Ahmad Suseno
Chemistry Department, Faculty Of Sciences And Mathematics, Diponegoro University, Jl. Prof. Soedarto, SH., Tembalang, Semarang|Diponegoro University|Indonesia

Published : 29 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Modifikasi Zeolit Alam Menggunakan Besi (Fe) dan Kobalt (Co) untuk Katalis Degradasi Fenol Marina Adriati; Ahmad Suseno; Taslimah Taslimah
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 16, No 1 (2013): Volume 16 Issue 1 Year 2013
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (406.246 KB) | DOI: 10.14710/jksa.16.1.1-5

Abstract

Kelimpahan zeolit alam di Indonesia cukup besar sehingga memberikan peluang pemanfaatan di berbagai bidang, salah satunya sebagai bahan katalis. Kemampuan katalis zeolit dapat ditimgkatkan melalui modifikasi zeolit dengan pengembanan logam. Pada penelitian ini telah dilakukan modifikasi zeolit alam melalui pengembanan besi (Fe) dan kobalt (Co) untuk katalis oksidasi fenol. Modifikasi zeolit alam dilakukan melalui tahap pencucian asam menggunakan HF, HCl, dan NH4Cl dilanjutkan pengembanan logam. Karakterisasi produk dilakukan menggunakan x-ray diffraktometer, surface area analyzer, dan uji katalitik dilakukan terhadap sampel fenol. Hasil karakterisasi menunjukkan komposisi mineral komponen utama penyusun zeolit adalah mordenit, keasaman total katalis Fe2O3-zeolit yang diperoleh sebesar 2,7 mmol/g dan katalis CoO-zeolit sebesar 2,5 mmol/g, katalis Fe2O3-zeolit dan katalis CoO-zeolit memiliki luas permukaan spesifik dan volume pori total secara berurutan, yaitu 38,3918 m2/g, 16,6569 cm3/g dan 28,6209 m2/g, 12,5072 cm3/g serta katalis mampu meningkatkan kemampuan hidrogen peroksida (H2O2) dalam mendegradasi fenol sebesar 16,93% pada dosis katalis 5 mg, konsentrasi awal fenol 100 mg/L, volume fenol 20 mL, dan waktu kontak 24 jam.
Detergensi Natrium Dodesilbenzen Sulfonat dengan Penambahan Natrium Tripolifosfat dan Variasi pH Briyanto Briyanto; Arnelli Arnelli; Ahmad Suseno
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 13, No 1 (2010): Volume 13 Issue 1 Year 2010
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (489.637 KB) | DOI: 10.14710/jksa.13.1.8-11

Abstract

Detergensi dapat ditingkatkan dengan penambahan natrium tripolifosfat dan mengatur pH pada saat pencucian. Detergensi yang dipelajari adalah detergensi natrium dodesilbenzen sulfonat hasil sintesis. Natrium dodesilbenzen sulfonat diperoleh dengan reaksi alkilasi, sulfonasi dan netralisasi. Produk dianalisis menggunakan FTIR dan uji detergensi produk dilakukan dengan mencuci kain katun dengan ukuran 10x10 cm yang telah dikotori dengan kotoran standar tanpa dan dengan penambahan natrium tripolifosfat dan variasi pH. Produk sintesis yang diperoleh berupa kristal abu- abu sebanyak 2,83 gram (rendemen 48,38 %). Pada uji detergensi, diperoleh bahwa daya detergensi optimum dari natrium dodesilbenzen sulfonat pada penambahan 70% natrium tripolifosfat. Semakin bertambahnya pH, semakin meningkatkan detergensi dan maksimum pada pH = 11,5
Pengaruh Konsentrasi Surfaktan CTAB (Cetyltrimethylammonium bromide) pada Modifikasi Lempung dengan Oksida Besi sebagai Pemilar Irine Ayu Febiyanti; Ahmad Suseno; Priyono Priyono
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 16, No 3 (2013): Volume 16 Issue 3 Year 2013
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (642.765 KB) | DOI: 10.14710/jksa.16.3.79-83

