Teni Sritresna
Institut Pendidikan Indonesia

Published : 16 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Kemampuan Pemahaman Konsep Matematis ditinjau dari Self-Confidence Siswa pada Materi Aljabar dengan Menggunakan Pembelajaran Daring Rosmawati, Rd. Rina; Sritresna, Teni
Plusminus: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 1 No. 2 (2021): Juli
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/plusminus.v1i2.901

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimanakah kemampuan dalam memahami konsep matematis pada materi aljabar dengan menggunakan pembelajaran daring di Kecamatan Malangbong. Sumber data diambil 6 orang untuk meneliti self-confidence siswa dan 3 sampel di ambil berdasarkan teknik purposive sampling yaitu teknik pengambilan sampel dengan menentukan kriteria-kriteria tertentu yaitu berdasarkan kategori self-confidence tinggi, sedang, dan rendah. Analisis data pada penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis studi kasus. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu siswa kelas VII dan VIII yang sudah mempelajari materi aljabar. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan angket, tes tertulis, dan wawancara yang dibutuhkan untuk memperoleh data pendukung. Dari hasil penelitian ini didapatkan bahwa siswa dengan self-confidence tinggi lebih baik di bandingkan dengan self-confidence sedang atau rendah dalam memahami konsep matematis. This study aims to determine how the ability to understand mathematical concepts in algebraic material using online learning in Malangbong District. 6 people are taken to examine students’ self-confidence. And 3 samples were taken based on the purposive sampling technique, namely the sampling technique by determining certain criteria, namely based on the high, medium, and low self-confidence categories. Data analysis in this study used a qualitative method with a case study analysis approach. Sources of data used in this study are students of class VII and VIII who have studied algebraic material. The data collection technique used in this study is to use a self-confidence questionnaire, a written test, and interviews needed to obtain supporting data. From the results of this study, it was found that students with high self-confidence were better than those with moderate or low self-confidence in understanding mathematical concepts.
Kemampuan Komunikasi Matematis Ditinjau dari Self-Efficacy Siswa Rapsanjani, Dikri Maulana; Sritresna, Teni
Plusminus: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 1 No. 3 (2021): November
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/plusminus.v1i3.954

Abstract

Kemampuan komunikasi matematis penting dmiliki oleh siswa. Namun, pencapaiannya masih tergolong rendah. Hal ini terkait dengan self eficacy siswa. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis kemampuan komunikasi matematis siswa ditinjau dari self-efficacy. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Penelitian ini dilakukan di sebuah desa di kabupaten Garut dengan subjek penelitian yaitu tiga orang siswa SMP kelas IX yang dipilih secara acak. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah data hasil tes, angket, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara kemampuan komunikasi matematis dan self eficacy siswa. Siswa dengan self-efficacy tinggi lebih baik di bandingkan dengan self-efficacy sedang dan rendah dalam penguasaaan kemampuan komunikasi matematis. Mathematical communication skills need to be owned by students. However, the achievement is still relatively low. That is related to students' self-efficacy. This study was conducted to analyze students' mathematical communication skills in terms of self-efficacy. The type of research used is qualitative research. This research was conducted in a village in Garut district with the research subjects being three grade IX junior high school students who were randomly selected. Data collection techniques in this study were test results data, questionnaires, and interviews. The results showed that there was a relationship between mathematical communication skills and students' self-efficacy. Students with high self-efficacy are better than those with moderate and low self-efficacy in mastering mathematical communication skills.
Kemampuan Koneksi Matematis ditinjau dari Self Efficacy Siswa SMP pada Materi Pola Bilangan Indriani, Riri; Sritresna, Teni
Plusminus: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 2 No. 1 (2022): Maret
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/plusminus.v2i1.1090

Abstract

Kemampuan koneksi matematis siswa di indonesia masih tergolong rendah. Salah satu faktor yang berpengaruh adalah self-efficacy siswa. Penelitian ini bertujuan mengetahui kemampuan koneksi matematis siswa ditinjau dari self-efficacy siswa pada materi pola bilangan. Jenis penelitian ini yaitu kualitatif dengan metode analisis deskriptif. Subjek penelitian dipilih dengan teknik purposive sampling, yaitu siswa kelas IX beberapa SMP di Garut yang berjumlah 3 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah angket self-efficacy, tes kemampuan koneksi matematis, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa dengan self-efficacy rendah memiliki kemampuan koneksi matematis tinggi, siswa yang memiliki self-efficacy sedang memiliki kemampuan koneksi matematis sangat tinggi, dan siswa yang memiliki self efficacy tinggi memiliki kemampuan koneksi matematis sangat tinggi. Dengan demikian kemampuan koneksi matematis secara umum tergolong baik jika ditinjau dari self efficacy. The mathematical connection ability of students in Indonesia is still relatively low. One of the influencing factors is students' self-efficacy. This study aims to determine students' mathematical connection abilities in terms of students' self-efficacy in number pattern material. This type of research is qualitative with a descriptive analysis method. The research subjects were selected by purposive sampling technique, namely the 3rd-grade students of some of the junior high schools in Garut. Data collection techniques used are self-efficacy questionnaires, mathematical connection ability tests, interviews, and documentation. The data analysis technique used is data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results showed that students with low self-efficacy had high mathematical connection abilities, students with moderate self-efficacy had very high mathematical connection abilities, and students with high self-efficacy had very high mathematical connection abilities. Thus, the mathematical connection ability is generally classified as good in terms of self-efficacy.
Meningkatkan Kemampuan Koneksi Matematis Siswa Melalui Model Pembelajaran Cooperative-Meaningful Instructional Design (C-MID) Sritresna, Teni
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 4 No. 1 (2015): Januari
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v4i1.327

