Claim Missing Document
Check
Articles

Efek Ekstrak Air Daun Insulin (Tithonia Diversifolia) pada Status Darah Tikus (Rattus Norvegicus L.) Hiperglikemik Enny Yusuf Wachidah Yuniwarti; Silvana Tana
Buletin Anatomi dan Fisiologi Volume 4, Nomor 1, Tahun 2019
Publisher : Departemen Biologi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (329.65 KB) | DOI: 10.14710/baf.4.1.2019.8-12

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis efek ekstrak air daun insulin terhadap status darah tikus hiperglikemik. Kondisi hiperglikemik akan meningkatkan jumlah radikal bebas yang dapat merusak struktur membran eritrosit sehingga menurunkan jumlah eritrosit, persentase hematokrit dan kadar hemoglobin. Penelitian ini menggunakan 16 ekor tikus Wistar jantan yang dikelompokkan dalam 4 kelompok perlakuan yaitu P0 merupakan kelompok kontrol, P1 kelompok tikus hiperglikemik yang diberi glibenklamid 2 mg/BB, P2 dan P3 kelompok tikus hiperglikemi yang diberi ekstrak air daun insulin 30 mg/BB/ hari dan 60 mg/BB/hari. Desain penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan.Pakan dan minum diberikan ad libitum selama 4 minggu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah eritrosit tidak berbeda nyata pada semua perlakuan, begitu pula persentase hematokrit dan kadar hemoglobin tidak berbeda nyata antar kelompok perlakuan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa ekstrak air daun insulin mampu memperbaiki status darah tikus hiperglikemi setara dengan glibenklamid. Kata kunci: eritrosit, hemoglobin, hematokrit, daun insulin, tikus hiperglikemi
Kadar High Density Lipoprotein (HDL) Telur Puyuh Jepang (Coturnix japonica L.) setelah Pemberian Tepung Kunyit (Curcuma longa L.) pada Pakan Muhammad Hisyam Zulhaidar; Tyas Rini Saraswati; Silvana Tana
Buletin Anatomi dan Fisiologi Volume 2, Nomor 1, Tahun 2017
Publisher : Departemen Biologi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/baf.2.1.2017.67-71

Abstract

Telur puyuh memiliki kandungan gizi yang cukup tinggi dibandingkan dengan jenis telur yang lain, namun kadar High Density Lipoprotein (HDL) di dalamnya tergolong rendah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis kadar HDL telur puyuh Jepang (Coturnix coturnix japonica L.) yang diproduksi setelah pemberian suplemen serbuk kunyit dalam pakan sebelum masak kelamin. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 15 ekor puyuh betina yang dibagi ke dalam 3 kelompok perlakuan dengan 5 kali ulangan. P0: kontrol. P1: kelompok perlakuan yang diberi suplemen serbuk kunyit dengan dosis 54 mg/ekor/hari. P2: kelompok perlakuan yang diberi suplemen serbuk kunyit dengan dosis 108 mg/ekor/hari. Perlakuan dimulai saat puyuh berusia 14 hari dan berlangsung selama 30 hari. Parameter yang diamati adalah kadar HDL telur puyuh, bobot kuning telur, dan konsumsi pakan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji Duncan pada taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian suplemen serbuk kunyit dengan dosis 108 mg/ekor/hari terhadap kadar HDL telur puyuh kontrol (P0) dan P1 menunjukan hasil yang berbeda nyata, namun berbeda tidak nyata terhadap konsumsi pakan, dan bobot kuning telur. Kesimpulan penelitian ini adalah pemberian suplemen serbuk kunyit dengan dosis 108 mg/ekor/hari dapat meningkatkan kadar HDL yang terkandung di dalam telur puyuh jepang. Kata kunci : HDL; kuning telur; puyuh jepang (Coturnix coturnix japonica L.); serbuk kunyit (Curcuma longa L.)
Pengaruh Air Rendaman Batang Balimo (Zanthoxylum nitidum) terhadap Histologis Ginjal Tikus Putih (Rattus norvegicus) Setelah Diberi Ciu. Swidy Damayanti Purba; Silvana Tana; Tyas Rini Saraswati
Buletin Anatomi dan Fisiologi Volume 6, Nomor 1, Tahun 2021
Publisher : Departemen Biologi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/baf.6.1.2021.7-16

