Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Peningkatan Hasil Belajar Matematika Materi Satuan Panjang melalui Media Tangga Pintar pada Peserta Didik Kelas III SD Frederikus Yosafat Balaweling; Maria Angelina Fransiska Mbari; Marianus Yufrinalis
Journal on Education Vol 5 No 3 (2023): Journal on Education: Volume 5 Nomor 3 Tahun 2023
Publisher : Departement of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to improve student learning outcomes by using smart ladder media for third grade students at SD Inpre Wairotang. This research is a classroom action research (CAR) designed to help researchers find solutions in classroom learning. This classroom action research was conducted in two cycles, namely cycle I and cycle II. Of the 28 students, the results showed that after giving action for two cycles, the average value of the test results for improving mathematics learning outcomes in unit length material using smart ladder media increased. Cycle I the first meeting obtained a value of 0% and the second meeting was 3.6% with the category not fulfilling the KKM and in cycle II there was an increase in the first meeting of 14.28% and the second meeting of 100% which also increased by 100%. From these results it shows that, learning to increase learning outcomes in mathematics on unit length material using clever ladder media can be applied to improve student learning outcomes, especially in mathematics subject length unit material.
Pengembangan Buku Ajar Tematik Berbasis Cerita Jong Dobo dan Permainan Tradisional Kabupaten Sikka Kelas IV Sekolah Dasar Desi Maria El Puang; Maria Angelina Fransiska Mbari; Marianus Yufrinalis; Adriana Alfrida
Jurnal Pemikiran dan Pengembangan Sekolah Dasar (JP2SD) Vol. 11 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jp2sd.v11i1.24460

Abstract

Local wisdom is one of the closest elements to students' daily life, so cultural elements cannot be separated in designing a lesson in schools because it can foster students' love for the culture of their area. This study aims to determine the quality of material, local wisdom, and media design in thematic textbooks based on jong dobo stories and traditional games of Sikka Regency grade IV elementary school. This type of research uses development research with a 4-D development model. The target subjects are teachers and students of grade IV SDK Nita 1. The data collection instrument uses validation sheets and teacher and student response questionnaire sheets. The data analysis technique in this study is qualitative and quantitative descriptive analysis. The results of the validation of textbook eligibility by learning experts are 94.11% with excellent information and are worthy of testing in class. The validation results by local wisdom experts obtained a percentage of 98% eligibility with excellent information and very worthy of being tested in class. The validation results by design experts obtained a percentage of 88.75%, with excellent information and worth testing in class. The product trial results showed that student responses reached 98.54% with excellent information, and teacher responses obtained a percentage of 90.66% with excellent information. The thematic textbooks based on jong dobo stories and traditional games of Sikka Regency are excellent and very worthy of being used as a learning resource in the learning process in grade IV elementary schools.
Pendampingan Masyarakat Desa Werang Kecamatan Waiblama Menuju Ketahanan Sosial dan Ekologis Marianus Yufrinalis; Yosafat Pati Koten; Yefrianus Fernando; Animartha Andriyani; Floariati Marcini
Dedication : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 7 No 1 (2023)
Publisher : LPPM Universitas PGRI Argopuro Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/dedication.v7i1.1021

