Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

PENGEMBANGAN MAHÂRAH KALÂM DENGAN STRATEGI BERMAIN PERAN (ROLE PLAY) BAGI SANTRI MA’HAD NURUL HUDA MAN TLOGO BLITAR Rusyadi, Refki
J-PAI: Jurnal Pendidikan Agama Islam JPAI Vol. 2 No. 1 Juli-Desember 2015
Publisher : Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/jpai.v2i1.3765

Abstract

Second language (Arabic) learning, focused on optimizing speaking skill with appropriate oral communication style is challenging. This phenomenon inextricably has initiated myriad of innovative methods and strategies to improve speaking skill effectively and efficiently in the schools across Indonesia. Besides, those methods and strategies can be a means of maintaining interactive atmosphere in the classroom. One of the adequate strategies is role play. In the form of play or drama instructional activities, the teachers can help students enhance their speaking skill by naturally interacting in the classroom so as to produce well appropriate expression. For broader aspect, role play as one of cooperative language learning can foster the students’ character building in its own dimension.
FAKTOR-FAKTOR PETERNAK MUSLIM MEMILIH PINJAMAN KE LEMBAGA KEUANGAN KONVENSIONAL Nurul Hidayati; Refki Rusyadi
Jurnal Penelitian Mahasiswa Ilmu Sosial, Ekonomi, dan Bisnis Islam (SOSEBI) Vol 2 No 1 (2022)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.844 KB) | DOI: 10.21274/sosebi.v2i1.5343

Abstract

Abstrak: Penelitian ini dilatarbelakangi adanya fenomena kecondongan peternak muslim di Desa Sumberjo yang justru enggan bahkan jarang melakukan transaksi dengan lembaga keuangan syariah guna mengurus permodalan usaha atau kebutuhan menabung. Idealnya para peternak muslim tadi memanfaatkan lembaga keuangan syariah sebagai wujud implementasi laku muamalah yang lebih aman dan sah. Faktanya lembaga keuangan konven lebih diminati oleh mayoritas peternak tadi. Pemilihan lembaga keuangan tentunya dilatarbelakangi faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku peternak dalam mengambil keputusan untuk memilih pinjaman ke lembaga keuangan. Fokus penelitian ini yaitu: 1) Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi peternak muslim memilih ke lembaga keuangan konvensional?, 2) Bagaimana sudut pandang peternak muslim terhadap lembaga keuangan syariah? Penelitian ini merupakan penelitian lapangan yang bersifat deskriptif kualitatif. Sumber data primer pada penelitian ini adalah peternak di Desa Sumberjo, di mana metode pengumpulan data yang digunanakan adalah metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Peternak memilih lembaga keuangan konvensional dipengaruhi oleh dua faktor yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal yang mempengaruhi adalah keinginan untuk mendapatkan modal tambahan dan kenyamanan terhadap lembaga keuangan konvensional yang menggunakan sistem jemput bola. Adapun faktor eksternal yang mempengaruhi adalah saran dari sesama peternak dan tenaga pemasar lembaga keungan konvensional yang menggunakan teknik jemput bola. Kata Kunci: Peternak; Lembaga Keuangan. Abstract: This research is motivated by the phenomenon of the skewness of Muslim farmers