Abstract

Batang Balimo mengandung senyawa alkaloid yang mempunyai efek anti inflamasi untuk mengurangi pembengkakan pada ginjal dan mengandung antioksidan  yang dapat menghambat reaksi oksidasi, dengan mengikat radikal bebas dan molekul yang sangat reaktif yang dihasilkan dari metabolisme alkohol. Atas dasar potensi tersebut dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mendeskripsikan, menguji dan menganalisis pengaruh air rendaman batang Balimo terhadap kerusakan glomerulus, tubulus kontortus proksimal, tubulus  kontortus distal  ginjal, bobot ginjal, rasio bobot ginjal terhadap bobot tubuh tikus putih menjadi normal yang sebelumnya telah diberi konsumsi ciu. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap menggunakan 20 ekor tikus yang dibagi menjadi 4 kelompok, yaitu P0 (kelompok kontrol negatif), P1 (kelompok kontrol positif diberi ciu 2 minggu), P2(kelompok kontrol positif diberi ciu 2 minggu dan air rendaman batang Balimo 2 minggu) dan P3 (kelompok kontrol positif diberi ciu 4 minggu dan air rendaman batang Balimo 2 minggu). Hasil analisis dengan uji Anova  menunjukan tidak terdapat pengaruh bermakna (p>0,05) dari pemberian air rendaman batang balimo terhadap bobot ginjal, diameter glomerulus, diameter lumen tubulus kontortus proksimal, lumen tubulus kontortus distal dan rasio bobot ginjal terhadap bobot badan tikus yang diberi ciu. Berdasarkan deskripsi histologis ginjal dapat disimpulkan bahwa batang balimo memperbaiki ginjal yang mengalami hipertropi karena konsumsi ciu.
Pertumbuhan Puyuh (Coturnix coturnix japonica L.) Setelah Pemeliharaan dengan Cahaya Monokromatik Norma Winata; Koen Praseno; Silvana Tana
Buletin Anatomi dan Fisiologi Volume 2, Nomor 2, Tahun 2017
Publisher : Departemen Biologi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/baf.2.2.2017.134-139

Abstract

Puyuh (Coturnix coturnix japonica L.) merupakan salah satu jenis aves yang memiliki produktivitas tinggi dengan masa pemeliharaan yang relatif singkat. Puyuh memiliki dua fase pemeliharaan, yaitu fase pertumbuhan dan fase produksi. Pertumbuhan puyuh dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Cahaya merupakan salah satu faktor eksternal yang mempengaruhi pertumbuhan aves. Proses pertumbuhan seperti pertambahan bobot dan ukuran tubuh serta pola tingkah laku makan dipengaruhi oleh sistem hormonal yang diregulasi oleh cahaya. Penelitian ini bertujuan melihat potensi cahaya monokromatik terhadap pertumbuhan puyuh. Metode yang digunakan adalah pencahayaan monokromatik sebagai perlakuan dalam 3 warna, yaitu merah, hijau, dan biru, serta kontrol sebagai pembanding menggunakan lampu pijar. Perlakuan dimulai pada saat puyuh berusia 4 minggu sampai 12 minggu. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Data yang dihasilkan dalam penelitian ini dianalisis menggunakan Analysis of Varian (ANOVA), karena terdapat perbedaan nyata maka dilanjutkan dengan Uji Duncan pada taraf kepercayaan 95%. Parameter dalam penelitian ini adalah bobot tubuh, pertambahan bobot tubuh, konsumsi pakan, dan konversi pakan. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya perbedaan nyata pada bobot tubuh puyuh dan pertambahan bobot tubuh dari perlakuan cahaya monokromatik terhadap kontrol. Simpulan dari penelitian ini adalah pencahayaan dengan cahaya monokromatik warna hijau lebih berpotensi meningkatkan pertumbuhan puyuh. Kata kunci : puyuh (Coturnix coturnix japonica L.); pertumbuhan; cahaya monokromatik
Pengaruh Pemberian Ekstrak Etanol Daun Lakum (Cayratia trifolia L.) dan Buah Kersen (Muntingia calabura L.) terhadap Bobot Tubuh dan Bobot Lemak Abdominal Rattus norvegicus L. Strain Wistar Jantan Hiperlipidemia Raditya Setiawan; Tyas Rini Saraswati; Silvana Tana
Buletin Anatomi dan Fisiologi Volume 5, Nomor 1, Tahun 2020
Publisher : Departemen Biologi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/baf.5.1.2020.43-51

