Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Keputusan Pembelian Lotion Anti Nyamuk Pada Dosen dan Pegawai Poltekkes Kemenkes Palembang Tedi Tedi; Shella Kharisma
Jurnal Kesehatan Farmasi Vol 3, No 1 (2021)
Publisher : Jurusan Farmasi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (472.598 KB) | DOI: 10.36086/jpharm.v1i1.637

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang : Keputusan pembelian adalah pemahaman konsumen tentang keinginan dan kebutuhan akan suatu produk dengan menilai dari sumber-sumber yang ada dengan menetapkan tujuan pembelian. Keputusan pembelian dipengaruhi oleh faktor eksternal antara lain : produk dan nonproduk (harga, tempat, dan promosi), dan faktor internal seperti pengetahuan, sosial ekonomi dan pendapatan dapat mempengaruhi keputusan pembelian lotion anti nyamuk. Metode Penelitian : Jenis penelitian adalah survey analitik dengan mengggunakan metode Proporsional stratified random sampling dengan cara menentukan responden berdasarkan kriteria inklusi. Sampel pada penelitian ini adalah Dosen dan pegawai Poltekkes kemenkes Palembang dengan jumlah sampel 70 orang. Uji statistic menggunakan analisis multivariat. Hasil : Variabel produk, harga, promosi, pendapatan, dan sosial ekonomi mempengaruhi keputusan pembelian produk Lotion anti nyamuk. Sedangkan variabel pengetahuan tidak mempengaruhi keputusan pembelian produk Lotion anti nyamuk, dari hasil analisis diperoleh bahwa variabel produk memiliki pengaruh yang paling dominan terhadap keputusan pembelian produk Lotion anti nyamuk. Kesimpulan : Variabel produk yang berpengaruh paling dominan terhadap keputusan pembelian produk Lotion anti nyamuk. Kata Kunci : Produk, Lotion anti nyamuk dan Keputusan Pembelian
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Penggunaan Obat Tradisional Kemasan Pada Masyarakat Desa Sambirejo Kabupaten Rejang Lebong Mindawarnis Mindawarnis; Tedi tedi; Lilis Maryanti; Melda Via Ariska
Jurnal Kesehatan Farmasi Vol 7 No 2 (2025): Jurnal Kesehatan Farmasi
Publisher : Jurusan Farmasi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkpharm.v7i2.3539

Abstract

Latar Belakang : Penggunaan obat tradisional semakin meningkat dengan kecenderungannya hidup kembali ke alam. Faktor yang menyebabkan masyarakat menggunakan obat tradisional salah satunya adalah harganya yang terjangkau dan aman karena obat tradisional memiliki efek samping yang relatif lebih sedikit daripada obat modern. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi penggunaan obat tradisional pada masyarakat Desa Sambirejo Kabupaten Rejang Lebong. Metode : Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan pendekatan crossectional. Metode pengambilan dengan metode simple random sampling. Hasil : Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa ada pengaruh antara pendapatan (p value 0,003), sikap (p value 0,004) dan sumber informasi (p value 0,001) dengan penggunaan obat tradisional kemasan. Kesimpulan : Perlunya peningkatan program promosi kesehatan seperti penyuluhan tentang penggunaan obat tradisional kemasan serta memberikan wawasan baru tentang efek samping mengingat masih banyak peran obat tradisional dalam pengobatan. Kata Kunci : Penggunaan, Obat tradisional
HUBUNGAN PERSEPSI DENGAN KEPATUHAN MINUM OBAT ANTIHIPERTENSI LANJUT USIA PUSKESMAS SUKARAMI PALEMBANG Minda warnis; Tedi tedi; Lilis Maryanti; Rini Afriyanti
Jurnal Kesehatan Farmasi Vol 8 No 1 (2026): Jurnal Kesehatan Farmasi
Publisher : Jurusan Farmasi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkpharm.v8i1.3733

