Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

PENGELOLAAN ZAKAT DALAM MEMBERDAYAKAN MASYARAKAT MISKIN PADA BADAN AMIL ZAKAT NASIONAL (BAZNAS) KABUPATEN TUBAN Abdullah Zawawi; Risa Yulianti Mustofa
Al-Maqashid: Journal of Economics and Islamic Business Vol. 1 No. 2 (2021): Oktober: Al-Maqashid : Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam
Publisher : Institut Pesantren Sunan Drajat Lamongan, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55352/maqashid.v1i2.257

Abstract

Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Tuban merupakan salah satu Lembaga Amil Zakat di Indonesia yang mengelola Zakat, Infaq dan Shodaqoh ( ZIS). Pengelolaan tersebut diwujudkan dalam berbagai program dimana program - program tersebut bertujuan untuk membantu sesama umat Islam. BAZNAS Kabupaten Tuban telah menjalankan fungsinya dengan baik. Buktinya adalah bulan puasa tahun 2020 kemarin, Unit Pengumpul Zakat masjid mengel ola Rp. 1,2 Milyar dana dari Zakat, Infaq dan Shodaqoh. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif dan instrumen penelitian yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah dengan mel akukan observasi , wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini disimpulkan bahwa pengelolaan zakat dalam memberdayakan masyarakat miskin terdiri dari a) pengelolaan b) pengorganisasian c) pelaksanaan d) pengawasan. Untuk menjangkau seluruh jumlah masyar akat miskin tersebut, iperlukan dukungan dari banyak pihak, hal itu juga menjadi salah satu faktor pendukung pengelolaan zakat dalam memberdayakan masyarakat miskin. Program - program telah berjalan sesuai dengan yang telah direncanakan. Salah satu program u ntuk memberdayakan masyarakat miskin adalah program Bantuan Masyarakat Miskin Produktif (BANMASPRO). Program tersebut bertujuan untuk membuat masyarakat menjadi lebih berdaya, lebih produktif, dan dapat menjadikan kehidupan mereka lebih layak. Bantuan beru pa modal usaha digunakan untuk membuka usaha apa saja sesuai dengan minat mereka.
PENGARUH STRATEGI PENJUALAN BUKU MELALUI AKAD KHIYAR TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN (Studi Kasus p ada Toko Buku H. Minan Babat Lamongan) Imro’atul Magfiroh; Abdullah Zawawi
Al-Maqashid: Journal of Economics and Islamic Business Vol. 2 No. 1 (2022): April: Al-Maqashid : Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam
Publisher : Institut Pesantren Sunan Drajat Lamongan, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55352/maqashid.v2i1.263

Abstract

Dalam upaya untuk meningkatkan pelayan an konsumen yang baik , penjual harus mempunyai kemampuan dan harus dapat menciptakan rasa tanggung jawab kepada konsumen agar dapat menciptakan keahlian yang baik dalam bidang pelayanan konsumen . Dengan cara mengadakan akad khiyar konsumen akan merasa puas karena dapat memilih - m ilih produk yang diinginkan dan tidak merasa dirugikan . Adapun Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif experiman dengan rumusan masalah “Bagaimana pelaksanaan strategi penjualan buku terhadap kepuasan konsumen?” Kemudian rumusan masal ah yang kedua adalah “Bagaimana pengaruh strategi penjualan buku melalui akad khiyar terhadap kepuasan konsumen?” adapun hasil penelitian: pertama, bahwa toko buku H. Minan ini selalu memberi pelayanan yang baik kepada konsumenya dengan cara memberikan wak tu untuk memil ih - milih barang yang diinginkan. Kedua, bahwa cukup besar Pengaruh Strategi Penj ualan Buku Melalui Akad Khiyar t erhadap Kepuasan Konsumen di toko H. Minan Babat Lamongan. Karena berdasarkan analisis regresi sederhana Y = 3,236 + 0,824 X. Nil ai 4,06 adalah nilai konstanta (a). Nilai 0,824 merupakan koefisien regresi yang berarti bahwa setiap adanya penambahan sebesar 1, - untuk penjualan buku melalui akad khiyar akan mengakibatkan kenaikan tingkat kepuasan konsumen sebesar 0,824 adapun nilai ko efisien determinasi adalah sebesar 0,822, hal ini menunjukan bahwa penjualan buku melalui akad khiyar mempunyai sumbangan pengaruh yang cukup besar terhadap kepuasan konsumen.
Manajemen Strategik Keuangan Badan Pelaksana Penyelenggara Pendidikan Ma arif NU (BP3NU) Mazra atul Ulum Paciran Lamongan siswandi; Nanang Ardiansyah; Abdullah Zawawi
Mudir : Jurnal Manajemen Pendidikan Vol. 3 No. 1 (2021): January : Mudir: Jurnal Manajemen Pendidikan
Publisher : Mudir : Jurnal Manajemen Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55352/mudir.v3i1.339

Abstract

Salah satu faktor lambatnya perkembangan dan kemajuan suatu lembaga pendidikan adalah kurangnya kemampuan pengelola lembaga pendidikan dalam melaksanakan perencanaan strategik lembaga secara keseluruhan. Banyak lembaga pendidikan dalam menyusun suatu perencanaan strategik hanya sebatas formalitas belaka, bukan sebagai wujud acuan dalam mengelola lembaga pendidikan. Lembaga pendidikan Islam pada aspek manajemen begitu lemah sehingga perlu perbaikan, baik dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasinya. Artikel ini membahas tentang manajemen strategik keuangan oleh Badan Pelaksana Penyelenggara Pendidikan Ma arif NU (BP3MNU) Mazra atul Ulum Paciran Lamongan serta kendala dan solusi yang ada dari manajemen strategik keuangan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang menghasilkan data dan analisis dengan metode deskriptif yang disesuaikan dengan Badan Pelaksana Penyelenggara Pendidikan Ma arif Nahdlatul Ulama (BP3MNU) Mazra atul Ulum Paciran Lamongan Jawa Timur, data dikumpulkan dengan cara wawancara secara mendalam, observasi partisipan dan dokumentasi. Tekhnik analisis data meliputi reduksi data, penyajian data dan penyimpulan data. Keabsahan validasi data dilakukan dengan cara triangulasi metode dan triangulasi sumber. Hasil penemuan penelitian menunjukan adanya beberapa kegiatan: 1) Perencanaan strategik keuangan. 2) Pelaksanaan manajemen strategik keuangan 3) Evaluasi manajemen strategik keuangan. Kendala yang dihadapi oleh BP3MNU Mazra atul Ulum dalam manajemen strategik keuangan, diantaranya : 1) Ada pengurus kurang jeli dan kurang matang 2) Pelaksanaan manajemen strategik belum sesuai 3) Pelaksanaan meeting dilaksanakan tanpa melihat agenda yang ada. Dan solusi yang diterapkan untuk mengatasi hal di atas dengan memberikan motivasi dan pemahaman mengenai fungsi dan prefesionalitas pengurus dalam bentuk workshop atau seminar.