Claim Missing Document
Check
Articles

JUMLAH SEL LEYDIG DAN STRUKTUR MIKROANATOMI TESTIS TIKUS PUTIH (RATTUS NORVEGICUS) SETELAH PEMBERIAN TEH KOMBUCHA KONSENTRASI 50% WAKTU FERMENTASI 6, 9 DAN 12 HARI Isdadiyanto, Sri; Tana, Silvana
Buletin Anatomi dan Fisiologi (Bulletin of Anatomy and Physiology) Volume 5, Nomor 1, Tahun 2020
Publisher : Departemen Biologi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/baf.5.1.2020.%p

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengkaji potensi teh Kombucha kadar 50% dengan variasi waktu fermentasi dalam mempengaruhi jumlah sel leydig dan struktur mikroanatomi testis tikus putih (Rattus norvegicus). Penelitian ini menggunakan Tikus putih jantan sebanyak 16 ekor umur 2 bulan, dengan perlakuan Teh kombucha yang difermentasi selama 6, 9 dan 12 hari pada suhu 25oC per oral. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 4 perlakuan (selama 28 hari) dan 4 ulangan, yaitu : P0 = kontrol, tanpa tambahan teh kombucha, P1 = air minum + 1,8 ml teh kombucha pagi dan sore fermentasi 6 hari, P2 = air minum + 1,8 ml teh kombucha pagi dan sore fermentasi 9 hari, P3 = air minum + 1,8 ml teh kombucha pagi dan sore fermentasi 12 hari. Variabel yang diukur adalah diameter tubulus seminiferus dan jumlah sel Leydig. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan ANOVA yang dilanjutkan dengan Uji Duncan dengan taraf kepercayaan 95% dengan menggunakan perangkat lunak SPSS 16.0. Penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian teh kombucha fermentasi 6, 9, dan 12 hari menurunkan diameter tubulus seminiferus sehingga berpotensi mengganggu proses spermatogenesis, tetapi tidak mempengaruhi jumlah sel Leydig tikus putih (Rattus norvegicus). Kata kunci: Rattus norvegicus, teh kombucha , tubulus seminiferus, sel Leydig
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK ETANOL DAUN LAKUM (CAYRATIA TRIFOLIA L.) DAN BUAH KERSEN (MUNTINGIA CALABURA L.) TERHADAP BOBOT TUBUH DAN BOBOT LEMAK ABDOMINAL RATTUS NORVEGICUS L. STRAIN WISTAR JANTAN HIPERLIPIDEMIA Setiawan, Raditya; Saraswati, Tyas Rini; Tana, Silvana
Buletin Anatomi dan Fisiologi (Bulletin of Anatomy and Physiology) Volume 5, Nomor 1, Tahun 2020
Publisher : Departemen Biologi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/baf.5.1.2020.%p

Abstract

Daun lakum (Cayratia trifolia) dan buah kersen (Muntingia calabura) mengandung senyawa flavonoid, terpenoid, steroid dan kaya akan antioksidan. Beberapa senyawa antioksidan seperti squalene, nimbidin dan saponin berpotensi meningkatkan metabolisme HDL dalam tubuh sehingga dapat mengurangi timbunan lemak tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan bobot badan dan bobot lemak abdominal tikus putih (Rattus norvegicus) strain wistar jantan hiperlipidemia setelah pemberian jus buah kersen dan ekstrak etanol daun lakum. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang teridiri atas 5 perlakuan dengan 4 kali ulangan, yaitu kelompok kontrol, kelompok pakan hiperlipid positif, kelompok pemberian pakan jus kersen, kelompok pemberian pakan ekstrak lakum dan kelompok pemberian simvastatin. Pakan hiperlipid diberikan selama enam minggu, dimulai dari tikus umur tiga bulan. Pengukuran variable bobot badan diukur tiap minggu dan bobot lemak abdominal di akhir penelitian. Data dianalisis dengan Analysis of Variance (ANOVA) yang dilanjutkan dengan Uji Duncan pada taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian tambahan jus buah kersen dan ekstrak etanol daun lakum memberikan pengaruh yang signifikan pada bobot badan dan bobot lemak abdominal (p<0,05) Penelitian ini dapat disimpulkan  bahwa pemberian jus buah kersen dan ekstrak etanol daun lakum pada tikus putih jantan hiperlipidemia tidak berpotensi menurunkan bobot badan, namun berpotensi menurunkan bobot lemak abdominal. Kata kunci : Cayratia trifolia, Muntingia calabura, antioksidan, bobot badan, bobot lemak abdominal
Pengaruh Pemberian Teh Kombucha Konsentrasi 50% dengan Waktu Fermentasi yang Berbeda pada Struktur Histologi Hepar Tikus Wistar (Rattus norvegicus) Jantan Isdadiyanto, Sri; Tana, Silvana
Bioma : Berkala Ilmiah Biologi Vol. 23, No 1, Tahun 2021
Publisher : Departemen Biologi, Fakultas Sains dan Matematika, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/bioma.23.1.51-56

