Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Implementasi Model Kelembagaan Berbasis Gotong Royong Dalam Pengelolaan Desa Wisata Hendrosari Suprobowati, Dewi; Miskan
Policy and Maritime Review VOLUME 4 NO 1
Publisher : Faculty of Social and Political Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/pmr.v4i1.86

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi model kelembagaan berbasis gotong royong dalam pengelolaan desa wisata Hendrosari, Kabupaten Gresik, dengan fokus pada dua aspek utama: implementasi nilai-nilai gotong royong dalam struktur dan praktik kelembagaan, serta dinamika hubungan antar pemangku kepentingan dalam model kelembagaan tersebut. Pendekatan kualitatif digunakan dengan teknik purposive sampling dalam penentuan informan yang terdiri dari aktor pemerintahan, lembaga teknis, dan komunitas lokal. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi, yang kemudian dianalisis menggunakan triangulasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai gotong royong telah hadir dalam praktik sosial masyarakat, namun belum sepenuhnya terintegrasi secara sistematis dalam kebijakan kelembagaan formal. Relasi antar pemangku kepentingan menunjukkan dinamika yang belum sepenuhnya kolaboratif, dengan dominasi aktor formal dan terbatasnya ruang partisipasi komunitas. Model kelembagaan yang berbasis nilai lokal membutuhkan rekonstruksi kelembagaan yang lebih inklusif dan adaptif terhadap nilai-nilai sosial budaya masyarakat. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam memperkuat model tata kelola desa wisata berkelanjutan yang berbasis partisipasi, serta membuka ruang kajian lebih lanjut tentang integrasi nilai-nilai lokal dalam sistem kelembagaan desa.
OPTIMALISASI PRODUKSI DAWET SIWALAN DENGAN INOVASI MESIN PERAJANG Hariyanto, Krisnadhi; Sugiharto, Mulus; Suprobowati, Dewi
Jurnal Abdimas Sang Buana Vol 6 No 2 (2025): Jurnal Abdimas Sang Buana - November
Publisher : LPPM Universitas Sangga Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32897/abdimasusb.v6i2.4760

Abstract

Usaha Dawet Siwalan Bu Sumi di Desa Hendrosari, Gresik, menghadapi permasalahan utama pada tahap perajangan buah siwalan yang masih dilakukan secara manual. Proses ini membutuhkan waktu lama, tenaga besar, dan menghasilkan rajangan yang tidak seragam sehingga kapasitas produksi terbatas dan tidak mampu memenuhi permintaan pasar. Tujuan optimalisasi ini adalah mengoptimalkan proses produksi dawet siwalan melalui penerapan inovasi teknologi mesin perajang siwalan yang efisien dan praktis. Metode pelaksanaan meliputi observasi lapangan, perancangan serta pembuatan mesin, pelatihan penggunaan bagi mitra, uji coba produksi, dan evaluasi dengan indikator efisiensi waktu, kapasitas, serta kualitas hasil rajangan. Hasil menunjukkan bahwa proses manual membutuhkan rata-rata 119,21 menit untuk mengolah 10 kg bahan, sedangkan dengan mesin hanya 30,28 menit. Penerapan mesin perajang meningkatkan efisiensi waktu hingga 74,6%, sekaligus memberikan hasil yang lebih stabil dan konsisten. Kesimpulannya, penggunaan teknologi tepat guna berupa mesin perajang siwalan terbukti meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan kualitas produksi dawet siwalan. Inovasi ini juga memberikan dampak sosial-ekonomi positif bagi usaha Bu Sumi dan masyarakat Desa Hendrosari.
MODERNISASI USAHA MINUMAN TRADISIONAL MELALUI SENTUHAN TEKNOLOGI MESIN PERAJANG SIWALAN DI HENDROSARI GRESIK Hariyanto, Krisnadhi; Sugiharto, Mulus; Suprobowati, Dewi
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 8 (2025): Penguatan Ekonomi Masyarakat Berbasis Ekologis untuk Mencapai Keberlanjutan Menuju Ind
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v8i0.2601

