Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

IMPLEMENTASI SEKOLAH DASAR BERBASIS KEARIFAN LOKAL DI SDN 49 LIANO, KEC. MATAOLEO, KAB. BOMBANA Ahmad Ahmad; Hesti Hesti; Andi Kasmawati
Jurnal Tunas Bangsa Vol 8 No 1 (2021)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46244/tunasbangsa.v8i1.1270

Abstract

This study aims to determine the implementation of local wisdom-based schools at SDN 49 Liano, Kec. Mataoleo, Kab. Bombana; know the understanding of school principals, school developers and teachers about local wisdom-based school development; knowing the form of local wisdom being developed; and the local wisdom-based school development strategy implemented and the impact of its implementation on students at SDN 49 Liano. This study used a qualitative descriptive method with data checking techniques using triagulation techniques and data sources. The results showed that the understanding of the meaning of school based on local wisdom between the principal, the development team and the teacher was the same, namely the condition of the school which applied local wisdom in a learning atmosphere. Local wisdom applied at SDN 49 Liano, Kec. Mataoleo includes language, arts and culinary specialties. SDN 49 Liano, Kec. Mataoleo uses five strategies in local wisdom-based school development, namely preparing an agenda for teaching the priorities of local wisdom values, preparing supporting facilities, implementing implementation strategies, collaborating with outsiders, and establishing cooperation with the community. The form of implementing school based on local wisdom at SDN 49 Liano, Kec. Mataoleo can be seen from the integration of local wisdom in learning and extracurricular activities. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi sekolah berbasis kearifan lokal di SDN 49 Liano, Kec. Mataoleo, Kab. Bombana; mengetahuai pemahaman kepala sekolah, pengembang sekolah dan guru tentang pengembangan sekolah berbasis kearifan lokal; mengetahui bentuk kearifan lokal yang dikembangkan; dan strategi pengembangan sekolah berbasis kearifan lokal yang diterapkan serta dampak dari implementasinya terhadap peserta didik di SDN 49 Liano. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pemeriksaan data dengan menggunakan triagulasi teknik dan sumber data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman pengertian sekolah berbasis kearifan lokal antara kepala sekolah, tim pengembang dan guru sama, yaitu kondisi sekolah yang menerapkan kearifan lokal dalam suasana pembelajaran. Kearifan lokal yang diterapkan di SDN 49 Liano, Kec. Mataoleo di antaranya adalah bahasa, seni dan kuliner khas daerah. SDN 49 Liano, Kec. Mataoleo menggunakan lima strategi dalam pengembangan sekolah berbasis kearifan lokal yaitu menyusun agenda pengajaran perioritas nilai-nilai luhur kearifan lokal, menyiapkan fasilitas penunjang, melakukan strategi pelaksanaan, melakukan kerjasama dengan pihak luar, dan menjalin kerjasama dengan masyarakat. Bentuk implementasi sekolah berbasis kearifan lokal di SDN 49 Liano, Kec. Mataoleo dapat dilihat dari pengintegrasian kearifan lokal dalam pembelajaran dan kegiatan ekstrakurikuler. Kata Kunci: Implementasi Kearifan Lokal, Sekolah Berbasis Kearifan Lokal, Kearifan Lokal
TRADISI KATOBA PEMBENTUK KARAKTER ANAK DI MUNA Hesti Hesti; Ahmad
Jurnal Buah Hati Vol. 8 No. 1 (2021)
Publisher : Department of Early Childhood Education, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46244/buahhati.v8i1.1249