in Sumberjo Village who are so reluctant to even rarely make transactions with Islamic financial institutions to take care of business capital or saving needs. Ideally, muslim farmers use Islamic financial institutions as a form of implementation of muamalah practices that are more secure and legitimate. In fact, the convention's financial institutions are more in demand by the majority of breeders earlier. The selection of financial institutions is certainly motivated by factors that affect the behavior of breeders in making decisions to choose loans to financial institutions. The focus of this study is: 1) What factors influence Muslim breeders choosing to conventional financial institutions? 2) What is the point of view of Muslim farmers towards Islamic financial institutions? This research is a field study that is qualitative descriptive. The primary data source in this study is a breeder in Sumberjo Village where the data collection method used is an oservation, interview method and documentation. Breeders choose conventional financial institutions influenced by two factors, namely internal factors and external factors. An internal factor that influences is the desire to get additional capital and convenience towards conventional financial institutions that use ball pick-up systems. As for external factors that affect is the advice of fellow breeders and marketers of conventional financial institutions who use ball pick-up techniques. Keywords: Breeder; Institutions.
PEMBELAJARAN BAHASA ARAB DI PERGURUAN TINGGI Refki Rusyadi; Moh. Farih Fahmi
DAR EL-ILMI : Jurnal Studi Keagamaan, Pendidikan dan Humaniora Vol 7 No 1 (2020): April
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam Darul 'Ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perguruan tinggi Islam mempuyai tantangan untuk mensinergikan khasananh keilmuan baik umum maupun agama. Namun praktik pembelajaran dikelas bagi mahasiswa seringkali terkendala dan menjadikan lulusan IAIN Tulungagung diragukan keterampilannya dalam berbahsa arab. Oleh karena itu, untuk mengetahui penyebab pasti mengapa bahsa arab kurang begitu melekat bagi mahasiswa perguruan tinggi Islam, dalam hal ini IAIN tulungagung. Berdasarkan fakta tersebut mendorong peneliti untuk melakukan pengamatan serius lewat studi kasus pada Jurusan ES smester 3 Fakultas FEBI IAIN Tulungagung. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan studi kasus, dimana subjeknya adalah mahasiswa IAIN Tulungagung jurusan ekonomi syariah, dan objeknya adalah proses pembelajaran bahsa arab dikelas dan ketercapaian mahasiswa selama pembelajaran bahasa arab. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kesiapan dosen pendidikan bahasa arab di jurusan ekonomi syariah IAIN Tulungagung jika dilihat dari kesiapan dosen pengampu mata kuliah maka masih ada kekurangan yang harus di perbaiki, meskipun ketercapaian mahasiswa dalam belajar bahasa arab sudah baik.
Dinamika Dagang dan Tasawuf Ekonomi Warga Keturunan Banjar di Tulunggagung Rusyadi, Refki; ., Fitrianatsany
Journal of Urban Sociology Volume 7 No 1 Tahun 2024
Publisher : Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30742/jus.v1i1.3240

