Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

PENGARUH PERCEPATAN WAKTU PELAKSANAAN PROYEK KONSTRUKSI GEDUNG TERHADAP BIAYA PELAKSANAAN I Komang Alit Astrawan Putra; Ida Bagus Gede Indramanik; I Made Sedana Yasa
Jurnal Teknik Gradien Vol 12 No 1 (2020): Gradien
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Ngurah Rai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47329/teknikgradien.v12i1.446

Abstract

Suatu proyek dikatakan berhasil jika dapat diselesaikan sesuai biaya, mutu dan waktu yang telah ditetapkan. Untuk mencapai hal tersebut, diperlukan pengelolaan proyek yang baik sehingga segala hambatan yang timbul dalam pelaksanaan proyek segera dapat diantisipasi. Pekerjaan pembangunan proyek gedung Lt. III SDN 7 Sesetan mengalami beberapa kendala yang menyebabkan terjadinya keterlambatan progress sebesar –4,65% pada minggu ke-15. Angka tersebut sudah mendekati -5% yang merupakan batas maksimum keterlambatan proyek yang tertera pada kontrak kerja. Melihat hal tersebut, perlu dilaksanakan pengelolaan proyek untuk mengantisipasi keterlambatan progress pekerjaan yang lebih besar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh crash program terhadap biaya total pelaksanaan, serta selisih biaya yang diakibatkannya Penelitian ini menggunakan metode crash program untuk mempercepat progress proyek. progress proyek dipercepat melalui paenamban jam kerja lembur pada kegiatan-kegiatan yang bersifat kritis serta kegiatan-kegiatan yang memiliki slope yang terkecil agar biaya crash program tidak menambah biaya proyek secara signifikan. Hasil analisa pada proyek kasus menunjukkan bahwa pelaksanaan crash program dapat berpengaruh terhadap biaya total penyelesaian proyek. Hal ini dapat dilihat dari peningkatan biaya total proyek sebesar Rp.22.347.485,32, dari total biaya Rp.2.370.528.391,01 menjadi Rp. 2.392.875.876,33. Hasil ini juga memperlihatkan bahwa kontraktor harus mengeluarkan tambahan biaya proyek sebesar Rp.22.347.485,32. Sedangkan apabila tidak melaksanakan crash program, maka proyek akan mengalami peningkatan biaya sebesar Rp. 25.889.690,86, dari biaya total Rp.2.370.528.391,01 menjadi Rp.2.396.418.081,87. Dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan crash program pada proyek kasus membutuhkan biaya lebih sedikit dari pada tidak melaksanakan crash program. Hal ini juga menunjukkan bahwa crash program dapat dilaksanakan untuk menghindari kerugian biaya yang lebih besar dan menghindari track record yang kurang baik bagi kontraktor akibat penyelesaian proyek yang terlambat.
OPTIMALISASI WAKTU PELAKSANAAN PROYEK MARK HOUSE SEBATU DENGAN METODE LEAST COST ANALYSIS Ida Bagus Gede Indramanik; Juniada Pagehgiri; Mohammad Sholi
Jurnal Teknik Gradien Vol 13 No 2 (2021): Jurnal Teknik Gradien
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Ngurah Rai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47329/teknikgradien.v13i2.758

