Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : JURNAL EDUKASI NONFORMAL

PERANAN PENDIDIKAN NONFORMAL DAN SARANA PENDIDIKAN MORAL Syaparuddin Syaparuddin; Elihami Elihami
JURNAL EDUKASI NONFORMAL Vol 1 No 1 (2019): Jurnal Edukasi Nonformal
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (851.425 KB)

Abstract

Kondisi akhir-akhir ini menunjukkan telah terjadi degradasi moral pada kualitas personal bangsa Indonesia terutama generasi muda. Banyak faktor yang mempengaruhi gejala-gejala degradasi moral tersebut. Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah: (1) Apakah benar tertib sekolah berisi muatan sarana pendidikan moral (2) Bagaimana pelaksanaan tata tertib sekolah sebagai sarana pendidikan moral di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 5 Pinrang?, (3) Bagaimana kendala- kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan tata tertib sekolah sebagai sarana pendidikan moral Sekolah dan di lingkungan masyarakat? Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bentuk-bentuk pelanggaran tata tertib sekolah bersifat ringan, sedang, dan berat. Berdasarkan penelitian pendidikan moral selain diajarkan melalui bentuk formal dalam mata pelajaran juga dapat diberikan dalam bentuk informal melalui bentuk-bentuk lain seperti adanya tata tertib sekolah. Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi sekolah, orang tua dan masyarakat. Kepala Sekolah hendaknya terus berkomitmen dan lebih intensif mengadakan penegakan kedisiplinan siswa serta fasilitas pendukung dalam upaya menekan tingkat pelanggaran siswa terhadap tata tertib sekolah. Guru hendaknya terus melakukan kontrol terhadap pelanggaran tata tertib sekolah terutama membina kedisiplinan siswa. Siswa hendaknya dengan penuh kesadaran diri untuk mematuhi tata tertib sekolah. Orang tua hendaknya ikut serta melakukan pembinaan moral anaknya agar patuh dan taat terhadap tata tertib sekolah.
PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR SISWA MELALUI VIDEO PADA PEMBELAJARAN PKn DI SEKOLAH PAKET C Syaparuddin Syaparuddin; Elihami Elihami
JURNAL EDUKASI NONFORMAL Vol 1 No 1 (2019): Jurnal Edukasi Nonformal
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (962.91 KB)