Abstract

This study was conducted to determine the effect of 6 kombucha fermented tea (P1), 9 (P2) and 12 (P3) fermentation days at a concentration of 50% on the liver histological structure and hepatocyte diameter. This study used 16 male white rats consisting of 4 treatments and 4 replications. The treatment of this study consisted of P0: control treatment; P1, P2 and P3 respectively were given 6, 9 and 12 days fermented kombucha tea at a concentration of 50%. This research uses a completely randomized design. The variable measured in this study was the diameter of hepatocytes in test animals. The data obtained were analyzed using Analysis of Variance (ANOVA) at a 95% confidence level and if there were real differences, followed by Duncan's test. The results of data analysis showed that kombucha tea fermented 6, 9 and 12 days with a 50% concentration did not have a significant difference in hepatocyte diameter variables. The histological structure of the liver looks normal and shows no sign of cell damage. It can be concluded that kombucha tea at a concentration of 50% is safe for consumption by mammals because it does not cause liver damage.
The Effect of Balimo (Zanthoxylum nitidum) Immersion Water On The Hematological Profile of White Rats (Rattus norvegicus) That Given Liquor (Ciu) Wijaya, Panca Buana; Saraswati, Tyas Rini; Tana, Silvana; Sunarno, Sunarno; Prihastanti, Erma
Biology, Medicine, & Natural Product Chemistry Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : Sunan Kalijaga State Islamic University & Society for Indonesian Biodiversity

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/biomedich.2021.101.47-57

Abstract

Consumption of liquor such as Ciu in excessive doses can cause a decrease in hematological status. Balimo stem is an alternative treatment to improve hematological status due to excessive alcohol consumption because it contains alkaloids, flavonoids, and other secondary metabolic compounds, that have functions as antioxidant effects. This study aims to examine and analyze the effect of Balimo immersion water on the hematological status of mice with the observed variables, namely the erythrocytes count, hemoglobin levels, hematocrit value, and total count of leukocytes in rats that had been given Ciu. The study used 20 Rattus norvegicus male rats which were divided into 4 groups. The data were analyzed using one-way ANOVA. The results showed no significant differences (p <0.05) on the Balimo immersion water treatment, but if it was seen from the difference in the mean data of each variable, it could still be seen the difference from each treatment. In this study, it can be concluded that Balimo immersion water was able to improve the hematological status of rats that had been given Ciu liquor with a 0,2 mL dose.
Pengaruh Waktu Fermentasi Teh Kombucha Kadar 50% Terhadap Glukosa Darah Tikus Putih SILVANA TANA; SRI ISDADIYANTO
Prosiding Seminar Biologi Vol 2 No 1 (2016): Prosiding Seminar Nasional From Basic Science to Comprehensive Education
Publisher : Jurusan Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/psb.v2i1.3337

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian teh kombucha kadar 50% terhadap kondisi glukosa darah dengan variasi waktu fermentasi. Teh kombucha termasuk pangan fungsional karena memiliki karakteristik sensori seperti penampakan, warna, tekstur, atau konsistensi dan citarasa yang dapat diterima oleh konsumen. Hewan uji yang dipakai adalah  tikus putih (Rattus norvegicus)jantan sebanyak 16 ekor  umur 2 bulan, dengan perlakuan teh kombucha yang difermentasi selama 6, 9 dan 12 hari pada suhu 25oC per oral. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan yaitu P0: sebagai kontrol, air minum tanpa tambahan teh kombucha; P1: air minum + 1,8 ml teh kombucha pagi dan sore fermentasi 6 hari; P2: air minum + 1,8 ml teh kombucha pagi dan sore fermentasi 9 hari; P3: air minum + 1,8 ml teh kombucha pagi dan sore fermentasi 12 hari. Parameter yang diukur adalah kadar glukosa, kenaikan bobot tubuh dan konsumsi pakan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan ANOVA yang dilanjutkan Uji Duncan pada taraf kepercayaan 95% dengan menggunakan perangkat lunak SPSS 10,0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian teh kombucha kadar 50 % menurunkan kadar glukosa secara signifikan akan tetapi masih pada batas normal. Kata kunci: tikus putih, teh kombucha, glukosa 
Pemberian Berbagai Jenis Pakan Organik Terhadap Kandungan β-Karoten Dalam Telur Puyuh Jepang (Coturnix japonica) TYAS RINI SARASWATI; SILVANA TANA; SRI ISDADIYANTO
Prosiding Seminar Biologi Vol 2 No 1 (2016): Prosiding Seminar Nasional From Basic Science to Comprehensive Education
Publisher : Jurusan Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/psb.v2i1.3339

