Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search
Journal : Jurnal Elemen

PENGARUH FRAKSI VOLUME TERHADAP KUAT TEKAN DAN LENTUR KOMPOSIT BERPENGUAT SERBUK KAYU ULIN (Eusideroxylon Zwageri) BERMATRIK POLYESTER Akhmad Syarief; Achmad Febrian Hidayat; Andy Nugraha
ELEMEN : JURNAL TEKNIK MESIN Vol 8 No 2 (2021)
Publisher : POLITALA PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34128/je.v8i2.168

Abstract

Komposit merupakan hasil rekayasa dua atau lebih bahan dimana sifat masing-masing bahan berbeda satu sama lainnya. Material komposit terdiri dari matriks dan penguat (reinforcement). Matriks biasanya terbuat dari serat alam seperti serat tumbuhan dan penguatnya berupa resin. Komposit pada penelitian ini berbahan baku serbuk kayu ulin dan bermatrik polyester dengan variasi komposisi 5%:95%, 10%:90%, 15%:85%, 20%:80%, dan 25%:75%. Komposit ini kemudian diuji tekan dan lentur. Dari pengujian diketahui bahwa semakin besar komposisi serbuk kayu ulin maka semakin besar kekuatan kompositnya.
ANALISA INSTALASI HIBRID SOLAR CELL UNTUK PUSAT PELAYANAN KESEHATAN Raliannoor Ralianoor; Akhmad Syarief; Muhammad Wal Mursalin
ELEMEN : JURNAL TEKNIK MESIN Vol 8 No 2 (2021)
Publisher : POLITALA PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34128/je.v8i2.169

Abstract

Sel surya berupa alat semi konduktor penghantar listrik yang mengubah energi surya menjadi energi listrik secara efisien. Digunakan sebagai alat pendeteksi cahaya, dapat digabung secara seri maupun paralel untuk memperoleh tegangan listrik sebagai penghasil tenaga listrik. Tujuan penelitian untuk optimalisasi suatu pembangkit listrik tenaga surya yang memenuhi kebutuhan listrik Pusat Pelayanan Kesehatan. Dengan metode algoritma cluster yang dihimpun dari data lapangan dan soft drawing gedung diharapkan akan lebih akurat. Nilai tukar dolar terhitung Rp.14.400,00. Diperlukan modul surya Sunpower E19-320W dengan charger baterai Sunny Tower ST42. Baterai US 2200 48V 464ah. Inverter yang dipergunakan Sunny Tower ST 42 dan phase converter Booster D16 untuk daya Pusat Pelayanan Kesehatan sebesar 2200 watt. Membandingkan Biaya investasi peralatan, total biaya perawatan selama 25 tahun serta biaya operasional solar cell selama 25 tahun dengan biaya pembayaran tagihan listrik dalam 25 tahun ke PLN. Perbandingan nilai ekonomis PLTS dengan listrik bersubsidi dari PLN adalah 1: 1.91
PENGARUH PERENDAMAN DENGAN LARUTAN NACL TERHADAP LAJU KOROSI DAN KEKERASAN VARIASI KAMPUH LAS SPESIMEN UJI TEKAN BAJA S45C Akhmad Syarief; Dali Dali; Muhammad Nizar Ramadhan
ELEMEN : JURNAL TEKNIK MESIN Vol 7 No 2 (2020)
Publisher : POLITALA PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34128/je.v7i2.128

Abstract

Korosi merupakan suatu proses rusaknya material atau bahan karena reaksi kimia pada faktor lingkungannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perendaman dengan larutan NaCl terhadap laju korosi dan kekerasan pada variasi kampuh las I, V dan ½ V. Terdapat dua perlakuan berbeda yakni yang dilakukan perendaman dan tanpa perendaman selama 38 hari. Dari hasil pengujian didapatkan nilai laju korosi tertinggi yaitu jenis kampuh ½ V sebesar 0,098271 mm/y dengan perendaman dan 0,009905 mm/y tanpa perendaman. Sedangkan untuk nilai kekerasan yang tertinggi juga dihasilkan oleh jenis kampuh ½ V yaitu sebesar 65,0 HRB (HAZ), 74,0 HRB (base metal) dengan perendaman, 69,6 HRB (HAZ), 79,0 HRB (base metal) tanpa perendaman.
PENGARUH JUMLAH LUBANG UDARA TERHADAP UNJUK KERJA KOMPOR BRIKET BERBAHAN BAKU SERBUK KAYU MERANTI akhmad syarief; Akhmad Robittah
ELEMEN : JURNAL TEKNIK MESIN Vol 9 No 1 (2022)
Publisher : POLITALA PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34128/je.v9i1.186

