Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Perkembangan Activity Support pada Kawasan Perkantoran Kota Kotamobagu Paputungan, Nining; Syafrini, Reny; Malik, Andy; Syafriny, Reny
Fraktal : Jurnal Arsitektur, Kota dan Sains Vol. 8 No. 1 (2023): Vol 8, No 1 (2023): Volume 8 Nomor 1, Maret 2023
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/fraktal.v8i1.51663

Abstract

Dengan adanya pusat pelayanan kota seperti kawasan perkantoran menyebabkan pertumbuhan activity support, begitu juga dengan kawasan perkantoran Kota Kotamobagu, dengan adanya suatu kawasan perkantoran Kotamobagu menyebabkan tumbuhnya kegiatan-kegiatan lain yang bisa mendukung kawasan perkantoran , dari fenomena tersebut peneliti tertarik untuk melihat perkembangan activity support di kawasan perkantoran Kotamobagu dan mengidentifikasi jenis serta bentuk activity support pada kawasan perkantoran Kotamobagu. pada penelitian ini menggunakan metode Deskriptif Kualitatif, untuk melihat perkembangan activity support pada kawasan perkantoran Kotamobagu peneliti menggunakan metode pengumpulan data dengan cara wawancara kepada pelaku activity support dan melihat perkembangan kawasan menggunakan analisis figure ground dengan melihat peta perkembangan kawasan perkantoran 10 tahun terakhir, sedangkan untuk mengidentifikasi Activity support di kawasan perkantoran Kotamobagu metode pengumpulan data dengan wawancara dan melihat bentuk serta karakteristik activity support yang ada pada kawasan perkantoran Kotamobagu, dari hasil penelitian yang ada di temukan bahwa dari tahun ke tahun pertumbuhan activity support pada kawasan perkantoran mengalami perkembangan dan jenis kegiatan pendukung yang banyak di jumpai ialah jenis kegiatan komersial dengan bentuk ruang terbuka. Kata-kunci : Kotamobagu ,Activity Support , Kawasan Perkantoran
Evaluasi Pengaruh Pencahayaan Terhadap Kenyamanan Visual Pada Ruang Kerja Gedung Kantor : (Ruangan Kantor Dinas PUPRD Prov. SULUT) Pelealu, Veronica; Kindangen , Jefrey; Tungka, Aristotulus; Syafriny, Reny
Fraktal : Jurnal Arsitektur, Kota dan Sains Vol. 8 No. 1 (2023): Vol 8, No 1 (2023): Volume 8 Nomor 1, Maret 2023
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/fraktal.v8i1.51664

Abstract

Bangunan gedung di Dinas PUPRD Prov. SULUT sudah berumur diatas 10 tahun dengan penataan antar ruang sudah tidak sesuai dengan standart desain perencanaan awal, dimana terdapat penambahan ruang kerja tanpa didasari dengan pertimbangan pencahayaan alami sehingga kualitas ruang yang tidak sesuai dengan fungsi ruang mempengaruhi kenyamanan visual pada ruang tersebut tidak tercapai dan berdampak pada kualitas kerja yang terganggu. Penelitian ini untuk mengetahui pencahayaan alami pada ruang kerja kantor apakah sudah sesuai standart SNI dengan melihat bukaan yang ada pada fasade bangunan gedung. Penelitian ini menerapkan metode kuantitatif dengan data yang telah diperoleh dilapangan, disusun serta dikelompokan agar mudah diolah dan dipelajari serta dipahami. Dari hasil pengukuran tersebut didapatkan data kuantitatif yang berupa data tingkat intensitas cahaya dengan satuan ukur Lux. Data tersebut dianalisis dengan membandingkan SNI Pencahayaan Alami dengan hasil ukur di lokasi . Sesuai data SNI pencahayaan alami dalam ruang kerja yang dibutuhkan 300–350 lux untuk ruangan aktif berkerja, dengan nilai hasil ukur di lapangan mendapat nilai 2–450 lux dihasilkan kesimpulan Tingkat pencahayaan alami pada ruangan dibawah standart SNI Sehingga dapat direkomendasi agar merubah posisi ruangan dengan mengunakan material yang lebih transparan dengan bukaan yang cukup dan mengurangi partisi antar ruangan dengan menerapkan konsep ruang tanpa dinding / partisi yang dapat meningkatkan kualitas pencahayaan dalam ruang. Kata-kunci : Kenyamanan Visual, Pencahayaan Alami, Ruang kerja kantor.
PUSAT REHABILITASI PENDERITA STROKE DI MANADO. Pendekatan Tema Arsitektur Tropis Ponga, Gisella T.; Syafriny, Reny; Mastutie, Faizah
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 7 No. 2 (2018): DASENG Volume 7, Nomor 2, November 2018
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v7i2.21265

