Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

PEMANFAATAN RUMAH TUNGGU KELAHIRAN (RTK) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SEBANGKI KABUPATEN LANDAK Oon Fatonah Akbarini; Elly Yusnita; Desy Rosita
Jurnal Kebidanan Khatulistiwa Vol 6, No 1 (2020): Jurnal Kebidanan Khatulistiwa
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/jkk.v6i1.502

Abstract

Rumah Tunggu Kelahiran (RTK) memiliki fungsi penting sebagai tempat tinggal sementara bagi ibu hamil sampai tiba saat persalinan. Terdapat beberapa faktor yang berpengaruh terhadap pemanfaatan RTK diantaranya waktu tempuh, pendidikan, usia ibu, dan pendapatan keluarga, namun belum diketahui bagaimana pemanfaatan RTK oleh ibu hamil di wilayah tersebut. Oleh karena itu, perlu dilakukan analisis untuk mengetahui gambaran pemanfaatan RTK dan faktor determinan yang mempengaruhinya. Untuk mengetahui Pemanfaatan Rumah Tunggu Kelahiran (RTK) di wilayah kerja Puskesmas Sebangki Kabupaten Landak Tahun 2019. Penelitian ini menggunakan metode survey analitik dengan pendekatan secara cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah responden 52 orang. Uji statistik yang digunakan adalah chi-square. Ada hubungan antara waktu tempuh (menit)(nilai p = 0,000), ada hubungan antara pendidikan ibu (nilai p = 0,000), ada hubungan antara usia ibu (nilai p = 0,000), ada hubungan antara pendapatan keluarga (nilai p = 0,001) dengan pemanfaatan Rumah RTK di wilayah Puskesmas Sebangki Kabupaten Landak. Ada hubungan antara waktu tempuh (menit), pendidikan ibu, usia ibu, dan pendapatan keluarga dengan pemanfaatan Rumah RTK di wilayah Puskesmas Sebangki Kabupaten Landak
EFEKTIFITAS PEMBERIAN MINUMAN KUNYIT ASAM DAN AIR JAHE TERHADAP PENURUNAN DISMENOREA PRIMER PADA REMAJA PUTRI DI PONDOK PESANTREN NURUL JADID KUMPAI KABUPATEN KUBU RAYA Jehani Fajar Pangestu; Desi Kartina; Oon Fatonah Akbarini
Jurnal Kebidanan Khatulistiwa Vol 6, No 1 (2020): Jurnal Kebidanan Khatulistiwa
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/jkk.v6i1.509

Abstract

Menstruasi adalah pelepasan dinding rahim (endometrium) yang disertai dengan perdarahan dan terjadi setiap bulannya. Haid terjadi setiap bulan, siklus haid ini bisa menyebabkan timbulnya rasa sakit atau nyeri di daerah perut yang disebut dismenorea dan sering terjadi pada remaja putri. Dismenorea primer biasanya terjadi mulai dari pertama haid/manarche usia 10 – 15 tahun sampai usia 25 tahun yang disebabkan oleh kontraksi uterus, dan tidak terdapat hubungan kelainan ginekologi. Nyeri haid dapat dikurangi secara farmakologi dan non farmakologi. Secara non farmakologi dapat dilakukan dengan relaksasi, olahraga, kompres hangat, senam, distraksi, pemberian minuman kunyit asam dan air jahe. Tujuan peneletian ini untuk menganalisis efektifitas pemberian minuman kunyit asam dan air jahe terhadap penurunan dismenorea primer pada remaja putri. Metode penelitian ini menggunakan metode quasi eksperimen dengan rancangan two grup pretest posttest. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel 20 orang. Hasilnya membuktikan bahwa  terdapat perbedaan signifikan antara skala nyeri sebelum dan sesudah pemberian minuman kunyit asam (p = 0,000) dan air jahe (p = 0,000). Kesimpulannya bahwa minuman kunyit asam lebih efektif terhadap penurunan dismnenorea primer dibandingkan air jahe (p = 0,025).
Pengaruh Peer Education Terhadap Pengetahuan Siswa SMK Tentang HIV/AIDS di Kota Pontianak Oon Fatonah Akbarini; Henny Fitriani
Jakiyah: Jurnal Ilmiah Umum dan Kesehatan Aisyiyah Vol. 5 No. 2 (2020)
Publisher : Program Studi Kebidanan Politeknik Aisyiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (141.286 KB) | DOI: 10.35721/jakiyah.v5i2.11

