Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search
Journal : JURNAL MANAJEMEN AGRIBISNIS

Feasibility Study of Integrated Rice Processing Plant in Badung Regency Marcella Wayan Kartika Rini; I Wayan Budiasa; widhianthini -
JURNAL MANAJEMEN AGRIBISNIS Vol 9 No 1 (2021): MEI 2021
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JMA.2021.v09.i01.p02

Abstract

Provinsi Bali perlu mendirikan pabrik penggilingan padi terintegrasi untuk mencukupi kebutuhan beras sendiri yang dapat menjamin, tidak hanya kuantitas, namun juga kualitas. Kabupaten Badung dipilih sebagai lokasi pendirian pabrik karena dinilai strategis, dekat dengan bahan baku, gabah kering panen, dan pasar. Hasil yang diperoleh dari studi kelayakan investasi, pabrik ini layak didirikan dilihat dari aspek non keuangan dan keuangan yang digambarkan oleh nilai berikut secara berturut-turut tanpa pembiayaan-dengan pembiayaan bank: NPV Rp 38.270.154.230,00, net B/C ratio 1,99-3,48, IRR pada 24,85%-46,69%. Aspek keuangan lainnya yang mendukung kelayakan, yaitu payback period 6,3-10,53 tahun, profitability index 1,49-1,04, dan average rate of return 18,39-14,39%. Diketahui pula bahwa investasi sensitif terhadap perubahan penerimaan dan biaya operasional namun tidak sensitif terhadap perubahan jumlah bahan baku yang diolah. Beberapa asumsi relevan digunakan dalam penilaian kelayakan tersebut. Setelah pendirian pabrik dinilai layak, maka disarankan untuk segera mendirikan pabrik ini serta melakukan penelitian mengenai dampak sosial yang ditimbulkan terhadap penduduk di sekitar pabrik. Keberadaan pabrik ini hendaknya mampu membantu petani memperoleh harga layak serta membuka lapangan kerja baru.
Socio-Economic Conditions of Fruits Seller Collectors in Ubung Kaja Village, North Denpasar Sub-district, Denpasar City NP Kanya Mitha; Widhianthini Widhianthini; Ketut Rantau
JURNAL MANAJEMEN AGRIBISNIS Vol 8 No 2 (2020): OKTOBER 2020
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JMA.2020.v08.i02.p03

Abstract

Kondisi sosial ekonomi merupakan suatu kedudukan manusia yang dilihat dari jenis aktivitas ekonomi, pendapatan, tingkat pendidikan, usia, jenis rumah tinggal, dan kekayaan yang dimiliki. Pedagang pengepul buah di Desa Ubung Kaja Kecamatan Denpasar Utara, Kota Denpasar merupakan usaha milik pribadi yang tidak termasuk pada pasar, sementara pasar diatur dan dikembangkan oleh Perusahaan Daerah Pasar. Berkumpulnya pedagang pengepul buah di lokasi yang cukup dekat dengan pasar akan menimbulkan persaingan antara pedagang buah di dalam dan pedagang pengepul buah di luar pasar. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kondisi sosial ekonomi pedagang pengepul buah, kendala ekonomi, sosial, dan kelembagaan, serta strategi untuk mengatasi kendala. Kondisi sosial ekonomi pada penelitian ini meliputi pendapatan, modal awal, umur, jumlah karyawan, tingkat pendidikan, lama usaha, dan lama jam kerja. Sampel penelitian sebanyak 40 pedagang pengepul buah. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif dan Model Interpretatif Struktural (Interpretive Structural ModellingSM). Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar pedagang pengepul buah termasuk dalam kategori usaha kecil dan lima diantaranya usaha mikro dengan usia yang produktif dan tingkat pendidikan sampai pada jenjang sekolah menengah. Elemen kendala pada pedagang usaha mikro yang harus mendapat perhatian yaitu pendapatan pedagang pengepul buah. Strategi untuk mengatasinya yaitu dengan memasarkan buah secara online. Saran yang diperoleh dari penelitian ini yaitu, bagi pemerintah adalah mengoptimalkan bantuan Kredit Usaha Rakyat dan bagi pedagang pengepul buah sebaiknya tetap berinovasi dan mengembangkan usaha dengan memanfaatkan media sosial.
KAJIAN TEORITIS DINAMIKA KONVERSI LAHAN PERTANIAN Widhianthini .
JURNAL MANAJEMEN AGRIBISNIS Vol 6 No 2 (2018): OKTOBER 2018
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.067 KB) | DOI: 10.24843/JMA.2018.v06.i02.p08

