Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Agrivet

PEMATAHAN DORMANSI BENIH MENGGUNAKAN LARUTAN ASAM SULFAT (H2SO4) DAN GIBERELIN (GA3) TERHADAP PERKECAMBAHAN DAN PERTUMBUHAN BIBIT KOPI ROBUSTA (Coffea canephora) Simbolon, Hettinora; Suryawati, Ami
Jurnal Agrivet Vol 30, No 1 (2024): AGRIVET
Publisher : UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL ”VETERAN” YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/agrivet.v30i1.11278

Abstract

Benih kopi adalah benih ortodoks yang memiliki dormansi fisik karena Karena kulit biji yang keras, masa dorman menjadi lama. Asam sulfat (H2SO4) dapat digunakan untuk mematahkan dormansi benih kopi, dan giberelin (GA3) dapat digunakan untuk mendorong perkecambahan dan perkembangan bibit. Penelitian bertujuan untuk mengetahui interaksi terbaik antara perlakuan asam sulfat (H2SO4) dan giberelin (GA3) terhadap perkecambahan dan pertumbuhan bibit kopi Robusta, dan mengevaluasi kombinasi perlakuan tersebut dengan kontrol. Tahap perkecambahan dan tahap pertumbuhan bibit di rumah kaca merupakan dua percobaan dalam penelitian ini, yang menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan dua faktor. Faktor I adalah konsentrasi asam sulfat ; 10%, 20%, dan 30%. Faktor II adalah konsentrasi giberelin : 100 ppm, 200 ppm, dan 300 ppm.Kontrol merupakan perlakuan tanpa GA3 dan H2SO4. Percobaan diulang tiga kali. Analisis varians (ANOVA) pada taraf 5%, uji kontras ortogonal pada taraf 5%, dan Uji Jarak Berganda Duncan (DMRT) pada taraf 5% digunakan untuk menguji data observasi. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa  kombinasi asam sulfat dan giberelin jauh lebih unggul dibandingkan kontrol. Pematahan dormansi lebih efisien dan efektif menggunakan perlakuan H2SO4 20% dan GA3 200 ppm terhadap perkecambahan, sedangkan perlakuan H2SO4 10% dan GA3 200 ppm terhadap pertumbuhan bibit kopi.
PEMATAHAN DORMANSI BENIH MENGGUNAKAN LARUTAN ASAM SULFAT (H2SO4) DAN GIBERELIN (GA3) TERHADAP PERKECAMBAHAN DAN PERTUMBUHAN BIBIT KOPI ROBUSTA (Coffea canephora) Simbolon, Hettinora; Suryawati, Ami
Jurnal Agrivet Vol 30 No 1 (2024): AGRIVET
Publisher : UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL ”VETERAN” YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/agrivet.v30i1.11278

Abstract

Benih kopi adalah benih ortodoks yang memiliki dormansi fisik karena Karena kulit biji yang keras, masa dorman menjadi lama. Asam sulfat (H2SO4) dapat digunakan untuk mematahkan dormansi benih kopi, dan giberelin (GA3) dapat digunakan untuk mendorong perkecambahan dan perkembangan bibit. Penelitian bertujuan untuk mengetahui interaksi terbaik antara perlakuan asam sulfat (H2SO4) dan giberelin (GA3) terhadap perkecambahan dan pertumbuhan bibit kopi Robusta, dan mengevaluasi kombinasi perlakuan tersebut dengan kontrol. Tahap perkecambahan dan tahap pertumbuhan bibit di rumah kaca merupakan dua percobaan dalam penelitian ini, yang menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan dua faktor. Faktor I adalah konsentrasi asam sulfat ; 10%, 20%, dan 30%. Faktor II adalah konsentrasi giberelin : 100 ppm, 200 ppm, dan 300 ppm.Kontrol merupakan perlakuan tanpa GA3 dan H2SO4. Percobaan diulang tiga kali. Analisis varians (ANOVA) pada taraf 5%, uji kontras ortogonal pada taraf 5%, dan Uji Jarak Berganda Duncan (DMRT) pada taraf 5% digunakan untuk menguji data observasi. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa  kombinasi asam sulfat dan giberelin jauh lebih unggul dibandingkan kontrol. Pematahan dormansi lebih efisien dan efektif menggunakan perlakuan H2SO4 20% dan GA3 200 ppm terhadap perkecambahan, sedangkan perlakuan H2SO4 10% dan GA3 200 ppm terhadap pertumbuhan bibit kopi.
PENDUGAAN PARAMETER GENETIK BEBERAPA GENOTIPE TANAMAN CABAI RAWIT PUTIH (Capsicum frutescens L.) GENERASI F2 Hanif, Muhammad Arkanuddin; Wahyurini, Endah; Supriyanta, Bambang; Suryawati, Ami
Jurnal Agrivet Vol 31 No 2 (2025): AGRIVET
Publisher : UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL ”VETERAN” YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/agrivet.v31i2.14543

