Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

PENGARUH FLY ASH DAN AIR GAMBUT TERHADAP POROSITAS DAN KUAT TEKAN BETON POROUS DI KALIMANTAN SELATAN Eka Purnamasari; Robiatul Adawiyah; Tezar Aulia Rachman; Fathurrahman Fathurrahman; Febby Eleanor; Tedy Riansyah
Jurnal Kacapuri : Jurnal keilmuan Teknik Sipil Vol 5, No 2 (2022): JURNAL KACAPURI : JURNAL KEILMUAN TEKNIK SIPIL (Edisi Desember 2022)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jk.v5i2.9719

Abstract

Beton porous adalah suatu inovasi pada konstruksi perkerasan jalan yang memiliki konsep  ramah lingkungan, karena mempunyai rongga udara pada permukaan struktur betonnya yang berfungsi mengalirkan air dari permukaan kedalam tanah. Beton porous menghasilkan ruang-ruang kosong sebagai rongga udara sebesar 15%-25% dari total keseluruhan volumenya serta memiliki nilai slump yang mendekati nol. Menggunakan fly ash sebagai pengurangan semen dalam beton porous. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kuat tekan beton porous dan porositas beton porous. Pengujian dilakukan pada Laboratorium Struktur dan Bahan dan menggunakan metode SNI. Dari hasil penelitian didapatkan kuat  tekan karakteristik untuk beton porous perendaman air PDAM dengan fly ash 0% sebesar 20,391 MPa, beton porous dengan fly ash 15 % sebesar 22,170 MPa, dan beton porous dengan fly ash 30 % sebesar 4,479 MPa, sedangkan kuat tekan beton porous perendaman air gambut dengan fly ash  0 % sebesar 16,750 MPa, beton porous dengan  fly ash 15 % sebesar 14,740 MPa dan beton porous dengan fly ash 30 % sebesar 3,670 MPa. Nilai porositas beton 0% memiliki porositas yang sedang, 15 % fly ash memiliki porositas yang rendah dan 30 % fly ash memiliki porositas yang tinggi dari data yang lain.
Tinjauan Aspek Tanah Dalam Pengelolaan Daerah Rawa Pasang Surut Di Kalimantan Selatan Akhmad Gazali; Fathurrahman Fathurrahman
SPECTA Journal of Technology Vol. 3 No. 1 (2019): SPECTA Journal of Technology
Publisher : LPPM ITK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (749.413 KB) | DOI: 10.35718/specta.v3i1.113

Abstract

Lahan rawa merupakan lahan yang potensial digunakan untuk usaha pertanian, kehutanan dan konservasi sumber air. Para pakar berbeda pendapat mengenai luas lahan rawa di Indonesia. Perkiraan luas lahan rawa ada yang menafsirkan 34 juta hektar, ada juga yang menafsirkan 39,5 juta hektar.Berdasarkan proses pembentukannya, rawa dibedakan menjadi rawa dalam/lebak dan rawa pasang surut. Rawa pasang surut cenderung lebih banyak dikembangkan mengingat proses reklamasi berjalan lebih cepat. Berdasarkan perkiraan bahwa rerata jangkauan pengaruh pasang surut yang 100 km dari muara sungai besar, maka luas lahan yang berpotensi menjadi lahan pasang surut adalah sekitar 25-30 juta hektar. Lahan pasang surut ini umumnya terdapat di pantai-pantai Kalimantan, Sumatera dan Irian Jaya.Sistem reklamasi yang pernah dan masih dilakukan khususnya di Kalimantan Selatan tergantung kondisi tanah dan airnya, ada beberapa kondisi tanah rawa antara lain tanah rawa potensial, sulfat masam dan gambut. Proses reklamasi terus berkembang dengan telah diketemukannya kisaran komposisi senyawa organik dan sifat kimia tanah gambut pada berbagai kedalaman. Diakui terdapat berbagai kendala seperti fisik tanah, kimia tanah danbeberapa kendala lainnya, namun prospek pengelolaan tanah gambut cukup baik untuk tanaman budidaya. Hasil penelitian dan pengalaman menunjukkan bahwa dengan pengelolaan yang tepat dapat diperoleh produktivitas yang cukup tinggi pada tanah gambut.
Evaluasi dan Analisis Kekuatan Jembatan Pipa Armco Berdasarkan Tegangan Izin pada Proyek Pembangunan Jalan Inspeksi JDU-JDP Ibu Kota Negara (IKN) Hariyanto Hariyanto; Fathurrahman Fathurrahman; Ruliana Febrianty
SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Vol. 5 No. 8 (2026): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, Agustus 2026
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/sentri.v5i8.7125

Abstract

The Armco pipe bridge is a Corrugated Steel Pipe (CSP) structure that relies on soil-structure interaction to support road infrastructure loads. This study evaluates the structural strength of the Armco pipe bridge on the JDU-JDP Inspection Road construction project in the National Capital City (IKN) using the Allowable Stress Design (ASD) method and the Ring Compression Theory referring to ASTM A796 and SNI 1725:2016. Data processing combined manual calculation in Excel with numerical simulation using ETABS software. The pipe under study has a diameter of 2,100 mm, a plate thickness of 3.5 mm, and a soil cover depth of 2.1 m. The results show an actual stress (σactual) of 194.310 MPa, below the allowable stress (σallowable) of 210 MPa with a safety factor of 2, giving a stress ratio of 0.925 and confirming that the structure is safe. The shear stress reaches 88.340 MPa, also within the allowable limit. Deflection analysis records a deflection of 2.699 mm, far below the maximum allowable deflection of 105 mm. The soil cover depth is shown to influence load distribution: a deeper embankment widens the spread of live load before it reaches the pipe crown, reducing the vertical pressure received by the pipe wall. These findings confirm that the Armco pipe bridge is a safe and efficient structural solution.