Abstract

Konversi lahan pertanian pada dasarnya terjadi karena adanya persaingan dalam pemanfaatan lahan antara sektor pertanian dan non pertanian. Persaingan tersebut muncul sebagai akibat dari tiga fenomena ekonomi dan sosial yaitu: keterbatasan sumber daya lahan, pertumbuhan penduduk dan pertumbuhan ekonomi. Di setiap daerah, luas lahan yang tersedia relatif tetap atau terbatas sehingga pertumbuhan penduduk akan meingkatkan kelangkaan lahan yang dapat dialokasikan untuk kegiatan pertanian dan non pertanian. Sementara itu pertumbuhan ekonomi cenderung mendorong permintaaan lahan untuk kegiatan non pertanian pada laju lebih tinggi dibanding permintaan lahan untuk kegiatan pertanian karena permintaan produk pertanian lebih elastis terhadap pedapatan. Dinamika konversi lahan pertanian sangat menarik untuk dikaji secara teoritis melalui kajian teori-teori dan hasil-hasil penelitian yang terkait dengan konversi lahan pertanian. Beberapa metode analisis dapat menjelaskan perencanaan penggunaan lahan pertanian di masa mendatang, diantaranya metode evaluasi lahan (secara statistik dan dinamik) dan Sistem Informasi Geografis (melalui peta dan data spasial). Penggunaan metode tersebut harus terintegrasi sehingga dapat diimplementasikan di lapangan. Secara deskriptif, arahan kebijakan pengendalian konversi lahan pertanian dapat dilakukan melalui pendekatan yuridis, pemberian insentif dan disinsentif bagi petani dan pihak-pihak yang terlibat dalam tindakan konversi lahan atau tindakan pengendalian konversi lahan pertanian.
The Purchasing Decisions of Organic Vegetables at Outlets in Denpasar City Ni Kadek Ririn Diana; Made Antara; Widhianthini Widhianthini
JURNAL MANAJEMEN AGRIBISNIS Vol 8 No 1 (2020): MEI 2020
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (548.389 KB) | DOI: 10.24843/JMA.2020.v08.i01.p09

Abstract

The agricultural is the sector with the greatest strength in Indonesia. One of the potential agricultural products in Indonesia is vegetables. In our life, vegetables play an important role, such as fulfilling our food needs and improving the nutrition. It is because they are one of the sources of minerals, vitamins, fiber, antioxidants and energy needed by our body. Organic vegetables are horticultural commodities which have advantages of being free from pesticide residues and other dangerous chemicals. Nowadays, it becomes a trend among the community as a form of a healthy lifestyle. This study is aimed at analyzing the marketing mix system and the factors that influence the purchase of organic vegetables at outlets in Denpasar City. The technique of determining the sample in this study was done by accidental sampling, and it obtained 60 respondents. SEM-PLS is used as the technique of analyzing data. The results showed that the marketing mix system at the outlets in Denpasar City had implemented 5 variables, namely product, price, place, promotion and physical evidence, significantly, those 5 variables influenced the decision in purchasing organic vegetables.
A Water Price Analysis of Surface Water for Rice Farmingin Subak Bengkel, Kecamatan Kediri, Tabanan District. Pande Made Ari Ananta Paramarta; Widhianthini Widhianthini; AA Wulandira Sawitri Djelantik
JURNAL MANAJEMEN AGRIBISNIS Vol 8 No 1 (2020): MEI 2020
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (555.736 KB) | DOI: 10.24843/JMA.2020.v08.i01.p05

