Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

PEMANFAATAN DIGITAL FINANCE UNTUK PENINGKATAN KEMAMPUAN PENGELOLAAN KEUANGAN UMKM INFORMAL DI DESA CIBOGO HILIR PLERED PURWAKARTA Siti Kurnia Rahayu; Isniar Budiarti; Dony Waluya Firdaus
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 3: Agustus 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jabdi.v2i3.2955

Abstract

Kegiatan peningkatan kemampuan keuangan UMKM Informal di Desa Cibogo Hilir Plered Purwakarta melalui pemanfaatan digital finance bertujuan untuk memberikan sosialisasi dan pelatihan kepada para UMKM Informal mitra PKM Universitas Komputer Indonesia. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 2 Juni 2022 secara tatap muka di Balai Desa Cibogo Hilir Plered Purwakarta. Peserta kegiatan pengabdian ini sebanyak 16 orang yang terdiri dari pelaku UMKM Informal yang terdaftar di Bumdes Barokah Mandiri Cibogo Hilir Plered Purwakarta. Hasil kegiatan ini adalah meningkatnya pemahaman pelaku UMKM Informal tentang manfaat penggunaan Digital Finance dalam pengelolaan keuangan
Profil Literasi Digital Mahasiswa Berdasarkan Empat Pilar Kominfo Menggunakan Algoritma K-Means Nawawi, Muhamad; Zulkifli, Ridwan; Firdaus, Dony Waluya; Hasibuan, Zainal Arifin; Kurniawan, Bobi; Supatmi, Sri
Jurnal Nasional Komputasi dan Teknologi Informasi (JNKTI) Vol 9, No 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Program Studi Teknik Komputer, Fakultas Teknik. Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jnkti.v9i1.10375

Abstract

Abstrask - Transformasi digital menuntut mahasiswa memiliki literasi digital yang tidak hanya mencakup kemampuan teknis, tetapi juga kesadaran etika dan keamanan digital. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan tingkat literasi digital mahasiswa serta mengidentifikasi karakteristik klaster menggunakan algoritma K-Means. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap mahasiswa, berdasarkan empat dimensi literasi digital, yaitu digital skills, digital culture, digital ethics, dan digital safety. Hasil analisis K-Means menunjukkan terbentuknya dua klaster utama, yaitu klaster literasi digital matang (Cluster 1) dan klaster literasi digital belum matang (Cluster 2). Cluster 1 memiliki nilai rata-rata literasi digital sebesar 4,57, sedangkan Cluster 2 sebesar 3,88. Dimensi dengan perbedaan paling signifikan antar klaster adalah digital safety (selisih 0,77) dan digital ethics (selisih 0,72). Analisis karakteristik responden menunjukkan bahwa mahasiswa angkatan aktif (2022–2024) lebih banyak berada pada Cluster 1 (hingga 67%), dibandingkan mahasiswa baru (2025) dan mahasiswa over study (2021) yang didominasi Cluster 2. Selain itu, mahasiswa luar Jawa Barat memiliki proporsi literasi digital matang yang lebih tinggi (64%) dibandingkan mahasiswa asal Jawa Barat (51%). Temuan ini menegaskan bahwa literasi digital mahasiswa bersifat dinamis dan kontekstual, sehingga penguatan literasi digital di perguruan tinggi perlu difokuskan pada aspek etika dan keamanan digital secara berkelanjutan.Kata kunci: literasi digital; mahasiswa; K-Means clustering; digital ethics; digital safety; Abstract - Digital transformation demands that students possess digital literacy encompassing not only technical skills but also ethical awareness and digital security. This study aims to map the level of digital literacy of students and identify cluster characteristics using the K-Means algorithm. The study employed a quantitative approach with a student survey method, based on four dimensions of digital literacy: digital skills, digital culture, digital ethics, and digital safety. The results of the K-Means analysis indicate the formation of two main clusters: a mature digital literacy cluster (Cluster 1) and an immature digital literacy cluster (Cluster 2). Cluster 1 has an average digital literacy score of 4.57, while Cluster 2 has an average digital literacy score of 3.88. The dimensions with the most significant differences between clusters are digital safety (difference 0.77) and digital ethics (difference 0.72). An analysis of respondent characteristics shows that active students (2022–2024) are predominantly in Cluster 1 (up to 67%), compared to new students (2025) and overstudy students (2021), who are predominantly in Cluster 2. Furthermore, students from outside West Java have a higher proportion of mature digital literacy (64%) than students from West Java (51%). This finding confirms that student digital literacy is dynamic and contextual, thus strengthening digital literacy in higher education requires a continuous focus on digital ethics and security.Keywords: digital literacy; students; K-Means clustering; digital ethics; digital safety;