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk optimalisasi kualitas telur puyuh yang kaya β-karoten. Penelitian ini adalah penelitian eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Hewan yang digunakan untuk produksi telur adalah 60 puyuh jepang (Coturnix japonica) betina dikelompokkan dalam 4 kelompok percobaan, yaitu P0: Kontrol (puyuh diberi pakan komersial), P1: Puyuh diberi perlakuan dengan pakan organik standar, P2: Puyuh yang diberi perlakuan pakan organik yang mengandung ikan kembung, daun singkong + serbuk kunyit P3: Puyuh yang diberi perlakuan pakan organic yang mengandung   rumput laut, daun singkong + serbuk kunyit. Masing-masing perlakuan terdiri dari 15 kali ulangan percobaan. Data dianalisis dengan Anova, dilanjutkan dengan uji Duncan  (α=0.05.)  Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian perlakuan pakan organik pada puyuh menyebabkan bobot telur puyuh menjadi lebih kecil dibandingkan yang tidak diberi perlakuan akan organik. Tidak terdapat perbedaan nyata terhadap konsumsi pakan dan bobot kuning telur, namun terdapat peningkatan rasio bobot kuning telur : bobot telur, peningkatan kadar β-karoten pada telur puyuh organik, baik pada P1, P2, dan P3.Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian pakan organik dapat meningkatkan kandungan β-karoten dalam telur puyuh.Kata kunci :β-karoten, pakan organik, puyuh jepang, telur puyuh.
Deskripsi Perilaku dan Status Darah Burung Hantu Celepuk Jawa (Otus angelinae) dengan Pemberian Suplemen Serbuk Kunyit di Penangkaran Tyas Rini Saraswati; Enny Yusuf Wachidah Yuniwarti; Silvana Tana
Metamorfosa: Journal of Biological Sciences Vol 5 No 2 (2018)
Publisher : Prodi Magister Ilmu Biologi, Fakultas MIPA, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/metamorfosa.2018.v05.i02.p01

Abstract

Studi perilaku dan analisis status darah celepuk jawa (Otus angelinae) dengan pemberian serbuk kunyit merupakan langkah awal dalam usaha penangkaran. Empat ekor Otus angelinae betina dan 4 ekor jantan dengan bobot 9 g. Otus angelinae, masing-masing dibagi dalam 4 kelompok, yaitu kelompok K0: Otus angelinae betina kontrol, K1: : Otus angelinae jantan kontrol, P0 : Otus angelinae betina yang diberi suplemen serbuk kunyit 108 mg/ekor/ hari yang dicampur dalam pakan, P1 : Otus angelinae jantan yang diberi suplemen serbuk kunyit 108 mg/ekor/ hari yang dicampur dalam pakan Diamati perilaku dan kondisi fisiologis dengan menganalisis komponen kimia darah yaitu kadar hemoglobin, jumlah eritrosit, jumlah leukosit, pH darah, deferensial leukosit meliputi jumlah sel neutrofil, eosinofil, basofil, limfosit dan monosit, kadar kolesterol LDL,HDL, trigliserida, glukosa darah, SGPT,SGOT yang diambil pada akhir perlakuan. Dilakukan analisis deskriptif terhadap perilaku dan kondisi fisilogis Otus angelinae. Hasil penelitian menunjukkan pemberian suplemen serbuk kunyit tidak mempengaruhi perilaku celepuk jawa. Perbedaan perilaku terjadi pada siang dan malam hari selama dalam kandang. Perilaku siang hari: banyak istirahat, tidak nafsu makan, sangat waspada terhadap gangguan, sedangkan perilaku pada malam hari sangat agresif, makan lebih aktif. Pemberian serbuk kunyit dapat mempertahankan status fsiologis normal Otus angelinae jantan maupun betina.
DEVELOPMENT OF JAPANESE QUAIL (Coturnix coturnix japonica) EMBRYO Tyas Rini Saraswati; Silvana Tana
International Journal of Science and Engineering Vol 8, No 1 (2015)
Publisher : Chemical Engineering Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (923.648 KB) | DOI: 10.12777/ijse.8.1.38-41

