Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

Pemanfaatan lumpur limbah industri penyamakan kulit untuk kompos dan pengaruhnya terhadap kandungan krom dalam tanaman uji (jagung dan sawi) Sutyasmi, Sri; Sunaryo, Ignatius; Mustafa, Hadi; Susila, Jaka
Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 20, No 1 (2004): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik
Publisher : Center for Leather, Rubber, and Plastic Ministry of Industry, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1882.359 KB) | DOI: 10.20543/mkkp.v20i1.238

Abstract

The aim of this study is to use waste sludge from leather tanning industry for compos and its influence to chromium content in the treatment plant (Zea mays and Brassica chinensis L). In such way it is useful for agriculture and it can prevent the environment pollution. Sludge from leather tanning waste water treatment is around 250 kg per ton hide/skin being processed. If it is not be managed, this kind of sludge will distributes bad smell because of the highly protein content. The nitrogen content within the sludge varies from 2 – 10 %, calcium  10 – 30 %, chromium 0.2 – 3 %, so it is comfortable to use for compos. The activities for making compos were carried out in one of the leather tanning industries in Yogyakarta. Compos was made by following the Windows method with the composition of sludge 45%, rice shell 14.8 %, rice bran 0.2 %, earth 40% and P. Bio 100 ml per kilogram compos mixture. The results of raw sludge  of raw sludge analysis before to be used for making compos was N total 2.163%, C organic 44.60%, P. total 0.24%, the available P was 0.012 %, K total 0.54 %, the available K was 0.3 %, C/N ratio was 20.62 and chromium content was 0.39%. the result of compos analysis was N total  0.605%, C organic 82.23%, P total 0.11%, the available P was 0.038%, K total 0.017%, the available K was 0.69%, C/N ratio was 135.98 and chromium content was 0.26%. compos then used for fertilize to Zea mays and Brassica chinensis L  and their growth rate were noticed and the chromium content in the Zea mays and Brassica chinensis L  was analyzed in the part of roots, stems, leaves and fruits. Based on the noticed and analyzed data could be seen that chromium content in the Zea mays were not be detected; whereas the chromium content in Brassica rugosa were 28.76 g/kg in roots, 30.78 g/kg in stems, 15.30 30.78 g/kg in leaves. It is suggested that this kind of compos don not used for vegetable but for high plants.  Keywords : sludge, tanning industry, compos, environment.     Tujuan dari penelitian ini adalah memanfaatkan lumpur limbah yang berasal dari UPAL untuk dijadikan kompos dan melihat pengaruhnya terhadap kandungan krom dalam tanaman uji (jagung dan sawi). Dengan demikian dapat bermanfaat untuk petani serta mengatasi masalah lingkungan. Lumpur UPAL industry penyamakan kulit mempunyai volume sekitar 250 kg/ton kulit yang diproses. Lumpur tersebut apabila tidak segera ditangani akan menimbulkan bau busuk karena kandungan proteinnya masih tinggi. Kandungan nitrogen antara 2 – 10%, Calsium 10 – 30%, krom 0,2 – 3 %, sehingga memungkinkan untuk dibuat kompos. Pembuatan kompos dari lumpur dilakukan disalah satu perusahaan penyamakan kulit di daerah Yogyakarta. Metode yang digunakan adalah metode Windrows dengan komposisi lumpur 45%, sekam 14,8%, bekatul 0,2 %, tanah 40% dan P Bio yang digunakan adalah 100 ml/ kg campuran kompos. Hasil uji lumpur sebelum dijadikan kompos N total 2,163 %, C organik 44, 60%, P total 0,24 %, P tersedia 0,012%, K total 0,54 %, K tersedia 0,3% dan C /N ratio 20,62. Sedangkan hasil uji kompos adalah N total 0,605 %, C Organik 82,23%, P total 0,11%, P tersedia 0,038%, K total 0,017 %, K tersedia 0,69% dan C/N ratio 135,98%. Kompos kemudian dipupukkan kedalam tanaman jagung dan sawi dan dilihat pertumbuhannya serta diuji kandungan krom dalam jagung dan sawi mulai dari akar, batang, daun dan buah, kandungan krom dalam jagung tidak terdeteksi sedangkan dalam sawi mulai dari akar, dalam akar 28,7 g/kg, batang 30, 78 g/kg dan pada daun 15,30 g/kg. kompos dari lumpur cocok untuk tanaman tinggi. Kata Kunci : lumpur, industri penyamakan kulit, kompos, lingkungan. 
Penelitian pembuatan kulit nappa dari kulit domba untuk garmen Kasmudjiastuti, Emiliana; Astuti, Emy Sulistyo; Widhiati, Widhiati; Suharjono, Suharjono; Susila, Jaka; Kuwatno, Kuwatno; Suryadi, Suryadi
Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 12, No 22 (1996): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik
Publisher : Center for Leather, Rubber, and Plastic Ministry of Industry, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1138.34 KB) | DOI: 10.20543/mkkp.v12i22.339