Abstract

Desa Werang terletak di Kecamatan Waiblama Kabupaten Sikka dan berjarak sekitar 35 kilometer dari pusat kota kabupaten, Maumere. Sebagai desa yang terletak di wilayah perbatasan dan memiliki kontur geografis yang cukup sulit, desa ini masih mengalami kesulitan akses transportasi, informasi dan komunikasi. Akibatnya, muncul permasalahan dalam beberapa aspek penting kehidupan masyarakat seperti masalah kemiskinan, kesehatan, dan akses pendidikan yang rendah. Pada kegiatan KKN-MM mahasiswa memetakan persoalan pokok yang dihadapi, yakni masalah stunting dan wabah penyakit malaria. Kegiatan pendampingan yang dilaksanakan adalah sosialisasi kesehatan, pelatihan pembuatan jus sebagai makanan tambahan bayi dan balita, pemeriksaan kesehatan, pembersihan lingkungan, optimalisasi lahan tidur dan bimbingan belajar. Berdasarkan hasil pendampingan kepada masyarakat, kualitas kesehatan dan kualitas lingkungan menjadi baik, sekaligus memberi pemahaman kepada masyarakat Desa Werang untuk meningkatkan kapasitas sosial dan ekologis.
PELAKSANAAN LESSON STUDY MENGGUNAKAN METODE PBL BERBANTUAN MEDIA GELAS PINTAR UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERHITUNG PENJUMLAHAN PADA SISWA KELAS I SDN WEGOKNATAR Maria Andriana Silvana Killi; Lukas Bera; Marianus Yufrinalis
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP) Vol. 6 No. 4 (2023): Volume 6 No 4 Tahun 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v6i4.23005

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah dari rendahnya hasil belajar Matematika di kelas 1 SDN Wegoknatar, yang terungkap melalui hasil tes yang melibatkan 25 siswa. Dari tes tersebut, 14 siswa (56%) tidak berhasil memenuhi standar ketuntasan, sementara 11 siswa (44%) berhasil. Hal ini menjadi dorongan untuk melaksanakan penelitian dengan tujuan untuk mengidentifikasi perubahan hasil belajar Matematika setelah penerapan media gelas pintar penjumlahan pada siswa kelas 1 SDK Wegoknatar. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) berbasis lesson study, dengan langkah-langkah plan-do-see. Data dikumpulkan melalui observasi dan tes. Dari hasil penelitian, pada siklus 1 terlihat peningkatan signifikan, di mana 11 siswa berhasil mencapai ketuntasan. Peningkatan ini terus berlanjut pada siklus 2, di mana hasil tes menunjukkan bahwa 22 siswa telah mencapai ketuntasan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penggunaan media gelas pintar penjumlahan efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa kelas 1 SDN Wegoknatar. Temuan ini memberikan kontribusi positif terhadap upaya peningkatan kualitas pembelajaran Matematika di sekolah tersebut, memberikan gambaran bahwa strategi pembelajaran yang inovatif dapat memainkan peran krusial dalam meraih keberhasilan belajar siswa.Abstrak terdiri dari 150-200 kata, memuat uraian singkat mengenai masalah dan tujuan penelitian, metode yang digunakan, dan hasil penelitian.
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN IPAS DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA PAPAN SIKLUS MAHKLUK HIDUP PADA HEWAN DI KELAS IV SDN WEGOKNATAR Katarina Karolina Nona; Frederiksen N.S. Timba; Marianus Yufrinalis
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP) Vol. 6 No. 4 (2023): Volume 6 No 4 Tahun 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v6i4.23084

Abstract

Pendidikan mencakup bidang keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, keilmuan, pengetahuan/wawasan, dan keterampilan. Fungsi pendidikan antara lain menambah pengetahuan, membentuk karakter, mengembangkan minat dan bakat, serta mempersiapkan peserta didik untuk bekerja mandiri dan kelompok. Meskipun demikian, pada beberapa kasus, konsep mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dianggap sulit oleh siswa karena kurangnya optimalisasi penggunaan media pembelajaran. Proses belajar anak dipengaruhi oleh aspek-aspek dalam diri dan lingkungannya. Di SDN Wegoknatar, pembelajaran IPA dihadapi dengan kendala seperti kurangnya penggunaan media pembelajaran yang menarik, siswa yang pasif, dan hasil belajar yang rendah. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPA dengan menggunakan media papan siklus makhluk hidup pada hewan di kelas IV SDN Wegoknatar. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan desain atau model berbasis Lesson Study. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan aktivitas guru dan siswa selama pembelajaran. Penggunaan media papan siklus makhluk hidup pada hewan secara signifikan meningkatkan hasil belajar siswa. Siklus I mencapai rata-rata nilai 75,47 dengan persentase ketuntasan belajar 91,39%, sedangkan pada siklus II rata-rata nilai mencapai 91,39 dengan persentase ketuntasan belajar 100%. Hal ini menunjukkan bahwa penerapan media pembelajaran tersebut dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penggunaan media papan siklus makhluk hidup pada hewan dapat meningkatkan aktivitas guru, keterlibatan siswa, dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA di kelas IV SDN Wegoknatar. Media ini memberikan kontribusi positif terhadap pembelajaran dan dapat dijadikan alternatif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah tersebut.
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS V SDN WEGOKNATAR PADA MATA PELAJARAN IPA MATERI SISTEM PERNAPASAN MANUSIA DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA GAMBAR SISTEM PERNAPASAN Sisilia Yunarti; Frederiksen N.S. Timba; Marianus Yufrinalis
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP) Vol. 6 No. 4 (2023): Volume 6 No 4 Tahun 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v6i4.23090

