Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search
Journal : TEKNO

Analisis Penerapan Manajemen Waktu Pada Proyek Konstruksi (Studi Kasus: Office and Distribution Center, Airmadidi, Minahasa Utara) Lagonda, Agnese Therese; Pratasis, Pingkan A. K.; Tjakra, Jermias
TEKNO Vol 19, No 78 (2021): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Manajemen waktu termasuk kedalam proses yang diperlukan untuk memastikan waktu penyelesaian proyek. Sistem manajemen waktu berpusat pada berjalan atau tidaknya perencanaan dan penjadwalan proyek. Dimana dalam perencanaan dan penjadwalan tersebut telah disediakan pedoman yang spesifik untuk menyelesaikan aktivitas proyek dengan lebih cepat dan efisien. Kemajuan teknologi dewasa ini berkembang dengan pesatnya seiring dengan perkembangan teknologi informasi. Hal ini turut berpengaruh terhadap perkembangan manajemen rekayasa konstruksi dimana banyak program aplikasi komputer yang ditawarkan untuk membantu para manajemen rekayasa konstruksi dalam mengolah data perencanaan maupun pelaksanaan kegiatan proyek konstruksi. Program aplikasi komputer dewasa ini sangat mempermudah para manajemen rekayasa konstruksi dalam memasukkan data proyek, mengelola aktivitas proyek, laporan proyek maupun pengontrolan aktivitas kegiatan proyek diantaranya menyangkut sumber daya pada proyek tersebut. Untuk merencanakan jadwal suatu proyek dengan program Microsoft Project 2016 yang pertama harus dilakukan adalah memasukkan data-data seperti jenis kegiatan, waktu, sumber daya dan lain-lain. Dalam tahap pengendalian proyek menggunakan Microsoft Project dapat dilakukan dengan menambahkan waktu lembur pada suatu kegiatan. Dari penerapan jadwal pada proyek pembangunanan Office and Distribution Center dengan menggunakan Microsoft Project 2016 didapat 208 hari kerja. Pada tahap pengendalian ada pekerjaan yang berada pada lintasan kritis sehingga dilakukan sistem kerja lembur (Crash Program) dengan tambahan 4 jam kerja lembur. Sehingga pekerjaan pondasi pile cap menjadi 23 hari kerja dari waktu normal yaitu 50 hari kerja. Kata kunci – manajemen waktu, Microsoft Project 2016
Perbandingan Rencana Anggaran Biaya Antara Metode SNI Dengan Metode AHSP Pada Proyek Gedung Pendidikan Fakultas Teknik Jurusan Teknik Sipil Universitas Sam Ratulangi Ratag, Kezia Aprilia; Malingkas, Grace Y.; Tjakra, Jermias
TEKNO Vol 19, No 79 (2021)
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perencanaan sebuah konstruksi membutuhkan analisa biaya untuk memperkirakan kebutuhan pengeluaran dan mendapatkan biaya yang paling efisien untuk sebuah konstruksi.Perkiraan biaya memegang peranan penting dalam penyelenggaraan sebuah proyek konstruksi, kontraktor harus mempunyai pedoman yang ekonomis dan berlaku di Indonesia. Analisis biaya Sebagai dasar perhitungan yang digunakan dalam perencanaan anggaran biaya proyek. Di Indonesia terdapat beberapa metode untuk merencanakan harga satuan biaya anggaran proyek yaitu SNI dan AHSP. Kontraktor umumnya membuat harga penawaran berdasarkan analisa yang tidak seluruhnya berpedoman pada analisa AHSP maupun analisa SNI. Para kontraktor lebih cenderung menghitung harga satuan pekerjaan berdasarkan dengan analisa mereka sendiri yang didasarkan atas pengalaman terdahulu dalam menyelesaikan suatu pekerjaan konstruksi. Dalam pelaksanaan pekerjaan, kontraktor akan membuat rencana anggaran biaya sebagai dasar memasukkan penawaran terhadap suatu pekerjaan. Pembuatan Rencana Anggaran Biaya (RAB) memerlukan koefisien atau angka indeks untuk mendapatkan analisis harga satuan untuk pekerjaan tersebut, angka indeks atau koefisien dapat diperoleh melalui Analisis Standar Nasional Indonesia (SNI) dan Analisis Harga Satuan Pekerjaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui metode apa yang paling ekonomis dan untuk menjadi acuan para kontraktor merencanakan biaya konstruksi dengan metode yang berlaku di Indonesia tidak dengan metode yang di analisa sendiri. Dalam perhitungan rencana anggaran biaya pembangunan Gedung Fakultas Teknik dengan menggunakan 2 metode maka diperoleh metode AHSP 2016 merupakan yang paling ekonomis yaitu sebesar Rp. 15.529.658.000 dan metode SNI 2020 sebesar Rp. 15.971.297.000. Kata kunci – RAB, SNI 2020, AHSP 2016
Peran Konsultan Manajemen Konstruksi Dalam Proyek Pembangunan Gedung (Studi Kasus: Gedung Serbaguna Universitas Tadulako, Palu – Sulawesi Tengah) Sukarta, Kristin G. N; Tjakra, Jermias; Pratasis, Pingkan A. K.
