Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

SIGN SYSTEM YANG INTEGRAL STUDI KASUS: KAMPUS B, UNIVERSITAS TRISAKTI JAKARTA Bambang Tri Wardoyo
ULTIMART Jurnal Komunikasi Visual Vol 12 No 2 (2019): Ultimart: Jurnal Komunikasi Visual
Publisher : Universitas Multimedia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.672 KB) | DOI: 10.31937/ultimart.v12i2.1438

Abstract

The grammar of visual design plays an equally vital role in the production of meaning. This article uses a number of examples of sign systems at Trisakti University, Medical Dental Faculty, campus B, for an easy understanding. The aim of this article also to analyze how the sign systems are used to produce meaning by contemporary image-makers. This provides a systematic and comprehensive account of the grammar of visual design. Looking at the formal elements and structures of design such as colors, texts, framing, and compositions, this article examines the ways in which images communicate meaning. The findings from this article are essential for anyone interested in design, communication, media, and art.
THE BAHASA RUPA APLIKASI EDUKASI BATIK NUSANTARA Farid Abdullah Abdullah; Bandi Sobandi; Dewi M. Sya’bani; Nurul Hidayah; Bambang Tri Wardoyo; Akkapurlaura ,
Desain Komunikasi Visual, Manajemen Desain dan Periklanan (Demandia) Vol 6 No 1 (2021): demandia - Jurnal Desain Komunikasi Visual, Manajemen Desain dan Periklanan
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/demandia.v6i1.2941

Abstract

Permasalahan selama dalam mempelajari batik adalah sesuatu yang rumit, kurang menyenangkan, serius, dan relatif sulit dipahami bagi usia awal. Mempelajari Batik Nusantara sesungguhnya dapat dilakukan melalui berbagai cara, namun terbaik disajikan edukatif, menyenangkan, bermain, dan mudah dipahami. Batik Nusantara merupakan salah satu media aplikasi edukasi yang sangat interaktif, memiliki tampilan rupa (user interface) mudah dipahami berbagai usia, mudah diunduh (download), dan tanpa berbayar. Metode tulisan ini adalah deskriptif-kualitatif, dengan mengunduh berbagai tampilan visual muka aplikasi edukasi Batik Nusantara kemudian dikaji memakai prinsip-prinsip Bahasa Rupa Primadi Tabrani. Hasil kajian aplikasi edukasi Batik Nusantara memakai Bahasa Rupa memperlihatkan kesesuaian visual Bahasa Rupa dengan pemahaman pengguna (user) untuk mengenal lebih dalam Batik Nusantara. Manfaat penelitian ini adalah aplikasi edukasi Batik Nusantara dan aplikasi-aplikasi digital lainnya dapat dikaji melalui prinsip-prinsip Bahasa Rupa yang membantu pemahaman pengguna menjadi lebih mudah. Kata kunci: desain, Bahasa Rupa, aplikasi edukasi, Batik Nusantara
Krustasea Arafura sebagai Ide Penciptaan Batik Farid Abdullah; Theresia Widiastuti; Bandi Sobandi; Bambang Tri Wardoyo
Dinamika Kerajinan dan Batik: Majalah Ilmiah Vol 37, No 2 (2020): DINAMIKA KERAJINAN DAN BATIK : MAJALAH ILMIAH
Publisher : Balai Besar Kerajinan dan Batik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22322/dkb.v37i2.5948

Abstract

ABSTRAKPotensi sumber daya alam perikanan saat ini terus digali, namun mengubah potensi sumber daya alam menjadi penciptaan kreasi batik masih sangat terbatas. Tujuan tulisan ini adalah menghasilkan eksperimentasi berdasarkan sumber ide krustasea Arafura yang dikembangkan menjadi desain busana batik. Metode yang dipergunakan adalah deskriptif-eksperimentatif, memakai model 4-D Thiagarajan (1974) yaitu (1) Definisi; (2) Desain; (3) Pengembangan; dan (4) Diseminasi. Dimulai dengan mengidentifikasi potensi lokal Arafura, seleksi, merumuskan ide-ide, eksperimentasi, hingga penciptaan desain. Hasil dari eksperimen ini adalah purwarupa busana batik berdasarkan ide krustasea yang melimpah di Arafura. Kesimpulan berupa potensi ekonomi kreatif bersumber ide lokal sumber daya alam laut Arafura, dapat menambah nilai ekonomi bagi masyarakat setempat. Rekomendasi yang diberikan adalah terus menggali potensi-potensi alam lainnya yang terkait dengan sumber daya alam kelautan untuk diubah menjadi produk ekonomi kreatif.ABSTRACTThe potential of fisheries resources has been explored continuously, but transforming the resources into creative idea of batik creation is still limited. This study aims to conduct experiment based on Arafura crustaceans, as an idea for batik fashion designs. The method used is descriptive-experimental method, using Thiagarajan 4D model (1974), namely (1) Definition; (2) Design, (3) Development; and (4) Dissemination. The study was started by identifying the local potential of Arafura, selection, formulating ideas, experiments, and creating the design. The result of this experiment is a prototype of batik clothes using design based on the idea of crustacean which is abundant in Arafura. The conclusion from this experiment is creative economic potential comes from local ideas of crustacean Arafura natural resources. The recommendation is to continue the exploration of other marine natural potentials resources as ideas for creative economic products.
Jejak - Jejak Dinamika Industri Batik Yogyakarta1920-1930 Farid Abdullah; Bambang Tri Wardoyo
Dinamika Kerajinan dan Batik: Majalah Ilmiah Vol 37, No 1 (2020): Dinamika Kerajinan dan Batik : Majalah Ilmiah
Publisher : Balai Besar Kerajinan dan Batik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22322/dkb.v37i1.4856

