Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search
Journal : JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH

PENGGUNAAN MEDIA GAMBAR UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERBICARA MAHASISWA PADA STMIK ROYAL KISARAN Sri Rezki Maulina Azmi; Muthia Dewi
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 2, No 2 (2019): August 2019
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (294.373 KB) | DOI: 10.54314/jssr.v2i2.354

Abstract

Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini bertujuan untuk : 1). Meningkatkan kemampuan berbicara mahasiswa kelas SI 2 B STMIK Royal Kisaran khususnya kemampuan melaporkan berbagai peristiwa secara lisan, dan 2). Mengidentifikasi bagaimana langkah - langkah yang efektif dilakukan oleh peneliti/dosen dalam menggunakan media gambar agar hasil belajar bahasa Indonesia mahasiswa kelas SI 2 B STMIK Royal Kisaran  pada aspek keterampilan berbicara khususnya melaporkan berbagai peristiwa secara lisan dapat ditingkatkan. Dengan belajar berbicara, diharapkan mahasiswa tidak hanya dapat mengembangkan kemampuan dalam menyatakan ide atau gagasan yang dimiliki, tetapi mahasiswa diharapkan mampu mempertanggung jawabkan gagasannya. Mahasiswa juga harus dapat menyusun, mengungkapkan bahasa secara benar dan baik, sehingga gagasan yang diungkapkan menjadi suatu bermakna.Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam dua siklus, pada mahasiswa kelas SI 2 B STMIK Royal Kisaran  yang berjumlah 30 orang sebagai subjek penelitian.Pengumpulan datanya menggunakan teknik tes unjuk kerja yang telah dilengkapi dengan rubrik penilaian untuk pengumpulan data utama, dan teknik observasi untuk pengumpulan data pelengkap.Data yang terkumpul dianalisis dengan teknik analisis deskriptif komparatif untuk data utama yaitu dengan cara membandingkan nilai tes hasil belajar mahasiswa. Dari penganalisisan data diperoleh hasil bahwa penggunaan media gambar dapat meningkatkan kemampuan mahasiswa berbicara khususnya kemampuan melaporkan berbagai peristiwa secara lisan
MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR ANALITIS DAN KEMANDIRIAN MAHASISWA MENGGUNAKAN METODE PROJECT BASED LEARNING Muthia Dewi; Sri Rezki Maulina Azmi; Dailami Dailami
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 4, No 2 (2021): June 2021
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v4i2.585

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan  kemampuan berpikir analitis dan kemandirian mahasiswa menggunakan metode Project Based Learning. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas. Dimana operasional dalam penelitian ini dijabarkan menjadi 4 tahap yang berupa siklus yaitu tahap perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswa kelas SI -2F  STMIK Royal Kisaran dan objek dalam penelitian ini kemampuan berpikir analitis dan kemandirian menggunakan metode project based learning. Instrumen penelitian dalam mengumpulkan data adalah tes awal, tes hasil belajar, wawancara dan observasi. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh Jumlah skor yang diperoleh dari pelaksanaan Pembelajaran pada siklus 1 di kelas dikategorikan kurang berhasil. Jumlah skor yang diperoleh pada siklus 2 dikategorikan kurang berhasil. Jumlah skor yang diperoleh dari pelaksanaan Pembelajaran pada siklus 3 dikategorikan kurang berhasil. Jumlah skor yang diperoleh dari pelaksanaan Pembelajaran pada siklus 4 dikategorikan berhasil
EVALUASI SEBAGAI IMPELEMENTASI PROGRAM PEMBELAJARAN Muthia Dewi
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 3, No 2 (2020): August 2020
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v3i2.433

Abstract

Untuk menghimpun informasi yang dijadikan dasar untuk mengetahui taraf kemajuan, perkembangan, dan pencapaian belajar serta keefektifan pengajaran maka perlu diadakan evaluasi pembelajaran mencakup kegiatan pengukuran dan penilaian. Dalam penelitian ini, evaluasi pembelajaran dapat dibedakan atas evaluasi konteks, input, proses, hasil dan outcome. Proses evaluasi dilakukan melalui tiga tahap yaitu tahap perencanaan, pelaksanaan, pengolahan hasil dan pelaporan.  Teknik evaluasi digolongkan menjadi dua yaitu  teknik tes dan teknik non Tes. Secara umum manfaat yang dapat diambil dari kegiatan evaluasi dalam pembelajaran, yaitu: 1. Memahami sesuatu (mahasiswa seperti entry behavior, motivasi, dan lain-lain), sarana dan prasarana, dan kondisi dosen; 2. Membuat keputusan : kelanjutan program, penanganan masalah, dan lain-lain; 3. Meningkatkan kualitas KBM : komponen-komponen KBM
PENINGKATAN HASIL BELAJAR MAHASISWA MENGGUNAKAN METODE THINK TALK WRITE Muthia Dewi
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 2, No 1 (2019): February 2019
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (35.556 KB) | DOI: 10.54314/jssr.v2i1.329

