diare. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas telur ayam yang mengalami pembusukan alami, metil eugenol dan kombinasi keduanya sebagai atraktan dalam perangkap lalat (fly trap) di TPS Pasar Flamboyan, Kota Pontianak. Penelitian ini menggunakan rancangan kuasi-eksperimental dengan tiga perlakuan dan satu kontrol, masing-masing sembilan pengulangan. Atraktan dimasukkan ke dalam perangkap botol berwarna kuning, kemudian dilakukan pengamatan dari pukul 06.00-18.00 WIB. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata lalat tertangkap pada atraktan telur ayam 50 ml sebanyak 10 ekor, metil eugenol 1 ml sebanyak 3 ekor, dan kombinasi sebanyak 9 ekor. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu, terdapat perbedaan signifikan antarperlakuan (p = 0,000), dengan atraktan telur ayam yang mengalami pembusukan alami sebagai metode paling efektif.
HUBUNGAN CARA PENCUCIAN PERALATAN MAKAN DAN PENYIMPANAN PERALATAN MAKAN DENGAN ANGKA KUMAN PADA KANTIN SEKOLAH DASAR NEGERI DI PONTIANAK UTARA Yulia Yulia; Marlina Ivitrianti; Susilawati Susilawati
Journal of Environmental Health and Sanitation Technology Vol 3 No 2 (2024): Journal of Environmental Health and Sanitation Techology
Publisher : Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/jehast.v3i2.336

Abstract

Penyakit yang ditimbulkan oleh makanan terkontaminasi salah satunya adalah diare, dengan angka kejadian diare sebanyak 332 kasus di wilayah Pontianak Utara tahun 2020. Salah satu penyebab terjadinya diare yaitu pengaruh makanan yang tidak baik, kebersihan peralatan dan penyimpanan peralatan makan. Tujuan umum dari penelitian ini yaitu menganalisis hubungan cara pencucian peralatan makan dan penyimpanan peralatan makan dengan angka kuman pada kantin sekolah dasar negeri di Pontianak Utara. Metode penelitian ini yaitu metode observasional menggunakan form ceklis sebagai alat bahan mengumpulkan data primer, pemeriksaan angka kuman dilakukan dengan usap alat makan pada sendok dengan 5 buah sendok pada 30 kantin. Berdasarkan hasil penelitian, teknik pencucian sebanyak 90% kantin telah memenuhi persyaratan, penyimpanan peralatan makan sebanyak 80% kantin memenuhi persyaratan dan hasil penelitian dengan angka kuman pada peralatan makan sebanyak 93% kantin belum memenuhi persyaratan. Kesimpulan penelitian adalah tidak ada hubungan antara teknik pencucian peralatan makan dengan angka kuman di kantin SDN Pontianak Utara dengan p value = 0,626. Tidak ada hubungan antara penyimpanan peralatan makan dengan angka kuman di kantin SDN Pontianak Utara dengan p value = 0,464.
GAMBARAN PENGETAHUAN, SIKAP DAN PERILAKU PENJAMAH DALAM HIGIENE SANITASI KANTIN SEKOLAH DASAR DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PEMANGKAT KEC. PEMANGKAT KAB. SAMBAS Windi Novitasari; Susilawati Susilawati; Yulia Yulia
Journal of Environmental Health and Sanitation Technology Vol 4 No 1 (2025): Journal of Environmental Health and Sanitation Techology
Publisher : Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/jehast.v4i1.390

