Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

PENGARUH PEMBELAJARAN AKTIF DALAM MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR FISIKA PADA SISWA KELAS 2 SMU Postalina Rosida; Titin Suprihatin
Proyeksi: Jurnal Psikologi Vol 6, No 2 (2011): Jurnal Psikologi Proyeksi Vol 6 No 2 Oktober 2011
Publisher : Faculty of Psychology Universitas Islam Sultan Agung Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jp.6.2.89-102

Abstract

PENGARUH PEMBELAJARAN AKTIF DALAM MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR FISIKA PADA SISWA KELAS 2 SMU Tujuan pendidikan nasional adalah meningkatkan potensi peserta didik untuk menjadi manusia yang religious, bertakwa, mulia, sehat, terampil, kreatif, bebas, bertanggung jawab dan demokratis. Hal ini membutuhkan proses belajar yang optimal untuk mendukung pencapaian tujuan yang diharapkan, serta mendapatkan prestasi yang tinggi dan memusakan bagi perserta didik. Tujuan penelitian ini adalah untuk menemukan pengaruh model pembelajaran terhadap peningkatan prestasi belajar bidang fisikan pada siswa SMU Sultan Agung 4 Semarang. Penelitian ini adalah penelitian eksprimen yang menggunakan dua kelompok subjek berbeda. Desain eksperimennya adalah Non Random Pre-test-Post-test Control group Design. Responden ekpserimen ini adalah 62 siswa SMU kelas dua yaitu 33  kelas A1 dan 29 siswa kelas A2 yang menempuh mata pelajaran fisika. Pemilihan kelas ini berdasarkan persamaan mata pelajaran dan guru yang mengajar secara parallel. Kelompok A1 adalah kelompok control yang mnggunakan model pembelajaran konvensional. Kelompok A2 adalah kelompok eksperimen dengan menggunakan model pembelajaran aktif (active learning). Eksperimen dilaksanakan selama empat minggu dengan delapan kali pertemuan atau sekitar 480 menit.Data primer pretest untuk dua kelompok menggunakan data nilai mid semester sedangkan data post-test menggunakan tes yang disusun berdasarkan materi yang diberikan selama eksperimen.  Analisis data seslisih pre-test dan post-test (gained scores) dilakukan dengan metode independent sampel test.Hasil analisis diperoleh nilai t = 3.103 dan p = 0.003 (p < 0.01). hal ini menunjukan bahwa ada perbedaan yang signifikan antara kelompok control dengan kelompok eksperimen. Pada kelompok eksperimen ditemukan peningkatan yang signifikan sedangkan pada kelompok control hasil pre-test dan post-test relatif sama. Kata kunci : Model pembelajaran aktif  THE IMPACT OF ACTIVE LEARNING IN ENHANCING THE STUDENT’S PHYSICS LEARNING ACHIEVEMENT AMONG 2ND GRADE   The objective of national education is promoting the learner’s potency in order to become human being who is religious and devoted to God Almighty, noble, healthful, faithful, skilled, creative, independent, responsible and democratic citizen. Essentially, it is necessary to create the learning process optimally for supporting the expected objective. Such optimization is supposed to reach the learning achievement optimally and satisfactorily for learners.The purpose of this research was to discover the impact of active learning model against the enhancement of the student’s physics learning achievement on 2nd grade of 4 Sultan Agung Junior High School Semarang. This research was experimental research utilizing two different subject groups in which the used design was Non-Randomized Pretest-Post-test Control Group Design. The participants in this research were in the amount of 62 students that consist of 33 A1 students and 29 A2 students of 2nd grade of 4 Sultan Agung Junior High School Semarang and all of the students were participated in the physics subject of this research. This class selection was based on the parallel teachers who teach on the class level in the similar subject. The A1 students further were modelled as control group using conventional learning model while A2 students were modelled as experimental group using active learning as their learning model in the class. This research was conducted for four weeks in eight meeting times and eight treatment times, for ± 480 minutes.The primary data of this research were pre-test data of both groups taken from scores of physics subject on mid-term test whereas post-test data were acquired from test scores according to the learning material. These data were analyzed by independent sample t-test.The result of this analysis indicated score of t = 3.103 and p = 0,003 (< 0,01), so it can be indicated that active learning model is able to enhance very significantly the physics’ learning achievement of 2nd grade of 4 Sultan Agung Junior High School Semarang. Keywords: active learning, learning achievement
PENINGKATAN SOFT SKILL MELALUI KEGIATAN MERDEKA BELAJAR KAMPUS MERDEKA (MBKM) Joko Kuncoro; Agustin Handayani; Titin Suprihatin
Proyeksi: Jurnal Psikologi Vol 17, No 1 (2022): April 2022
Publisher : Faculty of Psychology Universitas Islam Sultan Agung Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jp.17.1.112-126