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas V di SDN Wegoknatar pada mata pelajaran IPA materi Sistem Pernapasan Manusia menggunakan media gambar sistem pernapasanMeskipun pemerintah telah berupaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan, hasilnya belum sesuai harapan. Salah satu upaya pemerintah adalah perbaikan pendidikan, khususnya dalam proses pembelajaran. Pembelajaran di SDN Wegoknatar terlihat masih kurang optimal, terutama pada mata pelajaran IPA, dengan sejumlah siswa belum mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Guru memiliki peran kunci dalam menentukan keberhasilan pembelajaran. Guru harus mampu merancang pembelajaran yang menarik, aktifkan siswa, dan mempengaruhi hasil belajar mereka. Namun, hasil belajar siswa juga dipengaruhi oleh faktor lain seperti kurikulum, pengajaran, dan interaksi antara siswa dan guru. Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) berbasis lesson study. Lesson study adalah metode kolaboratif yang melibatkan guru dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Penelitian ini dilaksanakan di SDN Wegoknatar dengan melibatkan siswa kelas V. Pengumpulan data dilakukan melalui tes hasil belajar dan lembar observasi terhadap aktivitas guru dan siswa selama proses pembelajaran. Analisis data dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan aktivitas guru dan siswa, serta hasil belajar siswa setelah penerapan media gambar sistem pernapasan. Dalam kesimpulan, penggunaan media gambar sistem pernapasan dalam pembelajaran IPA dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Aktivitas guru dan siswa yang semakin baik memberikan dampak positif pada proses pembelajaran. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan solusi untuk perbaikan pendidikan di SDN Wegoknatar dan memberikan kontribusi pada peningkatan kualitas pendidikan secara keseluruhan.
PELAKSANAAN LESSON STUDY MENGGUNAKAN METODE PBL BERBANTUAN MEDIA KONKRET PADA TUMBUHAN UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENENTUKAN BAGIAN TUBUH TUMBUHAN DAN FUNGSINYA PADA SISWA KELAS IV Yolanda Bio; Marianus Yufrinalis; Frederiksen N.S. Timba
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP) Vol. 6 No. 4 (2023): Volume 6 No 4 Tahun 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v6i4.23182