TEKNO Vol 19, No 79 (2021)
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam suatu pelaksanaan pembangunan proyek, konsultan manajemen berperan penting mulai dari tahap perencanaan sampai tahap sesudah pelaksanaan. Konsultan manajemen merupakan satu tim kerja yang bertugas untuk mengawasi, mengontrol, membantu serta ikut terlibat dalam proses pembangunan proyek. Pada penelitian ini dilakukan pembagian  kuesioner terhadap responden sebanyak 20 orang sebagai Konsultan Manajemen Konstruksi yaitu TMC CERC PT. Yodya Karya, dan penelitian ini dilakukan pada proyek Rehabilitasi dan Rekonstruksi Universitas  Tadulako. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data peran konsultan manajemen konstruksi dalam proyek pembangunan gedung serbaguna Universitas Tadulako pada variabel tingkat keterlibatan, semua peran dilaksanakan dengan cukup baik yaitu : dalam memimpin rapat koordinasi lapangan dengan persentase sebesar 87%, dalam mengawasi pengadaan dan kualitas tenaga kerja material dan peralatan dari para kontraktor dengan persentase sebesar 87%, dalam mengawasi pengadaan dan kualitas tenaga kerja material dan peralatan dari para kontraktor dengan persentase sebesar 87%, dalam memproses pembayaran para kontraktor dengan persentase 87%, dalam mengendalikan jadwal berdasarkan jadwal induk dengan persentase sebesar 86%. Sedangkan nilai persentase terendah yang didapatkan sebesar 77% yaitu dalam memberi rekomendasi untuk menunjuk kontraktor dan sub-kontraktor.  Kata kunci – komsultan manajemen, konstruksi, peran
Analisis Studi Kelayakan Properti Finansial Proyek Pembangunan Perumahan Kharisma Koka Rivi K. Lantang; Jermias Tjakra; Grace Y. Malingkas
TEKNO Vol. 20 No. 81 (2022): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keuntungan Bisnis Properti berupa proteksi daya beli terhadap inflasi dan mendapatkan nilai tambah dari pengembangannya, seperti dijadikan perumahan atau bangunan komersial. PT Kharisma Mitra Sejahtera berinvestasi dengan membangun proyek pembangunan di daerah Koka, maka dari itu melalui penelitian ini dilakukan analisis kelayakan investasi untuk mengetahui kelayakan proyek pembangunan ini. Perencanaan anggaran biaya proyek pembangunan Perumahan Kharisma Koka dihitung dari biaya pembelian lahan, biaya pembangunan infrastruktur penunjang, biaya administrasi, sehingga dapat diketahui besar biaya modal yang dibutuhkan. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode analisis aspek finansial dengan kriteria Net Present Value, Internal Rate Return dan Benefit Cost Ratio. Dari hasil penelitian diketahui bahwa investasi proyek properti ini ialah layak, dengan hasil NPV sebesar RP44,923,549 bernilai positif, IRR sebesar 35 %, nilai ini lebih besar dari suku bunga (rate) yaitu 3 % sehingga investasi ini layak. PT Kharisma Mitra Sejahtera berinvestasi dengan membangun proyek pembangunan di daerah Koka, maka dari itu melalui penelitian ini dilakukan analisis kelayakan investasi untuk mengetahui kelayakan proyek pembangunan ini. Perencanaan anggaran biaya proyek pembangunan Perumahan Kharisma Koka dihitung dari biaya pembelian lahan, biaya pembangunan infrastruktur penunjang, biaya administrasi, sehingga dapat diketahui besar biaya modal yang dibutuhkan. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode analisis aspek finansial dengan kriteria Net Present Value, Internal Rate Return dan Benefit Cost Ratio. Dari hasil penelitian diketahui bahwa investasi proyek properti ini ialah layak, dengan hasil NPV sebesar RP44,923,549 bernilai positif, IRR sebesar 35 %, nilai ini lebih besar dari suku bunga (rate) yaitu 3 % sehingga investasi ini layak. Kata kunci – property, kelayakan investasi