Abstract

Bengkel Subak is the widest subak in Kediri District, Tabanan Regency. Subak Bengkel has a total area of 329 hectares, which is divided into 19 Tempek, which is some kind of grouping. Bengkel Subak is located on two villages, Bengkel Village and Pangkung Tibah Village. The water acquisition is also agreed based on the water debit in each place. This study aims to determine the price of water used by farmers in Subak Bengkel paddy farming, also to know the influence of production and constraints factors experienced in rice farming. The results calculation with the use of value of marginal product (VMP) approach showed that the price of water for irrigated paddy in Subak Bengkel was Rp 413,593.85 / ha / year, around 206,796.92 / ha / planting season or around Rp 206.79 / m3, where the most influential factor is seedlings with an elasticity coefficient of 0.861 affecting production of 8.61 percent. The most common obstacle experienced by Subak Bengkel farmers is the pest in the form of crabs that damage the rice field dike. In the future, Bengkel Subak will include water discharge as an production input in rice farming for appreciation of water resources.
POTENSI RELATIF SEKTOR PERTANIAN DALAM PEMBANGUNAN EKONOMI KABUPATEN BANGLI Anak Agung Tri Sugiari; I Made Sudarma; Widhianthini Widhianthini
JURNAL MANAJEMEN AGRIBISNIS Vol 6 No 2 (2018): OKTOBER 2018
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (509.673 KB) | DOI: 10.24843/JMA.2018.v06.i02.p01

Abstract

Sektor pertanian di Kabupaten Bangli memberikan kontribusi terbesar terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Provinsi Bali yang mencapai Rp 939,394,0 juta dibandingkan dengan sektor lain. Kontribusi besar dari sektor pertanian sering tidak diimbangi dengan pertumbuhan daerah di pusat produksi komoditas pertanian itu sendiri. Berdasarkan Indeks Kesulitan Geografis Desa (IKG) yang dirilis oleh Biro Pusat Statistik Bali 2014, tercatat bahwa IKG tertinggi ada di Kabupaten Bangli. Tingginya angka IKG di Kabupaten Bangli dapat menunjukkan bahwa potensi di Kabupaten Bangli, terutama potensi pertanian belum berkembang secara maksimal. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan tipologi Kabupaten Bangli, menjelaskan potensi dan komoditas pertanian di Kabupaten Bangli, dan juga menjelaskan pergeseran ekonomi di Kabupaten Bangli. Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Bangli menggunakan data sekunder. Analisis data yang digunakan adalah analisis Tipologi Klassen, analisis LQ dan DLQ, dan analisis Shift Share. Hasil penelitian menunjukkan tipologi Kabupaten Bangli berada di kuadran IV (empat), artinya Kabupaten Bangli relatif berada di wilayah terbelakang di Provinsi Bali. Potensi komoditas pertanian di Kabupaten Bangli yang perlu dikembangkan adalah komoditas tanaman seperti bawang merah, kubis, buncis, labu, bayam, jeruk, pisang, tembakau, dan tanaman kopi. Hasil analisis Shift Share menunjukkan bahwa struktur ekonomi di Kabupaten Bangli ditransformasikan dari bidang usaha pertanian ke jasa dengan total nilai perubahan terbesar kemudian dilanjutkan oleh bidang industri dan bidang terakhir adalah usaha pertanian. Saran yang dapat diberikan kepada pemerintah Kabupaten Bangli adalah bahwa mereka diharapkan untuk terus memberikan penyuluhan kepada petani, untuk memprioritaskan pembangunan dan mengidentifikasi sektor unggulan, terutama komoditas yang dapat dikembangkan secara optimal di daerah tertentu, dan mempertahankan pertanian unggul. produk yang telah dicapai saat ini dan memacu pertumbuhan komoditas berkembang, sehingga produk unggulan tidak mengalami tren menurun di tahun-tahun mendatang. Jadi, Kabupaten Bangli di masa depan bisa menjadi daerah yang berkembang dan berkembang pesat. Selain sektor-sektor terkemuka, sektor non-dasar, terutama sektor pertanian harus lebih memperhatikan dalam perencanaan pembangunan pertanian; dengan demikian diharapkan PDRB Kabupaten Bangli terus meningkat.
The Conversion of Rice Field Functions in North Badung Ni Made Ayu Krisna Wati; I Made Sudarma; Widhianthini Widhianthini
JURNAL MANAJEMEN AGRIBISNIS Vol 8 No 2 (2020): OKTOBER 2020
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JMA.2020.v08.i02.p07