Abstract

This experiment was conducted to determine the development of Japanese quail embryo (Coturnix coturnix japonica), through observation and measurement of embryo organ development from the age of one day until hatching. The study used 15 female quails and 5 male quails. 15 female quails were divided into 5 cages, each cage containing 3 quails females and 1 male quail. Eggs which are inserted into an egg incubator is produced when the quail began the age of 3 months. Descriptive observation has been made ​​towards the development of organs in the embryo. Based on the results of the study, the growth and development of quail embryo organs occur in stages until hatching occurred during the 16 days.
KUALITAS TELUR AYAM RAS SETELAH PENCELUPAN KE DALAM LARUTAN RUMPUT LAUT BERDASARKAN WAKTU PENYIMPANAN Fernanda Imansari; Muhammad Anwar Djaelani; Silvana Tana
Jurnal Akademika Biologi Vol. 7 No.3 Juli 2018
Publisher : Departemen Biologi, Fakultas Sains dan Matematika Undip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (321.421 KB)

Abstract

Telur merupakan salah satu sumber protein hewani yang penting bagi tubuh. Harga telur relatif murah sehingga terjangkau. Telur juga mempunyai kadar gizi yang cukup tinggi. Penelitian ini bertujuan mempertahankan kualitas telur ayam ras (susut bobot telur, indeks kuning telur dan haugh unit) dengan perlakuan pencelupan telur ke dalam larutan rumput laut dalam waktu penyimpanan yang berbeda. Penelitian ini menggunakan 27 butir telur ayam ras dengan 9 perlakuan dan 3 kali ulangan. Perlakuannya yaitu P0: kontrol, PtR7: tanpa pencelupan disimpan 7 hari, PdR7: pencelupan ke dalam larutan rumput laut disimpan 7 hari, PtR14: tanpa pencelupan disimpan 14 hari, PdR14: pencelupan ke dalam larutan rumput laut disimpan 14 hari, PtR21: tanpa pencelupan disimpan 21 hari, PdR21: pencelupan ke dalam larutan rumput laut disimpan 21 hari, PtR28: tanpa pencelupan disimpan 28 hari, PdR28: pencelupan ke dalam larutan rumput laut disimpan 28 hari. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Variabel pengamatan yaitu susut bobot telur, indeks kuning telur, dan Haugh Unit. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji ANOVA pada taraf signifikansi 5% dan uji lanjut dengan uji Duncan. Hasil analisis data menunjukkan bahwa pencelupan telur ke dalam larutan rumput laut mempunyai kualitas susut bobot telur, indeks kuning telur, dan haugh unit yang lebih tinggi nilainya dari pada tanpa pencelupan. Pencelupan dapat mempertahankan nilai susut bobot, indeks kuning telur, dan haugh unit telur. Kualitas telur ayam hanya mampu bertahan pada penyimpanan selama 14 hari dengan nilai IKT 0,32 dan nilai HU 72,95 dengan nilai susut bobot yang tidak terlalu tinggi yaitu 2,35%Kata Kunci : Telur, Larutan Rumput laut, Susut Bobot Telur, Indeks Kuning Telur, Haugh Unit
Pengaruh Serbuk Kunyit dan Kurkumin terhadap Kualitas Spermatozoa Tikus Putih (Rattus norvegicus) yang Diberi Pakan Hiperlipid Retno Winarti; Tyas Rini Saraswati; Silvana Tana
Jurnal Akademika Biologi Vol. 10 No. 1 Januari 2021
Publisher : Departemen Biologi, Fakultas Sains dan Matematika Undip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (638.155 KB)

Abstract

Kunyit merupakan salah satu tanaman rempah yang umum digunakan sebagai obat. Salah satu senyawa yang memiliki aktivitas antioksidan serta anti-inflamasi dalam kunyit yaitu kurkumin. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh serbuk kunyit maupun kurkumin terhadap kualitas spermatozoa tikus putih yang diberi pakan hiperlipid. Penelitian ini menggunakan desain Rancangan Acak Lengkap (RAL), menggunakan 25 ekor tikus putih jantan yang dibagi menjadi 5 kelompok perlakuan dan 5 ulangan. Kelompok perlakuan meliputi kontrol (C0), diberi pakan hiperlipid (C1), diberi pakan hiperlipid dan kurkumin 1,35 mg/200gBB/hari (C2), diberi pakan hiperlipid dan serbuk kunyit 200 mg/200gBB/hari (C3), dan diberi pakan hiperlipid dan simvastatin 0,18 mg/200gBB/hari (C4). Parameter yang diukur meliputi jumlah spermatozoa, persentase morfologi spermatozoa normal, serta deskrisi abnormalitas morfologi spermatozoa. Data kuantitatif hasil penelitian dianalisis menggunakan ANOVA pada taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan bermakna (P < 0,05) pada jumlah spermatozoa dan persentase spermatozoa normal tikus putih yang diberi pakan hiperlipid selama 56 hari. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pemberian kurkumin maupun serbuk kunyit dapat meningkatkan kualitas spermatozoa tikus putih yang diberi pakan hiperlipid, dengan kurkumin memberi pengaruh lebih baik dibandingkan serbuk kunyit.