Abstract

The purpose of this research is to describe the process of the Katoba tradition as a character forming of children in the Muna ethnic community, and to find the meanings of the Katoba tradition as forming children's character in the Muna ethnic community. This research was conducted in Lawa Subdistrict, West Muna Regency. The determination of informants in this study was carried out by determining key informants who served as pioneers for researchers to obtain data. The type of data in this study is qualitative data. Data collection techniques used in this study were: Observation, In-depth Interviews, and Documents. The results showed that the process of the katoba tradition as forming children's character in the Muna ethnic community consisted of 3 stages, namely: 1. the pre-katoba stage, which started with determining the good day of our life, 2. The catoba procession stage which began with: a. opening, b. dofotoba, c. listen to katoba advice containing lansaringino expressions, expressions of naasi rights, and expressions of maintaining the balance of the relationship between nature and the environment. 3. Post katoba (recitation of the prayer congratulations). The meaning contained in the process of implementing Katoba is in the hope that children who are told can understand the boundaries of ethics, norms in social life and can apply them in everyday life. The stages of the process of implementing katoba as forming children's character have a meaning that is believed by the Muna ethnic community, where the meaning cannot be separated from the cultural and belief context. The meaning contained in the process of implementing katoba in the Muna ethnic community is in the hope that the child who is said to be able to understand the boundaries and ethics or norms in social life, and can apply it in everyday life. Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan proses tradisi katoba sebagai pembentuk karakter anak pada masyarakat Etnis Muna, dan untuk menemukan makna-makna tradisi katoba sebagai pembentuk karakter anak pada masyarakat Etnis Muna. Penelitian ini telah dilaksanakan di Kecamatan Lawa Kabupaten Muna Barat. Penentuan informan dalam penelitian ini di lakukan dengan menetapkan informan kunci yang berfungsi sebagai pembuka jalan bagi peneliti untuk memperoleh data. Jenis data dalam penelitian ini adalah data kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah: Pengamatan , Wawancara Mendalam, dan Dokumen. Hasil penelitian menunjukan bahwa proses tradisi katoba sebagai pembentuk karakter anak pada masyarakat Etnis Muna terdiri dari 3 tahapan yaitu: 1. tahap pra – katoba, yang dimulai dengan menentukan hari baik dan ali kita, 2. Tahap prosesi katoba yang dimulai dengan : a. pembukaan, b. dofotoba, c. mendengarkan petuah katoba yang berisi ungkapan lansaringino, ungkapan haku naasi, dan ungkapan menjaga keseimbangan hubungan alam dan lingkungan. 3. Pasca katoba (pembacaan doa selamat). Makna yang terdapat dalam proses pelaksanaan katoba adalah dengan harapan anak yang di toba dapat memahami batasan etika , norma-norma dalam kehidupan bermasyarakat serta dapat mengaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Tahapan proses pelaksanaan katoba sebagai pembentuk karakter anakmemiliki makna yang dipercayai oleh masyarakat etnis Muna, dimana pemaknaan tersebut tidak lepas dari konteks budaya dan kepercayaan. Makna yang terdapat pada proses pelaksanaan katoba pada masyarakat etnis Muna adalah dengan harapan anak yang di katoba dapat memahami batasan dan etika atau norma-norma dalam kehidupan bermasyarakat,serta dapat mengaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Kata Kunci: Tradisi, Katoba, Pembentuk Karakter Anak
PENGARUH PROSES PEMBELAJARAN DARING PADA MASA PANDEMI COVID-19 TERHADAP PERILAKU BELAJAR SISWA KELAS TINGGI DI SD NEGERI 6 KENDARI Fifi Sandra; Ahmad Ahmad; Hesti Hesti
Jurnal Sultra Elementary School Volume 2 Nomor 1 2021
Publisher : Universitas Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54297/jses.v2i1.31

