Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Aktivitas Antioksidan Ekstrak Dan Infusa Daun Salam (Eugenia Polyantha Wight. ) Dan Daun Tempuyung (Sonchus Arvensis L.) Dengan Metode DPPH Secara Spektrofotometri UV-Vis Dewi Marlina; Riandini Syafitri
Jurnal Kesehatan Farmasi Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Farmasi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkpharm.v1i1.1766

Abstract

Radikal bebas merupakan suatu elektron dalam tubuh yang tidak berpasangan. Radikal bebasakan terus berusaha menyerang dan merusak sel-sel tubuh agar stabil, sehingga dapat menimbulkanpenyakit degeneratif, contohnya Asam Urat. Antioksidan merupakan senyawa yang dapat menghambatradikal bebas. Senyawa antioksidan alami adalah senyawa fenolik atau polifenol. Berdasarkan penelitiansebelumnya, Tanaman daun Salam dan daun tempuyung memiliki senyawa polifenol berupa flavonoid.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besar aktivitas antioksidan yang terdapat pada ekstrak dan infusadaun salam dan daun tempuyung.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik. Sampel dibagimenjadi dua jenis yaitu daun salam dan daun tempuyung. Yang pertama dilakukan ekstraksi menggunakanmetode maserasi dengan pelarut etanol. Yang kedua, sampel dibuat infusa dengan pelarut aquadest lalukemudian disaring dan dibuat konsentrasi. Kemudian, dibuat larutan uji DPPH untuk mengukur kurvapuncak. Lalu, dibuat larutan vitamin C sebagai Kontrol positif. Selanjutnya dibuat sampel dengan berbagaikonsentrasi untuk mengukur persen peredaman. Setelah didapatkan persen peredaman, maka dihitungIC50untuk menyatakan besar aktivitas antioksidan yang dihasilkan.berdasarkan hasil yang didapat, yaitumenunjukan nilai IC50ekstrak etanol salam yaitu 3,33 ppm dan infusa daun salam yaitu 5,08 ppm.Sedangkan nilai IC50 dari ekstrak etanol daun tempuyung yaitu 2,45 ppm dan infusa daun tempuyung 2,92ppm. Dari penelitian dapat disimpulkan bahwa ekstrak dan infusa daun salam maupun daun tempuyungmemiliki aktivitas antioksidan.
Formulasi Tablet Dari Ekstrak Daun Melinjo (Gnetum Gnemon L.) Dengan Variasi Konsentrasi Gelatin Sebagai Pengikat Serta Uji Kestabilan Fisiknya Mona Rachmi Rulianti; Dewi Marlina; Altiana Altiana
Jurnal Kesehatan Farmasi Vol 2, No 1 (2020)
Publisher : Jurusan Farmasi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkpharm.v2i1.1768