Analisa Penjadwalan Proyek Menggunakan Metode PDM Dengan Menggunakan Konsep Cadangan Waktu Pada Proyek Peningkatan Ruas Jalan Tondano-Kembes-Manado Seksi 2 Virginia M. Sorongan; Ariestides K. T. Dundu; Jermias Tjakra
TEKNO Vol. 20 No. 81 (2022): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelaksanaan proyek konstruksi memiliki rangkaian kegiatan atau pekerjaan yang rumit dan saling bergantung satu sama lain. Pelaksanaan proyek konstruksi dimulai dari perencanaan, sampai pada pelaksanaan bagaimana penjadwalan, mengendalikan dan mengontrol proyek dengan baik. Penjadwalan proyek menggunakan metode Precedence Diagram Method (PDM) memberikan gambaran network yang lebih sederhana dari CPM dan dapat mengerjakan sebuah pekerjaan tanpa menunggu kegiatan pendahulunya selesai 100%. Seiring dengan berjalannya waktu pembuatan penjadwalan mulai menggunakan perangkat lunak (Software) mulai dari Microsoft excel, Microsoft project dan lain sebagainya. Pada penelitian tugas akhir ini menggunakan perangkat lunak (software) Microsoft Project dalam penjadwalan PDM. Konsep cadangan waktu merupakan konsep yang mengatur kurun waktu proyek yang belum diperuntukkan (uncommitted) bagi kegiatan tertentu, sehingga dapat dipakai untuk memecahkan masalah proyek dalam aspek jadwal. Konsep cadangan waktu juga disajikan dan dianalisis dengan menggunakan jaringan kerja PDM. Pada proyek Peningkatan Ruas Jalan Tonadano – Kembes – Manado seksi 2 ini tidak mengalami keterlambatan dalam jadwal pelaksanaanya. Jadwal proyek memiliki rangkaian kegiatan yang tumpang tindih, sehingga penyusunan jadwal menggunakan diagram preseden pada Microsoft project akan lebih sederhana dan mudah dipahami. Analisa konsep cadangan waktu dilakukan pada situasi awal proyek, dapat berguna sebagai acuan dalam pengendalian jadwal proyek. Hasil penelitian menunjukkan nilai cadangan waktu pada situasi awal proyek adalah positif (+) 11 hari, dan nilai cadangan waktu pada minggu terakhir pelaksanaan pekerjaan masih bernilai positif (+) 11 hari karena tidak terjadi keterlambatan dalam proyek Peningkatan Ruas Jalan Tondano – Kembes – Manado seksi 2 ini. Kata kunci  –  Precedence Diagram Method, cadangan waktu, Microsoft Project
Analisis Penggunaan Tenaga Kerja Dan Material Pada Proyek Konstruksi Gedung Sekolah (Studi Kasus Bangunan Kelas SMP Negeri 1 Tomohon) Rivo H. L. Politon; Pingkan A. K. Pratasis; Jermias Tjakra
TEKNO Vol. 20 No. 82 (2022): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam pelaksanaan proyek kontruksi, suatu perencanaan dalam hal waktu danbiaya sangat diperlukan untuk mengerjakan pekerjaan kontruksi. Baik ataupun buruknya suatu perencanaan proyek kontruksi sangat berpengaruh pada pelaksanaan proyek kontruksi dilapangan. Perencanaan proyek kontruksi berfungsi sebagai alat kontrol dalam pelaksanaan proyek dilapangan agar memudahkan dalam pengawasan dan pengaturan tenaga kerja dilapangan, khususnya dalam hal pengawasan tenaga kerja, dan pengadaan material di proyek. Salah satu faktor yang mempengaruhi besarnya produktivitas pekerjaan adalahjumlah tenaga kerja, namun jumlah tenaga kerja perharinya perlu dibatasi berdasarkankuantitas pekerjaan dan ongkos pekerjaan proyek tersebut. Dengan demikian estimasiongkos pekerjaan perlu diketahui dari