Tita Restu Yuliasri
Politeknik Kesehatan Ummi Khasanah

Published : 19 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

TINGKAT PENGETAHUAN IBU NIFAS TENTANG PERAWATAN LUKA PERINEUM PADA MASA NIFAS Tita Restu Yuliasri; Siti Nur’aeni
Jurnal Ilmu Kebidanan Vol. 5 No. 2 (2019): Edisi Juni
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN UMMI KHASANAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Infeksi masa nifas masih merupakan penyebab tertinggi AKI. Masa nifas diperkirakan 50% kematian ibu terjadi dalam 24 jam setelah persalinan, sehingga masa nifas sangat penting dipantau oleh bidan. Kebersihan vagina jika tidak terjaga dengan baik pada masa nifas maka dapat menimbulkan terjadinya infeksi pada vagina dan dapat meluas sampai ke rahim. Penelitian ini bertujuan untuk megetahui tingkat pengetahuan ibu nifas tentang perawatan luka perenium. Jenis penelitian adalah penelitian deskriptif kuantitatif dengan menggunakan metode pendekatan cross sectional. Penelitian dilakukan di Puskesmas Pleret Kabupaten Bantul Yogyakarta pada bulan April sampai dengan bulan Agustus 2018. Populasi penelitian ini adalah seluruh ibu nifas yang berkunjung di Puskesmas Pleret berjumlah 30 orang. Pengambilan sampel menggunakan teknik accidental sampling dengan jumlah 30 orang. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner terdiri dari 25 item pernyataan yang telah dinyatakan validdengan menggunakan uji pearson product moment. Analisis data menggunakan analisis univariat. Tingkat pengetahuan ibu nifas tentang perawatan luka perinium di Puskesmas Pleret Bantul Yogyakarta responden dengan tingkat pengetahuan baik sebanyak 19 responden (63,3%), tingkat pengetahuan cukup 3 responden (10%), dan tingkat pengetahuan kurang 8 responden (26,7%). Kesimpulan penelitian bahwa ibu nifas di Puskesmas Pleret berpengatahuan baik. Saran untuk ibu nifas yaitu lebih memperluas pengetahuan tentang perawatan luka perineum pada masa nifas dengan cara mengikuti promosi kesehatan yang diberikan oleh tenaga kesehatan atau mencari informasi melalui media elektronik, media cetak maupun internet dan informasi dari masyarakat.
TINGKAT PENGETAHUAN IBU MENYUSUI TENTANG PIJAT OKSITOSIN UNTUK MEMPERLANCAR PRODUKSI ASI Devi Ria Susanti; Tita Restu Yuliasri
Jurnal Ilmu Kebidanan Vol. 6 No. 1 (2019): Edisi Desember
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN UMMI KHASANAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Beberapa faktor yang dapat menghambat pemberian ASI yaitu mulai dari khawatir akan kurangnya kuantitas produksi ASI dan kualitas ASI yang tidak cukup baik untuk bayinya. Pengeluaran ASI dapat dipengaruhi oleh dua faktor yaitu produksi (prolaktin) dan pengeluaran (oksitosin). Hormon oksitosin akan keluar melalui rangsangan melalui mulut bayi atau pijatan pada tulang belakang ibu. Tujuan Penelitian untuk mengetahui tingkat pengetahuan ibu menyusui tentang pijat oksitosin untuk memperlancar produksi ASI. Metode: Desain yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan crossectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu menyusui yang periksa di klinik kedaton sebanyak 54 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling dengan jumlah 30 responden. Pengambilan data mengunakan kuesioner, uji validitas dan ada 14 item soal yang valid, sedangkan analisa data menggunakan analisis univariat. Hasil: Tingkat pengetahuan baik ada 30%, tingkat pengetahuan cukup ada 43,3%, dan tingkat pengetahuan kurang 26,7%. Tingkat pengetahuan paling banyak dimiliki oleh ibu dengan usia 20-35 tahun 83,4%, ibu dengan profesi ibu tidak bekerja 66,7%, ibu dengan pendidikan setara SMA 53,3% dan dimiliki oleh ibu yang multipara 56,7%. Kesimpulan: Tingkat Pengetahuan ibu Menyusui di Klinik Kedaton Pleret Bantul Tahun 2019 adalah Cukup.
TINGKAT PENGETAHUAN IBU NIFAS DALAM PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI PUSKESMAS BANTUL II Dian Karisma; Tita Restu Yuliasri
Jurnal Ilmu Kebidanan Vol. 6 No. 2 (2020): Edisi Juni
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN UMMI KHASANAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Berdasarkan data dari United Nations Children’s Fund (UNICEF) tahun 2015 hanya 39% bayi di bawah 6 bulan yang mendapatkan ASI Eksklusif di seluruh dunia. Saat melakukan studi pendahuluan di Puskesmas Bantul II tanggal 11 Desember 2018 didapatkan data dari enam responden, dua responden mengetahui tentang ASI Eksklusif dan empat responden belum mengetahui tentang ASI Eksklusif. Tujuan penelitian untuk mengetahui tingkat pengetahuan ibu nifas dalam pemberian ASI Ekslusif di Puskesmas Bantul II. Metode: Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional, jumlah populasi 50 orang, jumlah sampel 30 orang, teknik pengambilan sampel menggunakan Purposive Sampling dengan kriteria inklusi, semua ibu nifas yang melakukan kunjungan ulang di Puskesmas Bantul II tahun 2019 yang bersedia menjadi responden dan ibu nifas yang bisa membaca dan menulis, kriteria eksklusi, ibu nifas yang mengalami masalah seperti IUFD. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dengan 30 butir pernyataan, jumlah yang valid 25 butir dan yang tidak valid 5 butir. Analisis data menggunakan analisis univariat. Hasil: Mayoritas usia responden 20-35 tahun 22 orang (73,3%), sebagian besar bekerja 21 orang (70%), berpendidikan SMA 18 orang (60%) dan multipara 16 orang (53,3%). Untuk tingkat pengetahuan, yang berpengetahuan baik sebanyak 9 orang (30%), berpengetahuan cukup 18 orang (60%) dan berpengetahuan kurang 3 orang (10%). Kesimpulan: Hasil sebagian besar ibu nifas berpengetahuan cukup.
Tingkat Pengetahuan Ibu Tentang ASI Eksklusif di Klinik Pratama Wikaden Tita Restu Yuliasri
Jurnal Ilmu Kebidanan Vol. 7 No. 1 (2020): Edisi Desember
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN UMMI KHASANAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48092/jik.v7i1.128

