Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Pemanfaantan Bubuk Arang Kayu Terhadap Stabilitas Tanah Lempung di Dusun Jatiluhur, Banyuwangi Melati Nurita Sandi, Dora; Wendy Natasha, Levia; Ulfiyati, Yuni; Suryani, Erna
Journal of Applied Civil Engineering and Infrastructure Technology Vol 3 No 1 (2022): Agustus 2022
Publisher : Indonesian Society of Applied Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52158/jaceit.v3i1.275

Abstract

The type of soil in Glagah Agung Village, Purwoharjo District, Banyuwangi Regency, is a type of clay soil with a plasticity index value of 42.99. Based on Expansive Land Management for Road Construction by Departemen Pekerjaan Umum Pd T-10-2005-B, it is classified as soil with a high swelling level. So that it can be categorized into soils with high Swelling and shrinkage. The soil improvement method using wood charcoal powder stabilizer was chosen because it can improve water and air circulation in the soil. This study used the addition of wood charcoal powder percentage of 0%, 6%, 8%, 10%, 12%, 14%. The research was conducted on the original soil and stabilized soil specimens, to test their physical properties. The soil physical properties test included water content, specific gravity, atterberg limit, proctor, submerged and unsubmerged CBR. Based on the results of the non-submerged CBR test, the CBR value increased along with the addition of the percentage of wood charcoal powder as a stabilizer. Where the highest CBR value is at the percentage of 14% stabilizers, which is 16.956%. Based on the results of the submerged CBR test, the CBR value decreased at 10% satbilisator percentage and then increased to 14% satbilisator percentage. The highest swelling rate occurred in soil stabilized with 10% wood charcoal powder, which was 0.306.
KARAKTERISTIK BALOK LAMINASI DARI BAMBU AMPEL SUSUNAN BRICK DITINJAU BERDASARKAN KEKUATAN TEKAN DAN LENTUR Irawan, Dicky Okky; Rifqi, Mirza Ghulam; Suryani, Erna
Jurnal Riset Teknik Sipil dan Sains Vol. 1 No. 2 (2023): Februari 2023 - Jurnal Riset Teknik Sipil dan Sains
Publisher : Politeknik Negeri Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57203/jriteks.v1i2.2023.65-74

Abstract

Bambu memiliki potensi yang cukup baik untuk material pengganti kayu melihat ketersediaan kayu di alam yang semakin sedikit. Pembuatan bambu laminasi dengan cara merekatkan bilah bambu yang sudah diserut hingga membentuk sebuah balok laminasi. Pada penelitian ini pembuatan balok laminasi menggunakan bambu ampel dengan pola susunan brick dengan menggunakan perekat PVAC (Polyvinyl Acetate) yang mempunyai sifat elastis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik balok laminasi dari bambu ampel berdasarkan kekuatan tekan, lentur dan tarik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik bambu ampel laminasi berdasarkan kuat tekan dengan dimensi 50 mm × 50 mm × 200 mm memiliki nilai rata-rata 38,27 MPa, kuat lentur bambu ampel laminasi dengan dimensi 50 mm × 50 mm × 760 mm memiliki nilai rata-rata 87,35 MPa. Nilai kuat tarik bambu ampel laminasi dimensi 25 mm × 25 mm × 460 mm memiliki rata-rata 366,08 MPa. Berdasarkan pendekatan kelas kayu bambu ampel laminasi termasuk pada kelas III dan tergolong kode mutu E25.
EVALUASI KEANDALAN SISTEM PROTEKSI KEBAKARAN PADA BANGUNAN GEDUNG DI HOTEL SAHID OSING Shafir Maulana Putra; Suryani, Erna; Wiryasuta, I Ketut Hendra
Jurnal Riset Teknik Sipil dan Sains Vol. 3 No. 1 (2024): Agustus 2024 - Jurnal Riset Teknik Sipil dan Sains
Publisher : Politeknik Negeri Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57203/j-riteks.v3i1.2024.1-4