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang modifikasi lempung dengan cara pilarisasi menggunakan oksida besi dengan bantuan surfaktan CTAB. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaruh konsentrasi surfaktan CTAB pada proses modifikasi lempung dengan oksida besi sebagai pemilar. Penelitian ini dilakukan dengan tahap awal yaitu preparasi lempung untuk memisahkan pengotor dalam lempung alam kemudian diaktivasi menggunakan larutan NaCl dan diperoleh lempung homoionik Na. Modifikasi lempung dilakukan dengan penambahan surfaktan CTAB dengan variasi konsentrasi dan hasilnya dikarakterisasi menggunakan FTIR dan XRD. Pilarisasi lempung dilakukan dengan larutan pemilar polioksokation besi kemudian dikalsinasi dan hasilnya dikarakterisasi menggunakan BET. Spektra FTIR menunjukkan bahwa modifikasi lempung menggunakan surfaktan CTAB telah berhasil dilakukan. Difraktogram XRD menunjukkan bahwa interkalasi surfaktan CTAB menyebabkan peningkatan basal spacing terbaik pada CTA-Mont1 sebesar 2,35 nm dari basal spacing lempung awal sebesar 1,59 nm. Hasil analisis BET menunjukkan peningkatan jari-jari pori rata-rata, luas permukaan, dan volume pori total Oksida Besi-Mont1 dari 5,76 nm, 52,83 m2/g dan 0,15 cm3/g menjadi 8,14 nm, 80,73 m2/g, dan 0,33 cm3/g.
Formulasi Larutan Pencuci dari Surfaktan Hasil Sublasi Limbah Laundry Puspitasari Puspitasari; Arnelli Arnelli; Ahmad Suseno
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 16, No 1 (2013): Volume 16 Issue 1 Year 2013
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (607.64 KB) | DOI: 10.14710/jksa.16.1.11-16

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang perumusan cairan pencuci dari surfaktan sublasi dari  limbah laundry. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui formula cairan pencuci hasil surfaktan substitusi dari limbah cucian dan detergensi optimal dari cairan pencuci yang diformulasikan. Salah satu metode yang dapat diterapkan untuk mendapatkan surfaktan dari air limbah bekas adalah metode sublasi. Penelitian dilakukan dalam tiga tahap, yaitu sublasi limbah cucian, karakterisasi surfaktan, dan uji detergensi. Penentuan jumlah surfaktan menggunakan metode MBAS, penentuan kelompok fungsional surfaktan menggunakan FTIR, detergensi dengan sublasi surfaktan dengan memvariasikan pH, Sodium Tripoly Phosphate (STPP), Carboxyl Methyl Cellulose (CMC). Hasil penelitian menunjukkan bahwa surfaktan yang berasal dari proses sublasi adalah alkilbenzena sulfonat lurus (LAS). Hal ini ditunjukkan oleh spektrum FTIR yang menunjukkan beberapa kelompok fungsi seperti alkil, sulfonat dan pengganti cincin aromatik. Surfaktan anionik mengalami penurunan sebesar 81,43%. Hasil uji detergensi diperoleh detergensi optimum 90,49%, formula cairan pembersih 21% surfaktan, STPP 60%, pH 10,5, 1% CMC.Telah dilakukan penelitian tentang perumusan cairan pencuci dari surfaktan sublasi dari  limbah laundry. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui formula cairan pencuci hasil surfaktan substitusi dari limbah cucian dan detergensi optimal dari cairan pencuci yang diformulasikan. Salah satu metode yang dapat diterapkan untuk mendapatkan surfaktan dari air limbah bekas adalah metode sublasi. Penelitian dilakukan dalam tiga tahap, yaitu sublasi limbah cucian, karakterisasi surfaktan, dan uji detergensi. Penentuan jumlah surfaktan menggunakan metode MBAS, penentuan kelompok fungsional surfaktan menggunakan FTIR, detergensi dengan sublasi surfaktan dengan memvariasikan pH, Sodium Tripoly Phosphate (STPP), Carboxyl Methyl Cellulose (CMC). Hasil penelitian menunjukkan bahwa surfaktan yang berasal dari proses sublasi adalah alkilbenzena sulfonat lurus (LAS). Hal ini ditunjukkan oleh spektrum FTIR yang menunjukkan beberapa kelompok fungsi seperti alkil, sulfonat dan pengganti cincin aromatik. Surfaktan anionik mengalami penurunan sebesar 81,43%. Hasil uji detergensi diperoleh detergensi optimum 90,49%, formula cairan pembersih 21% surfaktan, STPP 60%, pH 10,5, 1% CMC.
Pengaruh Molekul Pengarah Struktur Terhadap Modifikasi Zeolit Alam Untuk Padatan Pendukung Amobilsasi Sel Khamir Phaffia rhodozyma Ahmad Suseno
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 10, No 1 (2007): Volume 10 Issue 1 Year 2007
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (314.95 KB) | DOI: 10.14710/jksa.10.1.18-23