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak program MBKM pada mahasiswa Program Studi Psikologi UNISSULA, yaitu dalam peningkatan soft skills berupa kemampuan komunikasi, adapatabilitas karir, kepemimpinan, inovasi dan kolaborasi. Tujuan lainnya adalah untuk mengetahui perbedaan kemampuan soft skills antara mahasiswa yang mengikuti program MBKM dengan yang tidak. Subyek penelitian ini 64 mahasiswa peserta MBKM dan 65 mahasiswa yang tidak mengikuti program MBKM. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini ada adalah Communicative Competence Scale atau CCS yang disusun oleh Weimann (1979), Empowering Leadership Questionarie atau ELO (Arnold, dkk, 2000), skala Adapatabilitas Karir dari Savickas (1998), Inovation Work Behavior Scale (IWB) dari Jansens (2000) dan Assessment of Interprofessional Team Collaboration Scale (AITCS) yang disusun Orchad at al (2012). Hasil analisis varian untuk menguji perbedaan antar soft skills tidak ditemukan berbedaan baik pada mahasiswa peserta MBKM maupun Non MBKM. Selanjutnya, meskipun sekilas ada terlihat bahwa rerata soft skills mahasiswa program MBKM lebih tinggi dibanding soft skills mahasiswa Non MBKM, perhitungan Uji t menunjukkan bahwa perbedaan hanya terjadi pada kompetensi Kepemimpinan dengan nilai t sebebar 2.06 (p< 0.05). Meskipun demikian, secara keseluruhan soft skills (gabugan skor komunikasi, adapatabilitas karir, kepemimpinan, komunikasi dan inovasi) mahasiswa MBKM dan non MBKM berbeda siginifikan dengan t sebesar 1.770 (p=0.0354), artinya rerata soft skills mahasiswa MBKM lebih tinggi daripada soft skills mahasiswa non MBKM. Penelitian ini menyimpulkan bahwa mahasiswa yang mengikuti program MBKM mempunyai rerata soft skills yang sedikit lebih tinggi dibanding mahasiswa Non MBKM. Perbedaan secara siginifikan terjadi pada kompetensi kepemimpinan.
HARGA DIRI, KEPUASAN KERJA DAN KESEJAHTERAAN SUBJEKTIF PADA GURU MADRASAH TSANAWIYAH Ienats Tsuroya Fajriani; Titin Suprihatin
Proyeksi: Jurnal Psikologi Vol 12, No 1 (2017): Jurnal Psikologi Proyeksi VOL. 12 No. 1 April 2017
Publisher : Faculty of Psychology Universitas Islam Sultan Agung Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jp.12.1.67-76

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara harga diri dan kepuasan kerja dengan kesejahteraan subjektif guru Madrasah Tsanawiyah di Kecamatan Wedung Kabupaten Demak. Subjek penelitian ini melibatkan 51 orang. Pengambilan data menggunakan tiga skala yaitu skala harga diri skala, skala kepuasan kerja dan skala kesejahteraan subjektif. Skala kesejahteraaan subjektif terdiri dari dua sub skala yaitu skala kognitif yang terdiri dari 5 aitem dan skala afektif yang terdiri dari 18 aitem. Skala harga diri terdiri dari 24 aitem dan skala kepuasan kerja yang terdiri dari 40 aitem. Uji hipotesis menggunakan teknik analisis regresi dua prediktor. Hasil uji hipotesis menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara harga diri dan kepuasan kerja dengan kesejahteraan subjektif guru madrasah tsanawiyah di kecamatan Wedung kabupaten Demak dengan R = 0.502  dan taraf signifikansi 0,001 (p<0,05). Uji hipotesis kedua menunjukkan bahwa ada hubungan antara harga diri dengan kesejahteraan subjektif  rx1-y = 0,440 taraf signifikan 0,001 (p < 0,05). Uji hipotesis ketiga menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara kepuasan kerja dengan kesejahteraan subjektif rx2-y = -0,238 taraf signifikan 0,009 (p>0,05).
Gambaran Pengasuhan dan Penyesuaian dalam Keluarga Pada Orangtua Siswa SD dan SMP Titin Suprihatin; Erni Agustina Setiowati; Ali Bowo Tjahjono
Wacana Vol 11, No 1 (2019)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.979 KB) | DOI: 10.13057/wacana.v11i1.132

