Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Pelatihan Kreatif Sabun Aromaterapi sebagai Alternatif Usaha Tambahan bagi Pengrajin Jamu Dusun Kiringan, Canden, Bantul Fatimah, Fitri Andriani; Hidayati, Listiana
Jurnal Vokasi Vol 9, No 2 (2025): Juli
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/vokasi.v9i2.7369

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini dilaksanakan melalui pelatihan kewirausahaan kreatif dengan tema pembuatan sabun aromaterapi, bertujuan untuk membuka peluang usaha baru bagi masyarakat, khususnya ibu-ibu pengrajin jamu di Dusun Kiringan, Canden, Bantul, Yogyakarta. Kegiatan ini diselenggarakan pada tanggal 13 Desember 2024 dan diimplementasikan melalui tiga tahap proses, yaitu: (1) pemaparan materi, (2) praktik langsung pembuatan sabun, serta (3) sesi diskusi dan tanya jawab. Dusun Kiringan memiliki potensi tanaman apotek hidup yang kaya senyawa aktif antibakteri, sehingga mendukung para pengrajin jamu untuk mengembangkan produk berbasis kosmetik, seperti sabun cair, sebagai bentuk diversifikasi usaha berbahan alami. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah memberikan pelatihan kewirausahaan berbasis kreativitas melalui pembuatan sabun aromaterapi yang diharapkan dapat menjadi cikal bakal usaha mandiri pengrajin jamu. Hasil dari kegiatan ini berupa produk sabun mandi ukuran 100 ml per botol, dengan keunikan aroma yang berasal dari ekstrak sereh dan cengkeh. Pelatihan kewirausahaan berbasis kreativitas melalui pembuatan sabun aromaterapi telah memberikan pengetahuan dan keterampilan praktis kepada peserta, sehingga diharapkan mampu mendorong lahirnya usaha mandiri baru yang berpotensi meningkatkan perekonomian masyarakat secara berkelanjutan.
Analisis Efektivitas Biaya Terapi Antibiotik pada Pneumonia di RSUD Sleman Tahun 2023 Yogananda, Amrina Amalia; Faizah, Nurul; Hidayati, Listiana
Jurnal Farmasi & Sains Indonesia Vol 8 No 1 (2025)
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Nusaputera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52216/jfsi.vol8no1p156-161

Abstract

Pneumonia is an infectious disease caused by microorganisms, including viruses, bacteria, fungi, and parasites. One of the pharmacological therapies used to treat pneumonia is antibiotics. In determining antibiotics, it is necessary to select the frequency to determine the most effective and cost-effective therapy. CEA is a pharmacoeconomic method presented in the cost-effectiveness ratio to assist in drug selection decisions. This study aims to determine the most cost-effective antibiotics at Sleman Regional Hospital during 2023. Data was collected retrospectively using the medical records of pneumonia patients. The number of samples obtained was 27 patients diagnosed with pneumonia. The results showed that males suffered more from pneumonia (62.96%), the most common age was >65 years (37.04%), with a length of hospitalization of ≤5 days (70.37%). The average direct medical cost for single therapy in pneumonia patients is the largest levofloxacin of Rp 9.975.494, and the combination of oral ceftriaxone + azithromycin of Rp 14.802.488. The highest therapeutic effectiveness for single therapy is ceftriaxone at 90%, and the combination of ceftriaxone + gentamicin is 100%. Based on the ACER calculation, ceftriaxone is more cost-effective than levofloxacin for single therapy with an ACER value of Rp 86.967,94. For combination therapy, ceftriaxone + gentamicin is more cost-effective than ceftriaxone-oral azithromycin with an ACER value of Rp 61.922,26.
Analisis Efektivitas Biaya Terapi Antibiotik pada Pneumonia di RSUD Sleman Tahun 2023 Yogananda, Amrina Amalia; Faizah, Nurul; Hidayati, Listiana
Jurnal Farmasi & Sains Indonesia Vol 8 No 1 (2025)
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Nusaputera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52216/jfsi.vol8no1p156-161