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Lansia memiliki risiko lebih tinggi terkena hipertensi, dan tingkat kepatuhan minum obat yang rendah. Persepsi lansia sangat berpengaruh terhadap kondisi kesehatannya karena dapat meningkatkan motivasi pengobatan dan meningkatkan kepatuhan minum obat untuk mencapai keberhasilan terapi sehingga tekanan darah terkontrol dan tidak terjadi komplikasi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan persepsi dengan kepatuhan minum obat antihipertensi lanjut usia Puskesmas Sukarami kota Palembang. Metode: Jenis penelitan non-ekperimen dengan rancangan analitik Cross-Sectional. Sampel yang digunakan seluruh pasien hipertensi lanjut usia di Puskesmas Sukarami kota Palembang sebanyak 121 responden menggunakan teknik total sampling, dan dilakukan wawancara serta pengisian kuesioner. Hasil: Mayoritas responden pada usia 55-78 tahun, didominasi perempuan (64,5%) dengan pendidikan terakhir SMA (57,9%). Lamanya menderita pada 1-10 tahun, sebesar (89,3%) ≤ 5 tahun dan amlodipine sebagai terapi tunggal terbanyak dalam pengobatan. Uji Chi-Square nilai P-Value = (0,000 ≤ 0,05) menunjukkan Ho ditolak, yang artinya ada hubungan secara signifikan antara persepsi dengan kepatuhan minum obat antihipertensi. Kesimpulan: Ada hubungan secara signifikan antara persepsi dengan kepatuhan minum obat antihipertensi di Puskesmas Sukarami kota Palembang. Kata kunci : Hipertensi, kepatuhan minum obat, lansia, persepsi ABSTRACT Background: Older adults are at a higher risk of developing hypertension and often demonstrate low levels of medication adherence. Older adults’ perceptions play a crucial role in influencing their health status, as they can enhance treatment motivation and improve adherence to antihypertensive medication, thereby contributing to therapeutic success, optimal blood pressure control, and the prevention of complications. This study aimed to examine the relationship between patients’ perceptions and adherence to antihypertensive medication among older adults attending the Sukarami Primary Health Center in Palembang City. Methods: This study employed a non-experimental design with a cross-sectional analytic approach. The sample consisted of all elderly patients with hypertension attending Sukarami Primary Health Center in Palembang City, totaling 121 respondents, selected using a total sampling technique. Data were collected through interviews and the administration of questionnaires. Results: The majority of respondents were aged 55–78 years, predominantly female (64.5%), with the highest level of education being senior high school (57.9%). Most respondents had been diagnosed with hypertension for 1–10 years, with 89.3% having a disease duration of ≤5 years. Amlodipine was the most commonly used single-agent therapy. The Chi-square test yielded a p-value of 0.000 (p ≤ 0.05), indicating that the null hypothesis was rejected, which suggests a statistically significant association between patients’ perceptions and adherence to antihypertensive medication. Conclusion: There is a statistically significant association between patients’ perceptions and adherence to antihypertensive medication at Sukarami Primary Health Care Center, Palembang City. Keywords : Hypertension, medication adherence, older adults, perceptions
The PROFIL PERESEPAN OBAT ISPA NON-PNEUMONIA DALAM PELAYANAN MTBS DI PUSKESMAS PENGANDONAN KOTA PAGAR ALAM Vera Astuti; Mar'atus Solikhah; Tedi Tedi; Delvi Anis
Jurnal Kesehatan Farmasi Vol 8 No 1 (2026): Jurnal Kesehatan Farmasi
Publisher : Jurusan Farmasi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkpharm.v8i1.3746

Abstract

Latar Belakang: Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) non-pneumonia pada balita merupakan kasus yang sering ditemukan di layanan kesehatan primer. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan peresepan obat ISPA non-pneumonia pada balita dalam pelayanan MTBS di Puskesmas Pengandonan Kota Pagar Alam. Metode: Penelitian deskriptif kuantitatif dengan menggunakan data rekam medis 87 pasien balita. Analisis meliputi karakteristik pasien (usia dan jenis kelamin), jenis dan bentuk sediaan obat, penggunaan antibiotik, serta ketepatan dosis. Hasil: Mayoritas pasien berusia 3–5 tahun (70,11%) dan berjenis kelamin perempuan (60,92%). Jenis obat yang paling banyak diresepkan adalah kombinasi parasetamol, CTM, dan guaifenesin (50%). Bentuk sediaan terbanyak berupa puyer (46,67%) dan sirup amoksisilin (39,39%). Penggunaan antibiotik ditemukan pada 74,71% resep, dengan ketepatan dosis sebesar 97,70% dan lama pemberian obat terbanyak selama 5 hari (81,60%). Kesimpulan: Pola peresepan secara umum telah sesuai dengan pedoman MTBS, namun penggunaan antibiotik masih tergolong tinggi