Abstract

Abstrak. Biomassa merupakan energi alternatif bisa dimanfaatkan dengan proses pembakaran menggunakan kompor, namun demikian kompor yang ada saat ini efesiensinya masih rendah. Aliran udara pada tabung bakar dan tabung pelindung merupakan variabel-variabel yang mempengaruhi. Pada penelitian ini meneliti jumlah lubang udara tabung bakar dan jumlah lubang udara tabung pelindung terhadap unjuk kerja kompor biomassa. Pengujian dilakukan menggunakan jumlah lubang udara tabung bakar 0, 16, 32 dan jumlah lubang udara tabung.pelindung 6, 12, 18, 24. Pengujian menggunakan water boiling test (WBT). Dengan air dalam panci dipanaskan sampai titik didih 100oC. Parameter pada penelitian adalah Boiling time, FCR, efesiensi. Hasil penelitian diperoleh boiling time 336 detik adalah yang tercepat, FCR 0,333.kg/jam pada jumlah tabung bakar 32 dan jumlah tabung pelindung 24. Efesiensi tertinggi adalah 16 % pada jumlah lubang tabung bakar 0 dan jumlah lubang tabung pelindung 6. Kata Kunci: kompor biomassa, boiling time, FCR, efesiensi.
PENGARUH FRAKSI VOLUME TERHADAP KUAT TEKAN DAN LENTUR KOMPOSIT BERPENGUAT SERBUK KAYU ULIN (Eusideroxylon Zwageri) BERMATRIK POLYESTER Akhmad Syarief; Achmad Febrian Hidayat; Andy Nugraha
ELEMEN : JURNAL TEKNIK MESIN Vol. 8 No. 2 (2021)
Publisher : POLITALA PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34128/je.v8i2.168

Abstract

Komposit merupakan hasil rekayasa dua atau lebih bahan dimana sifat masing-masing bahan berbeda satu sama lainnya. Material komposit terdiri dari matriks dan penguat (reinforcement). Matriks biasanya terbuat dari serat alam seperti serat tumbuhan dan penguatnya berupa resin. Komposit pada penelitian ini berbahan baku serbuk kayu ulin dan bermatrik polyester dengan variasi komposisi 5%:95%, 10%:90%, 15%:85%, 20%:80%, dan 25%:75%. Komposit ini kemudian diuji tekan dan lentur. Dari pengujian diketahui bahwa semakin besar komposisi serbuk kayu ulin maka semakin besar kekuatan kompositnya.
ANALISA INSTALASI HIBRID SOLAR CELL UNTUK PUSAT PELAYANAN KESEHATAN Raliannoor Ralianoor; Akhmad Syarief; Muhammad Wal Mursalin
ELEMEN : JURNAL TEKNIK MESIN Vol. 8 No. 2 (2021)
Publisher : POLITALA PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34128/je.v8i2.169

Abstract

Sel surya berupa alat semi konduktor penghantar listrik yang mengubah energi surya menjadi energi listrik secara efisien. Digunakan sebagai alat pendeteksi cahaya, dapat digabung secara seri maupun paralel untuk memperoleh tegangan listrik sebagai penghasil tenaga listrik. Tujuan penelitian untuk optimalisasi suatu pembangkit listrik tenaga surya yang memenuhi kebutuhan listrik Pusat Pelayanan Kesehatan. Dengan metode algoritma cluster yang dihimpun dari data lapangan dan soft drawing gedung diharapkan akan lebih akurat. Nilai tukar dolar terhitung Rp.14.400,00. Diperlukan modul surya Sunpower E19-320W dengan charger baterai Sunny Tower ST42. Baterai US 2200 48V 464ah. Inverter yang dipergunakan Sunny Tower ST 42 dan phase converter Booster D16 untuk daya Pusat Pelayanan Kesehatan sebesar 2200 watt. Membandingkan Biaya investasi peralatan, total biaya perawatan selama 25 tahun serta biaya operasional solar cell selama 25 tahun dengan biaya pembayaran tagihan listrik dalam 25 tahun ke PLN. Perbandingan nilai ekonomis PLTS dengan listrik bersubsidi dari PLN adalah 1: 1.91
PENGARUH JUMLAH LUBANG UDARA TERHADAP UNJUK KERJA KOMPOR BRIKET BERBAHAN BAKU SERBUK KAYU MERANTI akhmad syarief; Akhmad Robittah
ELEMEN : JURNAL TEKNIK MESIN Vol. 9 No. 1 (2022)
Publisher : POLITALA PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34128/je.v9i1.186