Abstract

Pneumonia is an infectious disease caused by microorganisms, including viruses, bacteria, fungi, and parasites. One of the pharmacological therapies used to treat pneumonia is antibiotics. In determining antibiotics, it is necessary to select the frequency to determine the most effective and cost-effective therapy. CEA is a pharmacoeconomic method presented in the cost-effectiveness ratio to assist in drug selection decisions. This study aims to determine the most cost-effective antibiotics at Sleman Regional Hospital during 2023. Data was collected retrospectively using the medical records of pneumonia patients. The number of samples obtained was 27 patients diagnosed with pneumonia. The results showed that males suffered more from pneumonia (62.96%), the most common age was >65 years (37.04%), with a length of hospitalization of ≤5 days (70.37%). The average direct medical cost for single therapy in pneumonia patients is the largest levofloxacin of Rp 9.975.494, and the combination of oral ceftriaxone + azithromycin of Rp 14.802.488. The highest therapeutic effectiveness for single therapy is ceftriaxone at 90%, and the combination of ceftriaxone + gentamicin is 100%. Based on the ACER calculation, ceftriaxone is more cost-effective than levofloxacin for single therapy with an ACER value of Rp 86.967,94. For combination therapy, ceftriaxone + gentamicin is more cost-effective than ceftriaxone-oral azithromycin with an ACER value of Rp 61.922,26.
ANALISIS KANDUNGAN BORAKS PADA MAKANAN CILOK MENGGUNAKAN SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS SEBAGAI VERIFIKASI PRODUK HALAL DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA Akbar, Muhammad; Hidayati, Listiana; Alfian, Muhammad
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat UNSIQ Vol 11 No 01 (2024): Januari
Publisher : Lembaga Penelitian, Penerbitan dan Pengabdian Masyarakat (LP3M) UNSIQ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/ppkm.v11i01.6313

Abstract

Cilok adalah makanan yang terbuat dari tepung kanji yang berbentuk bulat. Boraks adalah suatu senyawa yang berbentuk kristal berwarna putih, senyawa kimia dengan nama natrium tetraborate. Uji halal karena sesuai dengan Fatwa MUI No. 43 Tahun 2012. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah cilok yang dijual di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta mengandung boraks. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif jenis eksperimental menggunakan uji Spektrofotometri UV-Vis, untuk uji kualitatif menggunakan uji nyala api, dan uji kertas tumerik dengan pengambilan sampel secara purposive sampling yang di mana pengambilan sampel dilakukan di Daerah Istimewa Yogyakarta. Hasil dari penelitian ini yaitu untuk uji kualitatif boraks pada 12 sampel menunjukkan hasil negatif mengandung boraks. Pada uji kuantitatif menggunakan spektrofotometri UV-Vis didapat regresi linier y = 0,0233x + 0,4146, sehingga dapat dilakukan untuk penentuan kadar boraks pada sampel. Uji kuantitatif diperoleh hasil negatif. Uji kehalalan untuk cilok di Daerah Istimewa Yogyakarta adalah terverifikasi halal.
FORMULASI DAN UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI SEDIAAN KRIM EKSTRAK KULIT JERUK BALI (Citrus maxima) TERHADAP Staphylococcus aureus METODE DIFUSI SUMURAN Kartini, Dyan Nurwita; Hidayati, Listiana; Faizah, Nurul
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat UNSIQ Vol 11 No 3 (2024): Oktober
Publisher : Lembaga Penelitian, Penerbitan dan Pengabdian Masyarakat (LP3M) UNSIQ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/ppkm.v11i3.7912