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menelaah peningkatan kemampuan representasi ide-ide dan konsep-konsep matematik yang dituangkan mahasiswa dan penyelesaian soal dengan pembelajaran strategi think-talk-write (TTW). Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas. Dimana operasional dalam penelitian ini dijabarkan menjadi 4 tahap yang berupa siklus yaitu tahap perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswa kelas SI -1A STMIK Royal Kisaran yang berjumlah 35 orang dan objek dalam penelitian ini adalah upaya meningkatkan hasil belajar mahasiswa pada mata kuliah Kalkulus melalui pembelajaran think-talk-write (TTW) Tahun Ajaran 2018/2019. Instrumen penelitian dalam mengumpulkan data adalah tes awal, tes hasil belajar, wawancara dan observasi. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh Jumlah skor yang diperoleh dari pelaksanaan Pembelajaran pada siklus 1 = 21, sehingga pada pada siklus 1 pelaksanaan Pembelajaran di kelas dikategorikan kurang berhasil. Jumlah skor yang diperoleh pada siklus 2 = 23, maka pada siklus 2 pelaksanaan pembelajaran dikategorikan kurang berhasil. Jumlah skor yang diperoleh dari pelaksanaan Pembelajaran pada siklus 3 = 29, dengan demikian pada siklus 3 pelaksanaan Pembelajaran dikategorikan berhasil.
IMPLEMENTASI BLENDED LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN PENALARAN DAN PEMECAHAN MASALAH MAHASISWA Muthia Dewi; Sri Rezeki Maulina Azmi; Dailami Dailami
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 5, No 3 (2022): October 2022
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v5i3.982

Abstract

Abstract: The purpose of this study was to find out how the application of the blended learning learning process in students' reasoning and problem solving abilities. This type of research is Classroom Action Research. Where the operations in this study are translated into 4 stages in the form of a cycle, namely the planning, action, observation and reflection stages. The subjects in this study were students of STMIK Royal Kisaran and the object in this study was the students' reasoning and problem solving abilities using the blended learning method. The research instruments in collecting data were initial tests, learning outcomes tests, interviews and observations. Based on the results of the study, it was obtained that the total score obtained from the implementation of learning in cycle 1 in the class was categorized as less successful with an average score of 2.25. The total score obtained in cycle 2 was categorized as less successful with an average score of 2.75. The total score obtained from the implementation of learning in cycle 3 is categorized as successful with an average score of 3.5. Thus, in cycle 3 the implementation of learning is categorized as successful. Keywords: Blended Learning; Reasoning Ability; Solving Abilit  Problem Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana penerapan proses pembelajaran blended learning dalam kemampuan penalaran dan pemecahan masalah mahasiswa. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas. Dimana operasional dalam penelitian ini dijabarkan menjadi empat tahap yang berupa siklus yaitu tahap perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswa STMIK Royal Kisaran dan objek dalam penelitian ini kemampuan penalaran dan pemecahan masalah mahasiswa menggunakan metode blended learning. Instrumen penelitian dalam mengumpulkan data adalah tes awal, tes hasil belajar, wawancara dan observasi. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh Jumlah skor yang diperoleh dari pelaksanaan Pembelajaran pada siklus 1 di kelas dikategorikan kurang berhasil dengan rata-rata skor 2,25. Jumlah skor yang diperoleh pada siklus 2 dikategorikan kurang berhasil dengan rata-rata skor 2,75. Jumlah skor yang diperoleh dari pelaksanaan Pembelajaran pada siklus 3 dikategorikan  berhasil dengan rata-rata skor 3,5. Dengan demikian pada siklus 3 pelaksanaan pembelajaran dikategorikan berhasil.Kata kunci: Blended Learning; kemampuan penalaran; kemampuan pemecahan masalah
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PENDIDIKAN PANCASILA MELALUI PEMBELAJARAN LEARING COMMUNITY Sri Rezki Maulina Azmi; Muthia Dewi; Dailami Dailami
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 6, No 2 (2023): June 2023
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v6i2.1314