Abstract

Perkembangan bangunan gedung di Banyuwangi semakin pesat, salah satunya adalah pembangunan Hotel. Hotel Sahid Osing Banyuwangi salah satunya, dibangun di dekat pemukiman warga di Desa Adat Osing Kemiren, maka dari itu sistem proteksi kebakaran pada banguna  gedung harus di rencanakan awal bersama dengan perencanaan konstruksi gedung itu sendiri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Keandalan Sistem Proteksi Kebakaran pada bangunan gedung. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah menggunakan metode observasi, wawancara, dan telaah dokumen mengenai kelengkapan tapak, sarana penyelamatan, sistem proteksi aktif, dan sistem proteksi pasif. Hasil observasi nilai keandalan sistem keselamatan bangunan gedung Hotel Sahid Osing Banyuwangi di dapat dengan cara mengevaluasi sistem proteksi kebakaran, hasil menunjukkan 90,59%. Menurut pedoman Pemeriksaan Keselamatan Kebakaran Bangunan Gedung (Pd-T-11-2005-C), nilai KSKB ≥ 80% hingga 100% menunjukkan kondisi keandalan bangunan gedung Hotel Sahid Osing Banyuwangi dalam kondisi yang baik (B).
Analisis Kompetensi Analis Sarana dan Prasarana Pendidikan di Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat Suryani, Erna; Ayu Ningrum, Tia; Syahril, Syahril; Irsyad, Irsyad
Jurnal Family Education Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Family Education
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jfe.v4i1.155

Abstract

Kompetensi lulusan Administrasi Pendidikan belum sepenuhnya mencukupi untuk mengerjakan tupoksi di bagian sarana dan prasarana pendidikan. Terdapat keluhan dari lulusan dan mitra pengguna bahwa kompetensi yang diperoleh dari lembaga akademik saja tidak memadai untuk melaksanakan tugas di bagian sarana dan prasarana pendidikan. Penelitian ini bertujuan menganalisis kompetensi analis sarana dan prasarana pendidikan. Namun, sebelum menganalisis kompetensi perlu adanya analisis tupoksi. Metode yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif. Instrumen atau alat yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan observasi, panduan wawancara dan studi dokumentasi. Informan penelitian ini yaitu Koordinator Sarana dan Prasarana Pendidikan Bidang Pembinaan SMA dan stafnya. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yaitu reduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Teknik keabsahan data yang digunakan yaitu triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukan bahwa tupoksi seorang analis sarana dan prasarana pendidikan bidang Pembinaan SMA yaitu melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis, koordinasi dan pelaksanaan kebijakan, evaluasi serta pelaporan dibidang sarana dan prasarana Sekolah Menengah Atas. Dalam pelaksanaannya tupoksi diatas masih belum ada pembagian tugas yang jelas antara analis dengan pegawai sarana dan prasarana lainnya. Kompetensi Analis sarana dan prasarana bidang Pembinaan Sekolah Menengah Atas yaitu: 1) Pengetahuan yang harus dimiliki terkait dengan peraturan perundang-udangan tentang alur pengadaan barang dan jasa, standar sarana dan prasarana, pengetahuan tentang regulasi bangunan, pengetahuan tentang manajemen sarana prasarana dan manajemen proyek, 2) Sikap yang harus dimiliki seorang analis sarana dan prasarana yaitu sesuai dengan nilai-nilai dasar ASN yaitu Ber-Akhlak, 3) Keterampilan yang harus dimiliki seorang analis sarana dan prasarana yaitu keterampilan dalam menganalisis data menggunakan Ms Excel, keterampilan penggunaan komputer dasar, serta keterampilan dalam mengikuti perkembangan teknologi. Upaya dalam meningkatkan kompetensi sebagai seorang analis sarana dan prasarana pendidikan yaitu mengikuti webinar, workshop, dan pelatihan terkait pengadaan barang dan jasa, serta memiliki kemauan mempelajari komputasi seperti aplikasi pengolah data Excel beserta fungsi, rumus serta pivot tabel secara mandiri. Disarankan bagi Prodi Administrasi Pendidikan agar menyesuaikan kurikulum dengan tupoksi yang ada pada bagian sarana dan prasarana pendidikan untuk peningkatan kompetensi lulusan saat terjun ke dunia kerja. Selanjutnya bagi pegawai perlunya peningkatan kompetensi di bidang sarana dan prasarana dan penguasaan komputer. Bagi pihak Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat untuk lebih memperjelas pembagian tugas antara masing-masing pegawai agar tidak ada lagi pegawai yang bekerja di luar tupoksinya.
Pewilayahan Komoditas Pertanian Berdasarkan Zona Agroekologi Skala 1: 50.000 Di Kabupaten Batanghari Jambi Saidi, Busyra Buyung; Suryani, Erna
Jurnal Ilmiah Ilmu Terapan Universitas Jambi Vol. 3 No. 2 (2019): Volume 3, Nomor 2, Desember 2019
Publisher : LPPM Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (716.426 KB) | DOI: 10.22437/jiituj.v3i2.8192