Abstract

Latar belakang :Daun Melinjo (Gnetum gnemon L.) digunakan masyarakat untukpengobatan karena terkena gigitan anjing, penyakit mata, dan anemia. Daun melinjo jugaberkhasiat sebagai analgetik. Penelitian ini bertujuan untuk membuat tablet ekstrak daunmelinjo dengan bahan gelatin yang memenuhi persyaratan mutu fisik tablet.Metode : Daun melinjo sebanyak 1,4 kg dimaserasi dengan pelarut etanol 70%, kemudiandidestilasi vakum hingga didapat ekstrak kental. Pembuatan tablet ekstrak daun melinjodibuat dengan tiga formula, menggunakan konsentrasi bahan pengikat yang berbeda antaralain formula I mengandung gelatin sebanyak 1%, formula II sebanyak 2%, dan formula IIIsebanyak 3%. Metode yang digunakan dalam pembuatan tablet ekstrak daun melinjoadalah dengan metode granulasi basah. Granul yang diperoleh diuji sifat fisiknya meliputikecepatan alir, sudut diam, dan kompresibilitas. Tablet yang diperoleh dilakukan uji mutufisik yang meliputi uji keseragaman bobot, uji kekerasan, uji keseragaman ukuran, ujikerapuhan, dan uji waktu hancur.Hasil : Ekstrak kental daun melinjo yang didapat 142,6 gram dan didapatkan rendemen10,18 %. Ditinjau dari uji mutu fisik granul dan uji mutu fisik tablet menunjukkan bahwakadar gelatin 1% tidak memenuhi syarat keseragaman ukuran, kekerasan dan kerapuhan.Pada kadar 2% dan 3% tidak memenuhi uji mutu fisik tablet meliputi kekerasan dankeseragaman ukuran.Kesimpulan : Dari penelitian ini tablet ekstrak daun melinjo pada formula I, II dan IIItidak dapat dibuat tablet yang memenuhi syarat secara fisik. Tetapi Formula II dan IIImemiliki evaluasi fisik tablet yang paling sedikit tidak memenuhi syarat.
Formulasi dan Evaluasi Gel Antijerawat Ekstrak Daun Jeringau Hijau (Acorus Calamus L.) Dengan Variasi Konsentrasi Carbopol 940 Sebagai Gelling Agent Ferawati Suzalin; Dewi Marlina; Selvi Agustini
Jurnal Kesehatan Farmasi Vol 3, No 1 (2021)
Publisher : Jurusan Farmasi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1003.952 KB) | DOI: 10.36086/jpharm.v3i1.901

Abstract

Latar Belakang: Gel merupakan salah satu bentuk sediaan yang bisa digunakan untuk mengobati jerawat.Basis gel yang biasa digunakan adalah carbopol 940 karena dengan konsentrasi kecil yaitu 0,5%-2% dapat menghasilkan gel yang jernih dengan viskositastinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi carbopol 940 yang optimal untuk menghasilkan gel yang stabil dan memenuhi persyaratan. Gel yang dibuat menggunakan zat aktif daun jeringau hijau (Acorus calamus L.) dengan kandungan senyawa aktif flavonoid dan saponin Metode: Penelitian ini menggunakan metode eksperimental, dengan esktrak daun jeringau hijau (Acorus calamus L.) sebanyak 3,6% sebagai zat aktif dan memvariasikan carbopol 940 sebagai gelling agent dengan konsentrasi 0,75% pada formula I, 1% pada formula II dan 1,25% pada formula III. Kemudian dilakukan evaluasi sediaan pada suhu kamar dan uji dipercepat (Cycling Test) meliputi pH, daya sebar, sineresis/swelling, homogenitas, warna dan bau serta iritasi kulit Hasil: Hasil evaluasi menunjukkan bahwa pH sediaan pada kedua uji penyimpanan mengalami kenaikan, dan hasil pengujian daya sebar sediaan pada suhu kamar serta uji dipercepat mengalami penurunan namun masih memenuhi syarat. Semua sediaan gel antijerawat tidak mengalami peristiwa sineresis/swelling dan memiliki homogenitas yang baik, gel antiijerawat juga tidak mengalami perubahan warna, bau serta tidak mengiritasi kulit baik pada penyimpanan suhu kamar maupun uji dipercepat Kesimpulan: Ekstrak daun jeringau hijau (Acorus calamus L.) dapat diformulasikan menjadi sediaan gel antijerawat yang stabil dan memenuhi persyaratan serta dapat bertahan selama 12 bulan dengan konsentrasi carbopol 940 yang paling optimal sebesar 1% Kata Kunci: Gel, Ekstrak Daun Jeringau Hijau (Acorus calamus L.), Carbopol 940
Formulasi Dan Evaluasi Sediaan Masker Gel Peel-Off Ekstrak Daun Kari (Murraya koenigii L.) dengan Variasi HPMC Sebagai Gelling Agent Margareta; Dewi Marlina; Ratnaningsih Dwi Astuti; Mar'atus Sholikhah
Jurnal Kesehatan Farmasi Nusantara Vol. 1 No. 1 (2025): MEI
Publisher : PT Mara Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64465/jkfn.v1i1.4

