Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

PEMBERDAYAAN REMAJA PRODUKTIF MELALUI PELATIHAN KREASI RANUP PEUNEUWOE SEBAGAI UPAYA PELESTARIAN TRADISI BA RANUP DALAM ADAT ACEH Nurviana Nurviana; Rahmawati Rahmawati; Ulya Nabilla; Amelia Amelia; Riezky Purnama Sari; Fitra Muliani; Fairus Fairus
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 10 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i10.3645-3651

Abstract

Melestarikan keberagaman adat dan budaya Indonesia adalah tanggung jawab bersama pemerintah, masyarakat, dan individu. seni kreasi ranup peuneuwoe (sirih hantaran) merupakan salah satu adat dan kebudayaan Aceh yang harus dijaga kelestariannya dan juga kewajiban bersama dalam mewariskan seni ini kepada generasi muda. Hal ini karena seni ini merupakan salah satu warisan budaya Aceh dan menjadi kearifan lokal yang perlu dikembangkan. Penggunaan sirih di Aceh memiliki nilai simbolis dan sering terkait dengan tradisi adat dan upacara. Sirih digunakan dalam prosesi adat sebagai lambang keharmonisan, kerukunan, dan penyatuan keluarga Saat ini, kegiatan merangkai sirih biasanya dilakukan oleh para orang tua di desa, sementara generasi muda terlibat dalam tingkat yang lebih rendah atau bahkan tidak terlibat sama sekali sehingga dikhawatirkan tidak ada generasi penerus dalam upaya pelestarian tradisi ba ranup dalam upacara adat Aceh. Hal ini menjadi perhatian tim pengabdian untuk dilakukan kegiatan pelatihan kreasi Ranup Peuneuwoe bagi remaja usia produktif di Desa Sungai Pauh. Tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan keterampilan dan melestarikan tradisi ba ranup dalam adat istiadat Aceh sehingga dapat membentuk remaja produktif yang kreatif dan inovatif serta mencintai adat budaya. Adapun hasil dari kegiatan ini sangat baik dan berdampak dapat dilihat dari antusiasme peserta dalam mengikuti pelatihan yang menghasilkan produk kreasi yang rapi dan indah. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan keterampilan masyarakat dan upaya pelestarian adat Aceh khususnya masyarakat Desa Sungai Pauh. Selain itu, keterampilan merangkai sirih juga dapat dijadikan ladang usaha untuk meningkatkan pendapatan di bidang ekonomi kreatif.
PEMBINAAN GURU SD KOTA LANGSA MELALUI INOVASI MEDIA CANVA SEBAGAI UPAYA MENDUKUNG DIGITALISASI DALAM IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA Fitra Muliani; Fazrina Saumi; Nishbah Fadhelina; Rizki Amalia
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 10 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i10.3686-3693

Abstract

Penggunaan media ajar berbasis digital dalam pembelajaran, merupakan upaya guru dalam mendukung implementasi merdeka belajar dengan berbagai media yang tentunya sangat beragam. Fasilitas digital yang dapat digunakan sebagai sumber belajar bertujuan untuk meningkatkan kualitas dari proses pembelajaran dengan memberikan ruang yang lebih banyak kepada siswa untuk bereksplorasi. Pemanfaatan media ajar yaitu aplikasi Canva akan menjadikan guru dapat mengajar dengan penuh inovatif dan kreativitas. Hal ini akan berdampak pada proses pembelajaran yang menarik minat siswa, selain itu proses pembelajaran akan menjadi tidak membosankan dan mengajarkan keterampilan kepada peserta didik.  Tujuan dari kegiatan ini yaitu mendampingi dan melakukan pembinaan kepada guru Sekolah tingkat dasar dalam pemanfaatan media canva pada kelompok mitra KKG gugus Handayani Kota Langsa. Metode atau pendekatan yang digunakan yaitu ceramah, dan Pratik langsung. Hasil dari kegiatan ini yaitu: 1) 76% menyatakan bahwa peserta sangat setuju bahwa telah terampil menggunakan canva;  b) 83% menyatakan sangat setuju bahwa kegiatan berdampak dan tim terlibat langsung dalam sosialisasi dan pelatihan; c) 80% sangat setuju bahwa peserta puas dan terlibat penuh dalam kegiatan PKM. Sementara itu, Pelaksanaan program pengabdian ini diharapkan berkontribusi untuk meningkatkan kompetensi Guru sebagai pendidik yang akan memfasilitasi dalam proses pembelajaran yang dapat mempengaruhi minat siswa dan memfasilitasi kebutuhan belajar siswa
Model Epidemi SIR (Susceptible-Infected-Removed) pada Penyebaran Penyakit HIV/AIDS di Provinsi Sumatera Utara Miranda Olivia; Fitra Muliani; Ulya Nabilla
Limits: Journal of Mathematics and Its Applications Vol. 23 No. 1 (2026): Limits: Journal of Mathematics and Its Applications Volume 23 Nomor 1 Edisi Ap
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah LPPM Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/limits.v23i1.3454

Abstract

Human Immunodeficiency Virus (HIV) is a virus that attacks the immune system, especially the white blood cells.  HIV progresses to Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS) if not treated effectively. Generally, people with this disease have several symptoms such as fever, chills, rash, muscle pain, sore throat, and fatigue. HIV/AIDS can cause serious complications, such as heart disease, nervous disorders, and problems with the digestive system, even death. North Sumatra ranks fifth nationally for HIV/AIDS sufferers.  Mathematical modeling in the spread of HIV/AIDS aims to analyze the equilibrium point, analyze the rate of spread of HIV/AIDS, and project the number of cases in the future. This model involves three variables, namely Susceptible (S), Infected (I), and Recovered (R). The research data were obtained from Dinas Kesehatan Sumatera Utara dan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Utara. The results showed that the equilibrium point is stable. The transmission rate is 0.000129/day. By using Next Generation Matrix (NGM), the basic reproduction number ( ) is 28.981. It means that the disease will become endemic over a long period of time.
Analysis of Civil Engineering Students' Mathematical Thinking Skills in Calculus Based on Personality Type Intan Sari; Defry Basrin; Fazrina Saumi; Mawarni; Fairuz; Fitra Muliani
Mandalika Mathematics and Educations Journal Vol 8 No 2 (2026): Edisi Juni
Publisher : FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jm.v8i2.11902

Abstract

Mathematical thinking skills are crucial competencies for civil engineering students in dealing with increasingly complex infrastructure problems, one of the foundations of which is laid by basic calculus. However, students show varying abilities, indicating the influence of internal factors such as personality. This study aims to describe the relationship between students' personality types, as measured by the Myers–Briggs Type Indicator (MBTI) framework, and the mathematical thinking abilities of civil engineering students in calculus learning. This study uses a descriptive qualitative approach involving civil engineering students at Samudra University. Personality types were determined using the MBTI questionnaire, while mathematical thinking skills were measured by analyzing students' written answers to calculus problems compiled based on mathematical thinking indicators. Data were analyzed descriptively and qualitatively to identify patterns in mathematical thinking skills across personality types. The results of the study indicate that students with ESFJ or SFJ tendencies tend to show strength in applying concrete procedures (specializing), while students with ENFJ or NFJ tendencies tend to demonstrate greater flexibility in developing intuitive ideas. This study suggests that students' personalities should be taken into account when designing calculus learning. The application of adaptive and differentiated learning strategies tailored to individual personality characteristics may be considered.