Abstract

Penelitian pewilayahan komoditas pertanian berdasarkan Zona Agroekologi (ZAE) skala 1:50.000 di Kabupaten Batanghari, bertujuan: mengidentifikasi potensi sumberdaya lahan untuk pengembangan pertanian; menyusun informasi tipe penggunaan lahan untuk sistem pertanian yang tepat; menyusun peta pewilayahan komoditas pertanian berdasarkan ZAE skala 1:50.000. Penelitian dilakukan dengan pendekatan desk study, observasi dan survei. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wilayah Batanghari mempunyai tipe iklim tergolong A dengan nilai Q < 14,3%, mempunyai bulan basah (curah hujan > 100 mm/bulan) rata-rata selama 12 bulan. Hasil analisis landform menunjukkan bahwa Kabupaten Batanghari terdiri atas grup Aluvial, Volkan, dan Tektonik/Stuktural. Bentuk wilayah 44,01% merupakan relief bergelombang, dengan lereng 8-15%.. Hasil identifikasi peta tanah dan verifikasi lapangan menunjukkan bahwa kabupaten Batanghari terdiri atas 30 Satuan Peta Tanah, jenis tanah digolongkan ke dalam 4 ordo tanah, yaitu: Histosol, Inceptisols, Ultisols dan Oxisols. Pewilayahan komoditas pertanian ditetapkan dengan 4 sistem pertanian, yaitu sistem pertanian lahan basah untuk tanaman padi sawah, palawija dan sayuran (Zona IV/Wr dan IV/Wrh), pertanian lahan kering tanaman pangan dan hortikultura (Zona IV/Dfh-1, IV/Dfh-2, IV/Dfh-3, dan IV/Dfeh-4); pertanian lahan kering, tanaman tahunan berbasis tanaman pangan (Zona III/Defh-1 dan III/Defh-2), pertanian lahan kering tanaman tahunan/perkebunan (ZonaII/Deh).
Asuhan Kebidanan Continuity of Care (COC) pada Ny. A Umur 22 Tahun G1P0A0 di Puskesmas Kalongan Kecamatan Ungaran Timur Kabupaten Semarang Erna Suryani; Isfaizah
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pregnancy, childbirth, postpartum, newborns and family planning (KB) Physiological conditions but must be watched out for if there are conditions that can threaten the life of the mother or fetus. Efforts made with Continuity Of Care (COC) with the aim of improving the quality of services between patients and health workers, namely monitoring the condition of pregnant women from early pregnancy to the delivery process and monitoring newborns (BBL) and facilitators in Family Planning services. The approach used is carried out in the form of a case study, through the SOAP approach with the Varney management mindset. The sample is a pregnant woman in the first trimester of pregnancy, 13 weeks G1P0A0. The results of the care obtained in Mrs. A, 22 years old, G1P0A0, 13 weeks of pregnancy with physiological pregnancy, normal labor, normal postpartum period, and no signs of abnormality in the newborn. The care provided during pregnancy until the birth of Mrs. A's baby is in accordance with the needs including the provision of complementary care of effluent massage and oxytocin. Providing IEC on newborn care, and Mrs. A decided to use 3-month injectable contraception.   Absrak Kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir dan keluarga berencana (KB) merupakan suatu keadaan yang fisiologis namun harus diwaspadai apabila terjadi keadaan yang dapat mengancam jiwa ibu maupun janin. Upaya yang dilakukan dengan Continuity Of Care (COC) dengan tujuan meningkatkan kualitas pelayanan yang terus-menerus antara pasien dengan tenaga kesehatan, yaitu memantau kondisi ibu hamil mulai dari awal kehamilan sampai proses persalinan dan pemantauan bayi baru lahir (BBL) serta pelayanan Keluarga Berencana (KB).  Pendekatan yang digunakan yaitu dilakukan dalam bentuk studi kasus, melalui pendekatan SOAP dengan pola pikir manajemen Varney. Sample adalah seorang ibu hamil trimester I Usia Kehamilan 13 Minggu G1P0A0. Hasil asuhan yang didapat Pada Ny. A umur 22 Tahun G1P0A0 usia kehamilan 13 minggu dengan hamil fisiologis, persalinan berlangsung normal, masa nifas berlangsung normal, dan pada bayi baru lahir tidak ada tanda-tanda kelainan abnormal.  Asuhan yang diberikan pada masa kehamilan sampai kelahiran bayi Ny. A sesuai dengan kebutuhan termasuk didalamnya pemberian suhan komplementer pemijatan efflurage dan oksitosin. Memberikan KIE tentang perawatan BBL and Ny. A memutuskan untuk menggunakan KB Suntik 3 bulan.   
The Linkage of Soil pH, Phosphorus Availability, and Exchangeable Aluminum in Andisol and Recommendations for Soil Improvement Erwinda, Erwinda; Muslim, Rufaidah Qonita; Pratamaningsih, Mira Media; Hati, Diah Puspita; Kricella, Pronika; Suryani, Erna; Susilawati, Helena Lina
Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia Vol. 30 No. 3 (2025): Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18343/jipi.30.3.464

