Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

WACANA TUNA-BUDAYA DAN TUNA-SEJARAH PADA GENERASI MASA KINI Farid Abdullah
Puitika Vol 15, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/puitika.15.2.98--107.2019

Abstract

This article presents a discourse on problems in our generation about culture and history today. The important issue to our generation is an inadequacy in history and culture understanding (tuna-budaya dan tuna-sejarah). History categorized as a pure science, where the research method stages start from heuristic, critic, interpretation, and historiography. Art define as a spiritual activity, and not merely physical activity, the use of skill and imagination in the creation of aesthetic objects, environments, or experiences that can be shared with others. Artistic works have existed for almost as long as humankind. Art student whose study history must creative and active. Art students should look for something creative and always search the great values for the future.Keywords: inadequacy of culture, history, art, discourse
THE BAHASA RUPA APLIKASI EDUKASI BATIK NUSANTARA Farid Abdullah Abdullah; Bandi Sobandi; Dewi M. Sya’bani; Nurul Hidayah; Bambang Tri Wardoyo; Akkapurlaura ,
Desain Komunikasi Visual, Manajemen Desain dan Periklanan (Demandia) Vol 6 No 1 (2021): demandia - Jurnal Desain Komunikasi Visual, Manajemen Desain dan Periklanan
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/demandia.v6i1.2941

Abstract

Permasalahan selama dalam mempelajari batik adalah sesuatu yang rumit, kurang menyenangkan, serius, dan relatif sulit dipahami bagi usia awal. Mempelajari Batik Nusantara sesungguhnya dapat dilakukan melalui berbagai cara, namun terbaik disajikan edukatif, menyenangkan, bermain, dan mudah dipahami. Batik Nusantara merupakan salah satu media aplikasi edukasi yang sangat interaktif, memiliki tampilan rupa (user interface) mudah dipahami berbagai usia, mudah diunduh (download), dan tanpa berbayar. Metode tulisan ini adalah deskriptif-kualitatif, dengan mengunduh berbagai tampilan visual muka aplikasi edukasi Batik Nusantara kemudian dikaji memakai prinsip-prinsip Bahasa Rupa Primadi Tabrani. Hasil kajian aplikasi edukasi Batik Nusantara memakai Bahasa Rupa memperlihatkan kesesuaian visual Bahasa Rupa dengan pemahaman pengguna (user) untuk mengenal lebih dalam Batik Nusantara. Manfaat penelitian ini adalah aplikasi edukasi Batik Nusantara dan aplikasi-aplikasi digital lainnya dapat dikaji melalui prinsip-prinsip Bahasa Rupa yang membantu pemahaman pengguna menjadi lebih mudah. Kata kunci: desain, Bahasa Rupa, aplikasi edukasi, Batik Nusantara
Krustasea Arafura sebagai Ide Penciptaan Batik Farid Abdullah; Theresia Widiastuti; Bandi Sobandi; Bambang Tri Wardoyo
Dinamika Kerajinan dan Batik: Majalah Ilmiah Vol 37, No 2 (2020): DINAMIKA KERAJINAN DAN BATIK : MAJALAH ILMIAH
Publisher : Balai Besar Kerajinan dan Batik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22322/dkb.v37i2.5948