Abstract

Abstrak. Keterampilan dalam pengasuhan dan penyesuaian dalam keluarga sangat dibutuhkan oleh orangtua agar anak dapat tumbuh dan berkembang dengan optimal. Penelitian ini fokus pada orangtua khususnya Ibu yang memiliki anak dan remaja yang masih bersekolah. Sebanyak 261 orangtua siswa SD dan SMP di Kota Semarang dilibatkan sebagai responden dalam penelitian ini. Alat ukur yang digunakan adalah Parenting and Family Adjustment Scale (PAFAS). Skala pengasuhan terdiri dari 28 aitem dengan reliabilitas Alpha Cronbach 0,627 dan skala penyesuaian dalam keluarga terdiri dari 12 aitem dengan reliabilitas Alpha Cronbach 0,791. Latar belakang pendidikan orangtua diketahui 13% lulusan perguruan tinggi, 36% lulusan SMA, 20% lulusan SMP, dan 28% lulusan SD, 3% tidak mengisi pertanyaan mengenai pendidikan orangtua. Latar belakang pekerjaan orangtua diketahui 43% sebagai ibu rumah tangga, 33% sebagai buruh atau karyawan swasta, 18% wiraswasta, 2% sebagai PNS, dan 4% tidak mengisi pertanyaan tentang pekerjaan. Berdasarkan hasil pengukuran diketahui 99,5% responden memiliki pengasuhan dalam kategori tinggi. 8,3% memiliki penyesuaian dalam keluarga yang rendah, 77,8% memiliki penyesuaian dalam keluarga yang sedang, dan 13,9% memiliki penyesuaian dalam keluarga yang tinggi. Berdasarkan hasil uji beda menggunakan anava diketahui tidak terdapat perbedaan pengasuhan dilihat dari pendidikan dan pekerjaan orangtua, nilai F = 1,368 pada p = 0,190 ( p>0,05).Kata Kunci: pengasuhan; penyesuaian dalam keluarga; orangtua
DUKUNGAN SOSIAL DAN OPTIMISME SEBAGAI PREDIKTOR STRESS-RELATED GROWTH PADA SANTRI DI PONDOK PESANTREN ASKHABUL KAHFI SEMARANG Fikri Tahta Nurul Fiqih; Titin Suprihatin
Psikoislamedia : Jurnal Psikologi Vol 6, No 1 (2021): PSIKOISLAMEDIA : JURNAL PSIKOLOGI
Publisher : State Islamic University (UIN) Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/psikoislamedia.v6i1.7819

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran dukungan sosial dan optimisme terhadap stress-related growth pada santri di Pondok Pesantren Askhabul Kahfi Semarang. Populasi dalam penelitian ini yaitu santri MA dan SMK Pondok Pesantren Askhabul Kahfi Semarang dengan sampel berjumlah 212 santri. Teknik pengambilan sampel menggunakan cluster random sampling. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan skala stress-related growth, skala dukungan sosial, skala optimisme. Teknik analisis data menggunakan analisis regresi berganda dan korelasi parsial. Hasil uji hiposesis pertama menunjukkan ada peran signifikan dukungan sosial dan optimisme terhadap stress-related growth pada santri di Pondok Pesantren Askhabul Kahfi Semarang. Hasil uji hipotesis kedua menunjukkan ada peran signifikan dukungan sosial terhadap stress-related growth pada santri di Pondok Pesantren Askhabul Kahfi Semarang. Hasil uji hipotesis ketiga menunjukkan ada peran signifikan optimisme terhadap stress-related growth pada santri di Pondok Pesantren Askhabul Kahfi Semarang. Selain itu, terdapat temuan lain dalam penelitian ini yaitu tidak ada perbedaan stress-related growth antara santri MA dengan santri SMK dan antara santri laki-laki dengan santri perempuan di Pondok Pesantren Askhabul Kahfi Semarang.
Dukungan Komunitas Belajar dan Ketekunan Akademik Pada Mahasiswa Titin Suprihatin; Erni Agustina Setiowati
Psychopolytan : Jurnal Psikologi Vol 5 No 1 (2021): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/psi.v5i1.1713