Abstract

The purpose of this study is to know the best of variation of retaninagent. Material used in this study are 30 pieces sheep skin wet blue leather while retanning agent added in three variables are Chrome-Blancorol, Chrome Lutan, Chrome-Tanesco. The results of the study were tested on their chemical, physical and visual properties. The data which are statistically analyzed using Completely Randomized Design (CRD) and Least Significant Difference (LSD) show that the best result is obtained by the sheep skins which are retannned using combination of chrome-Tanesco with stitch tear strength = 722.09 N/ cm, tear  strength = 140.45 N/ cm, chrome content = 4.4 %, dry rub fastness test show  no discolourisation, while wet rub fastness test show a little discolourisation and resistance of dry cleaning to perchloroetylene.    INTISARI Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kombinasi bahan penyamakan ulang terbaik pada pembuatan kulit nappa dari kulit domba untuk garmen. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 30 lembar kulit domba belahan krom basah (wet blue). Bahan penyamak ulang yang digunakan adalah dengan 3 (tiga) macam variasi : Krom – Blancorol, Krom – Lutan dan Krom Tanesco. Kulit nappa hasil penelitian diuji secara kimiawi, fisis dan organleptis. Hasil analisa statistic dengan CRD dan LSD menunjukkan bahwa hasil terbaik dicapai oleh kulit nappa yang disamak ulang dengan kombinasi Krom Tanesco dengan nilai kekuatan jahit = 722,09 N /cm, Kekuatan sobek = 140, 45 N/cm, kadar krom = 4,40 %, ketahanan gosok cat tutup tidak luntur (secara kering) dan sedikit luntur (secara basah), serta tahan terhadap pencucian kering dengan perchloro ethylene. 
INDUSTRIALISASI DAN PEMBANGUNAN BERKESINAMBUNGAN Susila, Jaka
Jurnal Jurisprudence Vol 8, No 2 (2018): Vol 8, No 2, Desember 2018
Publisher : Muhammadiyah University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jurisprudence.v8i2.6380

Abstract

Secara konseptual industrialisasi adalah perubahan sosial ekonomi dimana orang-orang ditransformasikan dari tahap pra industry yang mana pendapatan perkapita terakumulasi rendah ke tahap industrialisasi. Jadi industrialisasi bukan hanya transformasi ekonomi tetapi juga transformasi sosial. Melalui industrialisasi ekonomi dari suatu negara akan ditransformasikan secara dramatis sehingga dengan jalan mana produksi komoditas material dimekanisasi secara meningkat dengan menggantikan kerja otot, kuda dan air. Seiring terjadinya perubahan tersebut lingkungan juga mengalami perubahan menjadi rusak, dengan adanya buangan gas rumah kaca dan CO2 ke atmosfir bumi menyebabkan terjadinya perubahan iklim. Menghangatnya suhu bumi yang semakin meningkat menyebabkan mencairnya gletser di kutub utara, yang berakibat setiap tahun laut mengalami kenaikan 46 cm. Pertemuan para kepala negara di Paris 12 Nopember 2015 yang mencapai kesepakatan untuk membatasi temperature rata-rata sampai pada 2 derajat dan berusaha keras membatasi sampai 1,5 derajat agar supaya menurunkan risiko dan dampak gabungan dengan konsekuensi perubahan lingkungan. Namun keputusan ini yang semula menjadi wajib kemudian mengalami perubahan ketika hasil pertmuan untuk negara AS dibawa ke Kongres AS karena tak mendapat 2/3 suara Senat, sehingga kesepakatan yang semula mengikat secara hukum akhirnya menjadi sukarela. Pembangunan menjadi bermakna ketika negara dapat menurunkan tingkat kemiskinan, melakukan pemerataan pembangunan dan mengurangi tingkat pengangguran.
FIDUCIARY DALAM PRODUK-PRODUK PERBANKAN SYARIAH Susila, Jaka
Al-Ahkam Jurnal Ilmu Syari’ah dan Hukum Vol. 1, No. 2 (2016): Al-Ahkam: Jurnal Ilmu Syari'ah dan Hukum
Publisher : IAIN Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (558.368 KB)