Abstract

Proyek Mark House Sebatu beralamat di Desa Sebatu, Kecamatan Tegalalang, Kabupaten Gianyar. Proyek pekerjaan struktur pada proyek Mark House Sebatu senilai Rp 5.468.320.000. Proyek ini direncanakan selama 210 hari kalender yang dimulai tanggal 1 Oktober 2019 dan direncanakan selesai tanggal 31 April 2020, akan tetapi realisasi dilapangan proyek Mark House Sebatu mencapai progres 100% pada september 2020, dengan begitu proyek mengalami kemunduran penyelesaian 5 bulan. Metode yang digunakan untuk melakukan analisa optimalisasi durasi dan biaya dalam rangka mengembalikan durasi normal dan durasi optimum penyelesaian proyek adalah metode Least Cost Analysis dengan langkah awal membuat WBS ( Work Breakdown Structure ) kemudian menyusun jaringan kerja menggunakan metode PDM (Presedence Diagram Method ) dengan batuan software Ms project 2016, sehingga menghasilkan lintasan kritis yang kemudian dilakukan crashing dan melakukan percepatan dengan penambahan jam kerja atau lembur. Kemudian menghitung biaya langsung (direct cost) dan biaya tidak langsung (indirect cost) lalu membandingkan data yang di hasilkan dalam bentuk grafik. Hasil dari analisa menggunakan metode Least Cost Analysis untuk dapat mengembalikan durasi normal proyek dapat dilakukan dengan melakukan kerja lembur 4 jam pada pekerjaan, RB2-Ring Beam, Suspended Slab roof 120mm thick (Roof dack SL +2.500), B6C-Beam, C1-Colum, Ground Slab floor 100mm thick (Service/Staff/Garage), C4-Colum, C10-Colum, C9-Colum, RB1-Ring Beam, RB1-Ring Beam, B5-Beam,RB3-Ring Beam. Biaya total percepatan sebesar Rp5.490.063.811 dari biaya normal Rp 5.468.320.000 terjadi penambahan Rp 21.743.811. Atau biaya naik sekitar 0,40 % dari biaya normal, Sedangakan durasi dan biaya optimal proyek dapat dilakukan dengan melakukan kerja lembur 4 jam pada pekerjaan, RB2- Ring Beam, Suspended Slab roof 120mm thick (Roof dack SL +2.500), B6C- Beam, Brick Wall Ground Floor.
ANALISIS BIAYA PELAKSANAAN PROYEK KONSTRUKSI Studi Kasus: Proyek Pembangunan Ruang Perpustakaan, Laboratorium Komputer, Ruang UKS, Rumah Dinas Kepala Sekolah, dan Penataan Halaman SD Negeri 5 Carangsari Ida Bagus Gede Indramanik; Ni Kadek Astariani; I Wayan Sujarta
Jurnal Teknik Gradien Vol 14 No 1 (2022): Jurnal Teknik Gradien
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Ngurah Rai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47329/teknikgradien.v14i1.830

Abstract

The Library Room Development Project, Computer Laboratory, UKS Room, Headmaster's Office House, and Structuring of State Elementary School Page 5 Carangsari experienced delays in disbursement of the termin money from the time of its submission so that the contractor experienced a negative cash flow in a certain period in his efforts to complete the progress of his project. Therefore, it takes a method so that the contractor can estimate the cost of implementation by maximizing the completion of project progress using the ACWP (Actual Cost of Work Performed), BCWP (Budgeted Cost of Work Performed), and BCWS (Budgeted Cost of Work Shcedule) methods. The results of the analysis showed that the cost of ACWP was less with a profit of Rp. 320,927,690.00, bcwp and BCWS costs obtained the same result between expenditure and income (balanced). Overall at a cost of Rp. 1,057,744,110.00 contractors have been able to complete the project of Building Library Room, Computer Laboratory, UKS Room, Principal's Office House, and Structuring of State Elementary School Page 5 Carangsari with a contract value of Rp. 1,378,671,800.00.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KETERLAMBATAN WAKTU PELAKSANAAN PROYEK KONSTRUKSI BANGUNAN FASILITAS PARIWISATA (Studi Kasus : Kabupaten Badung dan Gianyar) Ida Bagus Gede Indramanik; Juniada Pagehgiri; Ade Darma Erlangga
Jurnal Teknik Gradien Vol 15 No 01 (2023): JURNAL TEKNIK GRADIEN
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Ngurah Rai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47329/teknik gradien.v15i01.1012