Abstract

Banyak tanaman di Indonesia yang mempunyai potensi untuk digunakan sebagai bahan obat, salah satunya yaitu tanaman jeruk bali (Citrus maxima). Kulit jeruk bali memiliki komponen metabolit sekunder berupa flavonoid, alkaloid, terpenoid, pektin dan tanin yang berpotensi digunakan sebagai antibakteri. Penilitian ini bertujuan untuk menguji aktivitas antibakteri ekstrak kulit buah jeruk bali yang diformulasikan dalam sediaan krim terhadap pertumbuhan Staphylococcus aureus. Kulit buah jeruk bali diekstraksi menggunakan metode maserasi. Maserat yang peroleh diformulasikan dalam bentuk sediaan krim dengan variasi F0 0%, F1 8%, F2 12,5% dan F3 15% kemudian dilakukan uji sifat fisik meliputi uji organoleptis, uji homogenitas, uji pH, uji daya sebar, daya lekat serta uji sentrifugasi. Uji aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus menggunakan metode well diffusion. Analisis data menggunakan uji One Way Anova dengan taraf kepercayaan 95% ( dan dilakukan uji lanjut Post Hoc LSD (Least Significant Difference). Hasil evaluasi sifat fisik krim semua formulasi ekstrak jeruk bali memenuhi syarat uji organoleptis, homogenitas, daya sebar, daya lekat, dan uji sentrifugasi yang baik. Hasil pengujian aktivitas antibakteri menunjukkan krim ekstrak kulit jeruk bali mempunyai aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus. Krim ekstrak kulit jeruk bali dengan berbagai formulasi (F0, F1, F2, F3) secara berurutan memiliki rata-rata zona hambat sebesar 0 mm; 6,61 mm; 9,02 mm; 10,95 mm. Analisis hasil zona hambat yang diperoleh menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antar masing-masing formulasi yang diberi ekstrak kulit jeruk bali (p<0,05). Kata Kunci : Antibakteri, Kulit Buah Jeruk Bali, Krim, Staphylococcus aureus
Cost Consequence Analysis of Antidiabetic Therapy in Covid-19 Hospitalized Patients with Diabetes Mellitus at Panembahan Senopati Hospital Yogyakarta Fatimah, Fitri Andriani; ST. Mualifah; Hidayati, Listiana; Nilansari, Anis Febri
Pharmacon: Jurnal Farmasi Indonesia Vol. 21 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/pharmacon.v21i1.4509

Abstract

One of the significant respiratory infections is Covid-19, and its occurrence in Indonesia varies due to the diverse geographical positions across the region. Therefore, demographic groups consisting of individuals of a certain age and those with certain medical conditions remain at the highest risk of contracting Covid-19. The severity of Covid-19 patients are greatly influenced by underlying health conditions such as diabetes mellitus, hypertension, age, and obesity. In particular, diabetes mellitus is associated with an increased risk of severe illness and mortality among Covid-19 patients, potentially impacting healthcare expenditure, especially pharmaceutical costs. Therefore, this study aims to describe the financing of medication therapy, the outcomes of antidiabetic therapy, and the average direct medication costs inpatients with Covid-19 at Panembahan Senopati Hospital. Using a non-experimental descriptive-analytic approach, this study retrospectively collected data from medical records from 2020 to 2021. The results showed: 1) a description of diabetes mellitus treatment therapy with Covid- 19, namely the most common single therapy is the use of insulin, namely Novorapid and Novomix, a combination therapy of 2 drugs, namely Metformin + Novorapid, while a combination therapy of 3 drugs, namely Metformin + Novorapid + Glibenclamide 2) the achievement of therapeutic outcomes in diabetic patients with Covid-19 who received therapy as many as 77.27% of patients reached the target and 22.73% of patients had not reached the target glucose level 3) the average direct treatment cost of hospitalized diabetes mellitus patients with Covid-19 was IDR. 5,234,858 per patient based on the hospital's perspective.
Evaluasi Sistem Informasi Manajemen Terhadap Pengguna dalam Mendukung Pengelolaan Obat di Puskesmas Kabupaten Bantul Hidayati, Listiana
Pharmaqueous: Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol. 2 No. 2 (2020): Volume 2, Nomor 2, November 2020
Publisher : Universitas Al-Irsyad Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36760/jp.v2i1.168