Abstract

Masker Gel peel-off merupakan sediaan kosmetika yang praktis dan dapat diaplikasikan secara langsung dengan meratakannya pada kulit wajah. HPMC sebagai gelling agent dapat mempercepat waktu mengering dan stabil terhadap pH. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi HPMC yang optimal untuk menghasilkan sediaan masker gel peel-off yang stabil dan memenuhi syarat. Masker gel peel-off dibuat menggunakan zat aktif daun kari (Murraya koenigii L.) dengan kandungan senyawa polifenol sebagai antioksidan yang dapat mencegah penuaan dini. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental, dimana daun kari sebagai zat aktif diformulasikan menjadi sediaan masker gel peel-off dengan memvariasikan konsentrasi HPMC. Konsentrasi zat aktif yang digunakan dalam setiap formula adalah 12,3% serta konsentrasi HPMC yang digunakan adalah 1,5%, pada formula I, 2,5% pada formula II dan 3,5% pada formula III. Kemudian dilakukan evaluasi sediaan pada suhu kamar dan uji dipercepat (Cycling Test) meliputi pH, daya sebar, waktu mengering, homogenitas, syneresis/swelling, warna dan bau serta iritasi kulit. Berdasarkan hasil yang didapat, pH sediaan pada kedua uji penyimpanan mengalami kenaikan. Ditinjau dari uji waktu mengering, homogenitas, synersis/swelling, warna, bau dan iritasi kulitket iga formula memenuhi selama penyimpanan suhu kamar dan uji dipercepat. Berdasarkan hasil penelitian dapat disumpulkan bahwa ekstrak daun kari dapat diformulasikan menjadi sediaan masker gel peel-off yang stabil dan memenuhi persyaratan. Formula yang paling optimal dengan konsentrasi HPMC sebesar 3,5%.  
Cemaran Mikroba Pada Tester Lipcream di Toko Kosmetik Dengan Metode ALT (Angka Lempeng Total) Khofifah Indah Septiana; Dewi Marlina; Lilis Maryanti; Mar’atus Sholikhah
Jurnal Kesehatan Farmasi Nusantara Vol. 1 No. 1 (2025): MEI
Publisher : PT Mara Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64465/jkfn.v1i1.5

Abstract

Lipcream merupakan jenis kosmetik yang paling banyak digunakan dikalangan masyarakat, seringkali masyarakat menggunakanwtester terlebih dahulu untuk menentukan produk yang akan ia beli. Komposisi yang terdapat pada lipcreamwdapat menjadi media nutrisi yangwideal untuk pertumbuhan mikroorganisme sedangkan jumlah kontaminasi mikroba tidak boleh melewati nilai batas untuk mengetahuiqapakah sifat dan karakteristik lipcream tester masih dapat diterima, perlu dilakukan ujiwcemaran mikroba yang terdapat pada kosmetik lipcream tester dengan metode ALT (Angka Lempeng Total).  Dalam penelitian ini bertujuan untuk mengetahui layak atau tidaknya produk lipcream tester yang disediakan di toko kosmetik dengan parameter syarat bakteriologis yang telah ditentukan oleh BPOM. Metode yang digunakan pada jenis penelitian ini adalah non-eksperimental deskriptif. Sampel yang digunakan ialah 6 sampel lipcream tester selama 3 bulan dengan merek dan toko kosmetik yang berbeda dan data yang diperoleh berupa Angka Lempeng Total. Tahapan penelitian yangqdilakukan meliputi penentuan danqpemilihan tempat pengambilan sampel, pengambilan sampel lipcream tester dan pengujian ALT pada tester. Hasil penelitian menunjukkan nilai Angka Lempeng Total yang terkecil yaitu 0 koloni/ml sampai yang terbesar 23×10 5 koloni/ml. Semua sampel yang diteliti tidak memenuhi persyaratan. Dari hasil penelitian semua sampel yang diteliti tidak memenuhirpersyaratan yang telah ditentukan BPOM Nomor 12 Tahun 2019.