Abstract

Rendahnya motivasi belajar siswa kelas Paket C di Enrekang terhadap mata pelajaran PKn. Hal tersebut dapat dilihat dari perilaku yang ditunjukan siswa, siswa datang terlambat, tidak mengerjakan tugas, tidak memperhatikan penjelasan guru dan kurang aktif. Dari 36 siswa hanya 3 siswa yang memiliki motivasi belajar tinggi. Jika dihitung secara klasikal besar motivasi belajar siswa terhadap mata pelajaran PKn adalah 54,03%. Kondisi tersebut terjadi selama PBM PKn guru hanya menggunakan media papan tulis dan LKS. Agar motivasi siswa dapat meningkat, guru perlu melakukan sebuah inovasi pembelajaran. Hal yang dapat dilakukan guru adalah memanfaatkan video sebagai media pembelajaran. Pemerolehan hasil belajar melalui indera pandang berkisar 75%, melalui indera dengar 13%, dan melalui indera lainnya sekitar 12%. Rumusan masalah “Apakah dengan pemanfaatan media video pada mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan dapat meningkatkan motivasi belajar siswa Paket C di Enrekang ?”. Tujuan penelitian untuk mengetahui ada atau tidaknya peningkatan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan kelas Paket C di Enrekang melalui pemanfaatan media video. Manfaat penelitian memberi masukan peningkatan motivasi belajar siswa melalui pemanfaatan media video, sehingga dapat dijadikan salah satu bahan pertimbangan dalam pemanfaatan media pembelajaran.Jenis penelitian adalah Penelitian Tindakan Kelas di Enrekang. Variabel penelitian : variabel input; motivasi belajar siswa sebelum memanfaatkan video sebagai media pembelajaran. Variabel proses : kegiatan pembelajaran dengan memanfaatkan video sebagai media pembelajaran. Variabel ouput : peningkatan motivasi belajar siswa setelah menanfaatkan video sebagai media pembelajaran. Hasil penelitian diperoleh melalui dua siklus, siklus I dan siklus II. Motivasi belajar siswa pra siklus yaitu 54,03% (rendah) kemudian pada siklus I motivasi belajar siswa menjadi 70,75% (sedang) dan pada siklus II meningkat menjadi 75,73% (tinggi). Namun pada akhir siklus masih terdapat 2 siswa yang motivasi belajarnya masih rendah.
PENDEKATAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING PADA GURU TERHADAP SISWA DALAM KEHIDUPAN BERMASYARAKAT Syaparuddin Syaparuddin; Elihami Elihami
JURNAL EDUKASI NONFORMAL Vol 1 No 1 (2020): Jurnal Edukasi NonFormal
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendekatan kontekstual merupakan konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkan dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimiliki dengan penerapannya dalam kehidupan siswa sebagai anggota keluarga dan masyarakat. Melalui pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) pembelajaran dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari siswa yang mampu membawa perubahan ke arah yang lebih baik, lebih memberdayakan siswa dan tidak mengharuskan siswa menghafal fakta-fakta, tetapi lebih mendorong siswa untuk membangun sendiri pengetahuannya melalui interaksi dengan objek, pengetahuan awal yang mereka miliki, pengalaman, dan lingkungan siswa. Mendeskripsikan faktor pendukung dan penghambat dalam penerapan metode CTL (Contextual Teaching and Learning) dalam pembelajaran. Penelitian yang penulis lakukan ini adalah termasuk dalam penelitian deskriptif kualitatif. Dalam pengumpulan data, penulis menggunakan beberapa metode yaitu: metode observasi, metode dokumentasi, dan metode wawancara.
IMPROVING STUDENT LEARNING MOTIVATION THROUGH THE UTILIZATION OF VIDEO MEDIA IN EDUCATION STUDENTS Syaparuddin Syaparuddin; Elihami Elihami
JURNAL EDUKASI NONFORMAL Vol 1 No 1 (2020): Jurnal Edukasi NonFormal
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research was motivated by the low learning motivation of class XI IPS.1 SMAN 6 Pinrang on Civics subjects. This can be seen from the behavior shown by students, students arriving late, not doing assignments, not paying attention to teacher explanations and being less active. Of the 36 students, only 3 students have high learning motivation. If calculated classically, the students' motivation to learn Civics subjects is 54.03%. This condition occurs as long as the PKn PBM teachers only use blackboards and worksheets. In order for student motivation to increase, teachers need to make a learning innovation. What the teacher can do is to use video as a learning medium. The acquisition of learning outcomes through the sense of sight is around 75%, through the sense of hearing about 13%, and through other senses around 12%. Formulation of the problem "Can the use of video media in Citizenship Education subjects increase student motivation in class XI.IPS.1 SMAN 6 Pinrang?". The research objective was to determine whether or not there was an increase in student motivation in Citizenship Education class XI IPS.1 SMAN 6 Pinrang through the use of video media. The benefit of this research is to provide input to increase student learning motivation through the use of video media, so that it can be used as a consideration in the use of learning media. This type of research is Classroom Action Research, with the research location at SMAN 6 Pinrang which is located at Jalan Poros Pinrang-Rappang. Research variables: input variables; student learning motivation before using video as a learning medium. Process variable: learning activities using video as a learning medium. Output variable: increasing student motivation after using video as a learning medium. The research results were obtained through two cycles, cycle I and cycle II. Pre-cycle student learning motivation is 54.03% (low) then in cycle I student learning motivation becomes 70.75% (moderate) and in cycle II increases to 75.73% (high). But at the end of the cycle there were still 2 students whose learning motivation was still low.