Abstract

Latar belakang: Pemberian ASI eksklusif di dunia masih rendah. Berdasarkan data dari Unicef Nations Childrens’s Found (UNICEF) pada tahun 2012 hanya 30% bayi yang di bawah 6 bulan yang mendapatkan ASI secara eksklusif diseluruh dunia, angka tersebut juga tidak mengalami kenaikan pada tahun 2015, yaitu hanya 40% keberhasilan pemberian ASI Eksklusif diseluruh dunia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan ibu tentang ASI eksklusif di Klinik Pratama Wikaden Bantul. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah Ibu menyusui yang berjumlah 36 orang. Analisis data menggunakan analisis univariat. Hasil: Sebagian besar responden mempunyai tingkat pengetahuan tentang ASI eksklusif cukup yaitu sebanyak 22 responden (61,1%). Kesimpulan: Tingkat pengetahuan ibu tentang ASI Eksklusif  berada dalam kategori cukup. Diharapkan untuk ibu nifas dapat meningkatkan pengetahuan tentang ASI eksklusif (umur bayi 0-6 bulan), agar sedini mungkin diketahui manfaat bagi Ibu, kandungan ASI, dan manfaat bagi bayi.
Faktor-faktor Penyebab Terjadinya Pernikahan Dini pada Masa Pandemi Covid 19 Yunita Akmalia T Yunita; Tita Restu Yuliasri; Yuni Uswatun Khasanah
Jurnal Ilmu Kebidanan Vol. 8 No. 1 (2021): Edisi Desember
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN UMMI KHASANAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48092/jik.v8i1.149