Abstract

This research explains how Banjar ethnic community descent have a character that does not give up easily, has its own patterns and attitudes when interacting with the community and has typical Banjar principles in carrying out economic activities. This research is a type of qualitative research using socio-economic and ethnographic approaches. The result is that the existence of the Banjar society is manifest in the form of religious and trade activities. Spiritual activities in the Al Muhibien community broadcast religion, and the language typical of the Banjar tribe when carrying out activities. Although the Banjar tribe is more identical with gold trading, the Banjar people in Tulungagung place more emphasis on an economy that has religious values and builds branding that the economic principles of the Banjar people are Islamic.Keywords: banjar, diaspora, tribal existence and political economy
PENGARUH KEADILAN DAN TANGGUNG JAWAB TERHADAP KEUNTUNGAN USAHA LAUNDRY DI KECAMATAN KALIDAWIR Iswari, Maryatul Fitria; Rusyadi, refki
Journal of Economics and Policy Studies (JEPS) Vol. 2 No. 2 (2021): JEPS: Journal of Economic and Policy Studies
Publisher : UIN Sayyid Ali Rahmatullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (384.498 KB) | DOI: 10.21274/jeps.v2i2.5328

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi pentingnya penerapan prinsip keadilan dan tanggung jawab dalam sebuah usaha untuk meningkatkan keuntungan usaha jasa. Kegiatan usaha berorientasi untuk mendapatkan keuntungan dengan cara memenuhi kepuasan para pelanggan. Terlebih usaha laundry yang saat ini tengah banyak diminati masyarakat Tulungagung khususnya Kalidawir. Para pengusaha laundry perlu menerapkan prinsip keadilan dan tanggung jawab agar para pelanggan merasa puas atas jasa yang diberikan. Artikel ini akan menjawab beberapa persoalan diantaranya adalah (1) tentang apakah penerapan keadilan berpengaruh positif dan signifikan terhadap keuntungan usaha laundry, (2) penerapan tanggung jawab berpengaruh positif dan signifikan terhadap keuntungan usaha laundry? Dan (3)Apakah penerapan keadilan dan tanggung jawab dalam berpengaruh positif dan signifikan terhadap keuntungan usaha laundry?.Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian ini adalah para pemilik usaha laundry yang ada di Kecamatan Kalidawir dengan jumlah 43 usaha dengan mengambil sampel 30 responden. Pengukuran penelitian ini menggunakan skala likert dan teknik pengumpulan data dengan kuesioner. Analisis data yang digunakan meliputi beberapa teknik dengan tujuan untuk memperdalam penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Penerapan keadilan dalam berpengaruh siginifikan terhadap keuntungan usaha laundry di Kecamatan Kalidawir, hal ini dibuktikan dengan hasil pengujian statistik. 2) Penerapan tanggung jawab berpengaruh siginifikan terhadap keuntungan usaha laundry di Kecamatan Kalidawir. 3) Penerapan keadilan dan tanggung jawab berpengaruh siginifikan terhadap keuntungan usaha laundry di Kecamatan Kalidawir
Normalization of Card Gambling as a Social Pathology in Petuk Hamlet, Kediri Regency Refki Rusyadi; Februana Cerly Zaelanty; Anisa Fitriyani
Journal of Studies in Academic, Humanities, Research, and Innovation Vol. 2 No. 1 (2025): June 2025
Publisher : Ponpes As-Salafiyyah Asy-Syafi'iyyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71305/sahri.v2i1.766

Abstract

This research is motivated by gambling activities that occur in the people of Petuk Hamlet. Gambling carried out by some people has undergone a normalization process through several factors. Thus, this study aims to understand how gambling activities can take place and be normalized by the people of Petuk Hamlet. This research uses a qualitative approach with a case study type of research. Through observations and interviews, the findings of the data obtained by the researcher show that gambling has become an organized local tradition or culture with a system of division of roles such as blandar, players, facility providers, and supervisors. The early history of card gambling in this study is a card game that is used as entertainment in the tradition of lek-lek-an (staying up late) during certain events. This phenomenon is in the perspective of Talcott Parsons' functional structural with the concept of AGIL (Adaptation, Goal Attainment, Integration, Latency) that the community still tries to maintain social stability despite deviant activities such as gambling. On the one hand, gambling strengthens solidarity and social relations between actors. Meanwhile, on the other hand, this activity has an impact on the economy and household life. Therefore, this study emphasizes the importance of understanding traditional gambling as part of complex rural social dynamics, where economic, cultural, and social values are intertwined.
FAKTOR-FAKTOR PETERNAK MUSLIM MEMILIH PINJAMAN KE LEMBAGA KEUANGAN KONVENSIONAL Hidayati, Nurul; Rusyadi, Refki
SOSEBI: Jurnal Penelitian Mahasiswa Ilmu Sosial Ekonomi dan Bisnis Islam Vol 2 No 1 (2022)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21274/sosebi.v2i1.5343

