Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search
Journal : CHEMISTRY PROGRESS

AKTIVITAS ANTIFOTOOKSIDASI NANOPARTIKEL PERAK YANG DISINTESIS MENGGUNAKAN KULIT PISANG KEPOK (Musa Paradisiaca L.) Colling, Erningsi; Suryanto, Edi; Wuntu, Audy
CHEMISTRY PROGRESS Vol 11, No 2 (2018)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/cp.11.2.2018.27943

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Aktivitas antifotooksidasi nanopartikel perak yang disintesi menggunakan kulit pisang kepok. Larutan perak nitrat (AgNO3) 1mM direduksi menggunakan ekstrak kulit pisang kepok yang didiamka selama 15 menit pada ruang gelap. Karakterisasi menggunakan spektrofotometer UV-Vis dan Scanning Electron Microscope (SEM). Analisis terhadap stpektra UV-Vis menunjukan bahwa nanopartikel relatif stabil pada panjang gelombang 414.50-447.00 nm. Hasil dari karakterisasi SEM menunjukan nanopartikel perak yang disintesis menggunakan ekstrak kulit pisang kepok dengan perak nitrat (AgNO3) 1mM memiliki ukuran terkecil 46 nm dan yang terbesar mencapai 65 nm. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa nanopartikel perak yang disintesis menggunakan ekstrak kulit pisang kepok memiliki kandungan fenolik dan aktivitas antiofotooksidasi lebih rendah dibandingkan dengan ekstrak kulit pisang kepok tanpa nanopartikel perak. ABSTRACTThis study aims to determine the antiphotooxidation activity of silver nanoparticles synthesized by kepok banana peel. Silver nitrate (AgNO3) 1mM solution was reduced using kepok banana peel extract which was stored for 15 minutes in a dark room. Characterization used UV-Vis spectrophotometer and Scanning Electron Microscope (SEM). Analysis of UV-Vis spectrum showed that nanoparticles were relatively stable at wavelength 414.50-447.00 nm. The results of SEM characterization showed that silver nanoparticles synthesized by 1mM kepok banana peel extract with silver nitrate (AgNO3) had the smallest size of 46 nm and the largest reached 65 nm. The results of this study showed that silver nanoparticles synthesized by kepok banana peel extracts had a lower phenolic content and antiophotooxidation activity compared to kepok banana peel extract without silver nanoparticles.
AKTIVITAS ANTIINFLAMASI EKSTRAK AIR TEPUNG PELEPAH AREN (Arenga pinnata) Onggeteua, Fita M.; Sangi, Meiske S.; Wuntu, Audy D.
CHEMISTRY PROGRESS Vol 13, No 1 (2020)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/cp.13.1.2020.30207