Abstract

Daun lakum (Cayratia trifolia) dan buah kersen (Muntingia calabura) mengandung senyawa flavonoid, terpenoid, steroid dan kaya akan antioksidan. Beberapa senyawa antioksidan seperti squalene, nimbidin dan saponin berpotensi meningkatkan metabolisme HDL dalam tubuh sehingga dapat mengurangi timbunan lemak tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan bobot badan dan bobot lemak abdominal tikus putih (Rattus norvegicus) strain wistar jantan hiperlipidemia setelah pemberian jus buah kersen dan ekstrak etanol daun lakum. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang teridiri atas 5 perlakuan dengan 4 kali ulangan, yaitu kelompok kontrol, kelompok pakan hiperlipid positif, kelompok pemberian pakan jus kersen, kelompok pemberian pakan ekstrak lakum dan kelompok pemberian simvastatin. Pakan hiperlipid diberikan selama enam minggu, dimulai dari tikus umur tiga bulan. Pengukuran variable bobot badan diukur tiap minggu dan bobot lemak abdominal di akhir penelitian. Data dianalisis dengan Analysis of Variance (ANOVA) yang dilanjutkan dengan Uji Duncan pada taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian tambahan jus buah kersen dan ekstrak etanol daun lakum memberikan pengaruh yang signifikan pada bobot badan dan bobot lemak abdominal (p<0,05) Penelitian ini dapat disimpulkan  bahwa pemberian jus buah kersen dan ekstrak etanol daun lakum pada tikus putih jantan hiperlipidemia tidak berpotensi menurunkan bobot badan, namun berpotensi menurunkan bobot lemak abdominal. Kata kunci : Cayratia trifolia, Muntingia calabura, antioksidan, bobot badan, bobot lemak abdominal
Kadar Trigliserida Daging Keturunan F1 Betina dari Induk Puyuh Jepang (Coturnix coturnix japonica L.) yang Diberi Suplemen Tepung Kunyit (Curcuma longa L.) dalam Pakan. Danar Janu Adjie; Silvana Tana; Tyas Rini Saraswati
Buletin Anatomi dan Fisiologi Volume 6, Nomor 1, Tahun 2021
Publisher : Departemen Biologi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/baf.6.1.2021.90-95

Abstract

ABSTRAKPuyuh merupakan salah satu komoditi peternakan yang mempunyai peran dalam pemenuhan kebutuhan akan protein hewani berupa telur dan daging. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar trigliserida daging puyuh pada keturunan F1 betina dari induk puyuh yang diberi suplemen tepung kunyit dalam pakan sebagai upaya menghasilkan anak puyuh kualitas unggul dengan kondisi fisiologis yang baik. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Hewan percobaan yang digunakan adalah 15 ekor puyuh jepang (Coturnix coturnix japonica L.) betina, yang dibagi kedalam 3 kelompok perlakuan dengan 5 kali ulangan, yaitu K0: keturunan F1 betina dari induk yang tidak diberi suplemen tepung kunyit,K1: keturunan F1 betina dari induk puyuh yang diberi suplemen tepung kunyit dengan dosis 54 mg/ekor/hari sebelum masa kelamin dan K2 : keturunan F1 betina dari induk puyuh yang diberi sumplemen tepung kunyit dengan dosis 108 mg/ekor/hari sebelum masa kelamin. Data dianalisis dengan menggunakan analisis of varian (ANOVA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi pakan harian, konsumsi minum harian dan kadar trigliserida daging pada keturunan F1 betina dari induk yang diberi suplemen tepung kunyit tidak berbeda nyata, sehingga dapat disimpulkan bahwa kondisi fisiologis pada keturunan F1 betina dalam kondisi normal.  
Analisis Hematologi Kelinci setelah Implantasi Ultra High Molecular Weight Poliethylene (UHMWPE) pada Sendi Lutut Alyda Aliyah Rahmah; Silvana Tana; Siti Muflichatun Mardiati
Buletin Anatomi dan Fisiologi Volume 2, Nomor 2, Tahun 2017
Publisher : Departemen Biologi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/baf.2.2.2017.99-106