Abstract

Abstrak: Penelitian ini dilatarbelakangi adanya fenomena kecondongan peternak muslim di Desa Sumberjo yang justru enggan bahkan jarang melakukan transaksi dengan lembaga keuangan syariah guna mengurus permodalan usaha atau kebutuhan menabung. Idealnya para peternak muslim tadi memanfaatkan lembaga keuangan syariah sebagai wujud implementasi laku muamalah yang lebih aman dan sah. Faktanya lembaga keuangan konven lebih diminati oleh mayoritas peternak tadi. Pemilihan lembaga keuangan tentunya dilatarbelakangi faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku peternak dalam mengambil keputusan untuk memilih pinjaman ke lembaga keuangan. Fokus penelitian ini yaitu: 1) Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi peternak muslim memilih ke lembaga keuangan konvensional?, 2) Bagaimana sudut pandang peternak muslim terhadap lembaga keuangan syariah? Penelitian ini merupakan penelitian lapangan yang bersifat deskriptif kualitatif. Sumber data primer pada penelitian ini adalah peternak di Desa Sumberjo, di mana metode pengumpulan data yang digunanakan adalah metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Peternak memilih lembaga keuangan konvensional dipengaruhi oleh dua faktor yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal yang mempengaruhi adalah keinginan untuk mendapatkan modal tambahan dan kenyamanan terhadap lembaga keuangan konvensional yang menggunakan sistem jemput bola. Adapun faktor eksternal yang mempengaruhi adalah saran dari sesama peternak dan tenaga pemasar lembaga keungan konvensional yang menggunakan teknik jemput bola. Kata Kunci: Peternak; Lembaga Keuangan. Abstract: This research is motivated by the phenomenon of the skewness of Muslim farmers in Sumberjo Village who are so reluctant to even rarely make transactions with Islamic financial institutions to take care of business capital or saving needs. Ideally, muslim farmers use Islamic financial institutions as a form of implementation of muamalah practices that are more secure and legitimate. In fact, the convention's financial institutions are more in demand by the majority of breeders earlier. The selection of financial institutions is certainly motivated by factors that affect the behavior of breeders in making decisions to choose loans to financial institutions. The focus of this study is: 1) What factors influence Muslim breeders choosing to conventional financial institutions? 2) What is the point of view of Muslim farmers towards Islamic financial institutions? This research is a field study that is qualitative descriptive. The primary data source in this study is a breeder in Sumberjo Village where the data collection method used is an oservation, interview method and documentation. Breeders choose conventional financial institutions influenced by two factors, namely internal factors and external factors. An internal factor that influences is the desire to get additional capital and convenience towards conventional financial institutions that use ball pick-up systems. As for external factors that affect is the advice of fellow breeders and marketers of conventional financial institutions who use ball pick-up techniques. Keywords: Breeder; Institutions.
The Implementation of the Utawi Iki-Iku (Pegon Symbols) Formula Method in Basic Syntax Courses at Islamic Higher Education Sirad, Mochamad Chobir; Rusyadi, Refki; Choiruddin, Choiruddin; Sulaiman, Sulaiman
Arabiyatuna: Jurnal Bahasa Arab Vol. 7 No. 1 May (2023)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Curup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29240/jba.v7i1.6465