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji aktivitas antiinflamasi dari beberapa dosis ekstrak fraksi air tepung pelepah aren terhadap tikus putih galur wistar (Rattus norvegicus L.) yang diinduksi karagenan berdasarkan nilai persen inhibisi radang. Metode yang digunakan untuk pengujian antiinflamasi adalah dengan induksi karagenin 1% sebanyak 0,5 mL pada telapak kaki belakang hewan uji 1 jam sebelum perlakuan terhadap tikus diberikan secara peroral. Hasil penelitian menunjukkan dosis yang paling bagus dalam menghambat inflamasi yaitu dosis 30% dimana mempunyai nilai persen inhibisi udem lebih tinggi dari kontrol positif (Na-diklofenak). Pada uji Kolmogorov-Smirnov, data persen inhibisi udem pada semua kelompok uji dari jam 1 sampai ke 6 terdistribusi normal (ρ≥ 0.05). Pada uji Homogenitas Levene, data persen inhibisi udem pada semua kelompok uji dari jam 1 sampai ke 6 terdistribusi homogen (ρ≥ 0.05). Pada uji One-way ANOVA, nilai signifikan dari persentase inhibisi udem jam ke-1 sampai jam ke-6 yaitu berbeda secara bermakna (ρ≤0,05). Pada uji BNT (LSD), dosis 30% memiliki nilai signifikan (ρ≤ 0.05). Sedangkan dosis 20% dan 25% tidak memiliki nilai signifikan. Maka dapat disimpulkan bahwa data persen inhibisi udem telapak kaki tikus dengan dosis 30% berbeda secara bermakna.The present  study aimed to discuss the anti-inflammatory activity of several doses of extract of water fraction of palm sugar flour on rats of Wistar (Rattus norvegicus L.) strain induced carrageenan based on percent inhibitory inflammation values. The method used to test anti-inflammatory is by induction of caragenin 1% by 0.5 mL on the soles of the test animal's feet 1 hour before evaluation of rats given orally. The results showed that the best dose against inflammation was the 30% dose which had a higher percent inhibition value than positive control (Na-diclofenac). In the Kolmogorov-Smirnov test, percent data inhibited in all test groups from 1 to 6 hours were normally distributed (ρ≥0.05). In the Levene Homogeneity test, percent inhibition data in all test groups from 1 to 6 hours were homogeneously distributed (ρ≥0.05). In the One-way ANOVA test, the significant value of the percentage of inhibition of the 1st to 6th hour edema was different from the contribution (ρ≤0.05). In the LSD test (LSD), a dose of 30% has a significant value (ρ≤0.05). While the doses of 20% and 25% have no significant value. Then it can be concluded that the percent data inhibits rat foot edema at a dose of 30% significantly different. 
PEMBUATAN NANOKOMPOSIT KITOSAN/TiO2/Ag DAN ANALISIS AKTIVITASNYA SEBAGAI ANTIBAKTERI Bungan, Gladys K; Aritonang, Henry F; Wuntu, Audy D
CHEMISTRY PROGRESS Vol 14, No 1 (2021)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/cp.14.1.2021.34128

Abstract

Penelitian tentang pembuatan nanokomposit kitosan/TiO2/Ag telah dilakukan dengan menggunakan TiO2sebanyak6 gram dan konsentrasi AgNO3 yaitu 5 mM menggunakan metode reduksi dan impregnasi. Nanokomposit yang dihasilkan dikarakterisasi menggunakan X-Ray diffractometry (XRD), Scanning Electron Microscope-Energy Dispersive x-Ray Spectroscopy (SEM-EDS) dan menganalisis aktivitasnya sebagai anti bakteri terhadap Staphylococcus aureus (Gram positif) dan Escherichia coli (gram negatif). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ukuran nanokomposit yang dihasilkan sebesar 56,93 nm. Difraktogram XRD muncul puncak karakteristik partikel TiO2 tetapi partikel Ag kurang terlihat jelas. Namun, berdasarkan data EDS, kedua partikel ini ditemukan pada membran kitosan. Ini menunjukkan bahwa sangat sedikit partikel Ag yang terbentuk atau keterbatasan alat XRD dalam mendeteksi sejumlah kecil partikel. Namun demikian, nanokomposit menunjukkan kemampuannya untuk menghambat pertumbuhan kedua bakteri ini.ABSTRACTResearch on the manufacture of chitosan/TiO2/Ag nanocomposites has been carried out using 6 grams of TiO2 and 5 mM AgNO3 using reduction and impregnation methods.The resulting nanocomposites were characterized using X-Ray diffraction (XRD), Scanning Electron Microscope-Energy Dispersive x-Ray Spectroscopy (SEM-EDS) and analyzed their activity as anti-bacteria against Staphylococcus aureus (Gram positive) and Escherichia coli (gram negative).The results showed that the resulting nanocomposite size was 56.93 nm. The XRD diffractogram showed the peak characteristics of TiO2 particles but the Ag particles were less visible.However, based on EDS data, the two particles were found on the chitosan membrane. This indicates that very few Ag particles are formed or the limitations of XRD devices in detecting a small number of Ag particles.However, the nanocomposites demonstrated their ability to inhibit the growth of these two bacteria.
SINTESIS NANOPARTIKEL Fe3O4–POLIETILEN GLIKOL (PEG) 6000 DARI PASIR BESI PANTAI HAIS SEBAGAI ADSORBEN LOGAM KADMIUM (Cd) Tatinting, Gabriel Dinnydio; Aritonang, Henry F; Wuntu, Audy D
CHEMISTRY PROGRESS Vol 14, No 2 (2021)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/cp.14.2.2021.37192