Abstract

Ketekunan akademik sangat diperlukan bagi mahasiswa agar dapat menyelesaikan pendidikan di perguruan tingggi dengan baik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui korelasi dukungan komunitas belajar terhadap ketekunan akademik pada mahasiswa. Responden dalam penelitian ini adalah mahasiswa fakultas psikologi universitas X berjumlah (n) = 214 yang terdiri dari 47 laki-laki dan 167 perempuan, dengan teknik sampling menggunakan cluster random sampling. Pengumpulan data menggunakan skala dukungan sosial dengan realiabilitas alpha cronbach 0,957 dan skala ketekunan akademik dengan reliabilitas alpha cronbach 0,865. Hasil analisa data menggunakan uji korelasi product moment pearson diperoleh koefisien korelasi rxy = 0,565 dengan signifikansi (p)=0,000 (p<0,001). Hasil ini membuktikan bahwa dukungan sosial komunitas belajar berkorelasi positif dengan ketekunan akademik. Implikasi dari penelitian ini bahwa mahasiswa perlu memiliki kelompok belajar yang dapat memberi dukungan secara akademik maupun non akademik.
Studi Korelasi Antara Efikasi Diri Terhadap Keputusan Karir Dengan Keraguan Karir Pada Siswa Sekolah Menengah Atas Ruseno Arjanggi; Hartono Hartono; Titin Suprihatin
Sang Pencerah: Jurnal Ilmiah Universitas Muhammadiyah Buton Vol 8 No 2 (2022): Sang Pencerah: Jurnal Ilmiah Universitas Muhammadiyah Buton
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Buton

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.532 KB) | DOI: 10.35326/pencerah.v8i2.2076

Abstract

Keragu-raguan karir merupakan masalah yang sering dihadapi oleh siswa sekolah menengah. Akhir dari fase pendidikan siswa sekolah menengah seharusnya sudah mengambil keputusan karir dan tidak membuat keputusan karir lagi. Keraguan tersebut akan berpengaruh signifikan terhadap keputusan karir yang diambil saat mengambil jurusan pendidikan tinggi dan pendidikan kejuruan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan efikasi diri keputusan karir dengan keraguan karir pada siswa sekolah menengah atas. Metode penelitian ini adalah kuantitatif, dengan partisipan penelitian sebanyak 378 siswa SMA dari dua sekolah. Instrumen penelitian yang digunakan adalah skala keraguan karir dan skala efikasi diri keputusan karir. Temuan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan antara efikasi diri terhadap keputusan karir dan keraguan karir. Tidak ada perbedaan antara efikasi diri terhadap keputusan karir dan keraguan karir pada siswa laki-laki dan perempuan, juga tidak ada perbedaan dalam efikasi diri terhadap keputusan karir dan keragu-raguan karir berdasarkan pilihan jurusan di sekolah menengah atas. Penelitian ini memiliki implikasi bahwa keputusan karir self-efficacy memiliki kontribusi terhadap keraguan karir yang dialami oleh siswa.
PSIKOEDUKASI UNTUK PENYADARAN POTENSI POSITIF SISWA SMK DALAM MENCEGAH KENAKALAN REMAJA Titin Suprihatin; Ruseno Arjanggi; Anisa Fitriani
ABDIMAS UNWAHAS Vol 6, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/abd.v6i2.5548