Abstract

Latar Belakang: Kasus HIV/AIDS pada kelompok remaja dari waktu ke waktu cenderung meningkat, saat ini persentasi kumulatif AIDS tertinggi pada kelompok umur 20-29 tahun, kemudian diikuti kelompok umur 30-39 tahun, 40-49 tahun, 50-59 tahun, dan 15-19 tahun). Usia produktif orang Indonesia melakukan hubungan seks antara 18-50 tahun. Demikian juga halnya mahasiswa, dari struktur usianya rata-rata 20-30 tahun, merupakan masa reproduksi aktif. Tentunya mahasiswa pada usia ini sangat produktif dan mempunyai hasrat untuk melakukan hubungan seks terhadap lawan jenisnya. Tujuan: 1. Untuk mengetahui karakteristik siswa SMK LKIA di Kota Pontianak Propinsi Kalimantan Barat. 2. Untuk mengetahui apakah ada perbedaan tingkat pengetahuan siswa tentang HIV/AIDS sebelum dan sesudah diberikan peer education. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen semu (Quasi Eksperimen) dengan rancangan One Group Pre-Test, Post Test Design. Sampel sebanyak 50 orang dengan teknik Purposive Sampling. Data diperoleh dari data primer dengan menggunakan kuesioner. Metode analisa data menggunakan analisa univariat dan bivariat. Hasil penelitian: Didapat bahwa untuk karakteristik jenis kelamin Sebagian besar perempuan sebanayak 29 orang (58%). Hampir semua Responden dengan usia 15-17 tahun sebanyak 42 orang (84 %). Responden dengan pendidikan ayah sebagian besar berpendidikan tinggi yaitu 41 orang (82 %), sedangkan responden yang Pendidikan ibu tinggi Sebagian yaitu 26 orang (52 % ). Responden berdasarkan sumber informasi Sebagian besar menggunakan Non-Media Massa yaitu 37 responden (74%).Pada Hasil Pengujian didapat nilai p bernilai < 0.05 yang artinya ada perbedaan signifikan skor pretest dan postest, denagn nilai mean difference -6.32 artinya bahwa peer group memberikan pengaruh terhadap pengetahuan HIV AIDS. Simpulan: Pendidikan Kesehatan melalui peer group secara rata-rata dapat meningkatkan pengetahuan tentang HIV/AIDS sebanyak 6.32 point. Hasil penelitian ini memberikan kesimpulan bahwa metode peer group merupakan alternatif cara efektif yang dapat diterapkan di sekolah dalam memberikan pendidikan kesehatan agar dapat memaksimalkan pencapaian peningkatan pengetahuan tentang HIV/AIDS.
Identifikasi Kualitas Konsumsi Pangan Ibu Hamil Berhubungan Dengan Kondisi Kurang Energi Kronis (KEK) Oon Fatonah Akbarini; Tessa Siswina; Asmaurika Pramuwidya
Jakiyah: Jurnal Ilmiah Umum dan Kesehatan Aisyiyah Vol. 6 No. 1 (2021): JAKIYAH VOL 6 NO. 1 Juni 2021
Publisher : Program Studi Kebidanan Politeknik Aisyiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35721/jakiyah.v6i1.65