Abstract

Stroke merupakan penyakit yang tergolong berbahaya karena dapat menyerang seseorang dengan usia produktif maupun usia lanjut yang berakibat pada kematian dan kecacatan baik secara fisik maupun mental. Sulawesi Utara merupakan tempat yang kasus strokenya tertinggi, melihat pola gaya hidup orang Manado yang pola makannya kurang baik yang sering mengonsumsi daging sehingga dapat menyebabkan stroke. Orang yang telah menderita stroke pastinya membutuhkan rehabilitasi untuk memulihkan kembali bentuk atau fungsi yang normal setelah pasca stroke. Pusat rehabilitasi penderita stroke sebagai tempat pasien melakukan rehabilitasi untuk mendapatkan terapi secara intensif baik terapi fisik maupun terapi psikologi sehingga mampu menekan angka kematian di Sulawesi Utara. Tema yang diangkat dalam perancangan bangunan Pusat Rehabilitasi Penderita Stroke di Manado yaitu Arsitektur Tropis. Konsep perancangan dengan tema Arsitektur Tropis ini memberikan kenyamanan dan pemulihan yang cepat bagi pasien dalam menjalani rehabilitasi. Tema arsitektur tropis ini diimplementasi pada bangunan baik mengenai sirkulasi ruang, bukaan pada bangunan untuk mendapatkan pencahayaan dan penghawaan alami, serta penataan taman ruang dalam (interior) maupun luar bangunan (eskterior) yang dimanfaatkan untuk ruang hidroterapi outdoor dan gymnasium outdoor.Kata kunci : Arsitektur Tropis, kota Manado, Pusat Rehabilitasi Penderita Stroke, Stroke
MIXED-USE BUILDING DI KOTA MANADO. Symbiosis Arsitektur Alfian, Nur; Rengkung, Joseph; Syafriny, Reny
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 7 No. 2 (2018): DASENG Volume 7, Nomor 2, November 2018
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v7i2.21299