Abstract

Latar Belakang: Pernikahan dini merupakan permasalahan pada remaja, korban paling banyak pernikahan dini remaja perempuan. Pernikahan dini banyak terjadi di pedesaan dari pada perkotaan, terjadi pada keluarga miskin, berpendidikan rendah, dropout dari sekolah. Masa pandemi angka perkawinan anak meroket, 400-500 anak usia 10-17 tahun beresiko menikah dini akibat Covid-19. Peningkatnya angka perkawinan anak pada masa pandemi tidak jauh berbeda dengan penyebab perkawinan anak pada kondisi normal. Metode: Penelitian menggunakan metode desktiptif, tempat penelitian di KUA Sedayu Bantul, populasi 36 responden yang mengalami pernikahan dini, sampel sebanyak 21 responden. Pengambilan sampel random sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dan checklist yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, valid sejumlah 5 pertanyaan. Penelitian ini menggunakan kuesioner tertutup analisis univariat. Hasil: Hasil penelitian responden di KUA Sedayu Bantul Yogyakarta mayoritas usia 19-20 sejumlah 14 (66,7%), mayoritas pendidikan responden SMA sejumlah 15 responden (71,4%), mayoritas penghasilan responden kurang sejumlah 17 (81,0%), mayoritas pendidikan orang tua SMA sejumlah 13 (61,9%), mayoritas pekerjaan responden sejumlah 7 (33,3%), mayoritas tingkat pengetahuan baik sejumlah 18 (85,7%).  Kesimpulan: Dapat disimpulkan bahwa factor penyebab pernikahan dini yaitu tingkat pengetahuan responden usia 19-20 tahun dalam kategori kurang, pendidikan responden SMA pengetahuan kurang, penghasilan responden kurang dengan tingkat pengetahuan kurang, pekerjaan responden buruh dengan tingkat pengetahuan kurang    
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN ASFIKSIA PADA BAYI BARU LAHIR Zela Ningsih; Sri Sundari; Tita Restu Yuliasri
Jurnal Ilmu Kebidanan Vol. 8 No. 1 (2021): Edisi Desember
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN UMMI KHASANAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48092/jik.v8i1.156

Abstract

Latar Belakang: Angka kematian perinatala (Perinatal Mortality Rate) di negara berkembang (50/1000) adalah lima kali lebih tinggi daripada negara maju (10/10000). Kejadian asfiksia di Indonesia mencapai 27,0%. Kejadian asfiksia di RSUD Panembahan Senopati Bantul dari Januari - Desember 2020 sebanyak 300 kasus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian asfiksia pada bayi baru lahir di RSUD Panembahan Senopati Bantul, Yogyakarta Tahun 2021. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik, pendekatan retrospektif, populasi penelitian 300 responden dan sampel 171 responden., pengambilan sampel menggunakan teknik Simple Random Sampling, instrumen penelitian yang digunakan checklist dan dianalisis menggunakan chi square SPSS for windows versi 19.0. Hasil: Hasil analisis data menunjukkan karakteristik kejadian asfiksia berdasarkan dari usia ibu > 25 tahun 135 (78,9%), pendidikan SMA 105 (61,4%), pekerjaan IRT  109 (63,7%), Paritas 2-4 114   (66,7%), umur kehamilan cukup bulan 154 (90,1%), berat badan lahir normal 151 (88,3%), tidak ada riwayat penyakit 134 (78,4%), riwayat persalinan dengan tindakan 94 (55,0%). tidak mengalami KPD 139 (18,7%), warna air ketuban jernih 118 (69,0%). Kejadian asfiksia sedang 80 (46,8%). Riwayat penyakit  p-value sebesar 0,281 > 0,05, riwayat persalinan p-value  0,045 > 0,05, variabel air ketuban p-value sebesar 0,022 > 0,05, ketuban pecah dini p-value sebesar 0,881 > 0,05. Kesimpulan: Terdapat hubungan faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian asfiksia dengan kejadian asfiksia pada bayi baru lahir di RSUD Panembahan senopati Bantul berdasarkan Riwayat persalinan dan air ketuban.  
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMBERIAN KOLOSTRUM PADA IBU NIFAS Tita Restu Yuliasri; Nova Kurniasih; Mochammad Any Ashari
Jurnal Ilmu Kebidanan Vol. 8 No. 1 (2021): Edisi Desember
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN UMMI KHASANAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48092/jik.v8i1.163