Abstract

Latar Belakang: Masa kehamilan erat kaitannya dengan pemenuhan zat gizi, karena ibu pada masa kehamilan akan berpengaruh tidak hanya pada kesehatan ibu hamil, namun juga pada status gizi dan kesehatan bayi yang dilahirkannya nanti. Kondisi ibu dipengaruhi faktor internal dan eksternal. Faktor internal diantaranya usia ibu, usia gestasional, dan jarak kehamilan yang terlalu dekat dengan kelahiran pertama, Sedangkan faktor eksternal diantaranya konsumsi pangan, pendapatan, Pendidikan, kondisi geografis wilayah. Tujuan: Menganalisis pendapatan dan kualitas konsumsi pangan ibu hamil dengan status gizi ibu hamil. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan jenis deskriptif analitik dan menggunakan desain cross sectional. Sampel sebanyak 40 orang yang diambil dengan teknik purposive sampling. Data diperoleh dari data primer dengan menggunakan kuesioner. Metode analisa data menggunakan analisa univariat dan bivariat. Hasil penelitian: Hasil penelitian didapat bahwa ada hubungan pendapatan terhadap status gizi ibu hamil nilai 0,002, nilai OR yaitu 25 artinya ibu hamil yang pendapatannya rendah mempunyai peluang mengalami KEK sebesar 25 kali dibandingkan dengan ibu hamil pendapatannya tinggi. Ada hubungan konsumsi Pangan terhadap status gizi ibu hamil didapatkan nilai 0,000, nilai OR yaitu 60 artinya ibu hamil yang konsumsi pangannya kurang beragam mempunyai peluang mengalami KEK sebesar 60 kali dibandingkan dengan ibu hamil yang konsumsi pangannya cukup beragam. Simpulan: Disimpulkan ada hubungan antara pendapatan dengan status gizi ibu hamil dan ada hubungan antara konsumsi Pangan terhadap status gizi ibu hamil. Kata kunci: Kualitas Konsumsi Pangan, Ibu Hamil, Kondisi Energi Kronis
PENGARUH PROGRAM SOFTWARE KEK PADA IBU HAMIL TERHADAP KEMAMPUAN DETEKSI KEK Oon Fatonah Akbarini; Asmaurika Pramuwidya
Jurnal Ilmiah Umum dan Kesehatan Aisyiyah Vol. 7 No. 2 (2022): JAKIYAH VOL.7 NO.2 DESEMBER 2022
Publisher : Program Studi Kebidanan Politeknik Aisyiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang:  Proporsi resiko kurang energi kronik pada ibu hamil pada tahun 2018 pada kelompok umur ibu yang beresiko yaitu 15-19 tahun sebesar 33,5%, pada usia reproduktif angka kejadian kekurangan energi kronik pada ibu hamil yaitu 12,3% dan pada usia >35 tahun kejadian kekurangan energi kronik 8,5%. Beberapa kelebihan pemanfaatan internet sebagai media pembelajaran yaitu proses pembelajaran tidak terbatas oleh waktu, lama waktu belajar juga tergantung sesuai kemampuan masing-masing pembelajarnya. Tujuan: Untuk menganalisis pengaruh program software kurang energi kronik (KEK) pada ibu hamil terhadap kemampuan deteksi KEK. Metode: Jenis penelitian ini kuantitatif, metode Preexperimental Design dengan menggunakan Pretest-Postest Design With Ccontrol Group. Responden ibu hamil dengan jumlah 30 orang masing - masing kelompok dengan perbandingan 1:1. Tehnik pengambilan sampel secara Purposive Sampling. Hasil penelitian: Hasil analisis menunjukkan ada pengaruh program software deteksikek.com terhadap kemampuan deteksi KEK pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Kampung Bangka tahun 2022 dan hasil ini berlaku dalam sampel dan populasi. Hal ini ditunjukkan dengan hasil uji Mann Whitney yaitu nilai p=0,000 (p < 0,05). Simpulan: Terdapat pengaruh program software deteksikek.com terhadap kemampuan deteksi KEK pada ibu hamil.
PENGARUH PROGRAM KARTU DETEKSI STUNTING ONLINE TERHADAP KEMAMPUAN DETEKSI STUNTING DI KOTA PONTIANAK Tessa Siswina; Oon Fatonah Akbarini
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 7, No 1 (2021): JANUARI 2021
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.861 KB) | DOI: 10.30602/jvk.v7i1.713