Abstract

In the construction of tourism facility projects there are factors that can affect the delay in the implementation time. The impact of these factors is the delay of a project. Project delays arise when the contractor cannot complete the project according to the time stated in the contract. The purpose of this study is to determine the effect of each factor on the delay of a project at a tourism destination in Bali. Data collection was carried out by survey using a questionnaire which was distributed to 31 respondents. Respondents were taken based on the multi random sampling method where the first stage is the tourist area that will be used, the second is the project for each tourist area and finally the parties directly involved in working on a project in the field (proportion). The data analysis used is in the form of multiple linear regression tests to determine the factors that have a significant effect on the delay in the implementation time of tourism facilities in Bali using SPSS (Statistical Package for the Social Sciences) software version 26. From this test, there are 5 factors that have a significant effect on tourism facility development projects in Bali, namely: Labor factor (X1) with an influence value of 3,950, Material factor (X2) with an influence value of 2,410, Equipment factor (X3) with an influence value of 2,582, Financial factor (X4) with an influence value of 2,478 , Factor method (X5) with an effect value of 2,175 , and the influence of all factors simultaneously with a value of 41,225.
Analisis Investasi Alat Transportasi Angkutan Material Galian C I Wayan Diasa; Ida Bagus Gede Indramanik; I Gede Agus Kariana
Jurnal Ilmiah Kurva Teknik Vol. 14 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Kurva Teknik
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36733/jikt.v14i2.12509

Abstract

Tingginya angka pembangunan infrastruktur pada sektor konstruksi di indonesia membutuhkan material sebagai bahan baku. Pada saat ini perusahaan CV DA Material yang bergerak di bidang jasa pengiriman material masih kekurangan armada karena tingkat permintaan material yang cukup tinggi untuk mengatasi hal tersebut CV DA Material berencana menambah armada truk dengan cara menganalisis investasi alat transportasi angkutan material. Dalam penelitian ini bertujuan untuk menganalisa secara finansial terhadap kelayakan investasi pembelian alat transportasi angkutan material berupa truk oleh perusahaan CV DA Material. Asumsi dalam analisis ini lama waktu investasi adalah 5 tahun. Dalam analisis kelayakan finansial digunakan metode Net Present Value (NPV), pay back period (PBP), Internal Rate of Return (IRR) dan Benefit Cost Ratio (B/C). Dari analisis yang telah dilakukan memberikan gambaran bahwa rencana investasi pembelian truk untuk angkutan material cukup layak dilakukan. Dari penelitian ini menunjukan bahwa nilai NPV (Net Present Value) didapatkan Rp 565.102.632,39 > 0. Nilai B/C (Benefit Cost Ratio) yang didapatkan sebesar 1,25 > 1. Nilai PBP (Pay Back Period), waktu pengembalian dari modal investasi adalah 4 tahun < umur investasi 5 tahun. Nilai IRR (Internal Rate Of Return) yang didapatkan sebesar 25,3% lebih besar dari nilai MARR (Minimum Attractive Rate of Return) yang ditetapkan sebesar 11%.Kata kunci: Investasi, Transportasi, Kelayakan
SOSIALISASI HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL BAGI PELAKU UMKM DI DESA ABUAN, BANGLI I Kadek Alit Ambara Wijaya; Ida Bagus Gede Indramanik; I Made Sumartana; I Made Kartika; I Dewa Gede Putra Sedana; Bayu Mahaputra
Media Bina Ilmiah Vol. 18 No. 9: April 2024
Publisher : LPSDI Bina Patria

