Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Pengaruh Return on Assets (ROA), Volume Perdagangan Saham, Debt to Equity Ratio (DER) Terhadap Harga Saham pada Sub Sektor Logam Tahun 2019-2023 Ahmad Zaldi; Edyanus Herman Halim; Maha Martabar Mangatas
QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 4 No. 2 (2025): December 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/qistina.v4i2.6967

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh Return On Asset (ROA), volume perdagangan saham, debt equity ratio (DER) terhadap harga saham. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan pada sub sektor logam yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2019-2023 dan diperoleh sampel sebanyak 70 dari 14 perusahaan dengan menggunakan metode purposive sampling. Penelitian ini menggunakan data kuantitatif dan penelitian ini menggunakan data sekunder yang diperoleh dari website www.idx.co.id dan laporan tahunan perusahaan. Metode analisi data yang digunakan yaitu analisis regresi linear berganda. Program yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan software SPSS 27. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa return on asset (ROA) berpengaruh terhadap harga saham. Volume perdagangan saham berpengaruh terhadap harga saham. Debt Equity Ratio (DER) tidak berpengaruh terhadap harga saham.
DAMPAK PENERAPAN KEBIJAKAN FULL CALL AUCTION TERHADAP VOLATILITAS HARGA DAN LIKUIDITAS SAHAM PADA SAHAM YANG MASUK DALAM PAPAN PEMANTAUAN KHUSUS DI BURSA EFEK INDONESIA Wahyu Dio Ramadhan; Edyanus Herman Halim; Novita Indrawati
Journal of Economic, Bussines and Accounting (COSTING) Vol. 8 No. 6 (2025): COSTING : Journal of Economic, Bussines and Accounting
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/s7t6mr17

Abstract

Penelitian ini menganalisis dampak penerapan kebijakan Full Call Auction (FCA) pada saham-saham Papan Pemantauan Khusus di Bursa Efek Indonesia dengan fokus pada perubahan volatilitas harga dan likuiditas saham sebelum dan sesudah kebijakan diberlakukan. Menggunakan metode event study dengan jendela observasi 15 hari perdagangan serta sampel 61 saham aktif, penelitian mengukur volatilitas dengan High-Low Volatility Estimator dan likuiditas dengan rata-rata volume perdagangan harian, kemudian diuji menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat perbedaan signifikan pada volatilitas (p = 0,110) maupun likuiditas (p = 0,367) setelah penerapan FCA, meskipun secara deskriptif terjadi penurunan volatilitas sekitar 10% dan volume perdagangan sekitar 40%. Temuan ini mengindikasikan bahwa kebijakan FCA belum memberikan dampak signifikan terhadap kualitas pasar dan lebih berfungsi sebagai instrumen tata kelola serta perlindungan investor pada tahap awal implementasinya.
PENGARUH ENVIRONMENTAL, SOCIAL & GOVERNANCE (ESG) DAN ECONOMIC VALUE ADDED (EVA) TERHADAP NILAI PERUSAHAAN DENGAN INDIKATOR UKURAN PERUSAHAAN SEBAGAI VARIABEL MODERASI PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA TAHUN 2021-2024 Alisya Hidayati; Edyanus Herman Halim; Kamaliah Kamaliah
Selodang Mayang: Jurnal Ilmiah Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Indragiri Hilir Vol. 12 No. 2 (2026): Jurnal Selodang Mayang
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Indragiri Hilir Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47521/selodangmayang.v12i2.573