Abstract

Angka kejadian stunting pada tahun 2017 sebesar 37,2 % ini meningkat dari tahun 2007 sebesar 36,8% dan tahun 2010 sebesar 35,6% dan sekitar 8 juta anak Indonesia mengalami pertumbuhan tidak maksimal.Untuk mempermudah pendidikan kesehatan yang diberikan sehingga dapat mencegah kejadian stunting, maka dikembangkanlah program kartu deteksi stunting online sehingga ibu, suami maupun keluarga dapat menerapkan program 1000 HPK dan segera mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan jika dicurigai adanya pertumbuhan dan perkembangan balita yang terhambat. Desain penelitian kuantitatif dengan Preexperimental Design, dengan rancangan pretest-postest design with control group pada ibu balita di Wilayah Kerja Puskesmas Perumnas II Kota Pontianak dengan tehnik purposive sampling dengan jumlah sampel 20:20. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan program kartu deteksi stunting online. Hasil didapat terdapat peningkatan kemampuan deteksi stunting setelah diberikan program online Kartu Deteksi Stunting Online.
PERSALINAN KALA I PADA IBU DENGAN PEMBERIAN PIJAT DAN AROMATERAPI DI PUSKESMAS KABUPATEN KUBU RAYA Dini Fitri Damayanti; Oon Fatonah Akbarini; Tuty Sarini
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 6, No 2 (2020): JULI 2020
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.706 KB) | DOI: 10.30602/jvk.v6i2.522

Abstract

Persalinan akan memberikan pengalaman dan pengaruh jangka panjang yang sangat besar terhadap seorang perempuan dalam menjalani masa kehidupan selanjutnya. Beberapa faktor yang mempengaruhi kemajuan proses persalinan yaitu pengaturan posisi pasien, kehadiran pendamping, latihan bernafas, usapan pada punggung. Pijatan pada punggung akan menye- babkan penurunan ketegangan otot dan relaksasi termasuk pada otot abdomen dapat men- gurangi friksi antara rahim dan dinding abdomen. Aromaterapi adalah terapi yang menggu- nakan essential oil atau sari minyak murni untuk membantu menenangkan jiwa dan raga. Secara ilmiah, reaksi terjadi karena wewangian mengirimkan sinyal pada bagian otak yang mengatur emosi sehingga ibu menjadi rileks dan tenang. Kondisi relaksasi yang di alami ibu karena diberikan pijatan atau aromaterapi akan meningkatkan sirkulasi daerah genitalia serta memperbaiki elastisitas servik. Hal ini akan mempercepat pembukaan servik. Peneli- tian quasy experiment dengan pendekatan post test nonequivalent control group design den- gan non probality sampling dengan metode pemilihan sampel yaitu memilih semua individu yang bersalin di Puskesmas Sungai Kakap dan Puskesmas Sungai Durian yang memenuhi kriteria pemilihan. Hasil uji analisis Mann-Whitney menunjukkan bahwa median lama kala I fase aktif pada kelompok pijat lebih singkat 180 (110-240) menit dibanding pada kelompok yang diberikan aromaterapi 225 (120-240) menit.
Upaya Edukasi Ibu Hamil Dalam Mengenali Kurang Energi Kronis (KEK) Melalui Faktor Risiko Oon Fatonah Akbarini; Asmaurika Pramuwidya; Lepita Lepita
MESTAKA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 4 (2024): Agustus 2024
Publisher : Pakis Journal Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58184/mestaka.v3i4.345

Abstract

Chronic Energy Deficiency is a condition of a person's nutritional status which is caused because the source of intake they receive does not meet their daily and sustainable needs. The nutritional needs of pregnant women have increased and if this is not met in the short and long term it can result in chronic energy deficiency. The aim of this research is to determine the mother's level of knowledge in detecting CED. Based on the results of the Chi Square test, it was found that the value of p = 0.000 < α (0.05) for the variables of pregnancy distance and income showed that there was a significant relationship that influenced the incidence of chronic energy deficiency (CED) in pregnant women, while the variables of parity, education and employment showed that there was none. significant relationship that influences the incidence of chronic energy deficiency (CED) in pregnant women. The results of the activity showed that the activity to increase knowledge of pregnant women in detecting chronic energy deficiency (KEK) through risk factors in the Saigon City Health Center area, Pontianak City, ran smoothly. There was an increase in knowledge of pregnant women between before and after being given counseling by 20 points.