Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

ANALISIS KANDUNGAN BORAKS PADA MAKANAN CILOK MENGGUNAKAN SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS SEBAGAI VERIFIKASI PRODUK HALAL DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA Akbar, Muhammad; Hidayati, Listiana; Alfian, Muhammad
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat UNSIQ Vol 11 No 01 (2024): Januari
Publisher : Lembaga Penelitian, Penerbitan dan Pengabdian Masyarakat (LP3M) UNSIQ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/ppkm.v11i01.6313

Abstract

Cilok adalah makanan yang terbuat dari tepung kanji yang berbentuk bulat. Boraks adalah suatu senyawa yang berbentuk kristal berwarna putih, senyawa kimia dengan nama natrium tetraborate. Uji halal karena sesuai dengan Fatwa MUI No. 43 Tahun 2012. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah cilok yang dijual di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta mengandung boraks. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif jenis eksperimental menggunakan uji Spektrofotometri UV-Vis, untuk uji kualitatif menggunakan uji nyala api, dan uji kertas tumerik dengan pengambilan sampel secara purposive sampling yang di mana pengambilan sampel dilakukan di Daerah Istimewa Yogyakarta. Hasil dari penelitian ini yaitu untuk uji kualitatif boraks pada 12 sampel menunjukkan hasil negatif mengandung boraks. Pada uji kuantitatif menggunakan spektrofotometri UV-Vis didapat regresi linier y = 0,0233x + 0,4146, sehingga dapat dilakukan untuk penentuan kadar boraks pada sampel. Uji kuantitatif diperoleh hasil negatif. Uji kehalalan untuk cilok di Daerah Istimewa Yogyakarta adalah terverifikasi halal.
FORMULASI DAN UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI SEDIAAN KRIM EKSTRAK KULIT JERUK BALI (Citrus maxima) TERHADAP Staphylococcus aureus METODE DIFUSI SUMURAN Kartini, Dyan Nurwita; Hidayati, Listiana; Faizah, Nurul
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat UNSIQ Vol 11 No 3 (2024): Oktober
Publisher : Lembaga Penelitian, Penerbitan dan Pengabdian Masyarakat (LP3M) UNSIQ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/ppkm.v11i3.7912

Abstract

Banyak tanaman di Indonesia yang mempunyai potensi untuk digunakan sebagai bahan obat, salah satunya yaitu tanaman jeruk bali (Citrus maxima). Kulit jeruk bali memiliki komponen metabolit sekunder berupa flavonoid, alkaloid, terpenoid, pektin dan tanin yang berpotensi digunakan sebagai antibakteri. Penilitian ini bertujuan untuk menguji aktivitas antibakteri ekstrak kulit buah jeruk bali yang diformulasikan dalam sediaan krim terhadap pertumbuhan Staphylococcus aureus. Kulit buah jeruk bali diekstraksi menggunakan metode maserasi. Maserat yang peroleh diformulasikan dalam bentuk sediaan krim dengan variasi F0 0%, F1 8%, F2 12,5% dan F3 15% kemudian dilakukan uji sifat fisik meliputi uji organoleptis, uji homogenitas, uji pH, uji daya sebar, daya lekat serta uji sentrifugasi. Uji aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus menggunakan metode well diffusion. Analisis data menggunakan uji One Way Anova dengan taraf kepercayaan 95% ( dan dilakukan uji lanjut Post Hoc LSD (Least Significant Difference). Hasil evaluasi sifat fisik krim semua formulasi ekstrak jeruk bali memenuhi syarat uji organoleptis, homogenitas, daya sebar, daya lekat, dan uji sentrifugasi yang baik. Hasil pengujian aktivitas antibakteri menunjukkan krim ekstrak kulit jeruk bali mempunyai aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus. Krim ekstrak kulit jeruk bali dengan berbagai formulasi (F0, F1, F2, F3) secara berurutan memiliki rata-rata zona hambat sebesar 0 mm; 6,61 mm; 9,02 mm; 10,95 mm. Analisis hasil zona hambat yang diperoleh menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antar masing-masing formulasi yang diberi ekstrak kulit jeruk bali (p<0,05). Kata Kunci : Antibakteri, Kulit Buah Jeruk Bali, Krim, Staphylococcus aureus
Cost Consequence Analysis of Antidiabetic Therapy in Covid-19 Hospitalized Patients with Diabetes Mellitus at Panembahan Senopati Hospital Yogyakarta Fatimah, Fitri Andriani; ST. Mualifah; Hidayati, Listiana; Nilansari, Anis Febri
Pharmacon: Jurnal Farmasi Indonesia Vol. 21 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/pharmacon.v21i1.4509