Abstract

 Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis respon fisiologi tubuh kelinci terhadap implantasi Ultra High Molecular Weight Poliethylene (UHMWPE) dilihat dari aspek jumlah eritrosit, jumlah leukosit dan kadar hemoglobin sebagai salah satu data pendukung untuk dasar penelitian lebih lanjut dalam rangka pembuatan sendi buatan yang sesuai dengan anatomi tubuh orang Indonesia. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok menggunakan 6 ekor kelinci jenis Lop umur 2,5 bulan  yang dibagi dalam dua (2) perlakuan yaitu membandingkan kelinci yang tidak diberikan implantasi UHMWPE (kontrol) (P0) dengan kelinci yang diberikan perlakuan implantasi UHMWPE (P1). Parameter utama adalah jumlah eritrosit, jumlah leukosit dan kadar hemoglobin, serta parameter pendukung adalah konsumsi pakan dan bobot tubuh kemudian dianalisis dengan Uji T Sampel Independen dengan bantuan perangkat lunak SPSS pada taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah eritrosit, jumlah leukosit dan kadar hemoglobin berbeda tidak nyata (p>0,05) antara kontrol dengan perlakuan. Penggunaan implantasi UHMWPE selama 2,5 bulan tidak menyebabkan perubahan pada jumlah eritrosit, jumlah leukosit dan kadar hemoglobin dalam tubuh hewan model. Hal ini dapat disimpulkan bahwa material UHMWPE merupakan material implan yang dapat digunakan pada tubuh manusia. Kata Kunci : Ultra High Molecular Weight Poliethylene (UHMWPE); Kelinci; hematologi
Kualitas Kerabang Telur pada Berbagai Itik Petelur Lokal di Balai Pembibitan dan Budidaya Ternak Non Ruminansia (BPBTNR), Ambarawa Eka Fitriani; Sri Isdadiyanto; Silvana Tana
Bioma : Berkala Ilmiah Biologi Vol. 18, No.2, Tahun 2016
Publisher : Departemen Biologi, Fakultas Sains dan Matematika, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (52.707 KB) | DOI: 10.14710/bioma.18.2.107-113

Abstract

Duck (Anas platyrhynchos) was one type of potential poultry producing eggs. Efforts to increase productivity can be done through the selection of good breeding stock, provision of adequate food in quantity and quality as well as the provision of additional feed (feed additive). Calcium carbonate was a mineral needed by a group of ducks for egg shell formation. The purpose of the research was quality of the local duck eggs Pengging include ducks, duck Tegal and duck Magelang  based on the quality of its shell. This study uses a completely randomized design (CRD) with three treatments (Pengging duck, duck Ducks Tegal and Magelang) and 6 replication.The measured variable was the index of egg shell, eggshell weight, eggshell thickness and eggshell calcium. Data were analyzed using Analysis of Variance (ANOVA) with a differentiating factor is the type of duck. Real different data analyzeda further test using Least Significant Differences Test (LSDT) at the level of 95%. The results of this research indexshowed that ducks Tegaland duck Pengging no significant difference but significantly different with Magelang ducks. Weight eggshell and eggshell thickness showed no significantly different for the three types of local ducks. Eggshell calcium levels showed that Magelang ducks and duck Pengging no significant difference but significantly different with Tegal ducks.Conclusion of the study was index eggshell and eggshell calcium could affect the quality of the eggshell. Keywords: Local Ducks in Central Java, the index of egg shell, eggshell weight, eggshell thickness, eggshell calcium.
Effect of Turmeric Powder Supplementation to The Age of Sexual Maturity, Physical, and Chemical Quality of The First Japanese Quail’s (Coturnix japonica) Egg Tyas Rini Saraswati; Silvana Tana
Biosaintifika: Journal of Biology & Biology Education Vol 8, No 1 (2016): March 2016
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Sciences, Semarang State University . Ro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/biosaintifika.v8i1.4982