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang sintesis nanopartikel Fe3O4 dari pasir besi pantai Hais dengan metode kopresipitasi dan digunakan sebagai adsorben logam kadmium (Cd). Dalam sintesis nanopartikel tersebut digunakan polietilen glikol (PEG) 6000 sebagai agen penstabil ukuran partikel. Nanopartikel yang dihasilkan dikarakterisasi menggunakan X-Ray diffractometry (XRD) dan Scanning electron microscope (SEM) dan hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan penambahan PEG 6000 dapat mempengaruhi ukuran partikel Fe3O4 yang dihasilkan. Selanjutnya nanopartikel Fe3O4-PEG 6000 dianalisis kemampuannya sebagai adsorben logam Cd menggunakan spektofotometer serapan atom (AAS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan nanopartikel Fe3O4-PEG 6000 dalam menyerap logam Cd lebih baik jika dibandingkan dengan nanopartikel Fe3O4 tanpa penambahan PEG 6000.ABSTRACK A research has been carried out on the synthesis of Fe3O4 nanoparticles from the iron sand of Hais beach using the coprecipitation method and the material was used as an adsorbent for Cadmium (Cd) metal. In the synthesis of these nanoparticles, polyethylene glycol (PEG) 6000 was used as a particle size stabilizer. The resulting nanoparticles were characterized using X-Ray diffractometry (XRD) and Scanning electron microscope (SEM) and the results showed that the addition of PEG 6000 could affect the particle size of Fe3O4 produced. Furthermore, Fe3O4-PEG 6000 nanoparticles were analyzed for their ability to adsorb Cd2+ ion using Atomic adsorption spectroscopy (AAS). The results showed that the ability of Fe3O4-PEG 6000 nanoparticles to adsorb Cd2+ ion was better than that of Fe3O4 nanoparticles without the addition of PEG 6000.
KARAKTERISASI SERAT PANGAN DAN AKTIVITAS PENYERAPAN ION NITRIT DARI CANGKANG BIJI PALA Silvana Yoce Tuwohingide; Edi Suryanto; Harry S.J. Koleangan; Audy D. Wuntu
CHEMISTRY PROGRESS Vol. 15 No. 2 (2022)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/cp.15.2.2022.44529

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk menentukan kandungan serat pangan dari serbuk cangkang pala serta aktivitas penyerapannya terhadap ion nitrit. Penelitian ini terdiri dari beberapa tahap yaitu karakterisasi fisik tepung cangkang pala, penentuan kandungan serat pangan dan penentuan kapasitas penyerapan ion nitrit. Hasil karakteristik secara fisik dengan particle size analayzer menunjukkan rata-rata ukuran partikel serbuk cangkang pala yang tanpa perlakuan (TPCP) lebih tinggi (43,67 µm) kemudiaan diikuti dengan serbuk cangkang pala yang dihomogeninsasi dengan pelarut aquades (ACP) (41,07 µm) dan serbuk cangkang pala yang dihomogeninsasi dengan pelarut etano l (ECP) (37,21 µm). Hasil karakterisasi secara fisik serbuk cangkang pala yang dihomogenisasi dengan aquades (ACP), yang dihomogenisasi dengan etanol (ECP) dan cangkang pala tanpa perlakuan (TPCP) dengan Fourier Transform Infra Red (FTIR) menunjukkan adanya serapan pada bilangan gelombang 3425,58 cm-1 yang mengindikasikan gugus hidroksil dari selulosa, bilangan gelombang 2900,94 cm-1 menunjukkan vibrasi C H dari senyawa polisakarida, bilangan gelombang 1265,3 cm-1 yang mengindikasikan adanya vibrasi kerangka aromatik yang berasal dari lignin serta serapan pada 1049,28 cm-1 yang berkaitan dengan C O C dari ikatan glikosidik. Hasil penentuan kapasitas penangkal nitrit menunjukan bahwa penyerapan tertinggi terdapat pelarut aquades kemudian diikuti oleh pelarut etanol dan yang terendah terdapat pada sampel tanpa perlakuan.
Karakterisasi Serat Pangan Dari Ampas Kelapa Sebagai Adsorben Zat Pewarna Sintetik Bolilera, Theressa; Wuntu, Audy D.; Suryanto, Edi
CHEMISTRY PROGRESS Vol. 17 No. 1 (2024)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/cp.17.1.2024.53024