jumlah tenaga kerja yang mengerjakan suatu pekerjaan. Perhitungan estimasi material juga diperlukan agar dalam pelaksanaan pekerjaan, penggunaan material menjadi efisien dan efektif. Penelitian dilakukan dengan mencari studi literatur kemudian melakukan pengamatan di lapangan, dan menggunakan data sekunder berupa gambar kerja berdasarkan survey dilapangan, dimana hal yang diamati adalah ukuran dan volume. Dari data tersebut dapat dihitung produktivitas pekerjaan per hari dan biaya material setiap pekerjaan, sehingga didapatkan hasil analisis setiap pekerjaannya. Berdasarkan perhitungan dari hasil penelitian, dengan menggunakan koefisientenaga kerja pada metode SNI didapatkan jumlah total tenaga kerja sebesar 450 Orang dengan biaya Rp. 320.929.504,08., dan jumlah keseluruhan biaya kebutuhan material sebesar Rp. 484.909.560,70., dengan rencana durasi waktu pekerjaan 144 hari. Kata kunci - RAB, Metode SNI, tenaga kerja, material, penjadwalan proyek
Evaluasi Sisa Material Konstruksi Menggunakan Metode Pareto Dan Fishbone Diagram Pada Proyek Pembangunan Rumah Tipe 72/125 Di Perumahan Sawangan Permai Try A. P. J. Mokosuli; Jantje Mangare; Jermias Tjakra
TEKNO Vol. 21 No. 85 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sisa material konstruksi merupakan bagian material yang tidak menjadi komponen dari bangunan dikarena tidak terpakai dalam pelaksanaan konstruksi. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui jenis-jenis material yang memiliki volume dan biaya sisa material yang besar/paling dominan, serta faktor-faktor yang menjadi penyebab timbulnya sisa material pada proyek. Sampel penelitian adalah consumable material pada proyek pembangunan rumah tipe 72/125 di perumahan Sawangan Permai. Metode yang digunakan dalam menganalisis dan menentukan jenis material yang memiliki biaya sisa material yang besar/paling dominan adalah Metode Pareto. Sedangkan metode yang digunakan untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi faktor-faktor penyebab timbulnya sisa material adalah Metode Fishbone Diagram. Berdasarkan pengolahan data menggunakan metode pareto didapat lima material dominan yaitu besi beton, bata merah, keramik 40x40cm, semen dan baja ringan dengan total biaya sisa dari kelima material tersebut sebesar Rp29,907,471.85. Berdasarkan analisis menggunakan Fishbone Diagram, faktor- faktor penyebab terjadinya sisa material pada besi beton, bata merah, keramik 40x40cm, dan baja ringan yakni dikarenakan kurangnya pengalaman kerja pekerja sehingga terjadi kesalahan pada pemotongan , ada juga keramik yang diterima pekerja dalam keadaan pecah dikarenakan dalam proses pengiriman dalam keadaan terbungkus kardus, terdapat juga bata merah yang diterima pekerja belum dalam keadaan keras, dan untuk material semen, semen mengeras sebelum digunakan. Kata kunci: sisa material konstruksi, pareto, fishbone diagram
Perancangan Dan Perhitungan Rencana Anggaran Biaya Container Yard Mile 66 Di PT. Freeport Indonesia David Koleangan; Pingkan A. K. Pratasis; Jermias Tjakra
TEKNO Vol. 22 No. 87 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i87.54088

Abstract

