Komang Ayu Tri Widhiyanti
Universitas PGRI Mahadewa Indonesia

Published : 26 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

TEKNIK MASSAGE EFFLEURAGE PADA EKSTREMITAS INFERIOR SEBAGAI PEMULIHAN PASIF DALAM MENINGKATKAN KELINCAHAN Komang Ayu Tri Widhiyanti
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi Vol. 3 No. 1 (2017): Januari 2017
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi FKIP Universitas PGRI Mahadewa Indonesia bekerjasama dengan Asosiasi Prodi Olahraga Perguruan Tinggi PGRI (APOPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (210.319 KB)

Abstract

Pemulihan memungkinkan tubuh untuk mengisi kembali energi yang terbuang setelah melakukan aktifitas fisik yang berat. Banyak cara yang dapat dilakukan ketika seorang atlet akan melakukan pemulihan, hal tersebut dapat dikategorikan sebagai pemulihan pasif dan aktif. Pemulihan pasif yaitu suatu pemulihan tanpa adanya aktifitas fisik, yaitu diam, istirahat total (duduk, terlentang, tidur), masase. Effleurage adalah gerakan usapan, baik dilakukan dengan telapak tangan atau bantalan jari tangan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh antara perlakuan teknik masase effleurage terhadap kelincahan. Rancangan penelitian yang digunakan adalah randomized the pretest-postest control group design with repeated measurement. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian eksperimen. Dalam penelitian ini, populasi yang digunakan adalah mahasiswa jurusan PENJASKESREK FPOK IKIP PGRI BALI kelas A, B, dan C angkatan 2013 berjenis kelamin laki-laki sebanyak 68 orang. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 30 orang yang dibagi menjadi 2 kelompok, kelompok 1 merupakan kelompok perlakuan (mendapat perlakuan berupa pemulihan pasif menggunakan teknik masase effleurage) dan kelompok 2 merupakan kelompok kontrol (tanpa perlakuan pemulihan pasif menggunakan teknik masase effleurage tetapi diberikan latihan jogging ringan). Uji Independent Sample t Test (uji beda rata-rata antar kelompok) dapat disimpulkan bahwa Ha ditolak dan Ho diterima karena nilai thitung 2,876 > ttabel 2,052. Dengan kata lain bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kemampuan kelincahan mahasiswa pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol sesudah diberikan pemulihan.
PELAJAR DAN PRESTASI BELAJAR GERAK Komang Ayu Tri Widhiyanti
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi Vol. 1 No. 2 (2015): Desember 2015
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi FKIP Universitas PGRI Mahadewa Indonesia bekerjasama dengan Asosiasi Prodi Olahraga Perguruan Tinggi PGRI (APOPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (146.709 KB)

Abstract

Pengalaman dalam hubungannya dengan lingkungan, baik secara kualitatif maupun kuantitatif akan menunjang proses belajar, dan pada gilirannya akan menentukan tingkat prestasi. Dengan demikian jelas bahwa di dalam proses belajar gerak ada interaksi antara si pelajar dengan lingkungan. Kondisi/keadaan yang ada pada diri pelajar merupakan faktor penting yang perlu dipahami oleh guru. Prestasi belajar gerak bisa diartikan sebagai tingkat kualitas kemampuan gerak tubuh yang dicapai melalui usaha belajar dan berlatih gerak. Belajar gerak bertujuan untuk meningkatkan kualitas kemampuan gerak tubuh. Peningkatan kualitas kemampuan gerak pada dasarnya merupakan perwujudan dari peningkatan efisiensi dan efektivitas gerakan. Gerakan yang efisien adalah gerakan yang di dalam melakukannya hanya mengeluarkan energi/tenaga yang tidak sebesar apabila gerakannya tidak efisien. Gerakan yang efektif adalah gerakan yang sesuai dengan apa yang dikehendaki oleh pelakunya/sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Pengetahuan tentang faktor-faktor yang mempengaruhi pencapaian prestasi di bidang olahraga antara lain mengenai pengaruh faktor keturunan, faktor pembinaan, dan faktor lingkungan. Pengetahuan tentang penelitian keolahragaan yang antara lain meliputi pengetahuan mengenai metode penelitian, teknik-teknik tes, pengukuran dan evaluasi keolahragaan, teknik-teknik analisis data, akan bermanfaat untuk melaksanakan evaluasi dalam pemanduan bakat.
TINGKAT KECEMASAN ATLET BOLA VOLI PUTRA SEMESTER GENAP 2018/2019 IKIP PGRI BALI SEBELUM, PADA SAAT ISTIRAHAT DAN SESUDAH PERTANDINGAN Komang Ayu Tri Widhiyanti; Ni Wayan Ariawati; Ni Wayan Ary Rusitayanti; I Putu Eri Kresnayadi
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi Vol. 6 No. 1 (2020): Januari 2020
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi FKIP Universitas PGRI Mahadewa Indonesia bekerjasama dengan Asosiasi Prodi Olahraga Perguruan Tinggi PGRI (APOPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.692 KB) | DOI: 10.5281/zenodo.3661571