Abstract

Modifikasi zeolit dari bahan zeolit alam telah dilakukan dengan menggunanakan pereaksi silika dan alumina berasal dari zeolit alam, tetrabutilamonium thiosianida sebagai kation basa organik, setil-trimetilammonium bromida sebagai molekul pengarah struktur dan natrium silikat untuk memperkaya kandungan silikat.Tahapan modifikasi dilakukan melalui destruksi basa, hidrotermal, dilanjutkan dengan proses kalsinasi pada temperatur 550oC. Hasil modifikasi selanjutnya dikarakterisasi mengguna-kan FTIR, XRD, serta pengukuran pori dengan metoda adsorpsi gas.Hasil penelitian menunjukkan bahwa padatan hasil modifikasi memiliki karakter mikrostruktur padatan berpori dengan kristalinitas tinggi dan ukuran pori rerata sebesar 27Å. Uji aplikasi menunjukkan bahwa padatan hasil modifikasi dapat digunakan sebagai padatan pendukung amobilisasi sel Khamir Phaffia rhodozyma.Kata kunci : zeolit alam, ukuran pori, molekul pengarah struktur
Sintesis Lempung Terpilar Polikation Alumunium Sebagai Adsorben Indigo Karmina Ari Kurniawan; Ahmad Suseno; Adi Darmawan
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 20, No 3 (2017): Volume 20 Issue 3 Year 2017
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (549.242 KB) | DOI: 10.14710/jksa.20.3.146-150

Abstract

Lempung mempunyai sifat plastis pada keadaan basah, di mana terjadi pengembangan antarlapis namun tidak mempunyai pori yang permanen. Kekurangan tersebut dapat diatasi dengan mengubah lempung alam menjadi lempung terpilar. Pilarisasi lempung dilakukan dengan interkalasi polikation Al pada lempung alam yang dilanjutkan dengan kalsinasi. Hasil sintesis dikarakterisasi dengan difraktometer sinar-X. Analisis indigo karmina hasil adsorpsi dilakukan menggunakan spektrofotometer uv-vis. Hasil difraksi sinar-x menunjukkan bahwa peningkatan rasio Al/lempung mampu meningkatkan kristalinitas lempung terpilar, tetapi tidak mempengaruhi ukuran basal spacing-nya. Peningkatan suhu kalsinasi menyebabkan penurunan kristalinitas dan basal spacing dari lempung terpilar Aluminium. Basal spacing yang terbesar dihasilkan oleh lempung terpilar yang kalsinasi pada suhu 300°C yaitu 18,03 Å.Uji aktifitas sebagai adsorben indigo karmina menunjukkan bahwa meningkatnya suhu kalsinasi pada sintesis lempung terpilar Al menyebabkan kemampuan adsorpsi menurun. Sedangkan dengan meningkatnya rasio Al/lempung meningkatkan kemampuan adsorpsi. Lempung terpilar dengan rasio Al/lempung = 2 dan suhu kalsinasi 300°C mampu mengadsorpsi indigo karmina sebesar 88,99%.
Adsorpsi Ion Bikromat pada Zeolit Alam Modifikasi Surfaktan Kation Hexadecyltrimethylammonium (HDTMA+) Mariza Umi Darmayanti; Ahmad Suseno; Arnelli Arnelli
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 12, No 3 (2009): Volume 12 Issue 3 Year 2009
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (340.544 KB) | DOI: 10.14710/jksa.12.3.98-102