Abstract

ABSTRACT The prupose of this study was to determine the characteristics of food fiber from coconut dregs with variations of coconut dregs based on size and its application as an adsorbent of several synthetic dyes, namely Methylene Blue, Rhodamin B, Congo Red, Crystal Violet, dan Eriochorome Black T. Coconut dregs with variations in size produced was characteristics using X-Ray Diffraction (XRD) and Fourier-Transform Infrared Spectroscopy (FTIR). The characteristics showed the presence of hemicellulose, cellulose and lignin. Analysis of coconut dregs activity with variations in size, namely 50, 100 and 200 mesh as a dye adsorbent for Methylene Blue, Rhodamin B, Congo Red, Crystal Violet, and Eriochorome Black T. Showed that the coconut dregs with a size of 200 mesh has the best ability as a dye adsorbent with the highest % adsorption value for all dye. On dyes Methylene Blue, the percentage of adsorption was 83,91%, while on Rhodamin B, Congo Red, Crystal Violet and Eriochorome Black T were 83,91%, 92,01%, 83,66%, and T 89,81% respectively.   ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik serat pangan dari ampas kelapa dengan variasi ampas kelapa berdasarkan ukuran serta aplikasinya sebagai adsorben dari beberapa zat pewarna sintetis yaitu Methylene Blue, Rhodamin B, Congo Red, Crystal Violet, dan Eriochorome Black T. Ampas kelapa dengan variasi ukuran yang dihasilkan dikarakterisasi menggunakan X-Ray Diffraction (XRD) dan Fourier-Transform Infrared Spectroscopy (FTIR). Hasil karakterisasi tersebut menunjukkan adanya hemiselulosa, selulosa dan lignin. Analisis aktivitas ampas kelapa dengan variasi ukuran yaitu 50, 100 dan 200 mesh sebagai adsorben zat warna Methylene Blue, Rhodamin B, Congo Red, Crystal Violet, dan Eriochorome Black T. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan ampas kelapa sebagai adsorben zat pewarna terbaik adalah pada ampas kelapa dengan ukuran 200 mesh dengan nilai % adsorpsi tertinggi yang di hasilan pada setiap zat warna. Pada zat warna Methylene Blue, % adsorpsi yang dihasilan 89,27%, zat warna Rhodamin B 83,91%, zat warna Congo Red 92,01%, zat warna Crystal Violet 83,66% dan zat warna Eriochorome Black T 89,81%.
Material Berbasis Hidroksiapatit/Zeolit untuk Fotodegradasi Pewarna Sintetik di Bawah Cahaya Tampak Wuntu, Audy D.; Kamu, Vanda S.; Siwi, Vanny H.; Wuntu, Norrytha L.
CHEMISTRY PROGRESS Vol. 17 No. 2 (2024)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/cp.17.2.2024.58744