Abstract

Tulisan ini membahas dinamika industri batik di Yogyakarta pada kurun waktu 1920-1930. Tujuan penulisan ini adalah untuk mencermati kegiatan industri batik Yogyakarta masa lampau dan diperoleh gambaran sosio-ekonomi masyarakat pada masa itu. Metode yang dipakai dalam tulisan ini adalah deskriptif-kuantitatif dan sejarah. Sumber primer terkait kegiatan industri batik dalam tulisan ini diperoleh dari buku History of Java, T.S. Raffles (1913), Batikrapport, Midden Java, P. de Kat Angelino (1930), dan De Kleine Nijverheid in Imheemsche Sfeer en hare Expansiemogelijkheden op Java P.H.W. Sitsen (1937). Industri batik di Yogyakarta pada kurun 1920-1930 juga didukung oleh keberadaan Textile Inrichting en Batik Proefstation yang didirikan pada tahun 1922 di Bandung. Kegiatan membatik melibatkan berbagai suku bangsa seperti Jawa, Cina, Jepang, Eropa, dan Arab. Menelusuri kegiatan industri batik di Yogyakarta mampu memberi gambaran produktifitas serta sejumlah permasalahan industri batik Yogyakarta pada awal abad ke-19. Melalui tulisan ini diharapkan dapat diperoleh gambaran serta perubahan-perubahan apa saja yang telah terjadi pada industri batik Yogyakarta. Hasil kajian tulisan ini menjelaskan dinamika industri batik Yogyakarta yang sangat tinggi.
MENELUSURI FENOMENA BILLBOARD HAMPA Farid Abdullah; Bambang Triwardoyo
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Vol. 13 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (748.554 KB) | DOI: 10.25105/dim.v13i2.1788

Abstract

ABSTRACTThis article examines the billboard phenomenon in Jakarta were confirmed by the Kompas survey (October 29 to 31, 2016) against the benefits of the billboard. Billboards conditions present (2017) is contrast to the 1990s. The development of digital technologies such as double-edged sword and can not be inevitable. On the one hand facilitate human life, but on the other hand lethal for those who are not ready for acceleration. Studies of this article is descriptive - quantitative expose people's satisfaction advertisement billboard in Jakarta. Also society will certainly be an important consideration in making decisions and determine the way forward. This feedback is also very important for the Visual Communication Design profession in monitoring the development of design in the future.ABSTRAKTulisan ini mengkaji fenomena billboard di Jakarta diperkuat dengan hasil survey harian Kompas (29-31 Oktober 2016) terhadap manfaat reklame. Kondisi reklame masa kini (2017) berbeda dengan masa 1990-an. Perkembangan teknologi digital seperti pisau bermata dua dan tidak dapat terelakkan. Di satu sisi memudahkan kehidupan manusia, namun di sisi lain mematikan bagi mereka yang tidak siap akselerasi. Kajian pada artikel ini secara deskriptif - kuantitatif memaparkan kepuasan masyarakat terhadap reklame billboard di Jakarta. Masukan masyarakat tentu menjadi pertimbangan penting dalam mengambil keputusan dan menentukan langkah ke depan.  Masukan ini juga sangat penting bagi profesi Desain Komunikasi Visual dalam mencermati perkembangan desain di masa mendatang. 
PELATIHAN KAIN SHIBORI UNTUK MEMBUAT KREASI MASKER DAN TAS BELANJA Virginia Suryani Setiadi; Menul Teguh Riyanti; Indralaksemi Indralaksemi; Bambang Triwardoyo
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia (JAMIN) Vol 3 No 1 (2021): JURNAL ABDI MASYARAKAT INDONESIA (JAMIN)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (752.463 KB) | DOI: 10.25105/jamin.v3i1.9088