Abstract

Tanah merupakan sumber daya utama dalam menjalankan pembangunan. Berkurangnya luas lahan khususnya lahan pertanian untuk pembangunan juga berdampak pada luas lahan pertanian di Bali khususnya di Kabupaten Badung. Pembangunan akomodasi untuk menunjang sektor pariwisata menyebabkan terjadinya konversi lahan pertanian di Kabupaten Badung yang banyak terdapat di Badung Selatan. Badung Utara yang tidak memiliki objek wisata sebanyak di Badung Selatan ternyata juga mengalami alih fungsi lahan pertanian khususnya persawahan seperti yang terjadi di Kecamatan Abiansemal dan Mengwi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor penyebab terjadinya konversi lahan sawah di Kecamatan Badung Utara dan menentukan strategi pengendalian konversi lahan sawah di Kabupaten Badung Utara. Teknik penentuan informan kunci dilakukan secara purposive sampling dengan jumlah 20 orang. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis Interpretive Structural Modeling (ISM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya konversi sawah atau lahan sawah di Badung Utara adalah unsur ekonomi yaitu pendapatan usahatani padi, stabilitas harga panen, akses pemasaran hasil panen dan harga lahan padi. Unsur sosial yaitu partisipasi keluarga dalam pengelolaan sawah, pengaruh modernisasi terhadap pertanian, jumlah anggota keluarga yang ditampung dan kaderisasi pengelolaan sawah. Unsur ketiga adalah lingkungan, yaitu tingkat pengairan sawah, hama penyakit, dan kebutuhan perumahan akibat pertambahan penduduk. Strategi pengendalian konversi lahan basah di Badung Utara yang dapat dilakukan berdasarkan prioritas pengelolaan jangka pendek di sektor mandiri adalah program Milenial Farmer.
Stock Return Analysis in The Plantation and Food Crops Sector on The Indonesia Stock Exchange Kristini, Ni Nyoman Ayu; Widhianthini, Widhianthini; Ustriyana, I Nyoman Gede
JURNAL MANAJEMEN AGRIBISNIS Vol 11 No 2 (2023): Jurnal Manajemen Agribisnis
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JMA.2023.v11.i02.p07

Abstract

Rasio-rasio keuangan merupakan faktor fundamental sebagai acuan investor dalam memilih saham sebagai instumen investasinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menguji pengaruh current ratio, debt to equity ratio, return on asset, total asset turnover ratio, sales growth, dan price to book value terhadap return saham. Penelitian ini juga bertujuan untuk membandingkan dan memperkuat hasil penelitian sebelumnya. Dengan menggunakan teknik purposive sampling, diperoleh sampel sebanyak tujuh perusahaan di sektor Perkebunan dan Tanaman Pangan yang memenuhi kriteria sampel. Data yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh dari laporan keuangan perusahaan sub sektor Perkebunan dan Tanaman Pangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2017-2021. Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan metode inferensial. Metode analisis regresi data panel menggunakan EViews Version 12 dengan model regresi Common Effect Model untuk menguji hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa current ratio, debt to equity ratio, return on asset, total asset turnover ratio, sales growth, dan price to book value tidak berpengaruh signifikan baik secara parsial maupun simultan terhadap return saham, karena bukan merupakan faktor utama yang dicari oleh investor dalam memilih sasaran investasinya pada sektor Perkebunan dan Tanaman Pangan. Dengan demikian disarankan agar investor menganalisis faktor-faktor lainnya baik internal maupun eksternal perusahaan yang diduga berpengaruh secara signifikan terhadap return saham.
Competitiveness of Bali Province’s Cocoa Exports in the International Market Beri Artana, I Kadek Pandi; Antara, Made; Widhianthini, Widhianthini
JURNAL MANAJEMEN AGRIBISNIS Vol 12 No 1 (2024): Jurnal Manajemen Agribisnis
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JMA.2024.v12.i01.p11