Abstract

The pressure to enhance firm value (PBV) creates a dilemma for Indonesian manufacturing firms following OJK Regulation No. 51/2017, which mandates Environmental, Social, and Governance (ESG) disclosures, often viewed as cost centers. Furthermore, traditional financial metrics are deemed inaccurate, necessitating an Economic Value Added (EVA) approach. Addressing the existing research gap, this quantitative study aims to examine the effects of ESG disclosure and EVA on Firm Value, with Firm Size as a moderating variable. Using purposive sampling, 23 manufacturing companies listed on the IDX for the 2021–2024 period were selected (92 observations). Secondary data from the IDX and Refinitiv LSEG were analyzed using Moderated Regression Analysis (MRA) based on a Fixed Effect Model with robust standard errors. The results indicate a good model fit (Prob > F = 0.0078; ( ) = 4.10%). Partially, ESG disclosure has no effect on Firm Value, whereas EVA shows a significant positive effect. Furthermore, Firm Size fails to moderate the ESG-firm value relationship but significantly attenuates the positive impact of EVA on Firm Value. This implies that investors hold higher return expectations for larger-scale corporations. Management is advised to optimize capital costs and improve ESG disclosure quality. Tuntutan peningkatan nilai perusahaan (PBV) memicu dilema bagi sektor manufaktur di Indonesia setelah regulasi POJK No. 51/2017 mewajibkan pengungkapan Environmental, Social, Governance (ESG), yang sering kali dianggap sebagai cost center. Di sisi lain, metrik keuangan tradisional dinilai kurang akurat sehingga diperlukan pendekatan Economic Value Added (EVA). Mengatasi research gap yang ada, penelitian kuantitatif ini bertujuan menguji pengaruh pengungkapan ESG dan EVA terhadap Nilai Perusahaan dengan Ukuran Perusahaan (Firm Size) sebagai variabel moderasi. Melalui metode purposive sampling, diperoleh 23 perusahaan manufaktur di BEI periode 2021–2024 (92 observasi). Data sekunder diperoleh dari BEI dan Refinitiv LSEG, lalu dianalisis menggunakan Moderated Regression Analysis (MRA) berbasis Fixed Effect Model dengan robust standard error. Hasil penelitian menunjukkan model fit (Prob > F = 0,0078; ( ) = 4,10%). Secara parsial, pengungkapan ESG tidak berpengaruh terhadap Nilai Perusahaan, sedangkan EVA berpengaruh positif dan signifikan. Lebih lanjut, Ukuran Perusahaan tidak mampu memoderasi hubungan ESG terhadap nilai perusahaan, namun terbukti memoderasi dan melemahkan pengaruh positif EVA terhadap Nilai Perusahaan. Temuan ini mengindikasikan bahwa investor menetapkan standar ekspektasi keuntungan yang lebih tinggi pada korporasi skala besar. Manajemen disarankan beralih fokus pada efisiensi biaya modal dan kualitas pengungkapan ESG.
PENGARUH PROFITABILITAS, UMUR PERUSAHAAN DAN PROCEEDS TERHADAP UNDERPRICING SAHAM IPO DENGAN PEMODERASI REPUTASI UNDERWRITER PADA PERUSAHAAN NON KEUANGAN DI INDONESIA PERIODE 2020–2024 Zatyra Annisa; Kamaliah Kamaliah; Edyanus Herman Halim
Selodang Mayang: Jurnal Ilmiah Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Indragiri Hilir Vol. 12 No. 2 (2026): Jurnal Selodang Mayang
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Indragiri Hilir Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47521/selodangmayang.v12i2.574

Abstract

This study aims to examine the effect of profitability (Return on Equity/ROE), firm age, and proceeds on IPO underpricing, with underwriter reputation as a moderating variable. This research uses a quantitative approach with secondary data from non-financial companies conducting Initial Public Offerings on the Indonesia Stock Exchange during 2020–2024. Data were analyzed using multiple linear regression and Moderated Regression Analysis (MRA). The results show that ROE and firm age do not have a significant effect on underpricing, indicating that investors do not primarily rely on financial performance or company experience in IPO decisions. In contrast, proceeds have a significant negative effect on underpricing, meaning that larger offering sizes reduce the level of underpricing. Furthermore, underwriter reputation moderates the relationship between ROE and proceeds on underpricing, but does not moderate firm age. These findings indicate that underpricing is more influenced by offering size and underwriter credibility than by internal firm characteristics. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh profitabilitas (Return on Equity/ROE), umur perusahaan, dan proceeds terhadap underpricing saham IPO dengan reputasi underwriter sebagai variabel moderasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder perusahaan nonkeuangan yang melakukan IPO di Bursa Efek Indonesia pada periode 2020–2024. Metode analisis yang digunakan adalah regresi linier berganda dan Moderated Regression Analysis (MRA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ROE dan umur perusahaan tidak berpengaruh signifikan terhadap underpricing, yang mengindikasikan bahwa investor tidak menjadikan kinerja keuangan dan pengalaman perusahaan sebagai faktor utama. Sebaliknya, proceeds berpengaruh signifikan negatif terhadap underpricing, yang berarti semakin besar dana yang dihimpun, maka semakin rendah tingkat underpricing. Reputasi underwriter mampu memoderasi hubungan ROE dan proceeds terhadap underpricing, namun tidak pada umur perusahaan. Temuan ini menunjukkan bahwa underpricing lebih dipengaruhi oleh ukuran penawaran dan kredibilitas underwriter dibandingkan dengan karakteristik internal perusahaan.