Abstract

Manusia memiliki berbagai kebutuhan hidup, contohnya tempat tinggal, tempat kerja, dan tempat berbelanja. Keanekaragaman kebutuhan tersebut berpengaruh pada kebutuhan ruang untuk beraktivitas. Demi meningkatkan efisiensi kebutuhan-kebutuhan tersebut, dibutuhkan ruang yang mampu mewadahi beberapa fungsi sekaligus. Perancangan mixed-use building menjadi upaya dalam menyatukan beberapa fungsi sekaligus dalam satu bangunan. Perancangan mixed-use building bertujuan untuk menyediakan ruang yang mampu memenuhi kebutuhan-kebutuhan manusia serta memberi kenyamanan bagi pengguna. Mixed-use building dirancang dalam bentuk perpaduan bangunan vertical dan horizontal yang menyatukan bangunan, kebutuhan manusia, serta ruang luar sebagai upaya mendukung perkembangan suatu kota. Perancangan mixed-use building ini menggunakan bentuk tercluster dimana pola yang di kelompokan berdasarkan persyaratan fungsional seperti ukuran ,bentuk,warna,jarak dan letak,  sebagai  suatu  bentuk  adaptasi  perancangan  terhadap  kondisi  lahan. Bangunan harus memiliki batasan sekaligus hubungan yang terkoordinasi meskipun kurang dalam hal keteraturan geometris dan sifat introvert bentuk-bentuk yanq terpusat, sebuah organisasi tersebar cukup fleksibel dalam menyatukan bentuk-bentuk dengan berbagai macam ukuran, bentuk dasar, dan orientasi ke dalam strukturnyaTema perancangan  mixed-use building ini adalah Symbiosis Arsitektur. Perancangan  mempertimbangkan kebutuhan ruang yang dirancang, lingkungan sekitar, serta pengguna bahan bangunan. Arsitektur simbiosis sebagai analogi biologis dan ekologis memadukan beragam hal kontradiktif, atau keragaman lain, seperti bentuk plastis dengan geometris,alam dengan teknologi, masa lalu dengan masa depan,dll. Simbiosis dalam arsitektur dicapai dengan prinsip ‘dan’, bukan ‘atau’ dalam suatu ruang antara (intermediate space).Fungsi hunian dan komersial pada bangunan menjadi alasan perancangan bangunan dengan luas bersih yang dirancang secara maksimal, demi meningkatkan prospek ekonomi bangunan. Bangunan dirancang dengan ketersediaan infrastruktur utilitas sebagai pendukung kebutuhan manusia dengan desain yang mampu beradaptasi dengan lingkungan sekitar.Kata kunci: Mixed-Use Building, Cluster ,Symbiosis Arsitektur
PERANCANGAN MANADO CULINARY CENTER. Arsitektur Lansekap Kolompoy, Gracia J. P.; Syafriny, Reny; Rondonuwu, Dwight M.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 8 No. 1 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 1, Mei 2019
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v8i1.23688

Abstract

Manado Culinary Center adalah sebuah tempat dimana semua kegiatan kuliner dilakukan yang dipusatkan dalam suatu kawasan. Kota Manado sebagai kota pariwisata memiliki peningkatan wisatawan yang sangat pesat tiap tahunnya. Wisata kuliner tidak kalah menarik dengan sektor wisata lainnya karena kuliner pasti menjadi sebuah kebutuhan primer manusia sehingga kemanapun tujuan mereka berwisata, kuliner tetap menjadi bagian dari perjalanan wisata.Pada saat ini Kota Manado telah memiliki sejumlah tempat yang menjual makanan-makanan khas, sayangnya tempat-tempat tersebut kurang representatif. Maka dari itu dibutuhkan perencanaan dan perancangan Manado Culinary Center dengan penerapan konsep tema Arsitektur Lansekap yang diharapkan dapat menjadi sarana untuk pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi.Metode dalam proses perancangan ini melalui pendekatan tipologi fungsi , tematik, dan lokasi. Proses perancangannya berdasarkan dari pengumpulan data, analisis, dan pengkonsepan rancangan.Hasil dari perancangan ini merupakan layout, site plan, denah, tampak bangunan, tampak site, potongan (bangunan, site, orthogonal), perspektif, spot interior, spot eksterior, layout utilitas, detail utilitas, dan detail struktur. Dengan penerapan tema Arsitektur Lansekap yang mengambil dan mengangkat potensi-potensi lansekap pesisir pantai. Kata kunci: Manado Culinary Center, Arsitektur Lansekap
MINAHASA CULTURAL CENTER. Re-Interpreting Tradition Kawonal, Kevin M.; Syafriny, Reny; Wuisang, Cynthia E. V.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 8 No. 1 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 1, Mei 2019
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v8i1.24014