Abstract

Pada perkembangan perbankan Indonesia, perbankan Syariah menunjukkan eksistensinya karena dapat terbebas dari negatif spread. Di sisi lain, kenyataan bahwa transaksi muamalah sering tidak sesuai dengan konsep agama Islam. Dimana masih ada praktek di antara masyarakat yang tidak mengindahkan norma-norma dan sistem syariah. Sebagai bukti konkret dalam masalah ini adalah kebiasaan sebagian masyarakat yang meminjam uang kepada rentenir dan masih belum mau meminjam uang kepada bank syariahPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemahaman mengenai perbankan syariah, serta produk-produknya dan mengetahui fiduciary biasa dapat dipergunakan dalam produk perbankan syariahHasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Perbankan syariah tidak memiliki perbedaan dengan perbankan konvensional kecuali pada produk perbankan syariah dimana produk perbankan yang mengandung rasa keadilan, dan solusi yang ditawarkan adalah pembebasan segala perhitungan dengan rate-interest. (2) fiduciary merupakan fleksibilitas yang dapat dipraktekkan dalam pinjaman mudarabah, dalam bentuk kafalah ataupun doman.
Monodualistik Penanganan Tindak Pidana Pelecehan Seksual Perspektif Pembaharuan Hukum Acara Pidana Indonesia Susila, Jaka
Al-Ahkam Jurnal Ilmu Syari’ah dan Hukum Vol 4, No 2 (2019): Al-Ahkam: Jurnal Ilmu Syari'ah dan Hukum
Publisher : IAIN Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/al-ahkam.v4i2.1795

Abstract

Penelitian ini bertujuan : (1) Untuk mengetahui bagaimana penanganan kasus kejahatan pelecehan seksual (2) Untuk mengetahui sejauhmana negara dalam mengedepankan perlindungan hak bagi korban pelecehan seksual (3) Untuk mengetahui gagasan dasar perlindungan hukum terhadap korban kejahatan pelecehan seksual sebagai proses dalam pembaharuan hukum acara pidana (KUHAP) di Indonesia.Metode  yang digunakan dalam penelitian ini metode analisis-deskriptif (analytical-descriftif method). Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) an sich yang bersifat literer,  sekaligus bersifat field research (penelitian lapangan). Sifat library research artinya penelitian ini akan didasarkan pada data tertulis yang  berkaitan dengan kejahatan asusila atau seksualitas.Hasil penelitian pada penanganan kasus pelecehan seksual menunjukkan bahwa belum sepenuhnya memberikan efek jera bagi pelaku pelecehan seksual. Hal ini menjadi perhatian penting bagi penanganan korban pelecehan seksual sehingga tidak hanya menjadi langkah kuratif namun juga preventif dengan menekan niat pelaku pelecehan seksual. Dalam hal lain, sistem perlindungan hukum yang saat ini berjalan terhadap korban belum sepenuhnya mengembalikan luka baik psikologis maupun fisik setelah mengalami pelecehan seksual. Hal ini seharusnya menjadi perhatian penting bagi sistem hukum untuk tidak hanya memberikan perlindungan hukum selama proses hukum, namun juga mengembalikan martabat korban seperti sediakala. Oleh karenanya sistem hukum memberikan berbagai rekomendasi yang dapat diusulkan. Diantaranya adalah memberikan bentuk-bentuk sanksi berdasarkan perlakuan ekstern diantaranya yang diusulkan adalah hukuman kebiri serta hukuman rajam. Dimana perlakuan ekstern bertujuan untuk memberikan suatu efek jera. Pandangan lain memasukkan bahwa sistem hukum progresif dimana dalam pandangan ini maka hukum progresif menempatkan korban pelecehan seksual tidak hanya sebagai subjek namun juga menempatkan manusia yang menjadi korban tidak hanya secara fisik namun juga psikologis.
Penelitian pembuatan kulit nappa dari kulit domba untuk garmen Emiliana Kasmudjiastuti; Emy Sulistyo Astuti; Widhiati Widhiati; Suharjono Suharjono; Jaka Susila; Kuwatno Kuwatno; Suryadi Suryadi
Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 12, No 22 (1996): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik
Publisher : Center for Leather, Rubber, and Plastic Ministry of Industry, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1138.34 KB) | DOI: 10.20543/mkkp.v12i22.339