Abstract

ABSTRAK Isu lingkungan terkait pencemaran zat warna sintetis dari limbah industri masih relevan dan terus dikaji. Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis material fotokatalis berbahan dasar tulang ikan dan zeolit ​​A (ZA) serta mengaplikasikannya untuk degradasi metilen biru, merah kongo, kristal violet, metil jingga, dan eriochrome black-T dalam larutan air. Tulang ikan dikalsinasi untuk memperoleh hidroksiapatit (HAp) dan HAp yang diperoleh dicampur dengan larutan silikat dan aluminat dalam sintesis zeolit ​​A. Bahan yang dihasilkan kemudian perlakukan dengan AgNO3 dan diperoleh bahan komposit yang selanjutnya dikarakterisasi dengan teknik difraktometri sinar-X. Fotodegradasi zat warna sintetik dilakukan dengan cara menginteraksikan bahan komposit dengan larutan zat warna di bawah penyinaran cahaya tampak dan konsentrasi akhir zat warna diukur dengan spektrofotometer UV-vis. Analisis difraktogram komposit menunjukkan adanya komponen HAp, Ag-ZA, Ag3PO4, dan Ag. Berdasarkan jumlah zat warna yang terdegradasi per satuan massa komposit, komposit ini memiliki kemampuan terbesar dalam mendegradasi eriochrome black-T tetapi sulit untuk mendegradasi metil jingga. Jumlah komposit yang digunakan memengaruhi kemampuan komposit dalam mendegradasi zat warna. Semakin banyak jumlah komposit yang digunakan, semakin rendah jumlah zat warna yang dapat terdegradasi per satuan massa komposit..   ABSTRACT Environmental issues related to the pollution of synthetic dyes from industrial waste remain relevant and are continuously being studied. This research aimed to synthesize a photocatalyst material based on fish bones and zeolite A (ZA) and apply it for the degradation of methylene blue, congo red, crystal violet, methyl orange, and eriochrome black-T in aqueous solutions. Fish bones were calcined to obtain hydroxyapatite (HAp), and the obtained HAp was mixed with silicate and aluminate solutions in the synthesis of zeolite A. The resulting material was then treated with AgNO3 and a composite material was obtained, which was then characterized using X-ray diffractometry technique. The photodegradation of synthetic dyes was carried out by interacting the composite material with a dye solution under visible light irradiation, and the final concentration of the dye was measured using a UV-vis spectrophotometer. Analysis of the composite diffractogram showed the presence of HAp, Ag-ZA, Ag3PO4, and Ag components. Based on the amount of dye degraded per unit mass of composite, this composite has the greatest ability to degrade eriochrome black-T but has difficulty degrading methyl orange. The amount of composite used affected the ability of the composite to degrade dyes. The more composite used, the lower the amount of dye that could be degraded per unit mass of composite.  
Co-Authors Abdul R.H. Korompot Andre G Kalensun Bando, Reksih Evander Bolilera, Theressa Bungan, Gladys K Christmas Togas Colling, Erningsi Dewi A Bukasa Djoni Hatidja Djoni Hatidja Edi Suryanto Edi Suryanto Feti Fatimah Ghazaly R. Umaternate Grace Aprianne Bellatrix Patiung Guntur Pasau Haider Ali Ginting, Haider Ali Harry Koleangan Harry S. J. Koleangan Harry S.J Koleangan Harry S.J Koleangan Harry S.J. Koleangan Harry S.J. Koleangan Henry Aritonang Henry F. Aritonang, S.Si., M.Si. Herling D. Tangkuman Jacobus, Meyffi Merrylin Jemmy Abidjulu Johnly Alfreds Rorong Julius Pontoh Julius S. Pontoh Kakame, Dewi Y. N. Koleangan, Harry Korompot, Abdul R.H. Kumanaung, Maureen Lengkong, Vanda Lidya I Momuat Lidya I. Momuat Lidya Irma Momuat Lidya Irma Momuat Lidya Irma Momuat Lidya Irma Momuat Lusiana Eka Sari Maanari, Chaleb Paul Ma’ruf, Hasna Makatipu, Christian D. Marini Runtu Mariska Margaret Pitoi Martin Aprilino Tambunan, Martin Aprilino Maureen Kumaunang Maureen Kumaunang Max R.J. Runtuwene Meiske S Sangi Meiske S Sangi Meiske S. Sangi Meiske Sientje Sangi, Meiske Sientje Michelle Poluakan, Michelle Mira Marlinda Muzakir Rahalus, Muzakir Norrytha L Wuntu Onggeteua, Fita M. Pandelaki, Elmi C.J. Pangajow, Stoflly E. M. Prasetyo, Yudhie E Pujiarti, Pujiarti Rizky B. Holle Rosdiana Tidore Runtu, Marini Sanusi Gugule Silvana Yoce Tuwohingide Stifanus Billy Pelle Suhardi Titdoy, Suhardi Syamsi, Ibnu Darmawan Talita Kojong Taringan, Agres K. Tatinting, Gabriel Dinnydio Tumbel, Elsa D. Tumbelaka, Riddel M M Y Tumbelaka, Riddel M.M.Y. TUMUAHI, FIRGIN PRITTY DEISYELLA Vanda Kamu Vanda Lengkong Vanda S Kamu Vanda S. Kamu Vanny H. Siwi Wuntu, Norrytha L Wuntu, Norrytha L. Yudhie E Prasetyo