Abstract

Pada perkembangan zaman saat ini budaya lokal sering dikesampingkan karena budaya-budaya modernisasi yang masuk dengan cepat. Di kabupaten Minahasa pembangunan akan fasilitas-fasilitas umum sangat diperhatikan, namun masih sedikit fasilitas umum yang berkaitan dengan perkembangan budaya dan nilai-nilai seni dan budaya yang ada. Terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan dalam pengembangan seni dan budaya dan yang terpenting adalah pemahaman terhadap kecintaaan akan budaya itu sendiri. Perancangan Minahasa Cultural Center dimaksudkan untuk mewadahi segalah bentuk kegiatan dan pengembangan budaya Minahasa dengan fasilitas penunjang yang diharapkan dapat menjadi motivasi dan wawasan yang baru tentang budaya Minahasa dan menjadi suatu identitas yang melekat erat pada masyarakat Minahasa. Adapun tujuan  dihadirkannya bangunan Minahasa Cultural Center  adalah kedepannya memberikan wadah kepada masyarakat untuk mempertahankan, melestarikan dan menjaga nilai-nilai budaya yang ada di tanah Minahasa, kedepannya budaya Minahasa bisa berkembang dan akan selalu menjadi jati diri dan identitas yang tertanam erat dalam diri masyarakat Minahasa. Dengan tiga metode yang digunakan yaitu pertama pengambilan data yang merupakan tahap pengumpulan data yang berkaitan dengan budaya Minahasa, dengan mengambil bentuk arsitektur vernakular dari rumah adat Minahasa ornamenn-ornamen dan ciri khas dari budaya Minahasa itu sendiri, kedua analisis tapak dan ketiga konsep sebagai pengambangan dari tapak. Pada dasarnya hasil dari perancangan Minahasa Cultural Center ini menekankan pada penerapan aspek nilai-nilai dari tradisi, dengan pendekatan tema yang diambil pada objek-objek arsitektur yang mengusung potensi maupun fungsi dari kebudayaan masyarakat tertentu, di mana lewat konsep “Re-Interpreting Tradition”  bangunan dapat menjadi wadah atau Bahasa untuk menyampaikan atau memberikan edukasi tentang budaya maupun tradisi dari masyarakat Minahasa. Kata kunci: Cultural Center, Budaya, Minahasa, Re-Interpreting Tradition.
VIRTUAL OFFICE DI MANADO: Arsitektur Futuristik Syawie, Mahmud; Syafriny, Reny; Supardjo, Suryadi
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 14 No. 1 (2025): Daseng Volume 14 Nomor 1, Februari 2025
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v14i1.66162

Abstract

Mengingat kebutuhan akan fasilitas pendukung ekonomi kreatif di Sulawesi Utara yang semakin meningkat, maka dibutuhkan suatu tempat yang dapat mengakomodasi, mengelola, dan mengembangkan aktivitas bisnis dan perkantoran di Kota Manado. Selain itu, sedikitnya ruang terbuka hijau di pusat kota, menjadikan Kota Manado membutuhkan fasilitas yang mampu mengelola aktivitas perkantoran. Dalam hal ini, virtual office hadir sebagai alternatif ruang kerja bagi perusahaan startup, pekerja lepas, dan profesional. Virtual office dirancang untuk memberikan fleksibilitas kerja kepada pekerja, yang memungkinkan para pekerja dapat bekerja sesuai preferensi individu. Di samping itu, tujuan dari perancangan ini yaitu untuk memfasilitasi kolaborasi, perluasan jaringan, dan pertukaran ide antar perusahaan startup. Dalam proses perancangannya, metode desain yang diterapkan meliputi analisis dan sintesis data untuk menghasilkan pilihan desain yang optimal. Tema Arsitektur Futuristik dipilih sebagai landasan utama dan strategi perancangan. Dengan menampilkan bentuk dinamis pada objek, desain ini memberikan daya tarik tersendiri yang membedakannya dengan desain konvensional, serta mengoptimalkan aktivitas dan pergerakan dalam sebuah virtual office. Kata kunci: Virtual Office, Futuristik, Ekonomi Kreatif.