Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Pembinaan UMKM Enyek Menyiasati Persaingan dengan Inovasi Digital Annisarizki, Annisarizki; Surahman, Sigit; Mardiana, Siska
KUAT : Keuangan Umum dan Akuntansi Terapan Vol 7 No 1 (2025): Edisi Maret
Publisher : Politeknik Keuangan Negara STAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31092/kuat.v7i1.2430

Abstract

Desa Pabuaran di Kampung Pasir Koyon dikenal dengan kebun subur yang menghasilkan singkong berkualitas tinggi, yang digunakan untuk memproduksi Enyek, makanan tradisional lokal. Meskipun ada potensi besar, 15 UMKM pengelola Enyek menghadapi tantangan dalam hal pengemasan produk dan persaingan dengan produk lokal lainnya. Untuk mengatasi masalah ini, kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan dengan tujuan utama untuk mengembangkan UMKM Enyek melalui pemasaran digital dan perbaikan desain kemasan. Metode yang diterapkan mencakup pelatihan pemasaran digital, penggunaan media sosial, serta pembuatan desain kemasan yang lebih menarik dan modern. Hasil dari pengabdian ini menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam pemasaran produk Enyek, dengan terbukanya akses yang lebih luas melalui platform jual beli online. Selain itu, desain kemasan yang baru berhasil menarik perhatian konsumen lebih banyak dan meningkatkan daya saing di pasar yang kompetitif. Pengabdian ini berhasil meningkatkan visibilitas produk dan penjualan Enyek, sehingga menambah pendapatan bagi UMKM setempat.
Succession of Throne by Women and Myths in Yogyakarta Sultanate Surahman, Sigit; Annisarizki, Annisarizki; Sovianti, Rina
International Journal of Multidisciplinary Approach Research and Science Том 3 № 03 (2025): International Journal of Multidisciplinary Approach Research and Science
Publisher : PT. Riset Press International

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59653/ijmars.v3i03.1950

Abstract

The phenomenon of female succession to the throne in the Yogyakarta Sultanate raises important issues regarding the legitimacy of power, patriarchal traditions, and socio-cultural change within the Javanese royal context. This research problem stems from the tension between traditional Mataram Islamic values, which place male leadership as the norm, and the emerging opportunities for women to occupy top positions within the palace structure. Previous studies have shown that discourses about women in Javanese culture are often associated with myths, sacred symbols, and ambivalent gender constructions, thus opening up space for debate regarding their position in traditional politics. This research uses qualitative interpretive methods combining observation, in-depth interviews, and literature review. The findings indicate that female succession to the throne is not simply an internal political phenomenon but is also closely related to myths that shape public perception, both as a symbol of power and a source of controversy. Furthermore, this process challenges the dominance of the patriarchal system and encourages a reinterpretation of Javanese cultural values. The study's conclusion confirms that women's involvement in succession to the throne reflects historical, political, and cultural dynamics and marks a significant shift in the socio-economic structure of the Yogyakarta Sultanate, both in the present and for its future development.
Social Judgment Sabda and Dawuh Hamengkubuwono X Regarding the Appointment of the Crown Princess Surahman, Sigit; Sihabudin, Ahmad; Faiz, Fahrudin; Sigit, Ridzki Rinanto
Nyimak: Journal of Communication Vol 8, No 1 (2024): Nyimak: Journal of Communication
Publisher : Faculty of Social and Political Science, Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/nyimak.v8i1.9240

Abstract

This study aims to analyze the Sabda and Dawuh issued by Hamengkubuwono X, the monarch of the Yogyakarta Sultanate, regarding the appointment of the crown princess using the social judgment theory. A quantitative approach is employed to understand the community’s perceptions and actions towards these messages, exploring how the people of Yogyakarta interpret and respond to them by considering attitude perception, polarization, and acceptance latitude. This provides a deeper understanding of how these messages are received within the cultural and social context of Yogyakarta. The addition of Action to the Social Judgment Theory in researching Hamengkubuwono X ‘s Sabda and Dawuh regarding the appointment of the crown princess can involve examining the behavior or actions of the Yogyakarta community in response to the Sultan’s message. Over time, society realizes that Sabda and Dawuh can undergo shifts in their context. Social, cultural, and political changes that occur over time can influence the interpretation and application of Sabda and Dawuh from leaders or spiritual figures.Keywords: Social judgment, sabda, dawuh, crown princessABSTRAKStudi ini bertujuan menganalisis menggunakan social judgment theory terkait dengan Sabda dan Dawuh yang dikeluarkan oleh Hamengkubuwono X, Sultan di Kesultanan Yogyakarta, tentang pengangkatan puteri mahkota. Pendekatan kuantitatif digunakan dalam penelitian ini untuk memperoleh pemahaman yang menyeluruh tentang persepsi dan tindakan masyarakat terhadap Sabda dan Dawuh. Terlihat bagaimana masyarakat Yogyakarta menafsirkan dan menyikapi Sabda dan Dawuh Sultan tentang pengangkatan puteri mahkota dengan mempertimbangkan persepsi sikap, polaritas sikap dan zona akseptansi. Hal ini dapat memberikan pemahaman yang lebih kaya tentang bagaimana pesan-pesan tersebut dipahami dan diterima dalam konteks budaya dan sosial masyarakat Yogyakarta. Jika action ditambahkan ke dalam Social Judgment Theory sebagai kebaruan dalam penelitian sabda dan dawuh Hamengkubuwono X tentang pengangkatan puteri mahkota, maka dapat melibatkan aspek perilaku atau tindakan yang dilakukan oleh masyarakat Yogyakarta sebagai respons terhadap pesan Sultan. Seiring perkembangan zaman, masyarakat menyadari bahwa Sabda dan Dawuh dapat mengalami pergeseran dalam konteksnya. Perubahan sosial, budaya, dan politik yang terjadi seiring waktu dapat mempengaruhi interpretasi dan penerapan sabda dan dawuh dari pemimpin atau tokoh spiritual.Kata Kunci: Penilaian, sabda, dawuh, puteri mahkota
Upaya Komunikasi Publik Pemerintah Kota Cilegon dalam Mengedukasi Masyarakat Di Masa Pandemi COVID-19 Annisarizki, Annisarizki annisa; Surahman, Sigit
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 20 No 2 (2022)
Publisher : Univeritas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jik.v20i2.4344

Abstract

Komunikasi publik yang dilakukan Pemerintah Kota Cilegon diharapkan dapat memberikan pemahaman dan melindungi masyarakat Cilegon dari wabah virus corona yang telah membuat Kota Cilegon dua kali masuk status zona merah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian studi kasus yang berfokus pada komunikasi publik pemerintah Kota Cilegon dalam mengedukasi masyarakat pada masa pandemi COVID-19. Penelitian ini berusaha untuk menemukan strategi komunikasi publik pemerintah Kota Cilegon selama masa pandemi COVID-19, dengan melihat bagaimana permasalahan komunikasi publik yang dilakukan Walikota Cilegon selaku pengambil kebijakan dan komunikator di daerah. Hasil penelitian ini, pemerintah Kota Cilegon melakukan komunikasi publik dengan: mengeluarkan peraturan walikota tentang pencegahan COVID-19, selain itu pemerintah Kota Cilegon melakukan sosialisasi tentang disiplin hidup sehat kepada masyarakat, dan mengubah kebiasaan masyarakat untuk tetap memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan. Adapun rekomendasi untuk Pemerintah Kota Cilegon agar melakukan komunikasi publik lebih masif lagi dengan memanfaatkan berbagai media dalam memaksimalkan jargon “Aje Kendor”.