Abstract

The Indonesian government implemented a program known as the Food Estate in Humbang Hasundutan to enhance food security. This initiative involved cultivating strategic food commodities on large-scale agricultural land. The soil type in this area is classified as Andisol, which is naturally fertile. Nevertheless, the food and horticultural crop practices in Andisol scarcely consider soil health, fertility, and sustainability. This study was conducted on the Andisols of Humbang Hasundutan to determine the limiting factors of soil chemical properties to support sustainable land management. Soil samples were collected from the topsoil layer (0-30 cm) at 95 locations using a grid-based sampling system. These samples were analyzed for pH, phosphorus availability, and exchangeable aluminum. The data were examined through correlation tests, with soil improvement levels identified using K-means clustering. The results showed that the Andisols in Humbang Hasundutan had an acidic pH level (5.30), extremely high organic carbon content (8.23%), moderate total nitrogen level (0.44%), extremely low potential and available phosphorus levels (12.66 ppm and 4.15 ppm), very low base saturation (6.48%), and relatively high exchangeable aluminum (Alexch) (1.03 cmol.kg-1). Correlation analysis revealed a negative relationship between pH and P availability, while Alexch showed a positive correlation with P availability. However, P availability in Andisol was not significantly influenced by variations in Alexch or soil pH. Soil improvement recommendations were categorized into three groups: 60 locations requiring very high P fertilization, 28 locations requiring high P fertilization, and 7 locations requiring moderate P fertilization, along with the application of soil amendments, such as dolomite or guano phosphate, to reduce aluminum levels. Keywords: andisol, exchangeable-Al, P availability, soil acidity
KARAKTERISTIK BAMBU ATER BANYUWANGI LAMINASI SUSUNAN LURUS BERDASARKAN KUAT TEKAN DAN KUAT LENTUR Rifqi, Mirza Ghulam; Amin, M Shofi'ul; Bachtiar, Riza Rahimi; Suryani, Erna; Murdani, Riko
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 11, No 1 (2022): Volume 11 Nomor 1 Mei 2022
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jts.v11i1.23240