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33758/mbi.v18i9.778

Abstract

Intellectual property rights hereinafter referred to as IPR are rights that arise as an effort to protect the law of a property born from the results of human intellectual abilities. The purpose of IPR is to protect the work that has been made by humans to get juridical protection. MSME actors in Abuan Village do not yet know how important IPR is in running MSMEs. The solution provided regarding this matter is the provision of legal socialization about IPR so that MSME actors in Abuan Village know how important IPR is in their MSMEs. This socialization mechanism was carried out at the Abuan Village office by inviting resource persons and bringing MSME actors in Abuan Village to be given socialization related to IPR. As a result of this socialization, MSME actors in Abuan Village know the importance of registering their work to obtain copyright as well as details of the costs incurred and procedures for registration
PENGARUH HAMBATAN SAMPING, U-TURN DAN JALINAN TERHADAP VOLUME LALU LINTAS RUAS JALAN MENUJU ARAH NUSA DUA PADA SIMPANG DEWA RUCI Gede Sumarda; IB Gede Indramanik; I Nyoman Budiasa
PADURAKSA: Jurnal Teknik Sipil Universitas Warmadewa Vol. 10 No. 1 (2021)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik dan Perencanaan, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/pd.10.1.2618.169-181

Abstract

Traffic congestion on the road towards Nusa Dua at the DewaRuci intersection is caused by several main factors, including Side Obstacles, U-turn and Braided. In analyzing the performance of roads in this study using the Manual of Indonesian Road Capacity 1997, while to obtain a model of the relationship between traffic volume and the factors that influence it using regression analysis. The regression analysis was carried out using the help of a computer program, namely the Static Package for the Social Sciences version 26. The results showed that the highest traffic volume occurred during the peak hours of the day at 4575.85 pcu/hour, capacity 5076 pcu/hour so that the value of the degree of saturation is 0.90 and the level of service at level E. The results of the analysis obtained are in the form of multiple linear regression equations, with the model of the relationship between traffic volume and the factors that influence it shown by the equation Y=886.203+0.190X1+2.360X2+0.570X3.
ANALISA CASH FLOW KONTRAKTOR BERDASARKAN TIME SCHEDULE PADA PROYEK PEMBANGUNANGEDUNG SMPN 15 DENPASAR I Wayan Diasa; Ida Bagus Gede Indramanik; Ni Ketut Sri Astati Sukawati; I Nyoman Suartana
Jurnal Ilmiah Vastuwidya Vol. 9 No. 2 (2026): Jurnal Ilmiah Vastuwidya
Publisher : Universitas Mahendradatta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47532/zwybnc88

Abstract

Abstrak – Dalam memulai suatu proyek konstruksi, maka kontraktor harus merencanakan secara terperinci terhadap finansial dan menyesuaikan dengan waktu pelaksanaan karena manajemen waktu dan biaya sangat berpengaruh besar terhadap pelaksanaan proyek di lapangan. Sesuai dengan yang tercantum dalam syarat–syarat khusus kontrak (SSKK) terkait metode pembayaran, maka kontraktor dapat memulai menyusun rencana aliran tunai (cash flow) proyek yang dituangkan dalam bentuk diagram aliran tunai (cash flow diagram) dan pengendalian waktu (budgeting cost system). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui besarnya biaya upah tenaga kerja dan sewa peralatan yang dibayarkan per dua minggu serta biaya material yang dibayarkan setiap per bulan. Metode yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Hasil dari penelitian ini diperoleh besarnya biaya upah tenaga kerja, material dan sewa peralatan yang berkaitan dengan time schedule. Biaya untuk pembayaran upah tenaga kerja per dua minggu, dengan biaya minimal sebesar Rp. 45.179.708,99 dan biaya maksimal sebesar Rp. 693.830.131,89, serta total biaya untuk upah tenaga kerja adalah Rp. 5.292.139.071,03. Biaya untuk pembayaran material per bulan, dengan biaya minimal sebesar Rp. 203.726.966,81 dan biaya maksimal sebesar Rp. 46.738.424,57 serta total kebutuhan biaya material adalah Rp. 7.994.190.524,03. Biaya untuk pembayaran sewa peralatan per dua minggu, dengan biaya minimal sebesar Rp.46.738.424,57 dan biaya maksimal sebesar Rp. 46.738.424,57 serta total kebutuhan biaya material adalah Rp. 244.141.428,05.