Abstract

Latar Belakang: Di Indonesia angka Inisiasi Menyusu Dini (IMD) nasional pada tahun 2014 sebanyak 35%, angka ini masih jauh dari target Renstra 2015 yaitu sebesar 50% pada tahun 2019. Di kota Yogyakarta sendiri cakupan ASI eksklusif merupakan yang terendah di Provinsi DIY yaitu sebesar 54,9%. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif, dengan pendekatan cross sectional, dengan populasi 32 responden dan sampel 17 responden, dari PMB Wheny Haryuningsih, pada saat penelitian ini dilakukan pada bulan Maret-Juli 2021, pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan dengan menggunakan instrumen penelitian kuesioner dan dianalisis dengan SPSS for windows versi 19.0. Hasil: Hasil penelitian Mayoritaas responden berusia 20-35 tahun sebanyak 15 responden (88,2%), responden mayoritas dengan paritas tidak beresiko sebanyak 16 responden (94,1%),  mayoritas pendidikan responden SMA sebanyak 14 responden (82,4%), mayoritas responden tidak bekerja sebanyak 15 responden (88,2%). Kesimpulan: Dapat disimpulkan bahwa Faktor yang mempengaruhi pemberian kolostrum pada ibu nifas yaitu usia, paritas, pendidikan dan pekerjaan.  
SIKAP DAN KEPATUHAN MINUM SUPLEMEN ZAT BESI BERHUBUNGAN DENGAN KADAR HEMOGLOBIN PADA REMAJA PUTRI Tuti Rohani; Fiya Diniarti; Tita Restu Yuliasri
Jurnal Ilmu Kebidanan Vol. 8 No. 1 (2021): Edisi Desember
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN UMMI KHASANAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48092/jik.v8i1.165

Abstract

Prevalensi anemia terus meningkat pada usia reproduktif peningkatan terjadi setiap tahunya 29,4% sampai 33,3 %, penyebab terbanyak dari anemia adalah kekurangan zat besi. Pelitian ini bertujuan untuk mengetahi hubungan Sikap dan perilaku kepatuhan minum suplemen zat besi pada remaja putri sekolah dengan kadar hemoglobin Penelitian ini dengan pendekatan Cross Sectional penelitian dini di lakukan di kabupaten Bantul, propinsi Yogyakarta Indoneisa, Jumlah responden 239 remaja putri sekolah berusia 15 sampai 18 tahun, didaptkan hasil 49,6 % remaja putri mengalami anemia. Factor-faktor yang berhubungan dnegan anemia adalah sikap (p valeu=0.014), perilaku minum zat besi (p valeu=0.001), setalh dilakukan uji multivariate kepatuhan minum zat besi menjadi factor dominan dengan OR 3,5. Temua dalam penelitian ini adalah dengan sikap yanga mendukung dan mengkonsumsi suplemen zat besi secara teratur dapat meningkatkan kadar hemogolobin pada remja putri sekolah.
HUBUNGAN TINGKAT PENDIDIKAN TERHADAP PENGETAHUAN IBU MENYUSUI TENTANG CARA MEMERAH DAN MENYIMPAN AIR SUSU IBU (ASI) Tita Restu Yuliasri
Jurnal Ilmu Kebidanan Vol. 8 No. 2 (2022): Edisi Juni
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN UMMI KHASANAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48092/jik.v8i2.173

Abstract

Latar Belakang: Cakupan presentase pemberian ASI eksklusif pada bayi 0-6 bulan di Indonesia pada tahun 2017 sebesar (35,73%) naik bila dibandingkan pada tahun 2016 (29,5%) (Kemenkes RI, 2018). Namun, target pencapaian ASI eksklusif enam bulan yang ditetapkan Kementrian Kesehatan masih dibawah target. Ibu bekerja yang tidak menyusui bayinya secara eksklusif dikarenakan ibu merasa tidak mempunyai waktu untuk menyusui bayinya. Sebenarnya, ASI masih dapat diberikan kepada bayi pada saat ibu sibuk bekerja dengan cara memerah atau memompa dan kemudian menyimpannya untuk diberikan kepada bayi. Tujuan penelitian ini untuk megetahui pengaruh tingkat pendidikan dengan pengetahuan ibu menyusui tentang cara memerah dan menyimpan air susu ibu (ASI). Metode: Desain penelitian menggunakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini sebanyak 199 orang. Pengambilan sampel menggunakan teknik accidental sampling dengan jumlah 67 orang. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner terdiri dari 25 item pernyataan yang telah dinyatakan valid dengan menggunakan uji pearson product moment. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan ibu tentang cara memerah dan menyimpan Air Susu Ibu (ASI) mayoritas dalam kategori baik dengan jumlah 39 responden (58,2%). Kesimpulan: Dapat disimpulkan bahwa pengetahuan ibu tentang cara memerah dan menyimpan Air Susu Ibu (ASI) baik sehingga cakupan ASI eksklusif dapat mencapai target