Abstract

Cabai rawit putih (Capsicum frutescens L.) merupakan komoditas yang memiliki permintaan tinggi. Salah satu usaha untuk memenuhi permintaan tersebut adalah dengan meningkatkan produktivitas tanaman cabai melalui pemuliaan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan nilai heritabilitas dan koefisien keragaman genetik juga untuk mengetahui genotipe tanaman cabai rawit putih yang berpotensi dijadikan materi genetik generasi F3. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor dengan 3 ulangan. Perlakuan yang digunakan meliputi 9 genotipe cabai rawit putih generasi F2 yaitu P6P7-1, P6P7-5, P6P7-7, P6P7- 8, dan P6P7-9. Data hasil pengamatan diolah menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) dilanjutkan dengan uji Scott-Knott taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan nilai KKG tinggi pada variabel tinggi insidensi penyakit gemini. Nilai heritabilitas tinggi terdapat pada variabel umur berbunga dan insidensi penyakit virus gemini. Genotipe yang paling berpotensi untuk dijadikan materi genetik generasi F3 adalah P6P7-1.
METODE SKARIFIKASI FISIK DAN KIMIAWI BENIH TERHADAP PERKECAMBAHAN DAN PERTUMBUHAN BIBIT SRIKAYA (Annona squamosa L.) Zinji, Sya'dun; Supriyanta, Bambang; Kasim, M Husain; Suryawati, Ami
Jurnal Agrivet Vol 30 No 2 (2024): AGRIVET
Publisher : UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL ”VETERAN” YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/agrivet.v30i2.12073

Abstract

Benih srikaya (Annona squamosa L.) mengalami dormansi karena memiliki kulit tebal, keras sehingga bersifat impermeabel terhadap air dan gas yang menghambat perkecambahan. Penelitian bertujuan mengetahui pengaruh skarifikasi fisik dan kimiawi benih terhadap perkecambahan dan pertumbuhan bibit srikaya. Penelitian ini merupakan percobaan laboratorium dan lapangan dengan rancangan acak lengkap (RAL) pada pembenihan dan rancangan acak kelompok lengkap (RAKL) pada pembibitan. Perlakuan dalam penelitian ini yaitu: S0: tanpa perlakuan apapun, S1: Pengamplasan ujung benih, S2: Pengamplasan perut benih, S3: Pengamplasan pangkal benih, S4: Perendaman H2SO4 20%, S5: Perendaman H2SO4 30%, S6: Perendaman dengan air panas 100°C, S7: Perendaman dengan air panas 80°C, S8: Perendaman dengan air panas 60°C. Data hasil pengamatan dianalisis dengan Analisis of Variance (ANOVA) taraf 5% dan dilanjutkan dengan uji Scott-Knott.Hasil penelitian menunjukkan perlakuan terbaik adalah skarifikasi pengamplasan pada perut benih (S2) yang memiliki nilai optimal pada seluruh variabel pengamatan. Perlakuan skarifikasi kimia dengan perendaman asam sulfat (H2SO4) konsentrasi 20% (S4) dapat meningkatkan perkecambahan dan pertumbuhan bibit srikaya (Annona squamosa L.) dibandingkan dengan perlakuan S0 pada variabel pengamatan daya berkecambah, kecepatan berkecambah dan jumlah daun. Perlakuan skarifikasi fisik perendaman dengan air panas 60°C (S8) dapat meningkatkan perkecambahan dan pertumbuhan bibit srikaya (Annona squamosa L.) dibandingkan dengan perlakuan S0 pada variabel pengamatan daya berkecambah, kecepatan berkecambah dan jumlah daun.