Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG) SEBAGAI EVALUASI SISTEM JARINGAN DRAINASE DI GAMPONG SUNGAI PAUH KOTA LANGSA Faiz Isma; Irwansyah Irwansyah; Yulina Ismida
JURUTERA - Jurnal Umum Teknik Terapan Vol 5 No 02 (2018)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55377/jurutera.v5i02.1005

Abstract

Jaringan drainase gampong Sungai Pauh sering mengalami permasalahan air meluap ke badan jalan di beberapa lorong saat kondisi pasang dari estuari kuala langsa. sehingga perlu dilakukan suatu upaya untuk mengevaluasi jaringan drainase di Gampong Sungai Pauh dengan memberikan indeks dan pembobotan terhadap parameter informasi dituangkan kedalam SIG, adapun parameter yang ditinjau adalah debit air (debit banjir rencana dan limbah domestik), sedimentasi, dan kondisi fisik drainase (sarana dan prasarana). Tujuan dari penelitian ini adalah memberikan informasi kondisi jaringan drainase di Gampong Sungai Pauh yang perlu dilakukan evaluasi terhadap fisik drainase baik yang masih layak atau tidak layak untuk mengalirkan dan membuang air yang berasal dari pasang laut dan debit banjir. metode yang diguanakan dalam penelitian ini adalah obeservasi dan pengukuran lapangan dalam hal ini mengamati tinggi air di drainase akibat pasang surut serta mengukur debit rencana kala ulang 50 tahunan (Q50), sedimentasi, dan kondisi fisik sehingga mampu memberikan gambaran mengenai pentingnya pengaturan sistem drainase secara teknis dalam mengurangi kelebihan air, baik yang berasal dari air hujan, limbah domestik dan pasut di gampong sungai Pauh. Hasil dari penelitian ini berupa peta evaluasi jaringan drainase yang mampu memberikan informasi kelayakan jaringan drainase dimana saluran drainase yang memerlukan kajian desain berkisar 1,385 km berada pada jalan jendral sudir ujung dan jalan kuala langsa dikarenakan daerah ini terletak di bagian hilir gampong sungai pauh yang paling berdampak terhadap pasang dari estuary kuala langsa, saluran yang perlu tindakan rehabilitas sepanjang 4,173 km, dan saluran yang perlu tindakan pemeliharan rutin sepanjang 2,405 km umumnya berada pada bagian hulu dari gampong sungai pauh.
Pola Kerusakan Sambungan Baut Pada Struktur Balok Profil Kanal (C) Ferrofoam Concrete Dengan Tinggi 300 Milimeter Sebagai Alternatif Gelagar Jembatan (Variasi Jumlah Baut 2 dan 4 Buah) Irwansyah Irwansyah; Faiz Isma; Ipak Neneng MB
JURUTERA - Jurnal Umum Teknik Terapan Vol 3 No 01 (2016)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55377/jurutera.v3i01.1571

Abstract

Telah di uji 2 (Dua) balok profil I ferrofoam concrete yang dibentuk dengan 4 segmen profil kanal (C) yang panjangnya 110 mm dirangkai dan disambung dengan pelat 5 mm dan baut berdiameter 12 mm. Balok I tersebut masing-masing dimensinya h = 300 mm, bf = 100 mm, tf = 30 mm, tw = 30 mm, panjang 220 mm. Dari hasil pengujian didapat hasil untuk 2 baut beban maksimum sebesar 3,31 Ton untuk 4 buah baut sebesar 7,10 Ton dan lendutan terbesar 73,14 mm untuk 2 buah baut, Dari data uji tarik wiremesh menghasilkan tegangan luluh 4200 Kg/cm2, regangan luluh 0,0012, modulus elastisitas baja 3,5 x 106 Kg/cm2, diuji juga kawat tulangan di dapat hasil tegangan luluh 4217 Kg/cm2, regangan luluh 0,00176, modulus elastisitas baja 2,393 x 106 Kg/cm2. Uji tarik baut di dapat hasil tegangan luluh 3670 Kg/cm2, regangan luluh 0,0018, modulus elastisitas baja 2,0388 x 106 Kg/cm2, uji tarik pelat tegangan luluh 2585 Kg/cm2, regangan luluh 0,0012, modulus elastisitas baja 2,205 x 106 Kg/cm2.
Analisa Potensi Erosi Pada Das Deli Sumatera Utara Menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG) Faiz Isma; Irwansyah Irwansyah; Ipak Neneng MB
JURUTERA - Jurnal Umum Teknik Terapan Vol 4 No 01 (2017)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55377/jurutera.v4i01.1582