Abstract

The purpose of this study is to know the best of variation of retaninagent. Material used in this study are 30 pieces sheep skin wet blue leather while retanning agent added in three variables are Chrome-Blancorol, Chrome Lutan, Chrome-Tanesco. The results of the study were tested on their chemical, physical and visual properties. The data which are statistically analyzed using Completely Randomized Design (CRD) and Least Significant Difference (LSD) show that the best result is obtained by the sheep skins which are retannned using combination of chrome-Tanesco with stitch tear strength = 722.09 N/ cm, tear  strength = 140.45 N/ cm, chrome content = 4.4 %, dry rub fastness test show  no discolourisation, while wet rub fastness test show a little discolourisation and resistance of dry cleaning to perchloroetylene.    INTISARI Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kombinasi bahan penyamakan ulang terbaik pada pembuatan kulit nappa dari kulit domba untuk garmen. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 30 lembar kulit domba belahan krom basah (wet blue). Bahan penyamak ulang yang digunakan adalah dengan 3 (tiga) macam variasi : Krom – Blancorol, Krom – Lutan dan Krom Tanesco. Kulit nappa hasil penelitian diuji secara kimiawi, fisis dan organleptis. Hasil analisa statistic dengan CRD dan LSD menunjukkan bahwa hasil terbaik dicapai oleh kulit nappa yang disamak ulang dengan kombinasi Krom Tanesco dengan nilai kekuatan jahit = 722,09 N /cm, Kekuatan sobek = 140, 45 N/cm, kadar krom = 4,40 %, ketahanan gosok cat tutup tidak luntur (secara kering) dan sedikit luntur (secara basah), serta tahan terhadap pencucian kering dengan perchloro ethylene. 
Pemanfaatan lumpur limbah industri penyamakan kulit untuk kompos dan pengaruhnya terhadap kandungan krom dalam tanaman uji (jagung dan sawi) Sri Sutyasmi; Ignatius Sunaryo; Hadi Mustafa; Jaka Susila
Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 20, No 1 (2004): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik
Publisher : Center for Leather, Rubber, and Plastic Ministry of Industry, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1882.359 KB) | DOI: 10.20543/mkkp.v20i1.238