Skripsi ini bertujuan untuk merancang desain Container Yard di Mile 66 PT. Freeport Indonesia dengan tujuan meningkatkan efisiensi operasional serta mengoptimalkan pengelolaan logistik dan distribusi. Metodologi penelitian melibatkan studi literatur tentang prinsip-prinsip desain Container Yard yang efektif, analisis terhadap infrastruktur yang ada, dan survei lapangan untuk mengumpulkan data tentang kebutuhan operasional. Dalam proses perancangan, perhatian utama diberikan kepada layout, kapasitas, dan sistem manajemen yang tepat untuk mengelola aliran kontainer. Hasil penelitian ini mencakup rekomendasi desain yang mencakup tata letak yang optimal, infrastruktur pendukung seperti jalur akses, ruang parkir, dan peralatan pemindahan kontainer. Selain itu, solusi manajemen yang efisien juga diajukan, termasuk sistem pengelolaan stok, perencanaan pengiriman, dan pemeliharaan fasilitas. Diharapkan bahwa implementasi desain yang diusulkan akan membantu PT. Freeport Indonesia meningkatkan efisiensi operasional mereka dalam manajemen kontainer, mengurangi biaya, dan mempercepat aliran logistik mereka. Skripsi ini memberikan pandangan yang mendalam tentang pentingnya desain dan Rencana Anggaran Biaya yang tepat dalam operasi Container Yard di lingkungan industri yang kompetitif dan menghasilkan kesimpulan total dari Rencana Anggaran Biaya sebesar Rp. 1,442,826,895.00. Kata kunci: desain, Rencana Anggaran Biaya, container yard
Metode Pelaksanaan Pekerjaan Preservasi Ruas Jalan Sam Ratulangi Manado Wanta, Isty M.; Malingkas, Grace Y.; Tjakra, Jermias
TEKNO Vol. 22 No. 90 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i90.58915

Abstract

Dalam konteks preservasi jalan, metode pelaksanaan merujuk pada teknik tahapan pelaksanaan atau pendekatan yang dipilih untuk melakukan perawatan dan perbaikan pada jalan. Pekerjaan preservasi jalan dapat dilakukan dengan efisien dan efektif sesuai dengan metode pelaksanaan, sehingga memperpanjang umur pakai jalan dan meningkatkan keselamatan serta kenyamanan pengguna jalan. Penelitian ini berlokasi di Manado pada ruas jalan Sam Ratulangi, rahabilitasi minor pekerjaan overlay. Sumber data dalam penelitian ini yaitu data primer dan data sekunder, data primer yaitu pengumpulan data secara langsung lewat dokumentasi pada pelaksanaan pekerjaan dan data sekunder berupa jurnal, buku pdf, artikel-artikel dan website. Rehab minor merupakan tindakan penanganan serta pencegahan yang dilakukan untuk memperbaiki kerusakan jalan yang tidak terlalu parah. Aspal overlay adalah proses penambahan lapisan aspal baru pada permukaan jalan yang sudah ada (aspal lama). Lapisan ini memiliki ketebalan 4 cm. Berdasarkan penelitian yang dilakukan pada pelaksanaan rehabilitasi minor pekerjaan overlay penghamparan AC-WC menggunakan alat asphalt finisher dan pemadatan aspal dilakukan sebanyak 2 tahap yang pertama menggunakan alat tandem roller dengan berat alat 8 - 10 ton dan yang kedua menggunakan alat tire roller dengan berat alat 8.5 ton. Dan untuk mengetahui suhu aspal dilakukan pengecekan menggunakan alat termometer dengan suhu aspal terhampar pada suhu 130 - 150 °C, suhu pemadatan pertama yaitu 125 - 145 °C dan suhu pemadatan akhir 100 - 125 °C. Kata kunci: preservasi jalan, metode pelaksanaan, rehabilitasi minor, overlay
Metode Pelaksanaan Konstruksi Pekerjaan Pondasi Bored Pile Pada Proyek Pembangunan Gedung Radioterapi ODSK Provinsi Sulawesi utara Limpele, Millythia C.; Pratasis, Pingkan A. K.; Tjakra, Jermias
TEKNO Vol. 22 No. 90 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i90.60001

Abstract

