Johannes Adhijoso Tjondro
Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Katolik Parahyangan, Bandung

Published : 17 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : REKA RACANA

Hubungan Balok-Kolom Glulam Jabon dengan Pelat Baja Siku dan Pengencang Sekrup Kunci Desimaliana, Erma; Tjondro, Johannes Adhijoso
RekaRacana: Jurnal Teknik Sipil Vol 12, No 1: Maret 2026
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v12i1.78

Abstract

ABSTRAKPenggunaan glulam Jabon pada struktur kayu rekayasa memerlukan hubungan balok-kolom yang kuat, stabil, dan daktil. Penelitian ini mengevaluasi perilaku hubungan balok-kolom glulam Jabon dengan pelat baja siku dan pengencang sekrup kunci. Pengujian monotonik dilakukan pada tiga benda uji identik dengan pembebanan lateral di ujung balok. Data beban dan perpindahan diolah menjadi kurva beban-perpindahan serta momen-rotasi untuk menentukan kapasitas, kekakuan, faktor bilinier, dan daktilitas. Hasil menunjukkan beban puncak rata-rata sebesar 2,64 kN pada perpindahan 23,44 mm. Momen leleh dan momen ultimit rata-rata masing-masing 0,75 kN-m dan 1,59 kN-m. Kekakuan rotasi leleh rata-rata 59,55 kN-m/rad, kekakuan ultimit 40,77 kN-m/rad, faktor bilinier 0,688, dan daktilitas rotasi 3,09. Kurva menunjukkan respons nonlinier dengan penurunan kekakuan akibat slip, deformasi tumpu lokal, dan rotasi sambungan. Perilaku tersebut menunjukkan bahwa transfer gaya berlangsung bertahap tanpa kegagalan mendadak pada zona sambungan. Sambungan berperilaku semi-rigid, daktil, dan tidak getas sehingga berpotensi dikembangkan sebagai alternatif sambungan glulam Jabon untuk struktur kayu rekayasa.Kata kunci: glulam Jabon, hubungan balok-kolom, pelat baja siku, sekrup kunci ABSTRACTThe use of Jabon glulam in engineered wood structures requires strong, stable, and ductile beam-column connections. This study evaluates the behavior of Jabon glulam beam-column connections with angle steel plates and keyed screw fasteners. Monotonic testing was conducted on three identical test specimens with lateral loading applied at the beam end. Load and displacement data were processed into load-displacement and moment-rotation curves to determine capacity, stiffness, bilinearity factor, and ductility. The results showed an average peak load of 2.64 kN at a displacement of 23.44 mm. The average yield moment and ultimate moment were 0.75 kN-m and 1.59 kN-m, respectively. The average yield rotational stiffness was 59.55 kN-m/rad, the ultimate stiffness was 40.77 kN-m/rad, the bilinearity factor was 0.688, and the rotational ductility was 3.09. The curves show a nonlinear response with a decrease in stiffness due to slip, local bearing deformation, and joint rotation. This behavior indicates that force transfer occurs gradually without sudden failure in the joint zone. The joint behaves as semi-rigid, ductile, and non-brittle, making it a potential alternative to Jabon glulam joints for engineered wood structures.Keywords: Jabon glulam, beam-column connection, angle steel plate, lag screw
Hubungan Balok-Kolom Kayu Glulam dengan Pelat Baja dan Pengencang Baut Diredja, Nessa Valiantine; Tjondro, Johannes Adhijoso
RekaRacana: Jurnal Teknik Sipil Vol 12, No 1: Maret 2026
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v12i1.65

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini mengevaluasi perilaku hubungan balok–kolom kayu glued laminated timber (glulam) dengan pelat baja dan baut melalui pengujian monotonik. Tiga spesimen (SB1, SB2, SB3) diuji untuk memperoleh respons beban–perpindahan dan momen–rotasi, serta menentukan kapasitas, kekakuan rotasi awal, faktor bilinier, dan daktilitas sambungan. Kapasitas puncak berada pada rentang 3,826–3,906 kN dengan rata-rata 3,857 kN. Momen ultimit berada pada rentang 2,296–2,344 kNm dengan rata-rata 2,315 kNm, kekakuan rotasi awal ( ) rata-rata 35,761 kNm/rad, faktor bilinier pada rentang 0,72–0,77 dengan rata-rata 0,74, dan daktilitas rotasi ( ) pada rentang 1,81–2,44 dengan rata-rata 2,19. Kurva momen–rotasi menunjukkan respons yang relatif stabil dengan penurunan kapasitas bertahap setelah puncak. Secara keseluruhan, hubungan balok–kolom glulam dengan pelat baja dan baut menunjukkan kapasitas yang konsisten serta deformabilitas pasca-leleh yang memadai pada pembebanan monotonik.Kata kunci: Glulam, hubungan balok-kolom, baut, pelat baja, momen-rotasi, daktilitas ABSTRACTThis study evaluates the behavior of glued-laminated timber (Glulam) beam–column connections with steel plates and bolts under monotonic loading. Three specimens (SB1, SB2, SB3) were tested to obtain load–displacement and moment–rotation responses, and to determine connection capacity, initial rotational stiffness, bilinear factor, and ductility. Peak load ranged from 3,826 to 3,906 kN, with an average of 3,857 kN. Ultimate moment ranged from 2,296 to 2,344 kNm with an average of 2,315 kNm, initial rotational stiffness ( ) averaged 35,761 kNm/rad, the bilinear factor ranged from 0,72 to 0,77 with an average of 0,74, and rotational ductility ( ) ranged from 1,81 to 2,44 with an average of 2,19. Moment–rotation curves showed a relatively stable response with gradual post-peak capacity degradation. Overall, the Glulam beam–column connection with steel plates and bolts demonstrated consistent capacity and adequate post-yield deformability under monotonic loading.Keywords: LVLGlulam, beam–column connection, bolts, steel plate, monotonic test, moment–rotation