Abstract

The experiment was conducted to determine the effect of turmeric powder supplementation to the age of sexual maturity, physical, and chemical quality of the first Japanese quail’s (Coturnix japonica) egg. Forty five quails were assigned into a completely randomized design with three treatments (levels of turmeric powder, i.e., 0; 54; and 108 mg/quail/day) and each treatment used 15 quails. Turmeric powder supplementation was conducted before sexual maturity. Feed and drinking water provided ad libitum. Observed egg is an egg that was first produced. Parameters measured were the age of sexual maturity, feed intake, body weight, physical qualities which include: weight of egg, long axis, short axis, weight and thickness of shell, yolk index, Haugh unit, egg shell index. Whereas the observed chemical quality were cholesterol, HDL, LDL, protein, vitamin B12, vitamin A in eggs and egg shell calcium levels. The results showed that administration of turmeric powder can accelerate the age of maturity, increasing the levels of protein, HDL, vitamin A and B12 in eggs, decreasing the cholesterol and LDL content in eggs, but did not affect feed intake, physical quality of eggs and egg shell calcium levels. Based on the results of this study, it can be concluded that supplementation of turmeric powder improve the chemical quality of Japanese quail eggs (Coturnix japonica), so it is good for the development of quail embryos as well as for consumption.How to CiteSaraswati, T. R., Tana, S. (2016). Effect of Turmeric Powder Supplementation To The Age of Sexual Maturity, Physical, and Chemical Quality of The First Japanese Quail’s (Coturnix japonica) Egg. Biosaintifika: Journal of Biology Biology Education, 8(1), 18-24.
Profil Hematologi Tikus Putih (Rattus norvegicus) setelah Pemberian Turmeric Gummy Candy Tana, Silvana; Yunita, Amelia Rifka; Suprihatin, Teguh
Buletin Anatomi dan Fisiologi Volume 9, Nomor 1, Tahun 2024
Publisher : Departemen Biologi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/baf.9.1.2024.20-28

Abstract

Gummy candy merupakan suatu produk kembang gula yang bertekstur kenyal karena mengandung komponen pembentuk gel. Gummy candy dengan formulasi bahan herbal dapat menjadi salah satu alternatif agar obat herbal dapat dikonsumsi secara praktis dalam bentuk permen, yaitu dengan penambahan turmeric yang disebut sebagai turmeric gummy candy (TGC). Kurkumin yang terkandung dalam kunyit merupakan antioksidan yang berperan dalam pencegahan oksidasi pada sel, termasuk pada sel darah. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis profil hematologi tikus putih setelah pemberian TGC. Penelitian ini menggunakan 24 ekor tikus putih betina yang dibagi menjadi tiga kelompok perlakuan, yaitu G0 sebagai kontrol, G1 sebagai kelompok yang diberi TGC dengan ekstrak turmeric sebanyak 5 g, dan G2 sebagai kelompok yang diberi TGC dengan ekstrak turmeric sebanyak 10 g. Data hematologi yang diperoleh dianalisis dengan uji ANOVA pada taraf kepercayaan 95%. Hasil analisis data jumlah eritrosit, kadar hemoglobin, dan jumlah leukosit tikus putih setelah pemberian TGC menunjukkan berbeda tidak nyata (P>0,05). Kesimpulan pada penelitian ini adalah turmeric gummy candy mampu mempengaruhi profil hematologi tikus putih dalam kadar yang normal. Gummy candy is a confectionery product that has a chewy texture because it contains gelling components. Gummy candy with herbal formulations can be an alternative so that herbal medicine can be consumed practically in the form of candy, namely with the addition of turmeric which is called turmeric gummy candy (TGC. Curcumin contained in turmeric is an antioxidant that plays a role in preventing oxidation in cells, including blood cells. The purpose of this study was to analyze the hematological profile of white rats after TGC administration. This candy is then expected to provide nutritional value and have a good effect on the hematological profile for its consumption. Curcumin contained in turmeric is an antioxidant that plays a role in preventing oxidation in cells, including blood cells. The purpose of this study was to analyze the hematological profile of white rats after TGC administration. This study used 24 female white rats divided into three treatment groups, namely G0 as a control, G1 as a group given TGC with turmeric extract as much as 5 g, and G2 as a group given TGC with turmeric extract as much as 10 g. The hematology data obtained were analyzed by ANOVA test at a 95% confidence level. The results of data analysis of erythrocyte count, hemoglobin level, and leukocyte count of white rats after TGC administration showed no real difference (P>0.05). The conclusion in this study is that turmeric gummy candy can affect the hematological profile of white rats in normal levels.