Abstract

Dalam tahapan pengembangan software sistem informasi manajemen sebelum diimplementasikan, perlu dilakukan evaluasi penggunaan sistem informasi manajemen karena akan menilai kualitas teknologi, manfaat yang didapatkan, dan untuk menemukan masalah potensial yang akan dihadapi oleh pengguna dan organisasi khususnya dalam bidang manajemen perbekalan farmasi di puskesmas. Tujuan penelitian ini melakukan evaluasi sistem informasi manajemen dan mengetahui hubungan antara kualitas teknologi terhadap pengguna sistem informasi manajemen, pengguna sistem informasi manajemen terhadap manfaat di puskesmas kabupaten Bantul. Penelitian ini merupakan penelitian analitik cross sectional yang dilakukan di puskesmas kabupaten Bantul. Subyek penelitian adalah apoteker dan tenaga teknis kefarmasian yang mengelola perbekalan farmasi di puskesmas kabupaten Bantul. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner dan wawancara. Analisis data kuesioner dilakukan dengan analisis deskriptif, analisis korelasi Spearman Rank. Pengguna sistem informasi manajemen di puskesmas kabupaten Bantul berkisar antara 70-77%, semuanya masuk dalam kategori baik. Hasil analisis korelasi menunjukkan bahwa ada hubungan antara kualitas teknologi dan pengguna sistem informasi manajemen (r = 0,696 ; p < 0,05). Pengguna PSS ada hubungan dengan manfaat penggunaan sistem informasi manajemen (r = 0,551 ; p < 0,05).
Pelatihan Pembuatan Lilin Aromaterapi Essensial Oil Lavender di Dusun Kiringan, Canden, Jetis, Bantul Yogyakarta Hidayati, Listiana; Fatimah, Fitri Andriani
Jurnal Vokasi Vol 8, No 2 (2024): Juli
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/vokasi.v8i2.5380

Abstract

Lilin aromaterapi minyak essensial lavender bekerja dengan mempengaruhi kerja otak. Aromaterapi lavender yang harum dan segar memberikan banyak manfaat bagi kesehatan psikologis seseorang. Tujuan dari pelatihan ini adalah untuk memaksimalkan kekayaan alam tanaman obat serta meningkatkan ekonomi masyarakat baik Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) maupun yang berbadan hukum di Desa Wisata Kiringan serta dapat menarik konsumen baru dari berbagai kalangan. Metode yang digunakan dalam pelatihan  ini adalah: melakukan wawancara terkait kebutuhan terkait, penyuluhan, demonstrasi terbimbing, praktek langsung dan pendampingan. Hasil dari kegiatan sosialisasi ini adalah meningkatkan kemandirian ekonomi dan mengaplikasikan produksi lilin aromaterapi minyak essensial oil lavender UMKM warga Dusun Kiringan, Kelurahan Canden, Kecamatan Jetis, Kabupaten Bantul, Yogyakarta
Ekstraksi Protein Bungkil Sawit serta Karakterisasinya dengan FTIR dan Uji Kjeldahl Yogananda, Amrina Amalia; Alfian, Muhammad; Hidayati, Listiana; Yulianti, Selvia; Cahyani Irawan, Hisba; Restu Dwi Saputro, Rafly; Cita Cahyani, Anggun
Jurnal Riset Farmasi Volume 5, No. 2, Desember 2025, Jurnal Riset Farmasi (JRF)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrf.v5i2.8207