Pembangunan gedung radioterapi ODSK di Sulawesi Utara memerlukan stabilitas tinggi untuk menghindari getaran yang dapat mengganggu proses terapi. Penggunaan pondasi bored pile dipilih karena kemampuannya dalam menahan beban besar dan meminimalkan getaran selama konstruksi karena lokasi proyek berada dalam pemukiman padat penduduk serta akses ke lokasi proyek terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk membuat metode pelaksanaan pekerjaan pondasi bored pile pada proyek tersebut. Penelitian dilakukan melalui observasi lapangan langsung dengan mengamati dan mendokumentasikan setiap tahapan pelaksanaan pekerjaan pondasi, mulai dari persiapan lokasi hingga pengecoran. Pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi dan dokumentasi untuk mendapatkan informasi yang akurat tentang prosedur pelaksanaan di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode pelaksanaan pondasi bored pile pada proyek ini menggunakan metode kering dengan alat Rotary Drilling Rig yang sesuai standar operasional prosedur PT. Nikita Waya Matuari Sakti. Metode ini dipilih karena kondisi tanah yang dominan berbatu dan tidak berlumpur, dengan tahapan meliputi survei titik, pengeboran hingga kedalaman 15 meter, pemasangan tulangan D16 untuk tulangan utama dan D10 untuk spiral, serta pengecoran menggunakan beton K-300 dengan nilai slump 18±2 cm melalui pipe tremie. Kata kunci: metode pelaksanaan, bored pile, metode kering
Co-Authors A. K. T. Dundu, A. K. T. Adrian Philip Marthinus, Adrian Philip Afanda, Delia Monica Agryanto P. Parinding Amanda T. Sanaky, Amanda T. Angeline Shanty Kembuan, Angeline Shanty Ariestides K. T. Dundu Asnuddin, Setyadi Asrini Novita Rompas Bawimbang, Rebertha M. Bermula, Kerby Bonny F. Sompie Bryan Alfons Willyam Sepang Candy Happy Najoan, Candy Happy Charliston Pasaribu, Charliston Christie Pricilia Pelealu, Christie Pricilia Christine F. Areros D. R. O. Walangitan David Koleangan David M. Walean Dayoh, Agnesia I. Deane R. O. Walangitan, Deane R. O. Ezekiel R. M. Iwawo, Ezekiel R. M. Freyke Sangari Gawei, Apria Brita Pandohop Grace Priscillia Kamagi Grace Y Malingkas Gursal, Andi Arya P. Halik, Syahnaz Rabiatul M. Hamka Prasetia Mamonto, Hamka Prasetia Hary Wahono, Hary Huibert Tarore Inggried Limbong Ingkiriwang, Revo L. Inkiriwang, Revo L. Jantje B. Mangare Jantje Mangare Jasmin Christy Natalia Mandey Joel Daniel Paulus Tuelah Johan P. Rantung Juanita Indriaty Assa Juno E. Ch. Langi Kambu, Figolus S. Kumendong, William Melkisedek Lagonda, Agnese Therese Langgeroni, Reni Langkun, Christy N. V. Lelo Sintani Lendra Lendra Limpele, Millythia C. Majid, Nurul F. Malingkas, Grace Yoyce Maramis, Irfano L. Marisca Imaculata Firani Mentang Marlon Hendri Thomas Wior, Marlon Hendri Thomas Martrisia E. Runtukahu Massie, Frensy Yuliani Mawira, Marcelino Kenvin Michael Kareth Mochtar Sibi Mongan, Aditya Imanuel Moningka, Agnes K. Onibala, Milka Patris Christa Paath, Patris Christa Pelealu, Galuh D. W. Pingkan A. K. Pratasis Pingkan A. K. Pratasis Pingkan Pratasis Polii, Rovel Brando Pontoh, Michell J. Primalie, Yonathan T. Raldo Septian Victor Kaligis Rambi, Alter F. R. Ratag, Kezia Aprilia Rivi K. Lantang Rivo H. L. Politon Robert J. M. Mandagi Rotinsulu, Finny N. C. Rumengan, Bella A. Rumere, Elroy Y. A. Sandi Pawiro, Sandi Situmorang, Benhart E. Stefi Priescha Tauro Steven Fredrik Josef Manopo Sukarta, Kristin G. N The, Londy Herianto Thresia Deisy Rawis, Thresia Deisy Tisano Tj. Arsjad Try A. P. J. Mokosuli Tuange, Mario Bonifasius Tumiwa, Joshua Marcellino Tunas, Fransisko Turalaki, Sylvester S. Vinky Viktor Supit Virginia M. Sorongan Wanta, Isty M. Wiwie Yuliati Tumembow, Wiwie Yuliati Yellih Kristti Wongkar, Yellih Kristti