Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search
Journal : Panggung

Kriya di Pulau Bali: Ketakson, Kerajinan, dan Kitsch I Ketut Sunarya
PANGGUNG Vol 32 No 1 (2022): Varian Model Proses Kreatif dalam Cipta Karya Seni
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v32i1.1728

Abstract

Kriya merupakan akar seni rupa di Indonesia. Di Bali kriya ketakson terwujud karena  fungsi utamanya sebagai simbol Sang Suci, dan menjadi batu loncatan bertemu dengan-Nya. Ia bersifat sakral, dihormati serta dikeramatkan oleh masyarakat. Sejalan konsep ajeg Bali, guna mengantisipasi keberlanjutan kebudayaan Bali, maka keluar keputusan penggolongan sifat budaya (kriya) Bali menjadi 3 (tiga), yakni; wali, bebali, dan balih-balihan. Penggolongan ini mempertegas kembali perbedaan kriya yang berfungsi untuk kebutuhan agama dan kriya untuk memenuhi kebutuhan pariwisata. Artikel ini merupakan kajian yang mempertegas kembali kriya sakral dan profan yang pantas disuguhkan untuk wisatawan. Memperjelas perbedaan dan keberadaan kriya ketakson, kerajinan, serta kitsch di Bali. Mengingat Pulau Bali merupakan pulau yang terbuka yang mempunyai visi Bali Lestari.