Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : IPSSJ

MANTRA PENGOBATAN MASYARAKAT BANJAR DI DESA KUIN BESAR: KAJIAN SEMIOTIK ROLAND BARTHES Putji Yati Sholikah; Nita Fitriani; Hastuti; Haswinda Harpriyanti
Integrative Perspectives of Social and Science Journal Vol. 3 No. 01 Januari (2026): Integrative Perspectives of Social and Science Journal
Publisher : PT Wahana Global Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mantra pengobatan yang digunakan oleh masyarakat Banjar di Desa Kuin Besar, Kabupaten Banjar, dengan menggunakan kajian semiotika Roland Barthes. Penelitian ini menemukan tiga jenis mantra pengobatan, yaitu penyakit gaib, gangugan pencernaan, dan penawar dingin. Fokus penelitian ini meliputi makna denotatif, makna konotatif, dan mitos yang terkandung dalam mantra-mantra pengobatan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara dengan pelaku pengobatan tradisional serta pendokumentasian mantra yang digunakan dalam proses penyembuhan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mantra pengobatan masyarakat Banjar tidak hanya berfungsi sebagai rangkaian kata, tetapi juga mengandung makna simbolik, nilai religius, serta kepercayaan budaya yang diwariskan secara turun-temurun.
REPRESENTASI PENINDASAN PEREMPUAN DALAM FILM “TUHAN, IZINKAN AKU BERDOSA” KARYA HANUNG BRAMANTYO: PERSPEKTIF FEMINISME SOSIALIS Siti Fatonah; Ahmad Khairuttamami; Haswinda Harpriyanti
Integrative Perspectives of Social and Science Journal Vol. 3 No. 01 Januari (2026): Integrative Perspectives of Social and Science Journal
Publisher : PT Wahana Global Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Film Tuhan, Izinkan Aku Berdosa menghadirkan narasi kritis tentang kemunafikan religius, penindasan terhadap perempuan dalam struktur sosial patriarkal. Tokoh utama, Kiran, digambarkan sebagai perempuan religius yang taat beragama dan memiliki integritas moral. Namun, kehidupannya berubah drastis ketika ia difitnah oleh Abu Darda, seorang pemimpin agama yang memiliki kekuasaan simbolik dan sosial yang kuat di lingkungan masyarakat. Fitnah tersebut menyebabkan Kiran kehilangan kepercayaan publik, mengalami pengucilan sosial, serta tidak mendapatkan dukungan dari lingkungannya bahkan dari keluarganya sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk penindasan perempuan, relasi kuasa patriarki yang di atas namakan agama, serta bentuk perlawanan tokoh perempuan dalam film melalui perspektif feminisme sosialis. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik analisis adegan, dialog, dan alur cerita. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film ini merepresentasikan keterkaitan antara patriarki, kekuasaan religius, dan kontrol sosial terhadap tubuh serta moral perempuan. Film ini juga menyampaikan pesan moral mengenai pentingnya keadilan, empati, dan sikap kritis dalam memaknai religiusitas.