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh proses pembelajaran Daring pada Masa pandemi Covid-19 terhadap perilaku belajar Siswa Kelas tinggi di SD Negeri 6 Kendari. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian ini berjumlah 412 orang, sampel penelitian ini sebanyak 62 orang. Penelitian ini menggunakan metode analisis regresi linier sederhana. Kecenderungan variabel perilaku belajar siswa berada pada kategori rendah dengan persentase 33.87%. Output SPSS menunjukkan bahwa koefisien determinasi (R Square) sebesar 0,873 dengan kata lain variabel proses pembelajaran daring berpengaruh terhadap perilaku belajar siswa sebesar 87,3%. Hasil uji regresi diperoleh persamaan Y = 1.078  + 0.966 X, yang menggambarkan bahwa jika tidak ada proses pembelajaran Daring maka perilaku belajar siswa berkisar pada skor 1.078. Kesimpulan penelitian ini: proses pembelajaran Daring pada Masa pandemi Covid-19 berpengaruh signifikan terhadap perilaku belajar Siswa Kelas tinggi di SD Negeri 6 Kendari sebesar 87.3%.Kata Kunci:     Proses Pembelajaran Daring, Perilaku Belajar Siswa, Covid-19
Workshop Transformasi Kelas dengan Smart TV Digital: Optimalisasi TV Digital Pemerintah sebagai Jendela Dunia di Kelas Ahmad Ahmad; Aris Suziman; Waode Ekadayanti; Sri Marlia Puteri; Waode Heni Fitriani; Hesti Hesti; Ode Yahyu Herliani Yusuf
Jurnal Abdi Masyarakat dan Pemberdayaan Inovatif Vol 2 No 1 (2026)
Publisher : Prodi PGSD Unsultra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64690/jampi.v2i1.638

Abstract

The development of digital technology has driven the need for classroom transformation towards innovative, contextual learning, and oriented towards strengthening 21st-century competencies. One potential technology that can be utilized in elementary schools is government digital TV supported by Smart TV devices. However, the use of this technology has not been optimal due to the limited digital literacy of teachers. This community service activity aims to improve the digital literacy of teachers at SDN 8 Konda through the Classroom Transformation Workshop with Digital Smart TV: Optimizing Government Digital TV as a Window to the World in the Classroom. The implementation method uses a participatory approach that actively involves teachers through four stages: planning, workshop implementation, mentoring, and evaluation. The results of the activity show that the workshop and mentoring were able to improve teachers' understanding of digital literacy, government digital TV policies, and skills in operating and integrating Smart TV into learning. Teachers began to be able to design audiovisual-based learning that is more contextual, interactive, and relevant to the characteristics of students. In addition, this activity also increased teachers' confidence in utilizing technology as part of a pedagogical strategy. The evaluation of the activity showed a positive response from participants and increased awareness of the importance of digital literacy in supporting classroom transformation. Thus, optimizing the government's Smart TV-based digital TV program has proven effective as a means of strengthening teachers' digital literacy and has the potential to become a model for developing innovative learning in elementary schools.  
Pendampingan Orang Tua Dan Guru Dalam Meningkatkan Literasi Digital Pada Anak Di TK Kuncup Pertiwi Kendari Kasmawati Kasmawati; Hesti Hesti; Sasmin Sasmin
Sultra Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 1 No 2 (2025): Sultra Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Universitas Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54297/sjpm.v1i2.869

Abstract

Berdasarkan observasi awal dan wawancara terbatas di TK Kuncup Pertiwi Kota Kendari, menunjukkan adanya permasalahan dimana Orang tua dan guru belum memahami dampak Negatif terhadap penggunaan gadget secara berlebihan, orang tua dan guru belum memilki pemahaman akan pentingnya pendampingan terhadap anak dalam penggunaan gadget, Orang tua dan guru juga belum memilki pengetahuan tentang cara melakukan pengawasan terhadap situs-situs pada gadget anak. Oleh karena itu, Kegiatan Kemandirian Masyarakat ini berupa sosialisasi dan pelatihan Pendampingan orang tua dang guru dalam meningkatkan literasi digital anak usia dini di TK Kuncup Pertiwi Kendari. Dalam Pelaksanaan Kegiatan Kemandirian masyarakat ini, targetnya adalah memberi solusi serta manfaat yang sebesar-besarnya bagi Masyarakat (Sekolah mitra) khususnya terkait dengan memberikan Literasi Digital pada orang tua dan guru yang dapat menunjang peningkatan literasi digital anak. Metode pelaksanaan kegiatan terdiri dari tiga tahap. Pertama tahap persiapan, Tahap kedua tahap pelaksanaan program berupa Sosialisasi dan Pelatihan, dan Tahap ketiga tahap evaluasi dan pelaporan. Evaluasi/monitoring yang dilakukan oleh LPPM Unsultra dengan membandingkan kondisi mitra sebelum dan sesudah pelaksanaan program.