Abstract

ABSTRAKPotensi sumber daya alam perikanan saat ini terus digali, namun mengubah potensi sumber daya alam menjadi penciptaan kreasi batik masih sangat terbatas. Tujuan tulisan ini adalah menghasilkan eksperimentasi berdasarkan sumber ide krustasea Arafura yang dikembangkan menjadi desain busana batik. Metode yang dipergunakan adalah deskriptif-eksperimentatif, memakai model 4-D Thiagarajan (1974) yaitu (1) Definisi; (2) Desain; (3) Pengembangan; dan (4) Diseminasi. Dimulai dengan mengidentifikasi potensi lokal Arafura, seleksi, merumuskan ide-ide, eksperimentasi, hingga penciptaan desain. Hasil dari eksperimen ini adalah purwarupa busana batik berdasarkan ide krustasea yang melimpah di Arafura. Kesimpulan berupa potensi ekonomi kreatif bersumber ide lokal sumber daya alam laut Arafura, dapat menambah nilai ekonomi bagi masyarakat setempat. Rekomendasi yang diberikan adalah terus menggali potensi-potensi alam lainnya yang terkait dengan sumber daya alam kelautan untuk diubah menjadi produk ekonomi kreatif.ABSTRACTThe potential of fisheries resources has been explored continuously, but transforming the resources into creative idea of batik creation is still limited. This study aims to conduct experiment based on Arafura crustaceans, as an idea for batik fashion designs. The method used is descriptive-experimental method, using Thiagarajan 4D model (1974), namely (1) Definition; (2) Design, (3) Development; and (4) Dissemination. The study was started by identifying the local potential of Arafura, selection, formulating ideas, experiments, and creating the design. The result of this experiment is a prototype of batik clothes using design based on the idea of crustacean which is abundant in Arafura. The conclusion from this experiment is creative economic potential comes from local ideas of crustacean Arafura natural resources. The recommendation is to continue the exploration of other marine natural potentials resources as ideas for creative economic products.
Jejak - Jejak Dinamika Industri Batik Yogyakarta1920-1930 Farid Abdullah; Bambang Tri Wardoyo
Dinamika Kerajinan dan Batik: Majalah Ilmiah Vol 37, No 1 (2020): Dinamika Kerajinan dan Batik : Majalah Ilmiah
Publisher : Balai Besar Kerajinan dan Batik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22322/dkb.v37i1.4856

Abstract

Tulisan ini membahas dinamika industri batik di Yogyakarta pada kurun waktu 1920-1930. Tujuan penulisan ini adalah untuk mencermati kegiatan industri batik Yogyakarta masa lampau dan diperoleh gambaran sosio-ekonomi masyarakat pada masa itu. Metode yang dipakai dalam tulisan ini adalah deskriptif-kuantitatif dan sejarah. Sumber primer terkait kegiatan industri batik dalam tulisan ini diperoleh dari buku History of Java, T.S. Raffles (1913), Batikrapport, Midden Java, P. de Kat Angelino (1930), dan De Kleine Nijverheid in Imheemsche Sfeer en hare Expansiemogelijkheden op Java P.H.W. Sitsen (1937). Industri batik di Yogyakarta pada kurun 1920-1930 juga didukung oleh keberadaan Textile Inrichting en Batik Proefstation yang didirikan pada tahun 1922 di Bandung. Kegiatan membatik melibatkan berbagai suku bangsa seperti Jawa, Cina, Jepang, Eropa, dan Arab. Menelusuri kegiatan industri batik di Yogyakarta mampu memberi gambaran produktifitas serta sejumlah permasalahan industri batik Yogyakarta pada awal abad ke-19. Melalui tulisan ini diharapkan dapat diperoleh gambaran serta perubahan-perubahan apa saja yang telah terjadi pada industri batik Yogyakarta. Hasil kajian tulisan ini menjelaskan dinamika industri batik Yogyakarta yang sangat tinggi.
MENELUSURI FENOMENA BILLBOARD HAMPA Farid Abdullah; Bambang Triwardoyo
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Vol. 13 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (748.554 KB) | DOI: 10.25105/dim.v13i2.1788