Abstract

Diare terjadi disebabkan oleh jajanan yang tidak higienis atau telah terkontaminasi berbagai organisme bakteri, virus, dan atau parasit. Kasus diare di wilayah kerja Puskesmas Pemangkat tahun 2022 sebanyak 241 orang dan tahun 2023 sebanyak 257 orang. Selain itu diare juga disebabkan oleh kondisi kantin sekolah yang masih kurang baik seperti tempat sampah dan jarak kantin berdekatan serta tidak tertutup. Tujuan dari penelitian ini untuk menggambarkan Pengetahuan, Sikap dan Perilaku Penjamah dalam Higiene Sanitasi kantin Sekolah Dasar di wilayah Kerja Puskesmas Pemangkat. Jenis penelitian ini adalah deskriptif yang menampilkan gambaran pengetahuan, sikap dan perilaku penjamah. Jumlah populasi 38 orang dan sampel adalah total populasi. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan lembar checklist dengan cara wawancara dan observasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa 28 orang (74%) Pengetahuan penjamah berkategori Baik, 30 orang (79%) sikap penjamah berkategori cukup, 22 orang (58%) perilaku penjamah berkategori cukup. Kesimpulan dari penelitian pengetahuan, sikap dan perilaku penjamah dalam Higiene Sanitasi dikantin sekolah dasar di wilayah kerja Puskemas berkategori baik.
KOMBINASI EKSTRAK BUNGA KENANGA (Cananga odorata) dan SERAI WANGI (Cymbopogon nardus) TERHADAP KEMATIAN NYAMUK Aedes sp. Izzatul Yajidah; Hajimi; Fathmawati; Yulia; Fara Chitra
Journal of Environmental Health and Sanitation Technology Vol 4 No 2 (2025): Jurnal of Environmental Health and Sanitation Techology
Publisher : Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/jehast.v4i2.439

Abstract

Tanaman bunga kenanga (Cananga odorata) dan serai wangi (Cymbopogon nardus) memiliki potensi sebagai tanaman yang mampu membunuh nyamuk Aedes sp.. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas konsentrasi kombinasi ekstrak bunga kenanga (Cananga odorata) dan serai wangi (Cymbopogon nardus) terhadap kematian nyamuk Aedes sp.. Metode yang digunakan adalah eksperimen semu (Quasi Experiment Design), dimana kombinasi esktrak bunga kenanga dan ekstrak serai wangi dengan konsentrasi 2%, 4%, 6%, 8% dan 10% disemprotkan ke nyamuk kemudian dilakukan pengamatan selama 24 jam. Analisis data penelitian ini dengan One Way Anova dan Post hoc untuk melihat perbedaan antar konsentrasi kemudian dilakukan analisis probit untuk melihat LC50. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi 10% kombinasi ekstrak bunga kenanga dan serai wangi menunjukkan perbedaan dengan kontrol, nilai LC50 setelah kontak 24 jam adalah 16,76%. Kesimpulan dari hasil penelitian adalah kombinasi ekstrak bunga kenanga (Cananga Odorata) dan serai wangi (Cymbopogon Nardus) efektif untuk mematikan nyamuk Aedes sp. dengan konsentrasi 16,76%. Disarankan kepada peneliti selanjutnya untuk menaikkan konsentrasi dan rentang antar konsentrasi.
HUBUNGAN PERSONAL HYGIENE PENJUAL DENGAN KEBERADAAN BAKTERI COLIFORM PADA AIR TEBU DI KECAMATAN PONTIANAK TIMUR 2023 Carolina Wirola Deta; Iswono; Paulina; Sunarsieh; Yulia
Journal of Environmental Health and Sanitation Technology Vol 4 No 2 (2025): Jurnal of Environmental Health and Sanitation Techology
Publisher : Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/jehast.v4i2.441

Abstract

Air tebu adalah minuman yang enak dan menyegarkan yang dibuat dari tebu. Banyak anak-anak dan orang tua suka minum air tebu. Di Pontianak Timur, ada penjual air tebu yang berjualan di pinggir jalan dengan gerobak khusus. Sayangnya, beberapa penjual tidak menjaga kebersihan saat membuat air tebu. Akibatnya, air tebu bisa terkontaminasi oleh bakteri yang tidak baik untuk tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kebersihan pribadi penjual dengan keberadaan bakteri coliform pada air tebu di Kecamatan Pontianak Timur pada tahun 2023. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penjual air tebu di Pontianak Timur memiliki kebersihan pribadi yang kurang baik dengan presentase (100 %), dan keberadaan bakteri coliform pada air tebu juga tidak memenuhi syarat dengan presentase (100 %). Dari hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa kebersihan pribadi penjual air tebu di Pontianak Timur kurang baik, dan terdapat hubungan antara kebersihan pribadi dengan keberadaan bakteri coliform pada air tebu di Kecamatan Pontianak Timur.