Susetyo Susetyo
Dosen Jurusan Sosiologi FISIP - Universitas Lampung

Published : 12 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Pengaruh Media Pembelajaran Wordwall terhadap Kemampuan Menulis Teks Fantasi Siswa Kelas VII SMP Ma’arif Gamping Yusuf Putra Sholihin; Susetyo, Susetyo
Diksa : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 11 No. 1 (2025): Diksa : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The use of learning media at SMP Ma'arif Gamping Sleman Yogyakarta is still less varied. Indonesian Language teachers more often use conventional learning media so that students are less active and less interested in the learning materials presented. This affects student learning outcomes in Indonesian Language Subjects. The purpose of this study was to determine and describe the effect of wordwall learning media on student learning outcomes in the material of writing fantasy texts. The research method used was a quasi-experimental method. Sampling used a purposive sampling technique involving 46 7th grade students from SMP Ma'arif Gamping. Students were divided into classes, namely the experimental class, namely class 7A, with 23 students and the control class, namely class 7B, with 23 students. The results showed that there was an increase in student learning outcomes as seen from the average posttest score of the experimental class getting a score of 80.43, while the control class score got 74.45. For the results of the hypothesis test using the t-test using the SPSS program, there is a Sig (2-tailed) result of 0.004 which shows Sig (2-tailed) < a (0.05). The results of the hypothesis test (t-test) can be concluded that there is an influence of the use of wordwall learning media on the results of learning to write fantasy texts.
KATA-KATA BIJAK SEBAGAI SARANA PENDIDIKAN KARAKTER BAGI PESERTA DIDIK Susetyo, Susetyo; Novita Kusumaningrum, Rika; Wahyu Septarianto, Tomi
JURNAL SKRIPTA Vol 9 No 2 (2023): SKRIPTA NOVEMBER 2023
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/skripta.v9i2.5955

Abstract

Permasalahan yang muncul akhir-akhir ini adalah banyak terjadi perilaku negatif yang dilakukan oleh para remaja,  baik di lingkungan masyarakat maupun di sekolah, seperti perkelahian  antarpelajar, tawuran antarpemuda, pelecehan seksual, minum-minuman keras, narkoba, mem-bully, membunuh, merampas, kebut-kebutan, membolos, berbicara kotor, tidak memperhatikan guru atau rIbut saat pembelajaran di kelas, tidak mematuhi tata tertib sekolah, dan sebagainya. Tujuan penulisan makalah  ini  untuk mendeskripsikan peran kata-kata bijak sebagai  sarana  pendidikan karakter bagi peserta didik. Kata-kata bijak diambil dari (1) hasil bacaan  yang diprakirakan mengandung nilai-nilai pendidilan karakter, baik dari buku-buku umum, buku-buku pembelajaran, dongeng cerita rakyat, artikel jurnal, grup-grup media sosial maupun (2) menonton pertunjukan wayang di televisi, (3 mendengarkan wayang di radio, ceramah, obrolan, perbincangan pada saat rapat, obrolan di warung, kantin, rumah makan, dan sebagainya.  Kata-kata bijak tersebut dicatat dan dikelompokkan  ke dalam tema-tema karakter tertentu yang diprediksi dapat digunakan sebagai sarana pendidikan karakter bagi peserta didik, baik di sekolah pertama maupun sekolah menengah atas. Hasil pencatatan dan pengelompokkan kata-kata bijak berdasarkan tema tersebut disesuaikan dengan keperluan pendidikan karakter di sekolah,  antara lain (1) religius, (2) toleransi, (3) kesabaran dan keikhlasan, (4)  rendah hati, (5) gotong royong dan  kerja sama, (6) memiliki ilmu, (7) peduli lingkungan dan sosial, (8)  bekerja keras,  (9) hemat, (10) kejujuran, dan (11) kemandirian. Kesebelas tema pada kata-kata bijak yang telah ditemukan, ditafsiran, dan diverifikasi tersebut  dapat digunakan oleh guru sebagai nasihat, anjuran, saran, dan ajakan agar peserta didik termotivasi  dan mau untuk berperilaku positif, baik ketika  di kelas, di sekolah, di rumah maupun di masyarakat. Kata-kata bijak tersebut dapat disampaikan oleh guru sebelum mulai pembelajaran, saat pembelajaran  atau pada akhir pembelajaran agar kata-kata bijak didengar, dipahami, dan  diresapi peserta didik untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.