Abstract

Penelitian ini dilakukan sebagai respons terhadap rendahnya hasil belajar IPAS pada siswa kelas IV SD Inpres Wolomapa, yang tercermin dari hasil tes di mana 13 dari 23 siswa (56%) tidak mencapai ketuntasan. Dengan fokus pada penggunaan media konkrit berupa tumbuhan Tomat, penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar IPAS pada siswa kelas IV tersebut. Dari hasil tes pada siklus pertama, terlihat adanya peningkatan signifikan dengan 4 siswa yang berhasil mencapai ketuntasan. Peningkatan lebih lanjut terjadi pada siklus kedua, di mana 10 siswa berhasil mencapai ketuntasan. Dengan demikian, penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan media konkrit Tumbuhan Tomat secara efektif dapat meningkatkan hasil belajar siswa, memberikan gambaran positif terkait pendekatan pembelajaran yang digunakan. Pendekatan penelitian PTK berbasis lesson study dengan tahapan plan-do-see menjadi metode yang digunakan, memungkinkan adanya pengamatan dan evaluasi terus-menerus untuk memperbaiki kualitas pembelajaran. Teknik pengumpulan data melalui observasi dan tes memberikan gambaran yang komprehensif tentang efektivitas media konkret Tumbuhan Tomat. Dengan demikian, temuan penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam konteks pengembangan metode pembelajaran IPAS di sekolah dasar, khususnya di SD Inpres Wolomapa, dan memberikan dasar yang kuat untuk penerapan strategi pembelajaran yang lebih interaktif dan menyenangkan bagi siswa.
PENDAMPINGAN MASYARAKAT DESA POGON MENUJU PENGEMBANGAN KAWASAN TERPADU BERBASIS AGROPOLITAN Marianus Yufrinalis; Wihelmus Aviktus; Diana Mayasari Sonang; Elisabeth Niga; Sesilia Da Soge; Mikael Nong Yefri
SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 12 (2023): SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Desember 2023
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/swarna.v2i12.1029

Abstract

Kegiatan KKN-MM merupakan salah satu implementasi keterlibatan perguruan tinggi dalam pembangunan masyarakat. Keterlibatan perguruan tinggi terhadap kegiatan kemasyarakatan adalah wujud aktualisasi darma pengabdian kepada masyarakat sebagai salah satu darma dalam pendidikan tinggi. Pada kegiatan KKN-MM di Desa Pogon, mahasiswa dan dosen mengangkat tem pengembangan desa sebagai kawasan terpadu berbasis Agropolitan. Oleh karena itu, tim KKN-MM merancang kegiatan sosialisasi, pendampingan dan pemberdayaan kelompok masyarakat desa untuk meningkatkan pemahaman masyarakat dalam meningkatkan produktivitas pertanian dan sekaligus meningkatkan kesejahteraan. Selain sektor pertanian, tim KKN juga menyasar sektor ekonomi, kesehatan dan pendidikan dengan memberikan pemahaman tentang pentingnya menabung, bimbingan belajar IPA dan Bahasa Inggris, pemeriksaan kesehatan ibu- anak dan lansia, pendampingan psikologis bagi remaja. Semua kegiatan KKN-MM dimaksudkan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat sehingga bisa membantu meningkatkan perekonomian, khususnya pada sektor pertanian yang menjadi sektor andalan masyarakat Desa Pogon.
Pengembangan Lembar Kerja Siswa (LKS) Dengan Pendekatan Project Based Learning (PjBL)Pembuatan Batu Merah Dalam Materi IPAS Gaya dan Gerak Pada Siswa Kelas IV SD Inpres Wailiti Maumere Maria Delcen Paji; Sonya Kristiani Maria; Yoanita Dewi Roswita Kolo; Marianus Yufrinalis
Journal on Education Vol 6 No 2 (2024): Journal on Education: Volume 6 Nomor 2 Tahun 2024
Publisher : Departement of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joe.v6i2.5283