Abstract

Perdagangan internasional sangat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi suatu negara, jika suatu negara lebih banyak melakukan ekspor dibandingkan dengan impor maka pendapatan nasional negara tersebut akan naik sehingga berpengaruh positif terhadap pertumbuhan ekonomi. Indonesia memiliki beraga produk yang diperdagangkan di pasar internasional, salah satunya adalah kakao yang dihasilkan oleh Provinsi Bali. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis daya saing ekspor kakao Provinsi Bali di pasar internasional beserta faktor-faktor yang mempengaruhi ekspor komoditas kakao Provinsi Bali. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan data yang digunakan adalah data tahunan nilai ekspor kakao Provinsi Bali yang berada dalam kurun waktu 12 tahun mulai dari tahun 2010 sampai dengan 2021. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi pustaka yang berupa jurnal, buku catatan yang ada di instansi terkait (Disperindag Provinsi Bali). Berdasarkan analisis data, didapatkan bahwa ekspor kakao Provinsi Bali pada rentang tahun 2010 – 2021 belum memiliki keunggulan komparatif yang ditunjukan dari nilai analisis RCA sebesar 0,54. Sedangkan jika dilihat keunggulan kompetitifnya berdasarkan nilai analisis EPD, ditemukan bahwa secara rerata komoditas kakao Provinsi Bali berada pada posisi falling star yang artinya memiliki keunggulan kompetitif tetapi daya saing rendah. Adapun nilai ekspor komoditas kakao Provinsi Bali secara signifikan diperngaruhi oleh jumlah produksi kakao, kurs mata uang USD, dan inflasi. Sedangkan harga internasional kakao belum berpengaruh secara signifikan terhadap nilai ekspor komoditas kakao Provinsi Bali.
Co-Authors A. A. A. WULANDIRA SAWITRI DJELANTIK ACHMAD RIFA’I AGAPE LUMBANTOBING ANAK AGUNG PUTU NARAYANA YUDI PUTRA Anak Agung Tri Sugiari ANDIKA, KARTIKA DEWI ANGGRIANI, RIKA Arista Putri Valentin Beri Artana, I Kadek Pandi CHRISTIN DINAR SERE MUTIARA SIMATUPANG CONNY NATASYA TAMPUBOLON DAMANIK, HADI JONTUAHDO DAVINA CALLISTA DEWI, RATNA KEMALA DWI PUTRA DARMAWAN FAISAL ACHMAD RIANDI FREDERICK GERALDI WIWAHA GEDE WIJANA Gusti Ngurah Alit Susanta Wirya I DEWA AYU SRI YUDHARI I Gede Bagus Dera Setiawan I GUSTI AGUNG AYU AMBARAWATI I Gusti Ayu Agung Virna Pryanka I KETUT AGUS ADIYASA I Ketut Rantau I Ketut Suamba I Made Antara I MADE SUDARMA I Nengah Punia I Nyoman Gede Ustriyana I NYOMAN RAI I NYOMAN WIJAYA I PUTU GEDE ADHI KRISNA KARTIKA PRATAMA I WAYAN ALDI MAHENDRA I WAYAN BUDIASA I WAYAN WINDIA Ida Ayu Nyoman Saskara JENICA, IRENA DEA Ketut Rantau Kristini, Ni Nyoman Ayu LUH GEDE PITAWATI Made Antara MADE MANIKA PUSPAKA Marcella Wayan Kartika Rini MAYSARA TAMPUBOLON NANIEK KOHDRATA Ni Kadek Ririn Diana Ni Made Ayu Krisna Wati NI MADE CAHYANI SUKMA DEWI NI MADE CLASSIA SUKENDAR NI MADE MEIDAYANI NI MADE TRIGUNASIH NI NYOMAN ARI MAYADEWI NI PUTU BELLA FIGLIANA NP Kanya Mitha PANDE KOMANG HARRY SUDEWA Pande Made Ari Ananta Paramarta PUSPANINGRUM, NI LUH GEDE ERMA Putu Udayani Wijayanti SARI, RUTH MAWAR SEMBIRING, DEO HAGANTA SIRINGO-RINGO, SARAH STEFANI UTAMA, I WAYAN EKA KARYA WIBAWA, I MADE ANGGRESMA GUNA Wigunanda, I Wayan Surya Aditya Wiraatmaja, Wayan YOVITA DAMAYANTI YUDHA, I KADEK WISMA