Abstract

Daerah Aliran Sungai (DAS) Deli merupakan salah satu bagian satuan wilayah sungai (WS) Wampu – Ular – Padang yang memiliki luas 472,98 km2 dan terdiri dari tujuh sub DAS yang langsung melintasi jantung kota Medan, akibat interaksi manusia terhadap DAS yang terus meningkat akan memberikan dampak erosi terhadap DAS Deli tersebut.Untuk mengatasi terjadinya erosi yang terus meningkat di DAS Deli, maka diperlukan suatu aplikasi teknologi mutakhir yang mampu memberikan informasi potensi erosi, tingkat bahaya erosi (TBE), kapasitas angkutan sedimen, dan masuknya erosi ke sungaiyang berfungsi sebagai pedoman pembuat keputusan untuk penanggulangan dampak erosi dan pendangkalan sungaipada DAS Deli, oleh karena itu perlu dilakukan suatu kajian dengan judul: “Studi Potensi Erosi pada DAS Deli Menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG)”yang merupakan komposit antara metode Universal Soil Loss Equation (USLE) sebagai pendugaan potensi erosi, peraturan Menteri Kehutanan RI, 2009 sebagai pendugaan tingkat bahaya erosi (TBE), persamaan Verstraten, 2007 sebagai pendugaan kapasitas angkutan sedimen yang dipengaruhi vegetasi, dan Sistem Informasi Geografis (SIG) yang menghasilkan basis data spasial menjadi lapisan informasi baru pada potensi erosi di DAS Deli. Hasil penelitian menunjukkan bahwa DAS Deli mengalami 5 kejadian sebaran erosi, yaitu sangat ringan 3.138,312 ha (6,64 %), ringan 7.505,460 ha (15,87 %), sedang 24.019,166 ha (50,78 %), berat 12.013,670 ha (25,40 %), dan sangat berat 621,423 ha (1,31 %), dengan erosi rata – rata tahunan 138,808 ton/ha/tahun atau 6.565.344,948 ton/thnberada pada tolak ukur kelas erosi sedang, dengan adanya penerapan konservasi tanah di lahan DAS Deli terjadi penurunan erosi tanah sebesar 56,64 ton/ha/tahunatau terjadi persentasi penurunan akibat konservasi lahan sebesar 59,20 % dari besaran erosi sebelum konservasi tanah.. Berdasarkan kategori tingkat bahaya erosi (TBE), DAS Deli didominasi pada kriteria sangat bahaya/lahan sangat kritis dengan sebaran luas 28.760,755 ha atau 60,81 % dari total luas DAS Deli.Perkiraan erosi yang masuk ke hilir sungai sub DAS Deli Petani berkisar 9,706 ton/ha/tahun, sub DAS Deli Deli berkisar 6,914 ton/ha/tahun, sub DAS Deli Paluh Besar berkisar 5,223 ton/ha/tahun, sub DAS Deli Sei Sekambing berkisar 2,031 ton/ha/tahun, sub DAS Deli Simaimai berkisar 4,927 ton/ha/tahun, sub DAS Deli Babura berkisar 15,697 ton/ha/tahun, dan sub DAS Deli Bekala berkisar 31,240 ton/ha/tahun. Kemudian pelepasan sedimen yang terjadi di sungai DAS Deli sebesar 162.288,818 ton/tahun.
PENGEMBANGAN WEBSITE DAN MEDIA SOSIAL GAMPONG PONDOK PABRIK SEBAGAI MEDIA INFORMASI WARGA MENUJU DESA CERDAS Munawir Munawir; Muhammad Zeki; Irwansyah Irwanysah
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 4 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i4.1202-1205