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran dan perbedaan tingkat kecemasan atlet bola voli putra semester genap 2018/2019 sebelum, pada saat istirahat dan sesudah pertandingan. Sampel pada penelitian ini adalah 40 atlet bola voli putra semester genap 2018/2019 IKIP PGRI Bali dengan menggunakan teknik random sampling. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan skala level kecemasan SCAT (Sport Competition AnxietyTest). Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif komparatif dengananalisis uji one way anova dari software SPSS versi 22. Hasil analisis data diketahui bahwa hasil uji perbandingan antara tingkat kecemasan sebelum bertanding dan sesudah bertanding yaitu memiliki signifikansi sebesar p = 0.000, tingkat kecemasan pada saat istirahat bertanding dan sesudah bertanding memiliki signifikansi sebesar p = 0.000, tingkat kecemasan sebelum bertanding dan pada saat istirahat bertanding memiliki signifikansi p = 0.317. Hasil keputusan berdasarkan uji hipotesis yang menunjukkan signifikansi (p<0.05), maka H0 ditolak, yaitu terdapat perbedaan yang signifikan antara tingkat kecemasan sebelum bertanding dengan sesudah bertanding dan terdapat perbedaan yang signifikan antara tingkat kecemasan pada saat istirahat bertanding dengan sesudah bertanding. Sedangkan hasil keputusan berdasarkan uji hipotesis yang menunjukkan signifikansi (p>0.05), maka H0 diterima, yaitu tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara tingkat kecemasan sebelum bertanding dengan sesudah bertanding.
PELATIHAN LOMPAT JINGKAT TIGA KANAN DAN KIRI SEJAUH 30 METER 10 REPETISI 3 SET TERHADAP PENINGKATAN DAYA LEDAK OTOT TUNGKAI PADA LOMPAT JANGKIT Dewi Ayu Agung Kurniayanti; Komang Ayu Tri Widhiyanti; Anak Agung Octa Perdana; I Wayan Citrawan; I Made Darmada; I Kadek Suryadi Artawan
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi Vol. 6 No. 1 (2020): Januari 2020
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi FKIP Universitas PGRI Mahadewa Indonesia bekerjasama dengan Asosiasi Prodi Olahraga Perguruan Tinggi PGRI (APOPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.045 KB) | DOI: 10.5281/zenodo.3661598