Abstract

This study aims to develop Student Worksheets (LKS) through the application of the Project-Based Learning model of Red Stone Making. The material developed is the subject of Social Natural Sciences (IPAS) with the material Force and Motion. This research occurred on grade IV students of SD Negeri Wailiti Maumere which amounted to 25 people. The results showed that the development of LKS with a Project-Based Learning approach to making red bricks of force and motion materials in grade IV SD Negeri Wailiti has been successfully developed through research procedures based on the R&D development model, and refers to several stages of 4D development, namely define, design, develop and disseminate, which is carried out only to the third stage. LKS validation is carried out by means of validation tests of media experts and material experts, and product trials. The effectiveness of LKS is shown at the field implementation test stage by filling out a questionnaire by sisswa. LKS with this Project-Based Learning approach received student assessments and responses that were included in the "Very Good" category with a score of 99.5. Based on the results of the data above, LKS with a Project-Based Learning approach is "Very Feasible" to be used as one of the learning resources for students in schools, especially in science subjects style and motion material for grade IV students of SD Negeri Wailiti.
SCIENCE PROCESS SKILLS IN THE "NAWU HIPE" CUSTOM OF THE PEOPLE OF PALU'E ISLAND, SIKKA DISTRICT Marianus Yufrinalis; Sukarman Hadi Jaya Putra; Maria Helvina; Maria H.D. Bunga
Jurnal Cakrawala Pendas Vol. 9 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jcp.v9i1.3573

Abstract

The indigenous people of Palu'e Island, Sikka Regency, NTT Province, have used geothermal energy to meet their needs for drinking water and to cook certain types of food. Geothermal will produce steam, a form of energy conversion where heat energy from within the earth is used for cooking Hi'pe (Canavalia ensivormis). Therefore, this study aims to analyze science process skills in Nawu Hi'pe activities implemented in elementary school science learning. This research uses mixed or mixed method research that combines two research methods: quantitative and qualitative. The research was conducted at Edo Khatolik Elementary School with as many as 22 students and five people from Palu'e Island, Sikka Regency, as a community sample. The results showed that students' science process skills per indicator were forecasting/predicting at 2.7 (good), observing at 3.75 (very good), conducting experiments at 3.7 (good), concluding at 3.6 (good ), and the last indicator is communicating at 3.65 (very good). The indicator with the lowest average is predicting at 2.7 (enough), and the highest is observing at 3.75 (very good). There was a difference in student learning outcomes between the pretest scores of 52.7273 and the posttest scores of 82.7273. The posttest value is much greater than the pretest value. Therefore, the science process skills of students taught through observing Nawu Hi'pe activities obtain higher learning outcomes after being given learning and included in the excellent category. Masyarakat asli Pulau Palu'e, Kabupaten Sikka, Provinsi NTT, telah memanfaatkan energi panas bumi untuk memenuhi kebutuhan air minum dan memasak jenis makanan tertentu. Panas bumi akan menghasilkan uap yang merupakan bentuk konversi energi dimana energi panas dari dalam bumi digunakan untuk memasak Hi'pe (Canavalia ensivormis). Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis terhadap keterampilan proses sains pada kegiatan Nawu Hi’pe yang akan diimplementasikan pada pembelajaran IPA di SD. Penelitian ini menggunakan metode campuran atau mixed method research yang menggabungkan dua metode penelitian yaitu metode kuantitatif dan metode kualitatif. Penelitian dilakukan di Sekolah SD Khatolik Edo sebanyak 22 siswa dan 5 orang Masyarakat Pulau Palu’e, Kabupaten Sikka sebagai sampel masyarakt. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan proses sains peserta didik per indikator yaitu meramal/memprediksi sebesar 2,7 (Baik), mengamati sebesar 3,75 (sangat baik), melakukan percobaan sebesar 3,7 (baik), menyimpulkan sebesar 3,6 (baik), dan indikator yang terahkir yaitu mengkomunikasikan sebesar 3,65 (sangat baik). Indikator yang memperoleh rata-rata rendah yaitu indikator memprediksi sebesar 2,7 (cukup) dan indikator yang paling tinggi yaitu mengamati sebesar 3,75 (sangat baik). Terjadi perbedaan hasil belajar siswa nilai pada pretest sebesar 52,7273  dan nilai postest sebesar 82,7273. Nilai posttest jauh lebih besar dari nilai pretest. Oleh karena itu, Keterampilan proses sains siswa yang dibelajarkan melalui observasi kegiatan Nawu Hi’pe secara langsung  memperoleh memiliki hasil belajar lebih tinggi setelah diberikan pembelajaran dan termasuk kategori baik.