Abstract

Potensi cadangan zeolit alam Indonesia yang melimpah belum optimal pemanfaatannya pada berbagai aplikasi di masyarakat. Upaya untuk meningkatkan daya guna zeolit alam telah dilakukan penelitian dengan memodifikasi zeolit alam sebagai bahan adsorben ion bikromat menggunakan metode pertukaran kation. Sifat muatan negatif yang dimiliki permukaan zeolit akan distabilkan oleh adanya kation penyeimbang. Kation penyeimbang tersebut pada dasarnya dapat digantikan oleh kation lain melalui pertukaran kation. Kation yang digunakan dalam memodifikasi permukaan zeolit alam bayat klaten adalah Hexadecyltrimethylammonium (HDTMA+). Karakterisasi terhadap modifikasi zeolit tersebut dilakukan menggunakan FTIR. Uji adsorpsi dilakukan terhadap ion bikromat pada zeolit alam dan zeolit hasil modifikasi. Pengukuran konsentrasi ion bikromat yang teradsorpsi menggunakan Spektroskopi Serapan Atom (AAS) serta penentuan kapasitas adsorpsi maksimum dihitung dengan metode isotherm Langmuir. Dari penelitian diperoleh spectra FTIR yang menunjukkan bahwa modifikasi dengan (HDTMA+) pada zeolit alam telah berhasil dilakukan dengan munculnya puncak 2850,55 cm-1 dan 2919,39 cm-1 yang merupakan rentangan simetris dan asimetris uluran CH2 amina dan surfaktan (HDTMA+). Pada penentuan konsentrasi ion bikromat menggunakan AAS yang di interpretasikan dengan isotherm Langmuir diperoleh kapasitas adsorpsi maksimum untuk zeolit alam sebesar 3,278 mg/g dan zeolit modifikasi sebesar 3,484 mg/g.
Synthesis of Zeolite from Bagasse and Rice Husk Ashes as Surfactant Builder on Detergency Process: Variation of NaOH Concentration for Silica Isolation Arnelli Arnelli; Bara Yunianto Fathoni; Teguh Iman Prastyo; Ahmad Suseno; Yayuk Astuti
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 21, No 3 (2018): Volume 21 Issue 3 Year 2018
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2326.808 KB) | DOI: 10.14710/jksa.21.3.139-143

Abstract

Zeolite was successfully synthesised from ash bagasse and from rice husk ash as source of silica and applied to surfactant builder. The removal of silica from bagasse ash and from rice husk ash was influenced by NaOH concentration to obtain sodium silicate. This research aimed to synthesize zeolite, determine the optimum concentration of NaOH to synthetic zeolite, identify the zeolite mineral type, morphology, determine cation exchange rate and detergency by using synthesized zeolite as builder. Synthesis of zeolite was undertaken by sol-gel method followed by hydrothermal process. The stages of this study included the production of bagasse and rice husk ashes, isolation of silicate using a variation of NaOH concentration of 1.67, 3.33, 5.00, 6.67 and 8.30 M in the form of sodium silicate. Synthesis of zeolite was carried out by reacting sodium silicate and sodium aluminate using hydrothermal method. The synthesized zeolites were characterized using XRD and SEM. The results of this research indicated the types of zeolite minerals formed, namely, zeolite A, Na-A, Na-Y and sodalite. The morphology of the synthesized zeolites from both samples was quite homogeneous, NaOH concentration used to produce zeolite from bagasse ash was 1.67 M with value of cation exchange capacity (CEC) and detergency were respectively 121.14 mek/100 gram and 92.09% while synthesis zeolite from rice husk ash was generated using 8.3 M NaOH concentration with value of cation exchange capacity (CEC) and detergency were 65,71 mek / 100 gram and 94,313%, respectively.
Sintesis dan Karakterisasi Zeolit Berbahan Dasar Limbah Padat Industri Kertas (Dregs) dengan Penambahan Abu Sekam Padi Fitri Anawati; Ahmad Suseno; Taslimah Taslimah
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 15, No 1 (2012): Volume 15 Issue 1 Year 2012
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (593.057 KB) | DOI: 10.14710/jksa.15.1.18-23