Abstract

The aim of this study is to use waste sludge from leather tanning industry for compos and its influence to chromium content in the treatment plant (Zea mays and Brassica chinensis L). In such way it is useful for agriculture and it can prevent the environment pollution. Sludge from leather tanning waste water treatment is around 250 kg per ton hide/skin being processed. If it is not be managed, this kind of sludge will distributes bad smell because of the highly protein content. The nitrogen content within the sludge varies from 2 – 10 %, calcium  10 – 30 %, chromium 0.2 – 3 %, so it is comfortable to use for compos. The activities for making compos were carried out in one of the leather tanning industries in Yogyakarta. Compos was made by following the Windows method with the composition of sludge 45%, rice shell 14.8 %, rice bran 0.2 %, earth 40% and P. Bio 100 ml per kilogram compos mixture. The results of raw sludge  of raw sludge analysis before to be used for making compos was N total 2.163%, C organic 44.60%, P. total 0.24%, the available P was 0.012 %, K total 0.54 %, the available K was 0.3 %, C/N ratio was 20.62 and chromium content was 0.39%. the result of compos analysis was N total  0.605%, C organic 82.23%, P total 0.11%, the available P was 0.038%, K total 0.017%, the available K was 0.69%, C/N ratio was 135.98 and chromium content was 0.26%. compos then used for fertilize to Zea mays and Brassica chinensis L  and their growth rate were noticed and the chromium content in the Zea mays and Brassica chinensis L  was analyzed in the part of roots, stems, leaves and fruits. Based on the noticed and analyzed data could be seen that chromium content in the Zea mays were not be detected; whereas the chromium content in Brassica rugosa were 28.76 g/kg in roots, 30.78 g/kg in stems, 15.30 30.78 g/kg in leaves. It is suggested that this kind of compos don not used for vegetable but for high plants.  Keywords : sludge, tanning industry, compos, environment.     Tujuan dari penelitian ini adalah memanfaatkan lumpur limbah yang berasal dari UPAL untuk dijadikan kompos dan melihat pengaruhnya terhadap kandungan krom dalam tanaman uji (jagung dan sawi). Dengan demikian dapat bermanfaat untuk petani serta mengatasi masalah lingkungan. Lumpur UPAL industry penyamakan kulit mempunyai volume sekitar 250 kg/ton kulit yang diproses. Lumpur tersebut apabila tidak segera ditangani akan menimbulkan bau busuk karena kandungan proteinnya masih tinggi. Kandungan nitrogen antara 2 – 10%, Calsium 10 – 30%, krom 0,2 – 3 %, sehingga memungkinkan untuk dibuat kompos. Pembuatan kompos dari lumpur dilakukan disalah satu perusahaan penyamakan kulit di daerah Yogyakarta. Metode yang digunakan adalah metode Windrows dengan komposisi lumpur 45%, sekam 14,8%, bekatul 0,2 %, tanah 40% dan P Bio yang digunakan adalah 100 ml/ kg campuran kompos. Hasil uji lumpur sebelum dijadikan kompos N total 2,163 %, C organik 44, 60%, P total 0,24 %, P tersedia 0,012%, K total 0,54 %, K tersedia 0,3% dan C /N ratio 20,62. Sedangkan hasil uji kompos adalah N total 0,605 %, C Organik 82,23%, P total 0,11%, P tersedia 0,038%, K total 0,017 %, K tersedia 0,69% dan C/N ratio 135,98%. Kompos kemudian dipupukkan kedalam tanaman jagung dan sawi dan dilihat pertumbuhannya serta diuji kandungan krom dalam jagung dan sawi mulai dari akar, batang, daun dan buah, kandungan krom dalam jagung tidak terdeteksi sedangkan dalam sawi mulai dari akar, dalam akar 28,7 g/kg, batang 30, 78 g/kg dan pada daun 15,30 g/kg. kompos dari lumpur cocok untuk tanaman tinggi. Kata Kunci : lumpur, industri penyamakan kulit, kompos, lingkungan. 
Penghapusan Hukuman Mati di Indonesia Perspektif Hukum Positif dan Hukum Pidana Islam Fitrianingrum, Eva; Susila, Jaka
Jurnal Al-Hakim: Jurnal Ilmiah Mahasiswa, Studi Syariah, Hukum dan Filantropi Vol. 4 No. 1 May 2022
Publisher : Fakultas Syariah, Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (980.718 KB) | DOI: 10.22515/alhakim.v4i1.5099