Abstract

Pada Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) kali ini kami mengambil lokasi di tengah kelompok warga RW 07 Tanjung Duren Barat, Kelurahan Grogol Petamburan, Jakarta Barat. Teknik Shiboriini adalah teknik mewarnai kain dengan cara yang unik untuk menghasilkan suatu pola, teknik ini menggunakan lipatan, lilitan, ikatan, dan celupan ke dalam pewarna. Pada awalnya pewarna yang digunakan berasal dari alam.Tujuan yang diharapkan dari pelatihan dalam masa pandemi ini yaitu menjadikan peluang usaha yang cukup menjanjikan ke depannya, selain kreatifpreneur. Permasalahan yang dihadapi mitra adalah kurangnya arahan pelatihan-pelatihan seperti ini yang dapat membuka peluang usaha di kalangan mereka. Metode pelaksanaan dilakukan dari mulai survei lokasi, dilanjutkan dengan penyuluhan dan pelatihandiawali dengan pemberian materi prinsip-prinsip desain, praktek di lapangan dengan materi: teknik lipat dan teknik ikat yang variatif.Tahap berikutnya teknik pewarnaan yang sekiranya dapat menjadi tren warna di tahun mendatang/sesuai kebutuhan pangsa pasar. Gambaran ipteks yang telah dikuasai mitra dapat dengan mudah ditangkap dengan pemberian materi studi warna sederhana dan dimampatkan kepada mitra sebagai bentuk solusi dari nilai jual pasar yang diinginkan sesuai dengan kebutuhan New Normal, dimana pembuatan kain Shibori tersebut dapat menjadi masker, tas belanja, tas bekal makanan. Analisis kegiatan yang dapat diambil yaitu besarnya manfaat dan motivasi  dari kegiatan tersebut.
Budaya Visual pada Website Fakultas Seni Rupa dan Desain Universitas Trisakti Wardoyo, Bambang Tri
ANDHARUPA: Jurnal Desain Komunikasi Visual & Multimedia Vol. 6 No. 01 (2020): February 2020
Publisher : Dian Nuswantoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33633/andharupa.v6i1.3276

Abstract

Abstrak Keberadaan website Fakultas Seni Rupa dan Desain, Universitas Trisakti, penting untuk diteliti karena merupakan cermin dari budaya visual institusi yang menampilkannya. Website dapat diakses dengan berbagai perangkat pendukung seperti komputer, laptop, tablet, dan smartphone, baik kondisi pengguna (users) dalam kondisi statik maupun bergerak, serta dalam waktu yang tidak terbatas jam kerja. Metode penelitian tulisan ini adalah deskriptif-kualitatif dengan menggunakan kajian budaya. Kajian budaya dalam tulisan ini mengkaji situs website di institusi Fakutas Seni Rupa dan Desain, Universitas Trisakti dan memberikan gambaran bentuk-bentuk pengetahuan dan perilaku yang diasosiasikan dengan aktifitas sosial atau situs sosial di institusi tersebut. Hasil dari penelitian ini adalah gambaran ide, visi misi, perilaku, serta cita-cita yang hendak dibangun oleh website Fakultas Seni Rupa dan Desain, Universitas Trisakti, yang dapat membangun citra positif bagi masyarakat luas.Kata Kunci: budaya visual, desain, identitas, website AbstractThe existence of the Faculty of Art and Design, Trisakti University, website essential to research because it is a reflection of the institution's visual culture that features it. The website accessible through various devices, such as a computer, a laptop, tablet, smartphone when users at static or mobile state, and within unlimited working hours. This research using descriptive - qualitative with the cultural study approach. The cultural study on this research analyzes the Faculty of Art and Design, Trisakti University, website and providing the picture of knowledge forms and attitudes which associate with social activity and social site in the institution. The result of this research is idea picture, vision, mission, attitude, and the goal that wishes to build by the Faculty of Art and Design, Trisakti University website that can develop a positive image to the larger society.Keywords: design, identity, culture, visual, website
Desain Aplikasi Batik SDBP-22 Kolaborasi Indonesia - Malaysia di Era Ekonomi Kreatif Abdullah, Farid Abdullah; Adnan, Aneeza Mohd; Bakar, Muhammad Helmi bin Abu; Rinjani, Dian; Sya'bany, Dewi Munnawarah; Wardoyo, Bambang Tri
ANDHARUPA: Jurnal Desain Komunikasi Visual & Multimedia Vol. 9 No. 01 (2023): March 2023
Publisher : Dian Nuswantoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33633/andharupa.v9i01.7106

