Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Penerapan Teknik Refleksi Pijat Kaki Untuk Menurunkan Kadar Glukosa Darah pada Pasien Diabetes Melitus Tipe II  di Rumah Sakit Tentara TK IV 01.07.01 Pematangsiantar Amy Shakilla Hanim; Astika Handayani
World Health Digital Journal Vol. 1 No. 4 (2025)
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/wolgitj.v1i4.43

Abstract

Diabetes Melitus (DM) adalah penyakit kronis yang terjadi ketika tubuh tidak dapat memproduksi cukup insulin secara efektif. Efek terapi refleksi pijat kaki dapat menpercepat pemanfaatan glukosa sehingga menurunkan kadar gula dalam darah. Tujuan dari penerapan teknik refleksi pijat kaki untuk menurunkan kadar gula darah. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain penelitian deskriptif melalui pendekatan studi kasus pada klien dengan DM tipe 2 di Rumah Sakit Tentara TK IV/01.07.01 Pematangsiantar. Penelitian klien 1 dilakukan tanggal 15-17 mei 2025 dan  klien 2 tanggal 21-23 mei 2025. Instrumen yang digunakan meliputi format pengkajian keperawatan medikal bedah, SOP teknik refleksi pijat kaki, lembar observasi, dan lembar informed consent. Hasil: Setelah dilakukan teknik refleksi pijat kaki selama 3 hari berturut-turut dengan tindakan dilakukan satu kali dalam sehari selama 30 menit didapatkan hasil pada klien 1 GDS 324 mg/dl menjadi GDS 306 mg/dl dan klien 2 GDS 259 mg/dl menjadi GDS 197 mg/dl. Kesimpulan: Penerapan terapi refleksi pijat kaki efektif menurunkan kadar gula darah pada klien DM tipe 2 Saran: Peneliti menyarankan kepada keluarga klien, perawat, rumah sakit dan institusi pendidikan untuk dapat menerapkan refleksi pijat kaki secara mandiri untuk menurunkan kadar gula darah
Asuhan keperawatan medikal bedah pada tn. R dengan gangguan sistem muskuloskeletal postoperasi fraktur femur dextra Nia Ramadani; Astika Handayani
THE JOURNAL OF Nursing Management Issues Vol. 3 No. 3 (2026): August Edition 2026
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/nmi.v3i3.4174

Abstract

Background: Femoral fracture is one of the musculoskeletal injuries that often occurs due to trauma and generally requires Open Reduction and Internal Fixation (ORIF) surgery. Postoperative conditions often cause nursing problems in the form of acute pain, impaired skin integrity, and impaired physical mobility so that comprehensive nursing care is needed. Purpose: To implement medical surgical nursing care for Mr. R with musculoskeletal system disorders in post-op right femoral fracture. Method: A qualitative study with a descriptive design using a case study approach was conducted on one patient treated in the Anggrek Ward of Vita Insani Hospital, Pematangsiantar, for three days, from April 15–17, 2026. Data were collected through interviews, observation, physical examination, and documentation study, then analyzed descriptively based on the stages of the nursing process. Results: The study identified three primary nursing diagnoses: acute pain, impaired skin integrity, and impaired physical mobility. Interventions included pain management, deep breathing relaxation, skin integrity care, range-of-motion exercises, and gradual mobilization. After three days, pain intensity decreased from 8 to 1, the surgical wound remained clean and dry without signs of infection, and mobility gradually improved, although not yet optimal. Conclusion: The systematic application of the nursing process can support the recovery of post-op patients with right femur fractures by reducing pain, maintaining skin integrity, and increasing physical mobility.   Keywords: Musculoskeletal Disorder; Nursing Care; Postoperative; Right Femur Fracture.   Pendahuluan: Fraktur femur merupakan salah satu cedera muskuloskeletal yang sering terjadi akibat trauma dan umumnya memerlukan tindakan operasi Open Reduction and Internal Fixation (ORIF). Kondisi pascaoperasi sering menimbulkan masalah keperawatan berupa nyeri akut, gangguan integritas kulit, dan gangguan mobilitas fisik sehingga diperlukan asuhan keperawatan yang komprehensif. Tujuan: Untuk melaksanakan asuhan keperawatan medikal bedah pada Tn. R dengan gangguan sistem muskuloskeletal pada post op fraktur femur dextra. Metode: Penelitian kualitatif dengan desain deskriptif melalui pendekatan studi kasus terhadap satu pasien yang dirawat di Ruang Anggrek Rumah Sakit Vita Insani Pematangsiantar selama 3 hari, yaitu tanggal 15–17 April 2026. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif berdasarkan tahapan proses keperawatan. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan tiga diagnosis keperawatan utama, yaitu nyeri akut, gangguan integritas kulit, dan gangguan mobilitas fisik. Intervensi yang diberikan meliputi manajemen nyeri, teknik relaksasi napas dalam, perawatan integritas kulit, latihan rentang gerak (range of motion), dan mobilisasi bertahap. Evaluasi setelah 3 hari menunjukkan penurunan intensitas nyeri dari skala 8 menjadi 1, kondisi luka operasi tetap bersih dan kering tanpa tanda infeksi, serta peningkatan kemampuan mobilitas pasien secara bertahap meskipun belum optimal. Simpulan: Penerapan proses keperawatan secara sistematis mampu mendukung pemulihan pasien post op fraktur femur dextra melalui penurunan nyeri, pemeliharaan integritas kulit, dan peningkatan mobilitas fisik.   Kata Kunci: Asuhan Keperawatan; Fraktur Femur Dextra; Gangguan Muskuloskeletal; Post Operasi.
Asuhan Keperawatan Medikal Bedah pada Ny. S dengan Gangguan Sistem Kardiovaskuler pada Penyakit Jantung Koroner (PJK) di Rumah Sakit Vita Insani Pematangsiantar Ruth Kristina Hutabarat; Astika Handayani
Indo Green Journal Vol. 4 No. 3 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i3.793

Abstract

Penyakit Jantung Koroner (PJK) merupakan penyakit pada sistem kardiovaskuler yang disebabkan oleh penyempitan atau penyumbatan arteri koroner sehingga mengurangi aliran darah dan suplai oksigen ke otot jantung. Kondisi ini dapat menyebabkan nyeri dada, sesak napas, penurunan curah jantung, intoleransi aktivitas, serta gangguan pola tidur. Menurut World Health Organization WHO (2023) menunjukan bahwa penyakit jantung koroner (PJK) terjadi sekitar 40% dari 8.091.734.930 diseluruh dunia yaitu 3.236.693.972. Bertujuan untuk memberikan asuhan keperawatan medikal bedah pada pasien penyakit jantung koroner (PJK). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Subjek penelitian adalah satu orang pasien penyakit jantung koroner yang dirawat di Ruang Melati Rumah Sakit Vita Insani Pematangsiantar selama 3 hari, mulai tanggal 29 April sampai 01 Mei 2026. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, pemeriksaanfisik,dandokumentasi. Asuhan keperawatan Ny.S menunjukan pasien mengalami nyeri dada sebelah kiri, skala nyeri 6 yang menjalar kebahu, diagnosa yang ditegakan yaitu penurunan curah jantung, poa napas tidak efektif, dan nyeri akut. Setelah dilakukan asuhan keperawatan selama 3 hari terdapat penurunan curah jantung berkurang, pola napas tidak efektif berkurang, dan nyeri akut berkurang dan dapat teratasi. Asuhan keperawatan medikal bedah  pada pasien penyakit jantung koroner (PJK) menunjukan kondisi klinis dan seluruh masaah keperawatan dapat teratasi.