Abstract

The provisions on the application of the death penalty are still a polemic, one of which is Imparsial NGO which is against the implementation of the death penalty in Indonesia. Based on this, the researcher wants to examine what motivated the Imparsial NGO to carry out the movement to abolish the death penalty and what solutions are offered by Imparsial NGO if the death penalty is abolished. This type of research is a qualitative approach field. The source of data used is primary where the data is obtained from sources from the Imparsial NGO, and uses laws, articles and journals, other sources of secondary data are obtained from books as complementary data for primary data sources. Data analysis is descriptive qualitative analysis, data collection methods with direct interviews and documentation. The results of this study are that the reason behind Imparsial NGO's abolition of the death penalty is that the death penalty is considered a violation of human rights, not only that Imparsial NGO considers the application of clemency to the death penalty to be problematic, and scientifically there is no evidence of a deterrent effect from the application of the death penalty. The solution offered by Imparsial NGO is the application of a moratorium on the death penalty, social work and replacement of prison sentences or fines. In the movement to abolish the death penalty carried out by the Imparsial NGO, in the view of Islamic criminal law, Islamic law in determining a punishment based on the Qur'an, as in Islamic criminal law, has a method or method in carrying out punishment for convicts such as in Qishash based on QS. Al Baqarah 178-179, stoned or exiled. Abstrak Ketentuan penerapan hukuman mati masih menjadi polemik, salah satunya LSM Imparsial yang kontra terhadap penerapan hukuman mati di Indonesia, berpijak dari ini, peneliti ingin meneliti apa yang melatarbelakangi LSM Imparsial melakukan gerakan penghapusan hukuman mati serta solusi apa yang ditawarkan LSM Imparsial apabila hukuman mati dihapuskan. Jenis penelitian ini adalah lapangan pendekatan Kualitatif. Sumber data yang digunakan yaitu primer di mana datanya di dapat dari narasumber yang berasal dari LSM Imparsial, serta menggunakan undang-undang, artikel-artikel dan jurnal, sumber data lainya yaitu sekunder diperoleh daari buku-buku sebagai data pelengkap sumber data primer. Analisis data yang dilakukan adalah analisis kualitatif Deskriptif, metode pengumpulan data dengan wawancara langsung dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini yaitu, yang melatarbelakangi LSM Imparsial melakukan penghapusan hukuman mati adalah hukuman mati dianggap melanggar HAM, tidak hanya itu LSM Imparsial menganggap adanya problematika penerapan grasi hukuman mati, serta secara ilmiah tidak terbukti adanya efek jera dari penerapan hukuman mati. Adapun solusi yang ditawarkan LSM Imparsial yaitu adanya penerapan moratorium hukuman mati, kerja sosial serta diganti hukuman penjara atau denda. Dalam gerakan penghapusan hukuman mati yang di lakukan LSM Imparsial ini, dalam pandangan hukum pidana Islam Hukum Islam dalam menetapkan suatu hukuman berdasarkan Al-Qur’an, seperti halnya dalam hukum pidana Islam memiliki cara atau metode dalam pelaksanaan hukuman untuk terpidana seperti di Qishash berdasarkan Q.S Al Baqarah 178-179, dirajam atau diasingkan.
Pelaksanaan Pengawasan oleh Direktorat Jendral Bea Cukai Terhadap Larangan Thrifting Pakaian Bekas Impor Wulandari, Anugrah Kurnia; Harun, Harun; Susila, Jaka
Wajah Hukum Vol 8, No 1 (2024): April
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/wjh.v8i1.1418

Abstract

The purpose of this research report is to understand the procedures for implementing controls on the ban on thrifting of imported used clothing and to identify the factors that regulate the control of export and import activities by customs and tax authorities and hinder these bodies. The method used in this research is a qualitative method with a normative-empirical approach and the materials used include primary, secondary and tertiary data collection techniques, therefore based on observation, literature and documentation. The results of the investigation show: 1) the emergence of a period of supervision of correspondence with identification (scanning dogs or drug detectors), then inspections were carried out by all relevant agencies, maritime and maritime authorities, in the cases specified in Order Number PER -17/BC/2020 concerning procedures how to control the Director of Taxes and Customs. 2) Placement of customs and tax officers in the free zone (KB) hall through a computerized storage system and CCTV monitoring system, so that the company has a computerized inventory information system that cannot be differentiated from the existence of various types of warehouses. favorable and unfavorable factors.
Implementation of the Approval Decree on the Results of Traffic Impact Analysis to Realize Welfare for Road Users in Surakarta City Kartanto, Tri Widiatno; Azhari, Aidul Fitriciada; Susila, Jaka
Jurnal Indonesia Sosial Teknologi Vol. 5 No. 4 (2024): Jurnal Indonesia Sosial Teknologi
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jist.v5i4.1021

Abstract

Surakarta is one of Central Java province's cities with much development potential, which often causes traffic jams on several roads. This condition hurts the welfare of road users. This research aims to discover and analyze the urgency and implementation of the decision to approve the Traffic Impact Analysis (ANDALALIN) results to create prosperity for the road user community. This research uses an empirical juridical approach. The research results show the importance of implementing the Andalalin approval decision to realize welfare for road users based on various traffic problems in Surakarta. The implementation of the decision to approve the results of Andalalin to realize welfare for road users was issued based on the results of the considerations of the Andalalin evaluation technical team from the Class II Land Transportation Management Center of Central Java Province. The Class II Land Transportation Management Center for Central Java Province is expected to coordinate with various related agencies to implement the Andalalin results approval policy in Surakarta City effectively and efficiently.