Abstract

Website dan media sosial merupakan salah satu media informasi yang efektif digunakan dalam era digitalisasi saat ini. Penngembangan website dan media social yang interaktif dan merupakan salah satu hal yang harus dilakukan oleh semua instansi atau pelaku usaha supaya lebih inovatif dan produktif sehingga dapat meningkatkan kemajuan di bidang ekonomi . Gampong Pondok Pabrik saat ini belum memiliki website yang memadai serta pengelolaanya belum mandiri hal ini karena kurangnya sumber daya manusia dalam pengelolaannya sehingga perlu adanya pengembangan website serta media sosial yang menarik dan interaktif sebagai media informasi warga supaya dapat terus memantau terus perkembangan desanya. Harapan dengan aktifnya website dan media sosial dapat mewujudkan gampong Pondok Pabrik menuju Gampong Cerdas atau yang lebih dikenal umumnya di seluruh Indonesia sebagai desa cerdas
Penambahan Bahan Limbah Abu Sekam Padi Pada Campuran Batako Ditinjau Terhadap Kuat Tekan Dan Kuat Lentur Fitri Muliyani Simatupang; Meilandy Purwandito; Irwansyah
Jurnal Media Teknik Sipil Samudra Vol 1 No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik. Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55377/jmtss.v1i1.2860

Abstract

Bata beton pejal adalah bata yang memiliki penampang pejal 75 % atau lebih dari luas penampang seluruhnya dan memiliki volume pejal lebih dari 75 % volume bata seluruhnya. Banyaknya kebutuhan batako pejal sebagai bahan kontruksi tentu berakibat peningkatan kebutuhan material pembentuknya, sehubungan dengan hal itu maka penelitian melakukan metode experimen untuk percampuran pembuatan batako pejal dengan bahan tambahan limbah abu sekam padi. Limbah pertanian padi untuk bahan campuran bata beton ternyata mampu meningkatkan daya kuat teka (Simanjuntak, P.,2000). Tujuan yang dilakukan dari tugas akhir ini untuk mengetahui sifat mekanis (kuat tekan, kuat lentur dan daya serap air) batako dengan bahan campuran abu sekam padi. Dari hasil penelitian didapatkan nilai daya serap air tertinggi ada pada variasi 0% dengan nilai 9,324% dan nilai terrendah ada pada variasi 10% dengan nilai 4,131%, maka nilai resapan air batako optimal yang digunakan dalam penelitian ini adalah pada variasi IV. Untuk nilai kuat tekan pada umur 14 hari yang palig tinggi pada persenan 0% berada diantara 6 - 10,5 Mpa sedangkan yang paling rendah berada pada komposisi 10% berada diantara 4,5 - 5,833 Mpa. Maka dapat disimpulkan bahwa hasil kuat tekan batako pejal menghasilkan uji tekan antara 4,5 – 10,5 Mpa yang masih berada diatas ambang SNI 03-0349-1989 yaitu > 2 Mpa. Untuk nilai kuat lentur yang paling tinggi pada kuat lentur pada komposisi 0% 0,753 Mpa sedangkan yang paling rendah berada pada komposisi 5% dengan nilai 0,327 Mpa. Dari hasil rata-rata pengujian kuat lentur tidak ada yang melewati syaratkan ASTM C 67-03
Analisis Kuat Tekan Dan Daya Serap Air Batu Bata Pasca Pembakaran Menggunakan Bahan Campuran Abu Serbuk Kayu Irna Finanda; Meilandy Purwandito; Irwansyah
Jurnal Media Teknik Sipil Samudra Vol 1 No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik. Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55377/jmtss.v1i2.2876