Abstract

ABSTRACTThis article examines the billboard phenomenon in Jakarta were confirmed by the Kompas survey (October 29 to 31, 2016) against the benefits of the billboard. Billboards conditions present (2017) is contrast to the 1990s. The development of digital technologies such as double-edged sword and can not be inevitable. On the one hand facilitate human life, but on the other hand lethal for those who are not ready for acceleration. Studies of this article is descriptive - quantitative expose people's satisfaction advertisement billboard in Jakarta. Also society will certainly be an important consideration in making decisions and determine the way forward. This feedback is also very important for the Visual Communication Design profession in monitoring the development of design in the future.ABSTRAKTulisan ini mengkaji fenomena billboard di Jakarta diperkuat dengan hasil survey harian Kompas (29-31 Oktober 2016) terhadap manfaat reklame. Kondisi reklame masa kini (2017) berbeda dengan masa 1990-an. Perkembangan teknologi digital seperti pisau bermata dua dan tidak dapat terelakkan. Di satu sisi memudahkan kehidupan manusia, namun di sisi lain mematikan bagi mereka yang tidak siap akselerasi. Kajian pada artikel ini secara deskriptif - kuantitatif memaparkan kepuasan masyarakat terhadap reklame billboard di Jakarta. Masukan masyarakat tentu menjadi pertimbangan penting dalam mengambil keputusan dan menentukan langkah ke depan.  Masukan ini juga sangat penting bagi profesi Desain Komunikasi Visual dalam mencermati perkembangan desain di masa mendatang. 
DINAMIKA BATIK BANYUMAS 1890-1930 Farid Abdullah; Adlien Fadlia; Menul Teguh Riyanti
Dinamika Kerajinan dan Batik: Majalah Ilmiah Vol 39, No 2 (2022): DINAMIKA KERAJINAN DAN BATIK : MAJALAH ILMIAH
Publisher : Balai Besar Kerajinan dan Batik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22322/dkb.v39i2.7525

Abstract

Dinamika industri batik di Banyumas kurun 1890-1930 sangat tinggi. Kegiatan batik Banyumas semula dihasilkan di lingkungan terbatas, di lingkup rumah, dibuat untuk keluarga, kemudian datang pengusaha Priangan, Jawa Barat, pengusaha Cina, wanita Indo-Eropa, dan berkembang menjadi produk ekonomi yang bernilai dan melahirkan estetika batik baru. Pertemuan tradisi setempat dengan budaya luar ini melahirkan batik yang tumbuh, baik dari aspek estetis, proses, hingga nilai ekonomi. Metode dalam tulisan ini adalah deskriptif kualitatif, dengan pendekatan sejarah. Sumber utama tulisan ini adalah laporan P. de Kat Angelino, Batikrapport: Midden Java (1931) dan History of Java, Thomas Stamford Raffles (1830), dan Batik Belanda 1840-1940, Harmen C. Veldhuisen (1993). Kemampuan adaptif yang membawa Batik Banyumas dikenal luas dari semula dihasilkan di tingkat lokal, menerima estetika baru, dan melahirkan artefak budaya yang bernilai tinggi karena kemampuan bertahan secara ekonomi dan tradisi. Temuan dari tulisan ini adalah kemampuan industri batik Banyumas menerima pengaruh baik dari aspek ekonomi, proses, hingga estetis yang datang dari pedagang batik Ciamis, pengusaha batik Cina dan wanita Indo-Eropa, hingga mampu melahirkan artefak batik baru. 
Inovasi Penciptaan Motif Batik dengan Teknologi Kecerdasan Buatan di Dunia Pendidikan Era 5.0 Farid Abdullah; Mohammed Iqbal Badaruddin; Menul Teguh Riyanti; Bambang Tri Wardoyo
Prosiding Seminar Nasional Pendidikan FKIP Universitas Lampung 2024: Prosiding Seminar Nasional Pendidikan FKIP Universitas Lampung
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Pendidikan FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kreatifitas penciptaan motif batik selama ini terbatas pada ide dan ketrampilan tangan individu. Pentingnya dukungan teknologi Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence) adalah bagian dari era 5.0 yang selayaknya diterima dalam dunia pendidikan. Metode dalam penelitian ini adalah deskriptif - eksperimentatif. Hasil yang diperoleh melalui dukungan teknologi Kecerdasan Buatan pada penciptaan motif batik adalah semakin terbuka luas inovasi-inovasi bentuk, melahirkan kebaruan, dan kemudahan dalam melahirkan motif batik baru. Penciptaan motif-motif batik memakai dukungan teknologi Kecerdasan Buatan menjadi sangat penting untuk menambah khasanah baru visual batik. Dapat ditarik kesimpulan bahwa teknologi Kecerdasan Buatan di era 5.0 ini dapat menghasilkan kreasi baru yang dapat dibuat oleh siapapun, namun juga dapat membuat manusia semakin tergantung pada teknologi.