Abstract

Penelitian ini menggunakan rancangan experimental randomized pre-test and post-test groups design. Populasi diambil dari siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Denpasar tahun pelajaran 2017/2018. Sampel berjumlah 36 orang di dapat dengan rumus poccok. Jumlah sampel di bagi menjadi dua kelompok yang masing–masing kelompok terdiri dari 18 orang. Pelatihan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah pelatihan lompat jingkat tiga kanan dan kiri sejauh 30 meter 10 repetisi 3 set pada kelompok perlakuan dan pelatihan lompat jingkat tiga kanan dan kiri sejauh 30 meter 6 repetisi 5 set pada kelompok kontrol. Hasil uji t-paired kelompok kontrol dan kelompok perlakuan terjadi peningkatan yang bermakna (p<0,05). Hasil uji t-test independent di dapat bahwa kedua kelompok sebelum pelatihan tidak berbeda bermakna (p>0,05), sedangkan setelah pelatihan kedua kelompok sampel (perlakuan dan kontrol) menunjukan bahwa tidak ada perbedaan yang bermakna (p>0,05). Akan tetapi kelompok perlakuan lebih memiliki rerata lebih besar dari pada kelompok kontrol. Simpulannya bahwa pelatihan lompat jingkat tiga kanan dan kiri sejauh 30 meter 10 repetisi 3 set dan pelatihan lompat jingkat tiga kanan dan kiri sejauh 30 meter 6 repetisi 5 set sama–sama meningkatkan daya ledak otot tungkai dan menyatakan hipotesis alternatif diterima. Untuk hasil post test kedua kelompok ada perbedaan yang signifikan dan alternatif hipotesis diterima. Dari hasil rerata dan persentase pelatihan 30 meter 10 kanan dan kiri 30 meter 10 repetisi 3 set lebih baik dari pada pelatihan lompat 300 meter 6 repetisi 5 set dalam meningkatkan daya ledak otot tungkai.
Tingkat Kebugaran Jasmani Berdasarkan Indeks Massa Tubuh pada Mahasiswa Semester V A, B dan C Tahun 2019/2020 Prodi Penjaskesrek FPOK IKIP PGRI Bali Komang Ayu Tri Widhiyanti; Ni Wayan Ariawati; Ni Wayan Ary Rusitayanti
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi Vol. 7 No. 1 (2021): Januari 2021
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi FKIP Universitas PGRI Mahadewa Indonesia bekerjasama dengan Asosiasi Prodi Olahraga Perguruan Tinggi PGRI (APOPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (515.604 KB) | DOI: 10.5281/zenodo.4432323

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kebugaran jasmani berdasarkan indeks massa tubuh pada mahasiswa semester V A,B dan C tahun 2019/2020 Prodi Penjaskesrek FPOK IKIP PGRI Bali. Penelitian dilakukan dengan melakukan tes kebugaran jasmani dan tes antropometri pada mahasiswa semester V A,B dan C tahun 2019/2020 Prodi Penjaskesrek FPOK IKIP PGRI Bali. Sampel penelitian ini diambil dengan teknik Purposive Sampling. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan persentase untuk menggambarkan frekuensi dan persentase dari data yang diperoleh. Hasil penelitian menyatakan bahwa 42% siswa memliki indeks massa tubuh yang kurang, 35% siswa memiliki indeks massa tubuh normal, dan 23% siswa memiliki indeks massa tubuh gemuk. Sedangkan tingkat kebugaran jasmani mahasiswa menunjukkan 43% kurang, 30% sedang, dan 27% baik. Sehingga dapat disimpulkan bahwa tingkat kebugaran jasmani dan indeks massa tubuh pada mahasiswa semester V A,B dan C tahun 2019/2020 Prodi Penjaskesrek FPOK IKIP PGRI Bali masih rendah.
Manajemen Pengelolaan Laboratorium Pengukuran Olahraga Prodi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas PGRI Mahadewa Indonesia Ni Wayan Ary Rusitayanti; Putu Citra Permana Dewi; Ida Ayu Kade Arisanthi Dewi; Ni Luh Putu Indrawathi; Komang Ayu Tri Widhiyanti; I Putu Eri Kresnayadi
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi Vol. 7 No. 2 (2021): Juni 2021
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi FKIP Universitas PGRI Mahadewa Indonesia bekerjasama dengan Asosiasi Prodi Olahraga Perguruan Tinggi PGRI (APOPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (143.35 KB) | DOI: 10.5281/zenodo.5010382

