Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Midwifery Health Journal

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEHAMILAN BERISIKO DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TELAGA DEWA Suhita Tri Oklaini; Choralina Eliagita; Waytherlis Apriani; Rury Maiseptya; Fitri Dahlianti
MIDWIFERY HEALTH JOURNAL Vol 6 No 1 (2021): Midwifery Health Journal
Publisher : STIKES Keluarga Bunda Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.048 KB) | DOI: 10.52524/jurnalkebidananjambi.v6i1.101

Abstract

Kehamilan beresiko terjadi karena seseorang kurang memperhatikan kondisi kehamilannya yang membutuhkan perhatian dan penangan secara khusus. Penelitian bertujuan untuk mengetahui Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kehamilan Berisiko Di Wilayah Kerja Puskesmas Telaga Dewa Kota Bengkulu Desain penelitian ini mengunakan metode deskriptif, dengan pendekatan secara cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah ibu hamil TM III yang beresiko di wilayah kerja Puskesmas Telaga Dewa Kota Bengkulu di bulan Juni-Juli 2020 berjumlah 37 orang.Pada penelitian ini sampel diambil secara Total Sampling dengan sample sebanyak 37 ibu hamil TM III yang memeriksakan kehamilan di wilayah kerja Puskesmas Talaga Dewa Kota Bengkulu pada Saat Penelitian.Pengumpulan data yaitu data primer dan sekunder. Teknik analisis menggunakan Univariat dan bivariat (Chi square). Hasil penelitian ini didapatkan: (1) Dari 37 responden terdapat 22 responden mengalami kehamilan beresiko Tinggi, Kehamilan beresiko sedang 8 Responden dan 7 Responden Rendah. (2) Dari 37 responden terdapat 25 responden umur kurang dari 20 Tahun lebih dari 35 Tahun dan 12 Responden berumur 20-35 tahun. (3) Dari 37 responden terdapat 21 responden Pendidikan Dasar, 11 responden berpendidikan menengah dan 5 Responden Berpendidikan Tinggi di wilayah kerja Puskesmas Telaga Dewa Kota Bengkulu. (4) Dari 37 responden terdapat 23 responden berpengetahuan Kurang, 8 Responden berpengetahua cukup dan 6 Responden berpengetahuan baik. Diharapkan pihak puskesmas dapat lebih aktif memberikan informasi yang jelas pada kunjungan ibu hamil memeriksakan kehamilannya agar dapat mendeteksi lebih awal kehamilan beresiko
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN TERJADINYA ABORTUS INKOMPLIT DI RSUD. DR. M. YUNUS BENGKULU Choralina Eliagita; Suhita Tri Oklaini; Elza Wulandari; Cahaya Puspita
MIDWIFERY HEALTH JOURNAL Vol 5 No 1 (2020): MIDWIFERY HEALTH JOURNAL
Publisher : STIKES Keluarga Bunda Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (421.99 KB) | DOI: 10.52524/midwiferyhealthjournal.v5i1.97

Abstract

Abortus inkomplit merupakan abortus pengeluaran hasil konsepsi yang tidak lengkap/ ekspulsi parsial dari hasil konsepsi. Pada abortus inkomplit, perdarahan umumnya masih berlangsung. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari faktor usia, jarak kehamilan dan riwayat abortus yang berhubungan dengan kejadian abortus inkomplit di ruang CI Kebidanan RSUD Dr. M. Yunus Bengkulu. Penelitian ini menggunakan desain survei analitik dengan pendekatan case control. Pengambilan sampel kasus secara total sampling yaitu sebanyak 68 orang dan Sampel kontrol adalah ibu yang tidak mengalami kejadian abortus inkomplit diambil sebanyak 68 orang dari 293 ibu yang tidak mengalami kejadian abortus, yang diambil dengan teknik systematic Random Sampling dengan interval empat. Hasil penelitian menunjukan dari 136 orang ibu hamil, sebanyak 68 responden (50,0%) mengalami abortus inkomplit, 75 responden (55,1%) dengan usia <20 tahun atau >35 tahun, 90 responden (66,2%) dengan jarak kehamilan >2 tahun dan sebanyak 69 responden (50,7%) dengan tidak adanya riwayat abortus. Jadi, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara usia, jarak kehamilan dan riwayat abortus dengan kejadian abortus inkomplit di ruang CI Kebidanan RSUD Dr. M. Yunus Bengkulu. Dibutuhkan peran dari petugas kesehatan yaitu perlu adanya pemberian pendidikan kesehatan pada ibu hamil yang memiliki usia yang beresiko, jarak kehamilan <2 tahun, adanya riwayat abortus dan faktor-faktor yang akan membahayakan kondisi ibu dan janin, serta pemberian papan bener pada rumah sakit maupun ditempat pelayanan kesehatan lainnya, sehingga komplikasi obstetri dapat terhindari ataupun dapat berkurang.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN PLASENTA PREVIA DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH SITI AISYAH KOTA LUBUKLINGGAU Choralina Eliagita; Pitri Subani; Suhita Tri Oklaini; Siti Zulhijjah
MIDWIFERY HEALTH JOURNAL Vol 5 No 2 (2020): MIDWIFERY HEALTH JOURNAL
Publisher : STIKES Keluarga Bunda Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (450.942 KB) | DOI: 10.52524/jurnalkebidananjambi.v5i2.102

Abstract

Dampak yang ditimbulkan dari plasenta previa adalah bahaya pada ibu terjadi perdarahan yang hebat, infeksi sepsis, emboli udara, sementara pada janinnya akan terjadi hipoksia, perdarahan dan syok. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian plasenta previa di Rumah Sakit Umum Daerah Siti Aisyah Lubuklinggau Tahun 2019. Teknik penelitian menggunakan survey analitik dengan desain Cace Control. Populasi Penelitian adalah semua ibu yang melahirkan di Rumah Sakit Umum Daerah Siti Aisyah Kota Lubuklinggau tahun 2019 yang berjumlah 35 responden. Teknik pengambilan sampel secara Total Sampling yang mengalami kejadian plasenta previa dan 35 responden yang tidak mengalami plasenta previa sampel kasus yaitu semua ibu multigravida yang di rawat di Rumah sakit Umum Daerah Siti Aisyah Kota Lubuklinggau yaitu berjumlah 70 kasus. Teknik Pengumpulan data menggunakan data sekunder. Analisis uji statistik Chi-Square. Hasil penelitian didapatkan ada hubungan yang signifikan antara riwayat keguguran,riwayat operasi cesar dan jarak kehamilan dengan kejadian plasenta previa di Rumah Sakit Umum Daerah Siti Aisyah Lubuklinggau. Perlunya tenaga kesehatan dapat memberikan perhatian kepada ibu hamil saat melakukan ANC sehingga ibu dapat penanganan yang tepat saat terjadinya perdarahan anterpartum serta untuk mengurangi resiko pada ibu dan bayi