Abstract

Tujuan dari program pengabdian masyarakat ini adalah untuk mencegah terjadinya tindak kenakalan remaja yang berpotensi melanggar hukum. Program pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan cara memberi psikoedukasi dalam bentuk pelatihan untuk penyadaran potensi positif siswa. Sasaran kegiatan ini adalah siswa siswi SMK Islam X.  Hasil pengukuran menggunakan Tes EPPS untuk melihat dorongan agresi siswa, diperoleh 25 siswa memiliki dorongan agresivitas dalam kategori sedang, 15 siswa termasuk kategori cukup tinggi dan 10 siswa masuk kategori tinggi. Untuk aspek need of achievement, 25 siswa memiliki dorongan berprestasi dalam kategori sedang, 20 orang dalam kategori cukup tinggi dan 7 orang masuk kategori tinggi. Data ini menjadi dasar bagi penyuluh untuk memberikan materi tentang pengendalian diri dalam rangka mencegah terjadinya perilaku agresif atau kenakalan remaja. Metode yang digunakan dalam pelatihan ini adalah ceramah dan diskusi menggunakan media audiovisual. Dengan pemberian psikoedukasi remaja memiliki pengetahuan dan pemahaman tentang potensi non kognitif yang dimiliki dan bagaimana memanfaatkan potensi tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Remaja juga mengetahui cara-cara yang dapat digunakan untuk mengendalikan diri dari dorongan agresi yang dimiliki, dapat menempatkan teman sebaya sebagai partner dalam aktivitas-aktivitas positif, dan remaja dapat memanfaatkan sumber-sumber eksternal yang ada di lingkungannya (sekolah, rumah) untuk kepentingan positif.Kata kunci: Kenakalan remaja, agresi, potensi positif, psikoedukasi 
Metode Pembelajaran Tutor Teman Sebaya Meningkatkan Hasil Belajar Berdasar Regulasi-Diri Arjanggi, Ruseno; Suprihatin, Titin
Makara Human Behavior Studies in Asia Vol. 14, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study is to empirically examine the effectiveness of peer tutoring method on self-regulated learning. In self-regulated processes such as planning, self monitoring, and control of disturbances, the model of interaction between personal environment and behavior is a reciprocal interaction. Peer tutoring is expected to raise the potential behavior through an independent learning materials organization. Those behaviours include assistance-seeking behavior and assistance-giving during a more intensive learning process resulted from nearer psychological distance between the tutor and tutee. The subject of this research was 63 students of the Faculty of Psychology Unissula Semarang, which was divided into two groups: 31 students in the control group and 32 students in the treatment group. The treatment group consisted of nine tutorial groups in which each group consisted of 3-4 students. This research used a motivated strategy for learning questionnaire. Analysis of variance is used to test the hypothesis. The result indicates that there is a positive effect of peer tutoring learning methods on self-regulated learning. Peer tutoring learning method has accounted for 17.4 per cent improvement learning based on student self regulation. This research proved that active learning can be done without involving a lot of teachers. Besides, the learning process can be maximized with the existing potentials by, among others, through peer tutoring
Perjanjian Perkawinan dalam Hukum Islam dan Persepsi Masyarakat Kelurahan Jelekong Kabupaten Bandung Silma Kaffah Milati; Titin Suprihatin; Ilham Mujahid
Bandung Conference Series: Islamic Family Law Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Islamic Family Law
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsifl.vi.7864

Abstract

Abstract. Marriage agreements in Islamic law based on Q.S Al-Maidah verse 1 and the hadith narrated by At-Tirmidhi, the law of the agreement is permissible. The Marriage Agreement has been regulated in Law No. 1 of 1974 and the Compilation of Islamic Law. However, in practice until now the people of the Jelekong Village have not made a marriage agreement. The purpose of this study was to find out the concept of a marriage agreement in Islamic law, the perception of the Jelekong Village community towards the marriage agreement and to find out the results of the analysis of the Jelekong Village community's perception of the marriage agreement in Islamic law. This study uses an empirical and sociological juridical approach. Primary data sources are the results of interviews and questionnaires while secondary data sources are obtained from books, journals and other supporting documents that are relevant to this research. The results of this study are marriage agreements in Islamic law, namely an agreement entered into by the prospective bride or husband and wife made before or during or throughout the marriage with their respective agreements and without coercion. Making a marriage agreement in Islamic law is permissible (mubah). Many people in the Jelekong Village still disagree with the marriage agreement, the perception of the Badung Village community regarding the marriage agreement is not in accordance with Islamic law. Abstrak. Perjanjian perkawinan dalam hukum Islam berdasarkan Q.S Al-Maidah ayat 1 dan hadis yang diriwayatkan oleh At-Tirmidzi hukum perjanjian itu diperbolehkan. Perjanjian Perkawinan telah diatur di dalam Undang-Undang No 1 Tahun 1974 dan Kompilasi Hukum Islam. Namun, dalam praktiknya sampai saat ini masyarakat Kelurahan Jelekong tidak ada yang membuat perjanjian perkawinan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui konsep perjanjian perkawinan dalam hukum Islam, persepsi masyarakat Kelurahan Jelekong terhadap perjanjian perkawinan dan mengetahui hasil analisis persepsi masyarakat Kelurahan Jelekong terhadap perjanjian perkawinan dalam hukum Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis empiris dan sosiologis. Sumber data primer yaitu diperoleh hasil wawancara dan kuisioner sedangkan sumber data sekunder diperoleh dari buku, jurnal, dan dokumen penunjang lainnya yang relevan dengan penelitian ini. Hasil penelitian ini adalah perjanjian perkawinan dalam hukum Islam yaitu suatu perjanjian yang dilakukan oleh calon pengantin atau suami dan istri yang dilakukan sebelum atau pada saat atau sepanjang perkawinan dengan kesepakatan masing-masing dan tanpa paksaan. Membuat perjanjian perkawinan di dalam hukum Islam diperbolehkan (mubah). Masyarakat Kelurahan Jelekong masih banyak yang tidak setuju dengan perjanjian perkawinan, persepsi masyarakat kelurahan jelekong terhadap perjanjian perkawinan tidak sesuai dengan hukum Islam.