Abstract

AbstrakKegiatan ekonomi kreatif pada industri batik rakyat di Indonesia dan Malaysia masih sangat terbatas. Selama ini kegiatan ekonomi kreatif industri batik rakyat di Indonesia dan Malaysia belum bersentuhan dengan teknologi digital dalam bentuk aplikasi. Permasalahan industri batik rakyat, salah satunya adalah belum memiliki sumber daya manusia yang mendukung kegiatan ekonomi kreatif berbasis teknologi digital. Sementara itu industri batik rakyat yang sudah memanfaatkan teknologi digital seperti aplikasi digital, juga memiliki keterbatasan dalam memenuhi permintaan pasar dunia yang heterogen. Aplikasi dengan nama SDBP-22 (Self Design Batik Prototype 2022) hasil kolaborasi Indonesia - Malaysia. Tulisan ini memakai metode deskriptif-eksperimentatif. Berangkat dari sumber data digital (e-journal, e-book). Kegiatan produksi batik pada industri rakyat, belum banyak bersentuhan dengan teknologi e-ekonomi, termasuk dalam perancangan desain motif batik yang sesuai permintaan konsumen. Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan kemampuan adaptasi industri batik rakyat yang perlu didukung oleh teknologi digital melalui desain aplikasi dan mampu memenuhi selera estetika konsumen secara lebih personal dan spesifik. Kata Kunci: aplikasi, batik, ekonomi kreatif, kolaborasi   AbstractThe creative economic activities in the people's batik industry, many of which have not been in contact with digital technology in the form of apllication in Indonesia and Malaysia. The problems so far in the people's batik industry, one of which is not having human resources that support digital technology-based creative economic activities. Meanwhile, the batik industry, which has utilized digital technology such as digital application, also has limitations in meeting the demands of the heterogeneous world market. The application with the name SDBP-22 (Self Design Batik Prototype 2022) is the result of the collaboration between Indonesia and Malaysia. This paper uses a descriptive-experimental method depart from digital data sources (e-journals, e-books).  This paper offers an idea that can connect consumer demand in the creation of batik motifs according to consumer needs with traditional batik producers. The findings of this paper are the adaptability of the people's batik industry in responding to the world of the creative economy, it really needs to be supported by digital technology that can meet the tastes or aesthetic tastes of consumers in a more personal and specific way. Keywords: batik, collaboration, creative economy, prototype
Inovasi Penciptaan Motif Batik dengan Teknologi Kecerdasan Buatan di Dunia Pendidikan Era 5.0 Farid Abdullah; Mohammed Iqbal Badaruddin; Menul Teguh Riyanti; Bambang Tri Wardoyo
Prosiding Seminar Nasional Pendidikan FKIP Universitas Lampung 2024: Prosiding Seminar Nasional Pendidikan FKIP Universitas Lampung
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Pendidikan FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kreatifitas penciptaan motif batik selama ini terbatas pada ide dan ketrampilan tangan individu. Pentingnya dukungan teknologi Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence) adalah bagian dari era 5.0 yang selayaknya diterima dalam dunia pendidikan. Metode dalam penelitian ini adalah deskriptif - eksperimentatif. Hasil yang diperoleh melalui dukungan teknologi Kecerdasan Buatan pada penciptaan motif batik adalah semakin terbuka luas inovasi-inovasi bentuk, melahirkan kebaruan, dan kemudahan dalam melahirkan motif batik baru. Penciptaan motif-motif batik memakai dukungan teknologi Kecerdasan Buatan menjadi sangat penting untuk menambah khasanah baru visual batik. Dapat ditarik kesimpulan bahwa teknologi Kecerdasan Buatan di era 5.0 ini dapat menghasilkan kreasi baru yang dapat dibuat oleh siapapun, namun juga dapat membuat manusia semakin tergantung pada teknologi.
Drawing with Ink as an Enjoyable and Creative Activity for Children Wardoyo, Bambang Tri; Hambawan, Tulus; Nasir, Roziani Binti Mat Nashir @ Mohd; Setiadi, Virginia Suryani; Utomo, R. Drajatno Widi; Murwonugroho, Wegig
Unram Journal of Community Service Vol. 6 No. 3 (2025): September
Publisher : Pascasarjana Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/ujcs.v6i3.1146

Abstract

Drawing training for children is an enjoyable and creative activity, yet it is often overlooked in today's digital era. This background issue arises from the fact that many children prefer to play with gadgets rather than engage in artistic activities that can enhance their motor skills and creativity. The objective of this training is to provide a fun and educational drawing experience, allowing children to express themselves through abstract art and color exploration. The training methods employed include a free and unstructured approach, color games, and emotion & imagination-based activities, which encourage children to create without limitations. The conclusion of this training indicates that drawing activities not only improve children's artistic skills but also awaken their aesthetic sensitivity and motor creativity, making art an essential medium for holistic development amidst the challenges of the modern world.