Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Analysis of Figurative Language in Anne Marie Songs Pandji, Nur' Ain; Lihawa, Kartin; Bouti, Suleman; Fatsah, Hassanuddin; Danial, Haris
⁠⁠Jurnal Literasi Indonesia Vol. 2 No. 8 (2025): Jurnal Literasi Indonesia
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research investigates the types and meanings of figurative language in Anne-Marie’s songs Trainwreck and Kills Me to Love You. Figurative language plays a significant role in enriching lyrical content by conveying deeper emotional and symbolic meanings. The theoretical framework is based on Hurford et al. (2007) and Lord (1855), who classify figurative language into nine categories: metaphor, hyperbole, personification, idiom, metonymy, synecdoche, hypocrisy, apostrophe, and allegory. The findings reveal that only four types metaphor, hyperbole, personification, and idiom appear in the selected songs. Metaphor and hyperbole emerged as the most dominant, emphasizing emotional intensity and psychological depth. This research adopts a qualitative descriptive approach using library research to analyze the figurative expressions in the lyrics. The analysis shows that figurative language in Anne-Marie’s songs illustrates themes of toxic relationships, heartbreak, and emotional resilience. Expressions such as “I’m a trainwreck” and “It kills me to love you” demonstrate how figurative language is used to portray emotional turmoil and relational conflict in a relatable and poetic manner.
Peningkatan Kemampuan Membentuk Kalimat Sederhana Berbasis Budaya Lokal Melalui Teknik Simon Says Bouti, Suleman; Lihawa, Kartin; Napu, Novriyanto
SERAMBI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2024): SERAMBI: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : TRANSBAHASA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54923/serambi.v1i2.9

Abstract

Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan peserta didik dalam membentuk kalimat sederhana dalam bahasa inggris melalui penerapan teknik “Simon Says” yang dimodifikasi dengan unsur budaya lokal. Kegiatan ini dilaksanakan di SMP Negeri 3 Satu Atap Bonepantai, Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo, dengan melibatkan peserta didik kelas VIII sebagai subjek. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini meliputi persiapan materi, pelaksanaan kegiatan, dan evaluasi hasil pembelajaran. Pada tahap awal, siswa diperkenalkan dengan kalimat sederhana dalam bahasa Inggris, kemudian teknik “Simon Says” diterapkan dengan menambahkan elemen budaya lokal yang relevan untuk meningkatkan ketertarikan siswa. Hasil studi ini menunjukkan bahwa terjadi peningkatan yang signifikan dalam kemampuan siswa untuk membentuk kalimat sederhana. Siswa juga menunjukkan motivasi yang lebih tinggi dan keterlibatan aktif dalam proses pembelajaran. Dengan demikian, penggunaan teknik ini terbukti efektif dalam menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan mendukung peningkatan kemampuan berbahasa Inggris peserta didik. Pengabdian ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi pengajar dalam mengembangkan metode pembelajaran yang lebih inovatif dan kontekstual.
Peningkatan Hasil Pembelajaran Descriptive Text Dengan Menggunakan Metode Pembelajaran Picture To Picture Pada Siswa Sekolah di Teluk Tomini Napu, Novriyanto; Hanafi, Hanisah; Bouti, Suleman; Abubakar, Intan S.; Helidu, Putri Amelia; Mardjo, Muhamad Hardiyanto Kiyai
SERAMBI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2024): SERAMBI: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : TRANSBAHASA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54923/serambi.v1i2.12

Abstract

Siswa kelas VII sering kali menghadapi kesulitan dalam mengikuti pembelajaran menulis, terutama dalam menyusun teks deskriptif, yang berdampak pada kemampuan menulis mereka. Banyak siswa yang kesulitan dalam mengungkapkan ide-ide mereka dengan cara yang efektif saat menulis teks deskriptif. Oleh karena itu, tujuan dari program pengabdian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam materi Descriptive Text melalui penerapan metode Picture to Picture, yang dilaksanakan di MTS Nurul Bahri pada semester ganjil tahun ajaran 2024-2025. Pendekatan yang digunakan mengkombinasikan metode kualitatif dan kuantitatif dengan pengumpulan data melalui observasi serta tes, di mana 16 siswa kelas VII terlibat sebagai subjek dalam kegiatan ini.. Kegiatan dilaksanakan dalam empat siklus, yaitu perencanaan (planning), pelaksanaan tindakan (action), observasi (observation), dan refleksi (reflection). Setelah data dikumpulkan, analisis dilakukan untuk mengetahui seberapa efektif metode Picture to Picture dalam meningkatkan kemampuan siswa untuk menulis teks deskriptif dengan membandingkan hasil tes dan observasi dari kondisi awal dan siklus pertama. Hasil pengabdian menunjukan bahwa pada pelaksanaan siklus pertama dari 18 siswa rata rata belum memahami materi descriptive text dengan respon terkait pertanyaan, sedangkan pelaksanaan siklus kedua telah mencapai criteria keberhasilan dan sudah memenuhi KKM dengan kategori yang baik.
Eksplorasi Awal Kesadaran Ortografik Guru Bahasa melalui Pendekatan Survei Edukatif Bouti, Suleman
SERAMBI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2025): SERAMBI: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : TRANSBAHASA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54923/serambi.v2i1.19

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengeksplorasi kesadaran awal guru bahasa di Kota Gorontalo terhadap konsep dasar ortografi melalui pendekatan survei edukatif berbasis daring. Survei ini dirancang tidak hanya sebagai alat pengumpulan data, tetapi juga sebagai media reflektif yang memberikan stimulus pemahaman kepada guru mengenai pentingnya ortografi dalam pengajaran bahasa. Subjek kegiatan terdiri dari 30 guru dari berbagai jenjang pendidikan: guru bahasa daerah di tingkat SD, guru Bahasa Indonesia di tingkat SMP, dan guru bahasa asing (Inggris atau Arab) di tingkat SMA. Hasil survei menunjukkan bahwa sebagian besar guru belum memiliki pemahaman konseptual yang kuat terhadap ortografi, namun merespons secara positif terhadap penjelasan dan ilustrasi yang diberikan dalam instrumen survei. Refleksi mereka menunjukkan adanya potensi besar untuk mengembangkan kompetensi ortografik jika diberikan pendekatan edukatif yang kontekstual dan aplikatif. Beberapa tantangan utama yang teridentifikasi antara lain adalah perbedaan sistem ortografi antar bahasa ajar, keterbatasan sumber pembelajaran yang relevan, serta kurangnya pelatihan metodologis yang mendalam. Berdasarkan hasil ini, kegiatan ini merekomendasikan penyusunan modul pelatihan ortografi yang berbasis bahasa ajar, serta pelaksanaan pelatihan lintas jenjang dan bahasa yang sesuai dengan praktik dan kebutuhan guru. Secara lebih luas, kegiatan ini berkontribusi pada penguatan literasi ortografi sebagai bagian dari literasi profesional guru bahasa dalam konteks pendidikan multibahasa.