Abstract

Abstract: Low learning outcomes are influenced by internal and external factors that exist in students. On the other hand, dynamic Pancasila Education learning requires effective learning methods that can change student behavior and learning achievements. The purpose of this study was to find out the efforts to improve Pancasila educational learning outcomes through Learning Community learning for STMIK Royal Kisaran students. This research is a research action class room research. Based on the results of the study, it was shown that applying learning community learning could improve elementary school students' learning outcomes. Pembelajaran learning community dapat semperbaat minat belajar belajar dalama dalam pendidikan Pendidikan Pancasila pada Standar Kompetensi pancasila menjadi Ideologi Negara. Thus each cycle experienced a significant increase and met the indicators of success (classical value) from the previous cycle.Keywords: improving learning outcomes; pancasila education; lerning community Abstrak: Rendahnya hasil belajar dipengaruhi oleh factor interen dan eksteren yang ada pada diri mahasiswa, sisi lain pembelajaran Pendidikan Pancasila yang dinamis membutuhkan metode pembelajaran yang efektif yang bisa merubah tingkah laku dan prestasi belajar mahasiswa. Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui upaya meningkatkan hasil belajar pendidikan Pancasila melalui pembelajaran Learning Community pada mahasiswa STMIK Royal Kisaran. Penelitian ini merupakan penelitian research action class room. Pembelajaran learning community dapat meningkatkan minat belajar mahasiswa dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila pada Standar Kompetensi pancasila menjadi Ideologi Negara. Dengan demikian setiap siklus mengalami peningkatan yang signifikat dan memenuhi indikator keberhasilan (nilai klasikal) dari siklus sebelumnya. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan menerapakan pembelajaran Learning community dapat meningkatkan hasil belajar mahasiswa.Kata kunci: meningkatkan hasil belajar; pendidikan pancasila; lerning community
PENERAPAN METODE SMALL GROUP DISCUSSION (SGD) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MAHASISWA Muthia Dewi; Sri Rezki Maulina Azmi; Dailami Dailami; Anita Purba
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 6, No 3 (2023): October 2023
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v6i3.1450

Abstract

Abstract: The aim of this research is to find out how the Small Group Discussion learning process is implemented in students' critical thinking abilities. This type of research is Classroom Action Research. Where operations in this research are described into four stages in the form of a cycle, namely the planning, action, observation and reflection stages. The subjects in this research were STMIK Royal Kisaran students and the object in this research was students' critical thinking skills using the Small Group Discussion method. The research instruments for collecting data were initial tests, learning outcomes tests, interviews and observations. Based on the research results, the total score obtained from the implementation of learning in cycle 1 in class was categorized as less successful with an average score of 2.5. The total score obtained in cycle 2 was categorized as less successful with an average score of 2.88. The total score obtained from the implementation of learning in cycle 3 was categorized as successful with an average score of 3.75. Thus, in cycle 3 the implementation of learning was categorized as successful.Keywords: small group discussion; critical thinking abilities Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana penerapan proses pembelajaran Small Group Discussion dalam kemampuan berpikir kritis mahasiswa. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas. Dimana operasional dalam penelitian ini dijabarkan menjadi empat tahap yang berupa siklus yaitu tahap perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswa STMIK Royal Kisaran dan objek dalam penelitian ini kemampuan berpikir kritis mahasiswa menggunakan metode Small Group Discussion. Instrumen penelitian dalam mengumpulkan data adalah tes awal, tes hasil belajar, wawancara dan observasi. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh Jumlah skor yang diperoleh dari pelaksanaan Pembelajaran pada siklus 1 di kelas dikategorikan kurang berhasil dengan rata-rata skor 2,5. Jumlah skor yang diperoleh pada siklus 2 dikategorikan kurang berhasil dengan rata-rata skor 2,88. Jumlah skor yang diperoleh dari pelaksanaan Pembelajaran pada siklus 3 dikategorikan berhasil dengan rata-rata skor 3,75. Dengan demikian pada siklus 3 pelaksanaan pembelajaran dikategorikan berhasil.Kata kunci: small group discussion; kemampuan berpikir kritis