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk memberi gambaran secara menyeluruh tentang (1) Manajemen pengelolaan laboratorium pengukuran olahraga dilihat dari konteks perencanaan, pengorganisasian dan pengawasan ; (2) Kendala-kendala yang dihadapi dalam pengelolaan laboratorium pengukuran olahraga ; dan (3) alternatif pemecahan masalah yang dilakukan pihak Universitas dalam mengatasi kendala-kendala dalam pengelolaan laboratorium pengukuran olahraga di Prodi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi FKIP Universitas PGRI Mahadewa Indonesia. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif tipe studi kasus. Pengambilan data diambil melalui observasi dan wawancara dengan Ketua Laboratorium. Data yang diperoleh dianalisa dengan cara deskriptif interpretatif dan hasil penelitian menunjukkan bahwa proses manajemen pengelolaan pengukuran olahraga sudah memenuhi aturan yang ada dan telah dikelola dengan baik oleh Ketua Laboratorium. Peralatan laboratorium pengukuran olahraga sudah terinventaris dengan baik sehingga pada saat dilakukan pemeriksaan dan supervisi oleh pihak Universitas tidak lagi kewalahan karena setiap barang yang ada telah di label sesuai nama alat, tahun penerimaan dan jumlah unitnya. Proses evaluasi yang dilakukan ketua laboratorium untuk mengetahui kondisi barang dilakukan secara manual yaitu pencatatan melalui buku pemakaian alat tanpa menggunakan kartu pemakaian alat sehingga tidak mudah untuk mendeteksi alat yang rusak.
Pengaruh Massage Lokal Ekstremitas Bawah sebagai Pemulihan Pasif terhadap Kekuatan Otot Tungkai Atlet Sepakbola di SMP Negeri 3 Sukawati Komang Ayu Tri Widhiyanti; Ni Wayan Ary Rusitayanti; Ni Wayan Ariawati; Ida Ayu Kade Arisanthi Dewi; Ni Luh Putu Indrawathi; I Ketut Sumerta
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi Vol. 8 No. 1 (2022): Januari 2022
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi FKIP Universitas PGRI Mahadewa Indonesia bekerjasama dengan Asosiasi Prodi Olahraga Perguruan Tinggi PGRI (APOPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.206 KB) | DOI: 10.5281/zenodo.5895130

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek mekanis dari Massage lokal ekstremitas bawah sebagai tindakan restoratif pasif pada kekuatan otot tungkai. Metode penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan design penelitian Non-randomized Pretest-Postest Group Design dimana satu kelompok sampel mendapatkan perawatan restoratif pasif berupa Massage lokal ekstremitas bawah dan pada kelompok yang satunya sebagai kelompok kontrol. Hasil penelitian ini adalah ada penurunan kekuatan otot tungkai pada kelompok eksperimen setelah aktifitas yakni sebesar -37,46%, setelah pemulihan ada peningkatan sebesar 46,48%, artinya bahwa setelah aktifitas mengalami penurunan kekuatan sebesar 37,46%, sedangkan setelah pemulihan ada peningkatan sebesar 46,48%. Hasil penelitian pada kelompok eksperimen  ada perbedaan besar dalam kompetensi kekuatan otot tungkai siswa sebelum dan sesudah menerima Massage lokal ekstremitas bawah. Pada kelompok kontrol tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kemampuan kekuatan otot tungkai siswa sebelum dan sesudah pemulihan dengan duduk. Terdapat perbedaan kekuatan otot tungkai yang signifikan antara kelompok eksperimen dan kontrol setelah pemulihan. Pemulihan pasif dengan Massage lokal ekstremitas bawah lebih cepat meningkatkan kekuatan otot tungkai jika dibandingkan pemulihan pasif dengan duduk setelah terjadi penurunan setelah aktivitas fisik.
The Impact of Covid-19 on Online Learning Motivation in Sports Massage Learning Komang Ayu Tri Widhiyanti; Ni Wayan Ary Rusitayanti; Ni Wayan Ariawati
JUARA : Jurnal Olahraga Vol 7 No 1 (2022): JUARA: Jurnal Olahraga
Publisher : STKIP Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33222/juara.v7i1.1555