Abstract

Minuman tradisional memiliki peran penting dalam menjaga keberlanjutan budaya dan mendukung perekonomian lokal di Indonesia. Salah satu minuman khas yang masih menjadi produk unggulan di wilayah Gresik adalah dawet siwalan. Bu Sumi pemilik UMKM Dawet Siwalan di Desa Hendrosari merupakan pelaku usaha yang berperan dalam menjaga eksistensi minuman ini. Namun, proses produksi yang dilakukan masih manual mulai dari pengupasan hingga perajangan buah siwalan terdapat kendala dalam kapasitas produksi, efisiensi waktu dan mutu produk. Untuk mengatasi masalah tersebut, kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini mempunyai tujuan memperkenalkan teknologi tepat guna berupa mesin perajang buah siwalan. Metode kegiatan meliputi identifikasi permasalahan, perancangan dan pembuatan mesin perajang, pelatihan penggunaan mesin serta evaluasi dampak penerapannya. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada produktivitas dan manajemen usaha. Sebelum penerapan teknologi, kapasitas produksi harian sekitar 25 liter dengan waktu kerja 4–5 jam. Setelah penggunaan mesin, produksi meningkat menjadi 40 liter per hari dengan waktu kerja berkurang hingga 60%, yakni sekitar 2–2,5 jam. Kualitas rajangan buah juga lebih halus dan seragam, meningkatkan cita rasa produk. Selain itu, mitra memperoleh pengetahuan baru tentang manajemen usaha dan pemasaran digital sehingga mampu meningkatkan motivasi dan prospek pengembangan usahanya.
Rancang Bangun Mekanisme Penilaian Kompetensi Tenaga Penjualan dengan Metode 360 Degree Feedback Di UD. Bima Sakti Timur Raya Surabaya Sugiharto, Mulus; Hariyanto, ST., MT., Krisnadhi; Suprobowati, Dewi
Journal of Industrial Engineering and Technology Vol. 6 No. 1 (2025): Desember 2025
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merancang mekanisme penilaian kompetensi bagi tenaga penjualan di UD. BSTRS melalui pendekatan 360-degree feedback. Permasalahan penelitian ini didasari oleh ketatnya persaingan dalam bisnis ban sepeda motor, yang menuntut tenaga penjualan tidak hanya memiliki kemampuan teknis yang baik, tetapi juga adaptif, komunikatif, dan berorientasi pada pelanggan. Sistem penilaian tradisional yang hanya melibatkan atasan sering kali menimbulkan kurangnya obyektifitas, sehingga diperlukan metode yang lebih objektif dan komprehensif. Metode 360 derajat dipilih karena melibatkan penilaian dari atasan, rekan kerja, bawahan, pelanggan, serta penilaian diri sendiri, sehingga menghasilkan evaluasi yang lebih adil, akurat, dan menyeluruh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa kuesioner, wawancara, observasi, dan dokumentasi. Aspek kompetensi yang diukur meliputi hard skills (pengetahuan produk, presentasi, negosiasi, pencapaian target) dan soft skills (komunikasi, orientasi pada pelanggan, kerja sama tim, integritas, fleksibilitas). Hasil penelitian menunjukkan adanya variasi tingkat kompetensi, dengan sebagian besar tenaga penjualan berada pada kategori baik hingga sangat baik. TSP-05 memperoleh skor tertinggi (rata-rata 4,88) dan menjadi role model, sedangkan TSP-03 memperoleh skor terendah (rata-rata 3,2) dan memerlukan pelatihan lanjutan. Secara keseluruhan, penerapan 360-degree feedback terbukti efektif dalam memetakan kekuatan dan kelemahan tenaga penjualan serta menjadi dasar pengambilan keputusan strategis dalam bisnis ban sepeda motor.