Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Pendidikan Kesehatan Tentang Latihan Peregangan Otot (Stretching) Terhadap Penurunan Nyeri Punggung Bawah: Penelitian Betty Sunaryanti; Tatik Trisnowati
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 Tahun 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.5787

Abstract

Peregangan merupakan bagian penting dari setiap latihan atau olahraga. Peregangan adalah bagian dari pemanasan yang dilakukan sebelum dan sesudah melakukan aktivitas. Peregangan akan memberi tubuh kesempatan untuk bergerak dan melenturkan otot. Peregangan selama 30 menit atau lebih akan membuat tubuh siap untuk melakukan aktivitas lebih lanjut. Setiap gerakan dalam peregangan dilakukan selama 10 hitungan dengan 3 repetisi. Total waktu peregangan sekitar 10-15 menit, dengan perhitungan waktu untuk setiap gerakan berkisar antara 2-3 menit. Tujuan dari penerapan program ini adalah peregangan dapat membantu meningkatkan fleksibilitas otot yang tegang dan memengaruhi saraf, sirkulasi darah, peregangan otot dapat meredakan nyeri tubuh, kekakuan otot di punggung bawah, paha belakang, dan pinggul. Dengan 44 peserta lansia di Panti Wredha dengan nyeri punggung bawah ringan, maka perlu dilakukan edukasi kesehatan tentang latihan peregangan otot (stretching) untuk mengatasi nyeri punggung bawah, dan peserta antusias untuk berpartisipasi dalam latihan peregangan dengan benar.
Pengaruh Progressive Muscle Relaxation Techniques terhadap Perubahan Gangguan Tidur : Insomnia, pada Penderita Gangguan Muskuloskeletal: Penelitian Betty Sunaryanti; Ratna Kusuma Astuti
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 Tahun 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.5825

Abstract

Insomnia dapat bersifat sementara atau bahkan persisten dan berhubungan dengan gangguan mental emosional, rasa khawatir dan kecemasan yang dialami oleh lansia. Survey yang dilakukan oleh National Institut of Health di Amerika, total penduduk yang mengalami insomnia 17% dari populasi dan lebih banyak dialami oleh lansia, dimana 1 dari 4 pada usia 60 tahun mengalami sulit tidur yang serius (Purwanto, 2007). Angka kejadian insomnia di Indonesia pada lansia cukup tinggi yaitu sekitar 67% dan 30% kelompok lansia mengeluh terbangun di waktu malam hari (Amir, 2007). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh progressive muscle relaxation techniques terhadap perubahan gangguan tidur : insomnia. Metode Penelitian ini adalah penelitian kuantitaif yang diolah secara statistik dengan mencari perbedaan sebelum dan sesudah mendapat perlakuan. Jenis penelitian ini menggunakan one group pre-post test design. Besar sampel yang digunakan dalam penelitian ini sejumlah 38 responden. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Metode pengumpulan data menggunakan kuisioner. Uji statistik yang digunakan dalam penelitian ini adalah dari hasil analisis menggunakan uji Wilcoxon yang menunjukkan nilai P value = 0,000 lebih kecil dari nilai alpha (P < 0,05). Hasil penelitian ini Bahwa terdapat pengaruh terapi Progressive Muscle Relaxation Techniques terhadap tingkat insomnia pada penderita gangguan muskuloskeletal. diketahui bahwa nilai P value = 0,000 yang mana lebih kecil dari nilai alpha (P < 0,05), maka H0 ditolak dan Ha diterima yang bermakna. Berdasarkan hasil distribusi frekuensi, tingkat insomnia responden sebelum diberi terapi Progressive Muscle Relaxation Technique atau terapi relaksasi otot progresif, mayoritas insomnia ringan yaitu sebanyak 24 orang atau sebesar 63,2%, dan mengalami penurunan yang signifikan menjadi 12 orang atau sebesar 31,6%. Hal ini juga dapat dilihat dari hasil analisis menggunakan uji Wilcoxon yang menunjukkan nilai P value = 0,000 lebih kecil dari nilai alpha (P < 0,05), artinya terdapat pengaruh terapi Progressive Muscle Relaxation Techniques terhadap tingkat insomnia pada penderita gangguan muskuloskeletal, sehingga dapat disimpulkan bahwa intervensi melalui terapi relaksasi otot progresif ini dapat menurunkan tingkat insomnia pada penderita gangguan muskuloskeletal. Penerapan terapi Progressive Muscle Relaxation Techniques atau terapi relaksasi otot progresif dalam penelitian ini memiliki dampak positif dalam menurunkan tingkat insomnia, karena secara teoritis dapat meningkatkan tubuh menjadi rileks.