Abstract

One of the significant respiratory infections is Covid-19, and its occurrence in Indonesia varies due to the diverse geographical positions across the region. Therefore, demographic groups consisting of individuals of a certain age and those with certain medical conditions remain at the highest risk of contracting Covid-19. The severity of Covid-19 patients are greatly influenced by underlying health conditions such as diabetes mellitus, hypertension, age, and obesity. In particular, diabetes mellitus is associated with an increased risk of severe illness and mortality among Covid-19 patients, potentially impacting healthcare expenditure, especially pharmaceutical costs. Therefore, this study aims to describe the financing of medication therapy, the outcomes of antidiabetic therapy, and the average direct medication costs inpatients with Covid-19 at Panembahan Senopati Hospital. Using a non-experimental descriptive-analytic approach, this study retrospectively collected data from medical records from 2020 to 2021. The results showed: 1) a description of diabetes mellitus treatment therapy with Covid- 19, namely the most common single therapy is the use of insulin, namely Novorapid and Novomix, a combination therapy of 2 drugs, namely Metformin + Novorapid, while a combination therapy of 3 drugs, namely Metformin + Novorapid + Glibenclamide 2) the achievement of therapeutic outcomes in diabetic patients with Covid-19 who received therapy as many as 77.27% of patients reached the target and 22.73% of patients had not reached the target glucose level 3) the average direct treatment cost of hospitalized diabetes mellitus patients with Covid-19 was IDR. 5,234,858 per patient based on the hospital's perspective.
Evaluasi Sistem Informasi Manajemen Terhadap Pengguna dalam Mendukung Pengelolaan Obat di Puskesmas Kabupaten Bantul Hidayati, Listiana
Pharmaqueous: Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol. 2 No. 2 (2020): Volume 2, Nomor 2, November 2020
Publisher : Universitas Al-Irsyad Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36760/jp.v2i1.168

Abstract

Dalam tahapan pengembangan software sistem informasi manajemen sebelum diimplementasikan, perlu dilakukan evaluasi penggunaan sistem informasi manajemen karena akan menilai kualitas teknologi, manfaat yang didapatkan, dan untuk menemukan masalah potensial yang akan dihadapi oleh pengguna dan organisasi khususnya dalam bidang manajemen perbekalan farmasi di puskesmas. Tujuan penelitian ini melakukan evaluasi sistem informasi manajemen dan mengetahui hubungan antara kualitas teknologi terhadap pengguna sistem informasi manajemen, pengguna sistem informasi manajemen terhadap manfaat di puskesmas kabupaten Bantul. Penelitian ini merupakan penelitian analitik cross sectional yang dilakukan di puskesmas kabupaten Bantul. Subyek penelitian adalah apoteker dan tenaga teknis kefarmasian yang mengelola perbekalan farmasi di puskesmas kabupaten Bantul. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner dan wawancara. Analisis data kuesioner dilakukan dengan analisis deskriptif, analisis korelasi Spearman Rank. Pengguna sistem informasi manajemen di puskesmas kabupaten Bantul berkisar antara 70-77%, semuanya masuk dalam kategori baik. Hasil analisis korelasi menunjukkan bahwa ada hubungan antara kualitas teknologi dan pengguna sistem informasi manajemen (r = 0,696 ; p < 0,05). Pengguna PSS ada hubungan dengan manfaat penggunaan sistem informasi manajemen (r = 0,551 ; p < 0,05).
Pelatihan Pembuatan Lilin Aromaterapi Essensial Oil Lavender di Dusun Kiringan, Canden, Jetis, Bantul Yogyakarta Hidayati, Listiana; Fatimah, Fitri Andriani
Jurnal Vokasi Vol 8, No 2 (2024): Juli
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/vokasi.v8i2.5380

Abstract

Lilin aromaterapi minyak essensial lavender bekerja dengan mempengaruhi kerja otak. Aromaterapi lavender yang harum dan segar memberikan banyak manfaat bagi kesehatan psikologis seseorang. Tujuan dari pelatihan ini adalah untuk memaksimalkan kekayaan alam tanaman obat serta meningkatkan ekonomi masyarakat baik Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) maupun yang berbadan hukum di Desa Wisata Kiringan serta dapat menarik konsumen baru dari berbagai kalangan. Metode yang digunakan dalam pelatihan  ini adalah: melakukan wawancara terkait kebutuhan terkait, penyuluhan, demonstrasi terbimbing, praktek langsung dan pendampingan. Hasil dari kegiatan sosialisasi ini adalah meningkatkan kemandirian ekonomi dan mengaplikasikan produksi lilin aromaterapi minyak essensial oil lavender UMKM warga Dusun Kiringan, Kelurahan Canden, Kecamatan Jetis, Kabupaten Bantul, Yogyakarta