Abstract

Abstract. Palm kernel cake is a byproduct of the palm oil industry that remains underutilized despite its high content of non-starch polysaccharides and carbohydrate-bound proteins with potential as plant-based biomaterials. This study aimed to extract protein from palm kernel cake and identify its functional groups and protein content using Fourier Transform Infrared (FTIR) spectroscopy and the Kjeldahl method. Protein extraction was carried out using an alkali–acid process involving solubilization with NaOH followed by isoelectric precipitation with HCl. The dried protein extract was analyzed using FTIR to detect characteristic protein absorption bands, while protein content was quantified using the Kjeldahl method. The extraction produced a yield of 9.6%. FTIR spectra showed the presence of Amide I (1650 cm⁻¹), Amide II (1540 cm⁻¹), and Amide III (1230 cm⁻¹) bands, confirming the protein structure within the extract. The Kjeldahl analysis revealed a protein content of 49.27%, which is higher than previously reported values and exceeds the minimum protein requirement of 13% set by the Indonesian National Standard (SNI). These findings demonstrate that palm kernel cake is a promising raw material for the development of plant-derived protein suitable for pharmaceutical and biomaterial applications. Abstrak. Bungkil sawit merupakan produk samping industri minyak sawit yang masih belum dimanfaatkan secara optimal, meskipun mengandung polisakarida bukan pati dan protein terikat yang berpotensi sebagai sumber biomaterial nabati. Penelitian ini bertujuan untuk mengekstraksi protein dari bungkil sawit serta mengidentifikasi struktur fungsional dan kadarnya menggunakan spektroskopi Fourier Transform Infrared (FTIR) dan metode Kjeldahl. Proses ekstraksi dilakukan menggunakan metode alkali–asid dengan pelarutan NaOH dan presipitasi isoelektrik menggunakan HCl. Sampel protein kering dianalisis menggunakan FTIR untuk mendeteksi pita-pita karakteristik protein, sedangkan kadar protein ditentukan secara kuantitatif dengan metode Kjeldahl. Hasil penelitian menunjukkan rendemen protein sebesar 9,6%. Spektrum FTIR memperlihatkan pita Amida I pada 1650 cm⁻¹, Amida II pada 1540 cm⁻¹, dan Amida III pada 1230 cm⁻¹ yang mengonfirmasi keberadaan struktur protein. Uji Kjeldahl menunjukkan kadar protein sebesar 49,27%, lebih tinggi daripada nilai yang dilaporkan pada penelitian sebelumnya dan telah memenuhi standar SNI minimal 13%. Temuan ini menunjukkan bahwa bungkil sawit berpotensi sebagai sumber protein nabati untuk pengembangan aplikasi farmasi dan biomaterial.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Terhadap Penggunaan Kosmetik Pemutih Kulit Berlabel Halal di Kalangan Mahasiswa Daerah Istimewa Yogyakarta Hidayati, Listiana; Faizah, Nurul; Setyaningrum, Eka Wahyu
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 7, No 1 (2026): Januari
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v7i1.35395

Abstract

Produk kosmetik menjadi salah satu kebutuhan primer oleh masyarakat, khususnya remaja. Banyak remaja yang menginginkan kulit putih secara cepat untuk menunjang penampilan. Oleh karena itu, perlu diimbangi adanya pengetahuan dasar terkait penggunaan produk kosmetik yang aman dan berlabel halal agar terjamin keamanannya tanpa menimbulkan dampak yang tidak diinginkan. Penelitian ini bertujuan mengetahui tingkat pengetahuan, penggunaan, dan hubungan antara tingkat pengetahuan dengan penggunaan kosmetik pemutih kulit berlabel halal di kalangan mahasiswa Daerah Istimewa Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain deskriptif analitik dan pendekatan cross-sectional. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan metode purposive sampling yang melibatkan sebanyak 400 responden. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan Spearman Rank. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini menunjukkan tingkat pengetahuan responden berada pada kategori baik (80%), cukup (18,8%), dan kurang (1,3%), sedangkan penggunaan kosmetik pemutih kulit berlabel halal pada kategori baik (91,3%), cukup (8,3%), kurang (0,5%). Uji korelasi Spearman Rank menghasilkan nilai signifikansi 0,001 (<0,05) dan koefisien korelasi 0,462 dengan kategori sedang dan arah korelasi positif sehingga terdapat hubungan signifikan yang searah antara tingkat pengetahuan dan penggunaan kosmetik pemutih kulit berlabel halal di kalangan mahasiswa Daerah Istimewa Yogyakarta.