Abstract

Telah dilakukan penelitian sintesis zeolit menggunakan bahan dasar limbah industri kertas berjenis dregs secara refluks. Abu dregs dengan larutan NaOH dicampur ke dalam labu refluks pada temperatur 90°C selama 5 jam. Sintesis zeolit dengan variasi penambahan abu sekam padi. Zeolit yang dihasilkan selanjutnya dikarakterisasi menggunakan Spektroskopi Inframerah, Difraksi Sinar-X dan Analisis Luas Permukaan. Hasil karakterisasi menunjukkan gugus fungsi utama TO4 pada bilangan gelombang 1250-900 cm-1. Sifat kristalinitas zeolit masing-masing membentuk campuran mineral anorthite dan gehlenite. Karakterisasi sifat permukaan menghasilkan ukuran pori rata-rata 13,37 Å. Berdasarkan karakterisasi hasil sintesis, produk sintesis zeolit terbaik yaitu variasi penambahan 6,4 g abu sekam padi (Z4) yang mempunyai luas permukaan spesifik 18,0953 m2/g dan volume pori 12,081 cm3/g.
Pengaruh Penambahan Natrium Tripolifosfat dan pH terhadap Detergensi Surfaktan Hasil Sublasi Chandra Ady Nugroho; Arnelli Arnelli; Ahmad Suseno
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 12, No 2 (2009): Volume 12 Issue 2 Year 2009
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (462.041 KB) | DOI: 10.14710/jksa.12.2.61-65

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang pengaruh penambahan natrium tripolifosfat dan pH terhadap detergensi surfaktan hasil sublasi limbah cair cucian. Bahan utama penyusun detergen adalah surfaktan yang dapat mencemari lingkungan, antara lain branched-alkilbenzen sulfonat (ABS) dan linier-alkilbenzen sulfonat (LAS). Surfaktan ABS dengan rantai alkil bercabang, bersifat tidak terbiodegradasi, yaitu tidak dapat diurai oleh mikroorganisme dan menyebabkan polusi pada perairan di lingkungan. Metode pengambilan surfaktan salah satunya dapat dilakukan dengan metode sublasi yang dapat mengurangi pencemaran lingkungan. Penelitian dilakukan melalui tiga tahap yaitu sublasi limbah cair cucian, karakterisasi surfaktan hasil sublasi dan detergensi surfaktan hasil sublasi. Sublasi limbah cair cucian dilakukan dengan penambahan garam NaCl dan NaHCO3. Karakterisasi surfaktan hasil sublasi menggunakan metode FTIR (Fourier Transform Infra Red). Detergensi surfaktan hasil sublasi dengan menggunakan builder Natrium Tripolifosfat (STPP) dan pengaturan pH. Hasil penelitian menunjukkan surfaktan yang diperoleh dari hasil sublasi berwarna putih keabu-abuan. Spektra FTIR menunjukkan adanya gugus alkil, terdapat pada bilangan gelombang 2931,80 cm-1,sulfonat pada 1411,89 cm-1, cincin aromatis pada 1573,91 cm-1 dan benzena pada 1118,71cm-1 yang menunjukkan hasil sublasi adalah surfaktan LAS. Hasil detergensi diperoleh detergensi optimum 74,51 % pada konsentrasi surfaktan 23 %, konsentrasi STPP sebesar 60 % (b/b) dan pH sebesar 11,5.