Abstract

This study aimed to find out the implementation of the utawi iki-iku (Pegon symbols) formula method in basic syntax (nahw) courses in Islamic higher education. This study used a qualitative approach with a type of phenomenological study to understand and explain the phenomenon of the research subjects. The techniques of data collection in this study used in-depth interviews with 4 respondents with certain criteria as well as tests on students’ learning outcomes in terms of giving i’rab and reading Yellow Books through three stages of tests. The results of this study showed that the implementation of the Pegon symbol formula method in basic nahw courses at Islamic higher education began by the planning stage that all students re-perceived the lessons they had learned; the process stage in nahw learning used the classical Arabic Pegon method by reading the contents of the book; and the post-teaching stage referred to the evaluation in away that the students read one by one in front of the class to find out their abilities to use Arabic Pegon. Then, the impact of the Pegon symbol formula method in basic nahw courses was shown by the increase in students’ abilities to give i’rab and read Yellow Books revealed from the test and depth interviews with the students.
PENGUATAN KAPASITAS IBU MUDA KOMUNITAS BANJAR MELALUI EDUKASI POLA ASUH DIGITAL UNTUK MENCEGAH KETERGANTUNGAN ANAK PADA GAWAI Refki Rusyadi; Malik Maya Faisati; Devi Kusumaningsih
AlMurtado Journal of Social Innovation and Community Service Vol 2 No 2 (2025): sinergi berdaya untuk masyarakat
Publisher : BAMALA Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas ibu muda di komunitas Banjar dalam menerapkan pola asuh digital guna mencegah ketergantungan anak terhadap gawai. Fenomena meningkatnya akses dan penggunaan gawai oleh anak balita menimbulkan tantangan bagi ibu muda, khususnya yang menikah dini dan belum memiliki pemahaman memadai tentang pengasuhan di era digital. Kegiatan pengabdian ini dilakukan dengan pendekatan edukasi dan intervensi berbasis pemberdayaan (empowerment), menggunakan model Community Based Intervention (Intervensi Berbasis Komunitas). Fokus utamanya adalah meningkatkan literasi digital ibu muda agar dapat menerapkan pola asuh digital yang sehat dan kontekstual dalam mendampingi anak-anak mereka. Metode pelaksanaan meliputi pelatihan dan pendampingan yang melibatkan pre-test dan post-test untuk mengukur perubahan kapasitas pengasuhan digital. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa sebagian besar anak dari ibu-ibu yang terlibat belum mengalami ketergantungan gawai, namun ditemukan adanya kekurangan pengetahuan orang tua tentang pola asuh digital dan kecenderungan menitikberatkan pendidikan agama tanpa memperhatikan pendidikan non-keagamaan yang dapat mendukung pengasuhan digital. Temuan ini menegaskan bahwa ketergantungan pada gawai bukan hanya akibat durasi penggunaan, tetapi juga berkaitan erat dengan kapasitas pengasuhan ibu muda dalam membangun komunikasi, konsistensi aturan, dan pendampingan digital yang sehat. Dengan demikian, hasil pengabdian ini memberikan kontribusi penting dalam meningkatkan kualitas pengasuhan digital di komunitas Banjar dan membuka peluang pengembangan program pengasuhan yang lebih komprehensif di masa mendatang
Interaksi Sosial dalam Highrise : Studi Etnografi Digital pada Komunitas Virtual: Interaksi Sosial dalam Highrise: Studi Etnografi Digital pada Komunitas Virtual Nanda Andini; Refki Rusyadi
DEMOS: Journal of Demography, Ethnography and Social Transformation Vol. 5 No. 2 (2025): Journal of Demography, Etnography and Social Transformation
Publisher : LPPM UIN SULTHAN THAHA SAIFUDDIN JAMBI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30631/h9a7nc11

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena munculnya bentuk interaksi sosial yang menyerupai kehidupan nyata dalam ruang digital. Seiring dengan perkembangan teknologi, game online seperti Highrise Metaverse menjadi wadah baru untuk membentuk komunitas dan berkomunikasi secara real-time. Penelitian ini berfokus pada bagaimana interaksi sosial yang menyerupai realitas terbentuk dalam dunia virtual melalui Highrise Metaverse, dengan menggunakan pendekatan Interaksionisme Simbolik dari George Herbert Mead. Kajian ini tidak hanya mengeksplorasi pola interaksi antar pengguna, tetapi juga dinamika kelompok yang terbentuk di dalamnya. Selain itu, penelitian ini mengkaji bagaimana identitas virtual terbentuk dengan pendekatan Dramaturgi. Penelitian ini menggunakan pendekatan etnografi digital dengan observasi partisipatif dan wawancara mendalam terhadap pengguna aktif Highrise. Teori Interaksionisme Simbolik Mead dan Dramaturgi Erving Goffman digunakan untuk menganalisis konstruksi identitas, simbol sosial, dan pola komunikasi. Hasilnya menunjukkan bahwa Highrise bukan sekadar platform hiburan, melainkan ruang jejaring sosial dengan dinamika komunitas yang kompleks. Selain itu, ruang virtual memungkinkan individu membentuk identitas baru yang berbeda dengan yang ada pada realitas. Studi ini diharapkan dapat memberikan perspektif baru tentang realitas yang terbentuk dalam ruang digital.