Abstract

Abstract: Laminated bamboo is a building material using a manufacturing technique which is made by bonding several pieces of bamboo. Laminated bamboo has higher characteristic strength compared to natural bamboo and is more mechanical in nature. For lamination treatment arranged straight on the lamination. Pertaining to SNI-03- 3958-1995, SNI-03-3399-1994, SNI 03-3959-1995 and ISO 22157-1; 2019 for the manufacturing and testing procedures for ater banyuwangi bamboo laminate test specimens. The purpose of this study was to work out the characteristics of bamboo ater lamination. The characteristics of bamboo include tensile strength, compressive strength and bending strength. The thickness of bamboo slats of the lamina is 7 mm with a horizontal straight arrangement and uses PVA adhesive. In this study, bamboo originating from the Genteng area in Banyuwangi was used, which was 3- 5 years old. The bamboo soaked in borax for five days for preservation. Bamboo is dried within the sun to dry the air and reduce moisture content (Water content uses 12.5% -15%). Bamboo that has been dried is laminated during a straight arrangement. Testing of bamboo for the lamina using one point load. The results showed that the compressive strength, bending strength and tensile strength of laminated bamboo without preservation were 279,40 kg/cm2, 933,04 kg/cm2 dan 4.700,23 kg/cm2 Mpa respectively, and while the value of compressive strength, bending strength and tensile strength of laminated bamboo with preservation were respectively were 231,62 kg/cm2, 739,94 kg/cm2 dan 4.263,96 kg/cm2. Based on the results of compress strength values, bending strength and tensile strength, the characteristics of bamboo ater banyuwangi laminate are classified with a strong class approach of wood and wood quality code including in strong class II according to PKKI NI-5 1961 and quality code E25 according to SNI 7973 2013..Keywords : laminated bamboo, water content, bending strength, compressive strength, tensile strength.Abstrak: Bambu laminasi merupakan bahan bangunan dengan teknik pembuatan yang dibuat dengan mengikat beberapa batang bambu. Bambu laminasi memiliki karakteristik kekuatan yang lebih tinggi dibandingkan dengan bambu alami dan lebih bersifat mekanis. Untuk perawatan laminasi diatur langsung pada laminasi. Terkait dengan SNI-03- 3958-1995, SNI-03-3399-1994, SNI 03-3959-1995 dan ISO 22157-1; 2019 untuk prosedur pembuatan dan pengujian benda uji laminasi bambu ater banyuwangi Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik laminasi ater bambu. Karakteristik bambu meliputi kuat tarik, kuat tekan dan kuat lentur. Ketebalan bilah bamboo untuk lamina 7 mm dengan susunan lurus horizontal dan menggunakan perekat PVA. Penelitian ini menggunakan bambu yang berasal dari daerah Genteng di Banyuwangi yang berumur 3 - 5 tahun. Bambu direndam dalam boraks selama lima hari untuk pengawetan. Bambu dikeringkan di bawah sinar matahari untuk mengeringkan udara dan mengurangi kadar air (Kadar air menggunakan 12,5% -15%). Bambu yang sudah dikeringkan dilaminasi dengan penataan lurus. Metode pengujian untuk lamina menggunakan pembebanan satu titik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kuat tekan, kuat lentur dan kuat tarik bambu laminasi tanpa pengawetan masing-masing adalah 279,40 kg/cm2, 933,04 kg/cm2 dan 4.700,23 kg/cm2, sedangkan nilai kuat tekan, kuat lentur dan kuat tarik bambu laminasi dengan pengawetan masing-masing sebesar 231,62 kg/cm2, 739,94 kg/cm2 dan 4.263,96 kg/cm2. Berdasarkan hasil nilai kuat tekan, kuat lentur dan kuat tarik maka karakteristik bambu ater banyuwangi laminasi diklasifikasikan dengan pendekatan kelas kuat kayu serta kode mutu kayu termasuk pada kelas kuat II menurut PKKI NI-5 1961 dan kode mutu E25 menurut SNI 7973 2013.Kata kunci : bambu laminasi, kadar air, kuat lentur, kuat tekan, kuat tarik
THE ROLE OF THE SUB DISTRICT GOVERNMENT IN STUNTING PREVENTION AND REDUCTION IN MANTUIL SUB DISTRICT, SOUTH BANJARMASIN DISTRICT, BANJARMASIN CITY Erna Suryani
SIBATIK JOURNAL: Jurnal Ilmiah Bidang Sosial, Ekonomi, Budaya, Teknologi, Dan Pendidikan Vol. 3 No. 1 (2023): December
Publisher : Penerbit Lafadz Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54443/sibatik.v3i1.1599

Abstract

This study intends to explain the role of urban planning in preventing and reducing stunting in Mantuil Sub District, South Banjarmasin District, Banjarmasin City. In this study, the type of research used is descriptive, while the approach is qualitative. The data is collected using in-depth interviews, observations, and documents. The results of the study obtained show that the role of urban Sub districts in preventing and reducing stunting in Mantuil Sub District has been carried out well; this is shown by the existence of stunting prevention and reduction policies carried out by supporting and collaborating with related agencies and at the same time socializing them. Keeping and participating in supplementary feeding activities universal activities to prevent stunting, with the assistance of the Banjarmasin city government to build sanitation or toilets, the Sub district also intensifies efforts to clean under the house from plastic waste, education to the community to protect the environment together, carry out Sub district stunting workshops and carry out Sub district self-supervision in the context of preventing and reducing the number of stunting sufferers. The obstacles faced by the Sub district government in preventing and reducing stunting rates are still a low level of public education, economic limitations of the community, and the existence of marriage at a young age. Some residents have difficulty getting clean water, and the environment could be better, especially with sanitation problems. There are still residents of Mantuil Sub District who move directly to the river because their houses are above the river, while other residents also still use river water for bathing, washing clothes, and other things, except for drinking water.