Abstract

This study aims to determine the impact of the COVID-19 pandemic on online learning motivation, specifically for sports massage courses. The research design used in this study was Posttest Only Control Group Design. The samples were all students of the sixth semester of the Physical Education and Health Study Program, Universitas PGRI Mahadewa Indonesia, totaling 71 people. Research results in supporting an exciting learning process during a pandemic are highly demanded (1) lecturer skills in learning and developing knowledge that makes learning enjoyable, (2) student motivation in participating in learning is the key to success in the massage learning process, (3) supporting facilities online learning is the following key in the learning process during. The conclusion of this research is in carrying out learning practices and using engaging learning media that can provoke students' enthusiasm in the implementation of learning.
Pelatihan Lunges Meningkatkan Kekuatan Otot Tungkai Atlet Sepak Bola Komang Ayu Tri Widhiyanti; Ni Wayan Ariawati; Agustinus Dei; I Kadek Yudha Pranata; I Wayan Adnyana; I Nyoman Suarjana
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi Vol. 9 No. 1 (2023): Januari 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi FKIP Universitas PGRI Mahadewa Indonesia bekerjasama dengan Asosiasi Prodi Olahraga Perguruan Tinggi PGRI (APOPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (170.679 KB) | DOI: 10.5281/zenodo.7577400

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui dampak pelatihan lunges terhadap kekuatan otot tungkai. Pelatihan ini menggunakan rancangan experimental randomized pre-test and post-test groups design. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 22 orang yang diambil dari jumlah populasi 45 orang. Jumlah sampel dibagi menjadi dua kelompok yang masing-masing kelompok terdiri dari 11 orang. Pelatihan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah pelatihan lunges 15 repetisi 5 set untuk kelompok perlakuan dan pelatihan squat 10 repetisi 6 set untuk kelompok kontrol dengan frekuensi pelatihan sebanyak 4 kali dalam seminggu, pelatihan dilakukan selama enam minggu. Hasil uji t-test independent didapat bahwa kedua kelompok sebelum pelatihan tidak adanya perbedaan yang bermakna (p>0,05), sedangkan setelah pelatihan kedua kelompok pada tes akhir dengan leg dynamometer terdapat perbedaan bermakna (p<0,05). Persentase perubahan kekuatan otot tungkai pada kelompok perlakuan terdapat perubahan yang signifikan sebesar 18,52%, sedangkan kelompok kontrol hanya sebesar 8,13%. Simpulan dari penelitian ini pelatihan lunges meningkatan kekuatan otot tungkai atlet sepak bola.
Pelatihan High Intensity Interval Training (HIIT) Meningkatkan VO2Max Atlet Basket I Kadek Todi Astawan; Komang Ayu Tri Widhiyanti
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi Vol. 9 No. 1 (2023): Januari 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi FKIP Universitas PGRI Mahadewa Indonesia bekerjasama dengan Asosiasi Prodi Olahraga Perguruan Tinggi PGRI (APOPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.512 KB) | DOI: 10.5281/zenodo.7497766

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pelatihan high intensity interval training (HIIT) terhadap peningkatan VO2Max atlet basket putra Universitas PGRI Mahadewa Indonesia Tahun 2022. Metode yang digunakan yaitu eksperimen dengan desain pretest-postest only control grup design, dengan sampel atlet basket putra dengan populasi yang berjumlah 32 orang dan sampel berjumlah 20 orang. Pemisahan sampel menggunakan ordinal pairing. Kelompok perlakuan akan diberikan pelatihan high intensity interval training (HIIT) sedangkan kelompok kontrol akan diberikan latihan jogging. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan peningkatan rata-rata antara kelompok perlakuan dan kelompok kontrol dengan nilai signifikasi sebesar 0,003<0,05. Sehingga disimpulkan bahwa pelatihan high intensity interval training (HIIT) meningkatkan VO2Max atlet basket putra Universitas PGRI Mahadewa Indonesia Tahun 2022.