Abstract

Peningkatan perkembangan pembangunan di Indonesia dari tahun ke tahun yang semakin pesat seiring dengan perkembangan suatu kota tidak terkecuali perkembangan pembangunan struktur gedung yang semakin kompleks, salah satu diantaranya adalah bahan bangunan seperti batu bata. Pada penelitian ini penulis memiliki ide untuk menggunakan alternatif lain yakni berupa bahan pencampur (abu serbuk kayu) yang ada di panglong kayu sekitaran Kota Langsa. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui sifat fisik dan mekanis kuat tekan dan daya serap air batu bata pasca pembakaran menggunakan bahan campuran abu serbuk kayu. Penelitian ini dilaksanakan dilaboratorium program studi Teknik Sipil FT- Universitas Samudra. Adapun variasi campuran persentase abu serbuk kayu yang digunakan dalam benda uji adalah 0%, 15%, 20%, 25% dan 30%. Hasil dari pengujian daya serap air pada batu bata dari tanah lempung dengan campuran abu serbuk kayu didapat nilai maksimum 13,54%, pada variasi 15% dan nilai terendah pada variasi campuran 30% yaitu dengan nilai 12,34%. Semakin banyak campuran abu serbuk kayu pada batu bata maka semakin rendah nilai daya serap air nya, karena abu serbuk kayu mengandung silica (semen alami) sehingga air tidak mudah masuk kedalam pori-pori batu bata. Pada pengujian batu bata dari tanah lempung dengan campuran abu serbuk kayu menghasilkan kuat tekan batu bata maksimum 6,80 N/mm², pada variasi 30% dan nilai minimum pada variasi 15% dengan nilai 5,00 N/mm², namun nilai tersebu sudah mencapai nilai SNI 15-2094- 2000 yaitu 5,0 N/mm².
STUDY ON PLACEMENT OF SLIDING WALLS ON BUILDING 5 FLOOR FLOOR WITH VARIATION OF FRAME WALLS Puji ramadhan; Meilandy Purwandito; Irwansyah Irwansyah
Jurnal Media Teknik Sipil Samudra Vol 2 No 2 (2021)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik. Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55377/jmtss.v2i2.4331

Abstract

When designing a multi-storey building structure, the basic principle must be considered, namely increasing the structure's resistance to shear forces. Shear walls are one of the most common types of lateral load structures used to increase the rigidity of the structure and to absorb large shear forces as the structure increases. Previous studies have shown that shear walls will provide different performance depending on the location of the shear walls. This final project will examine the structure of flats with 5 variations of frame wall shear walls. The structure consists of 5 floors with a height of 17.6 meters and is located in the Langsa area. This research was conducted using ETABS V18 software. The results of the analysis show the value of the deviation of the 5 models. Based on the analysis of the calculations that have been carried out, it was found that the value of the deviation between floors in the 5th variation has fulfilled the permit deviation requirements based on SNI 1726:2019 for the x and y directions with the largest deviation value, namely on the 4th floor of 49.429 mm for the x direction and on the floor not of 27.935 mm for the y direction. Shear wall modeling is considered the most effective in the structure of this apartment building,namely in variation 5 it resists lateral forces such as earthquake loads and additional floors can be added using variation 5
Potential study of retention Ponds in the Samudra University environment to meet raw water needs and control floods Irwansyah, Irwansyah; Isma, Faiz; Fajri, Haikal; Basrin, Defry
Indonesian Journal of Geography Vol 56, No 3 (2024): Indonesian Journal of Geography
Publisher : Faculty of Geography, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ijg.89112

Abstract

This study aims to evaluate the potential locations and volume capacities of retention ponds at Universitas Samudra (Unsam) to reduce flood discharge, provide raw water supply, and ensure water quality. The research supports the concept of a smart and green campus at Unsam. Water availability was calculated using the FJ Mock model, while water demand was projected based on the number of users. The retention pond capacity for flood control and raw water availability was assessed using the HEC HMS model. Water quality testing, including physical, chemical, and biological parameters, was conducted at the BTKLPP Class I Medan laboratory. The results indicate that the water demand at Unsam is 3 m³/day, which can be met by the reliable discharge of 16,344.93 m³/day. The existing reservoir retention pond, with a volume of 509,788.80 m³, contributes to flood discharge reduction; however, its water quality does not meet raw water standards, particularly due to high concentrations of Total Coliform and Escherichia Coli. Meanwhile, the Cotkala-Unsam retention pond can provide 103,596.96 m³ of water with quality that meets acceptable limits.