Abstract

Penelitian ini didasarkan pada permasalahan rendahnya kemampuan koneksi matematis siswa dalam belajar matematika. Cooperative-Meaningful Instructional Design (C-MID) merupakan salah satu model pembelajaran yang diharapkan dapat meningkatkan kemampuan koneksi matematis siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peningkatan kemampuan koneksi matematis siswa yang mendapatkan model pembelajaran Cooperative-Meaningful Instructional Design (C-MID) dengan yang mendapatkan pembelajaran konvensional. Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa di salah satu SMP di Kabupaten Garut. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa tes kemampuan koneksi matematis. Analisis data dilakukan secara kuantitatif. Analisis koneksi matematis dilakukan dengan uji nonparametrik Mann-Whitney U untuk pretes dan uji t untuk N-gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan kemampuan koneksi matematis siswa yang mendapatkan model pembelajaran Cooperative- Meaningful Instructional Design (C-MID) lebih baik daripada siswa yang mendapatkan pembelajaran konvensional.
Meningkatkan Kemampuan Komunikasi Matematis dan Self-Confidence Siswa melalui Model Pembelajaran Cycle 7E Sritresna, Teni
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 6 No. 3 (2017): September
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v6i3.464

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh hasil penelitian-penelitian terdahulu yang menunjukkan masih rendahnya kemampuan komunikasi matematis dan self-confidence siswa dalam belajar matematika. Learning Cycle 7E merupakan salah satu model pembelajaran yang diharapkan dapat meningkatkan kemampuan komunikasi matematis dan self-confidence siswa. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui peningkatan kemampuan komunikasi matematis dan self-confidence siswa yang mendapatkan model pembelajaran learning cycle 7E dengan yang mendapatkan model pembelajaran konvensional. Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimen dengan populasi siswa di salah satu SMP di Kabupaten Garut. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupas tes kemampuan komunikasi matematis dan skala sikap self-confidence siswa. Hasil analisis data menunjukkan bahwa peningkatan kemampuan komunikasi matematis dan self-confidence siswa yang mendapatkan model pembelajaran learning cycle 7E lebih baik daripada siswa yang mendapatkan pembelajaran konvensional. This research is motivated by the results of previous studies which indicates the low ability of mathematical communication and self-confidence of students in learning mathematics. Learning Cycle 7E is one of the learning models that is expected to improve the ability of mathematical communication and self-confidence of students. The purpose of this study to determine the improvement of mathematical communication skills and self-confidence of students who get learning model of learning cycle 7E with which get the conventional learning model. This research is a quasi-experiment research with student population in one of junior high school in Garut. Sampling is done by using purposive sampling technique. The instrument used in this study examined the ability of mathematical communication and the scale of student self-confidence attitude. The result of data analysis shows that the improvement of mathematical communication ability and self-confidence of students who get the learning model of learning cycle 7E is better than students who get conventional learning.
Kemampuan Berpikir Kritis Matematis serta Habits Of Mind Menggunakan Model Inquiry Learning dan Model Creative Problem Solving Nurdiansyah, Samsul; Sundayana, Rostina; Sritresna, Teni
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 10 No. 1 (2021): Januari
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v10i1.644

Abstract

Kemampuan berpikir kritis matematis dan Habits of Mind merupakan salah satu kemampuan dasar yang harus dimiliki oleh siswa. Fakta menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis matematis dan Habits of Mind siswa masih rendah. Diperlukan upaya untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis matematis dan Habits of Mind siswa salah satunya menggunakan model Inquiry Learning dan model pembelajaran Creative Problem Solving. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis perbedaan kemampuan berpikir kritis matematis dan Habits of Mind antara siswa yang mendapatkan model Inquiry Learning dengan Creative Problem Solving. Metode penelitian yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan populasi seluruh siswa kelas X SMA Negeri 11 Garut. Sampel pada penelitian ini sebanyak dua kelas yaitu kelas X-MIPA 5 sebanyak 35 siswa sebagai kelas eksperimen I yang mendapat model Inquiry Learning dan kelas X-MIPA 6 sebanyak 35 siswa sebagai kelas eksperimen II yang mendapat model pembelajaran Creative Problem Solving. Instrumen penelitian yang digunakan berupa tes uraian dan angket skala Likert. Berdasarkan hasil analisis secara statistik diperoleh kesimpulan bahwa terdapat perbedaan kemampuan berpikir kritis matematis dan Habits of Mind antara siswa yang mendapatkan model Inquiry Learning dengan Creative Problem Solving. Untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis matematis dan Habits of Mind, model Inquiry Learning cocok digunakan. Mathematical Critical Thinking Skills and Habits of Mind are some of the basic abilities that students must have. The fact shows that the Mathematical Critical Thinking Skills and Habits of Mind are still low. Efforts are needed to improve the Mathematical Critical Thinking Skills and Habits of Mind, one of them using the Inquiry Learning and the Creative Problem-Solving learning. The purpose of this research was to analyze the differences in Mathematical Critical Thinking Skills and Habits of Mind between students who get the Inquiry Learning model with Creative Problem Solving. The research method used a quasi-experimental with a population of all class X of SMAN 11 Garut. Sample consisted of two classes, class X Science 5 by 35 students as the first experimental class, which got Inquiry Learning model, and class X Science 6 by 35 students as the second experimental class which got Creative Problem-Solving learning model. The research instrument used a description test and a Likert scale questionnaire. Based on the results of statistical analysis, it is found that there are differences in Mathematical Critical Thinking Skills and Habits of Mind between students who get the Inquiry Learning model with Creative Problem Solving. To improve mathematical critical thinking skills and Habits of Mind, the Inquiry Learning model is suitable.