Abstract

Abstrak. Biomassa merupakan energi alternatif bisa dimanfaatkan dengan proses pembakaran menggunakan kompor, namun demikian kompor yang ada saat ini efesiensinya masih rendah. Aliran udara pada tabung bakar dan tabung pelindung merupakan variabel-variabel yang mempengaruhi. Pada penelitian ini meneliti jumlah lubang udara tabung bakar dan jumlah lubang udara tabung pelindung terhadap unjuk kerja kompor biomassa. Pengujian dilakukan menggunakan jumlah lubang udara tabung bakar 0, 16, 32 dan jumlah lubang udara tabung.pelindung 6, 12, 18, 24. Pengujian menggunakan water boiling test (WBT). Dengan air dalam panci dipanaskan sampai titik didih 100oC. Parameter pada penelitian adalah Boiling time, FCR, efesiensi. Hasil penelitian diperoleh boiling time 336 detik adalah yang tercepat, FCR 0,333.kg/jam pada jumlah tabung bakar 32 dan jumlah tabung pelindung 24. Efesiensi tertinggi adalah 16 % pada jumlah lubang tabung bakar 0 dan jumlah lubang tabung pelindung 6. Kata Kunci: kompor biomassa, boiling time, FCR, efesiensi.
ANALISIS SIFAT FISIK BRIKET LIMBAH ARANG KAYU ALABAN-SEKAM PADI BERPEREKAT TAPIOKA DAN SAGU Akhmad Syarief; Geovani Glen Supit; Andy Nugraha; Muhammad Nizar Ramadhan
ELEMEN : JURNAL TEKNIK MESIN Vol. 9 No. 2 (2022)
Publisher : POLITALA PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34128/je.v9i2.162

Abstract

Energi terbarukan yang ramah lingkungan merupakan solusi untuk menangani penggunaan energi yang berasal dari fosil. Energi terbarukan dapat berasal dari berbagai macam limbah, seperti limbah arang kayu alaban dan sekam padi. Keduanya merupakan limbah yang jarang sekali untuk dimanfaatkan lebih lanjut untuk mendapatkan nilai ekonomis yang tinggi. Hal ini dikarenakan belum banyak informasi yang beredar di masyarakat dalam hal pemanfaatannya lebih lanjut. Maka dari itu dilakukan penelitian untuk mengetahui bagaimana pengaruh variasi komposisi dan jenis perekat (tapioka dan sagu) terhadap sifat fisik briket (kadar air (water content), kadar abu (ash content), kadar zat terbang (volatile matter), kadar karbon terikat (fixed carbon) dan nilai kalor) pada briket limbah arang kayu alaban dan sekam padi. Terdapat lima variasi komposisi dengan perbandingan limbah arang kayu alaban dan sekam padi yaitu 90% : 10%, 70% : 30%, 50% : 50%, 30% : 70%, 10% : 90%. Menggunakan perekat yang terbuat dari tapioka dan sagu. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan limbah arang kayu alaban dan dengan perekat sagu menghasilkan sifat fisik terbaik karena kadar air, abu, dan zat terbangnya rendah sedangkan kadar karbon terikat dan nilai kalornya tinggi. Berdasarkan SNI 01-6235-2000 didapatkan briket terbaik yaitu menggunakan komposisi limbah arang kayu alaban dan sekam padi sebesar 90% : 10% dengan perekat sagu menghasilkan kadar air sebesar 0.54%, kadar abu 4.70%, kadar zat terbang 42.02%, kadar karbon terikat 52.73% dan nilai kalor 5828 kal/gr.